fbpx
LOGO

Mengenal Holy Basil (Tulsi), Obat Kontrasepsi Alami

July 22, 2020
IMG

Holy basil (Ocimum sanctum) atau tulsi, dikenal dengan lempes dalam Bahasa Indonesia dan ruku-ruku dalam bahasa Sumatera, adalah tanaman yang mirip dengan kemangi yang juga digunakan sebagai ramuan obat dalam pengobatan tradisional India, Ayurvedic.

 

Tulsi mengandung molekul asam ursolik, eugenol, bioflavonoid seperti apigenin dan lutein, ocimarin, asam rosminik serta berbagai molekul bermanfaat lainnya. Secara historis, tanaman ini digunakan karena manfaat terapeutiknya dan dianggap sebagai adaptogen (agen anti-stres).

 

Tulsi atau holy basil juga telah banyak diteliti sebagai obat alami untuk mengatasi kecemasan, kelelahan adrenal, hipotiroidisme (kadar tiroid kurang), gula darah yang tidak seimbang, sebagai obat herbal untuk jerawat, sebagai kontrasepsi herbal serta dapat meningkatkan kesehatan secara umum.

 

 

Manfaat Tulsi atau Holy Basil

 

1. Membantu Melawan Kanker

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Cancer, tulsi dan senyawa fitokimia-nya (termasuk eugenol, asam rosmarinik, apigenin, myretenal, luteolin, β-sitosterol, dan asam karnosik) diketahui dapat membantu mencegah kanker paru-paru yang diinduksi oleh racun dalam bahan kimia.

 

Tulsi meningkatkan aktivitas antioksidan, mengubah ekspresi gen yang sehat, menyebabkan kematian sel kanker (apoptosis), mencegah pertumbuhan pembuluh darah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sel kanker dan menghentikan metastasis (penyebaran kanker dari satu organ ke organ lainnya. Penelitian tersebut juga menyarankan untuk rutin mengonsumsi tulsi untuk mengurangi dan mencegah risiko terkena kanker maupun metastasis kanker (1).

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Cancer Research and Therapeutics juga menjelaskan senyawa orientin dan vicenin yang terkandung didalamnya terbukti membantu melindungi tubuh dari efek terapi radiasi yang dapat mencetuskan tumor. Selain itu kandungan eugenol dalam daun tulsi juga terbukti mampu membantu menyembuhkan berbagai efek samping yang dapat terjadi akibat terapi radiasi (2).

 

Sebuah penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Cancer juga menguraikan penelitian penting yang melibatkan kemampuan tulsi untuk membantu memerangi kanker dengan tanpa efek samping, berbeda halnya dengan kemoterapi konvensional dan perawatan radioterapi (3).

 

2. Mengatasi Jerawat

Tulsi membantu membunuh bakteri dan infeksi, sehingga cocok dijadikan sebagai obat alami untuk mengatasi jerawat dan iritasi kulit lainnya. Hal ini dikarenakan tulsi mengandung senyawa aktif bernama eugenol, yang dikenal sebagai anti-mikroba serta diyakini membantu memerangi banyak gangguan kulit. Selain itu, tulsi juga mengandung senyawa gamma-caryophyllene dan metil eugenol yang baik untuk kesehatan kulit secara umum. 

 

Sebuah penelitian in vitro yang dipublikasikan dalam International Journal of Cosmetic Science menunjukkan bahwa holy basil dapat menjadi pengobatan jerawat alami, menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yakni  Propionibacterium acnes dan menjadi lebih efektif jika dikombinasikan dengan minyak kelapa (4). 

 

3. Menjaga Keseimbangan Hormon, Menurunkan Stres dan Kecemasan

Seluruh bagian dari tanaman tulsi memiliki sifat adaptogen. Berdasarkan sebuah penelitian, tanaman tulsi memiliki sifat antidepresan dan anti-kecemasan yang sebanding dengan diazepam dan obat antidepresan lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tulsi dapat meredakan stres fisik, stres kimia, meningkatkan metabolisme dan kesehatan psikologis (5).

 

Manfaat tersebut diperoleh dari tiga senyawa fitokimia, yaitu ocimarin, ocimumosida A dan B yang terbukti dapat menekan peningkatan hormon kortisol yang muncul ketika seseorang mengalami stres. Penggunaan ocimumosida A dan B sebesar 40 mg/Kg berat badan juga diketahui mencegah terjadinya penurunan glutathion, senyawa antioksidan yang berperan dalam mencegah terjadinya dismutasi superoksida dan menyebabkan lemak teroksidasi serta mengakibatkan kerusakan sel (siklus radikal bebas) (6).

 

Fungsi daun tulsi ini juga diketahui setara dengan penggunaan obat anti-stres umum Panax quinquefolium maupun suplemen antioksidan melatonin dan memiliki keunggulan lebih rendah efek samping (7, 8).

 

Pada sebuah penelitian yang dilaksanakan kepada 35 orang pasien penderita kecemasan umum (generalized anxiety disorder), ekstrak daun tulsi diberikan secara oral dengan dosis sebesar 500 mg dua kali per hari setelah makan. Setelah dilaksanakan evaluasi, secara signifikan ektrak daun tulsi menurunkan gejala stres dan kecemasan umum, meningkatkan motivasi dan fokus pada partisipan (9). 

 

Sedangkan efeknya kepada testosteron sendiri masih perlu dalam penelitian lebih lanjut. Dalam percobaan dengan kelinci, pemberian diet daun holy basil segar sebesar 2 gram per hari justru menurunkan jumlah hitung sperma dan fungsi reproduktif secara umum. Hal ini diketahui karena adanya pengaruh asam ursolik yang juga menekan produksi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinezing hormone). Hasil penelitian ini juga menyebutkan efek potensial daun tulsi sebagai kontrasepsi herbal yang efektif dalam menekan angka kesuburan (10).

 

Diabetes tipe 2 juga merupakan salah satu gangguan hormonal yang berkaitan dengan penurunan kemampuan hormon insulin. Gangguan insulin ini diketahui dapat diatasi dengan konsumsi holy basil secara rutin. Dalam percobaan pada hewan coba tikus, membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun tulsi terbukti menurunkan hingga 17.6% gula darah puasa, 7.3% gula darah 2 jam setelah makan, dan menurunkan kadar kolesterol serum total secara bertahap selama masa penelitian.

 

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa ekstrak daun tulsi dapat menjadi terapi pendamping yang dapat diberikan bersama dengan terapi umum pada pasien penderita diabetes tipe 2 (11). 

 

4. Menjaga Kesehatan Mata

Berkat sifat anti-inflamasi dan penenangnya, ekstrak tanaman tulsi juga dapat digunakan melawan konjungtivitis atau infeksi pada bagian konjungtiva mata yang menyebabkan area putih disekitar bola mata menjadi berwarna merah muda (12). 

 

Selain itu tulsi juga dapat mencegah katarak. Hal ini disampaikan oleh Dr. S.K. Gupta dari All India Institute of Medical Sciences yang mengatakan bahwa pemberian topikal campuran tetes mata herbal yang mengandung ekstrak kunyit dan tulsi mampu membantu mengatasi stres oksidatif dan pembentukan protein yang tidak larut yang dapat meningkatan risiko seseorang mengalami kondisi katarak (13).

 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Seluruh bagian dari tanaman Holy basil, dikenal juga dengan nama tulsi, lempes atau ruku-ruku di Indonesia dapat diolah dan diambil ekstraknya. Termasuk biji, daun, bunga, serta batangnya.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Ekstrak tulsi tersedia dalam bentuk pil maupun kapsul, dan minyak esensial.

 

Efek neurologis dan adaptogenik: Konsumsi 500 mg ekstrak daun tulsi, yang diminum dua kali sehari.

 

Kesehatan dan pencegahan sakit umum: Ekstrak tulsi dapat dikonsumsi berkisar dari 300 mg hingga 2.000 mg per hari. Untuk tujuan pengobatan khusus dosis yang biasa digunakan adalah 600 mg hingga 1.800 mg yang dapat terbagi dalam beberapa dosis per hari.

 

Dalam bentuk teh: Manfaat daun tulsi juga dapat dinikmati dalam bentuk teh dari daun dan bunga yang telah dikeringkan. Seduh 2 – 3 sendok teh bubuk kering tulsi diamkan 5 – 6 menit sebelum diminum.

 

Daun tulsi juga dapat dimakan mentah, atau dimasak menjadi bumbu bersama dengan bahan masakan yang lain.

 

Minyak esensialnya dapat digunakan sebagai campuran dalam sabun, parfum, losion, sampo, dan conditioner. Minyaknya juga dapat dijadikan aromaterapi untuk mendapatkan wangi yang menenangkan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Minyak kelapa: Minyak kelapa dapat meningkatkan efektivitas tulsi dan membantu menyerap ke dalam kulit lebih baik.

 

Milk thistle: Milk thistle dan daun tulsi merupakan kombinasi yang sangat baik untuk menjaga kesehatan liver 

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi ekstrak tulsi dapat menyebabkan efek samping ringan seperti mual dan diare.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau pasangan yang berencana hamil: Mengkonsumsi ekstrak tulsi dapat menurunkan fertilitas (kesuburan) dan menyebabkan kontraksi rahim

 

Ibu menyusui

 

Diabetes

 

Hipotiroidisme

 

Pasien pra-operasi

 

Berhati-hati dalam mengkombinasikan ekstrak tulsi dengan obat-obatan pengencer darah atau antikoagulan, karena dapat meningkatan resiko bengkak dan perdarahan, sehingga memperlambat proses pembekuan darah.

 

Kombinasi ekstrak tulsi dan obat anti kejang (pentobarbital) juga sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan pusing berlebihan.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2015). Holy basil. Examine. Diakses pada 08 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). 10 Holy basil benefits: Tulsi helps anxiety, acne & more. Dr Axe. Diakses pada 08 Juli 2019.

WebMD. (2018). Holy basil. WebMD. Diakses pada 08 Juli 2019.

Krans, Brian & Gotter, Ana. (2017). The health benefits of holy basil. Healthline. Diakses pada 08 Juli 2019. 

Baliga MS, Jimmy R, Thilakchand KR, et al. Ocimum sanctum L (holy basil or tulsi) and its phytochemicals in the prevention and treatment of cancer. Nutr Cancer. (2013). 

Baliga MS, Rao S, Rai MP, D’souza P. Radio protective effects of the Ayurvedic medicinal plant ocimum sanctum linn. (holy basil): A memoir. J Cancer Res Ther. (2016).

Agarwal R, Kale RK, Rao CV, Singh RP. Introduction to special Issue on molecular basis for cancer prevention with bioactive food components in nutrition and cancer–An international journal. Nutrition and Cancer. (2013). 

Viyoch J, Pisutthanan N, Faikreua A, Nupangta K, Wangtorpol K, Ngokkuen J. Evaluation of in vitro antimicrobial activity of Thai basil oils and their micro-emulsion formulas against Propionibacterium acnes. Int J Cosmet Sci. (2006). 

Cohen MM. Tulsi – ocimum sanctum: A herb for all reasons. J Ayurveda Integr Med. (2014).  Ahmad A,

Rasheed N, Gupta P, et al. Novel Ocimumoside A and B as anti-stress agents: Modulation of brain monoamines and antioxidant systems in chronic unpredictable stress model in rats. Phytomedicine. (2012). 

Gupta P, Yadav DK, Siripurapu KB, Palit G, Maurya R. Constituents of ocimum sanctum with antistress activity. J Nat Prod. (2007).

James A. The garden pharmacy: Basil as the holy hindu highness. Alternative and Complementary Therapies. (2008).

Bhattacharyya D, Sur TK, Jana U, Debnath PK. Controlled programmed trial of Ocimum sanctum leaf on generalized anxiety disorders. Nepal Med Coll J. (2008).

Sethi J, Yadav M, Sood S, Dahiya K, Singh V. Effect of tulsi (Ocimum Sanctum Linn.) on sperm count and reproductive hormones in male albino rabbits. Int J Ayurveda Res. (2010).

Agrawal P, Rai V, Singh RB. Randomized placebo-controlled, single blind trial of holy basil leaves in patients with noninsulin-dependent diabetes mellitus. Int J Clin Pharmacol Ther. (1996).

Prakash P, Gupta N. Therapeutic uses of ocimum sanctum linn (tulsi) with a note in eugenol and its pharmacological actions: A short review. Indian J Physiol Pharmacol. (2005).

Singh A. (2003). Haldi, tulsi can fight cataract. Times of India. Diakses pada 08 Juli 2019.


Tags: ,