fbpx
LOGO

Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Jamur Reishi

June 26, 2020
IMG

Ganoderma lucidum, dikenal juga sebagai jamur reishi atau ling zhi, adalah salah satu jamur yang populer dijadikan ramuan pokok dalam pengobatan tradisional China. Jamur ini biasa ditemui di daerah yang panas dan lembab di benua Asia. 

 

Jamur reishi dapat dikonsumsi mentah-mentah dan umum dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau ekstrak. Beberapa molekul didalamnya, termasuk triterpenoid, polisakarida dan peptidoglikan bertanggung jawab atas fungsi regulator sistem kekebalan yang kuat, agen anti-kanker, dan herbal adaptonik, yakni bermakna jamur reishi sebagai tanaman herbal yang mampu mengatasi efek negatif dari stres seperti peradangan dan ketidakseimbangan hormonal.

 

Hal tersebut membuat jamur reishi dijuluki king of mushroom atau “raja jamur”.

 

 

Manfaat Jamur Reishi

 

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Senyawa triterpen dalam jamur memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah serta bermanfaat untuk pembekuan darah dan kolesterol dengan cara menurunkan peradangan di dalam pembuluh darah arteri sementara juga mengembalikan keseimbangan hormon. Masalah hormon seperti gangguan tiroid atau stres seringkali dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi (1).

 

Sebuah penelitian skala besar yang melibatkan 400 orang partisipan menemukan bahwa mengonsumsi jamur reishi selama 16 minggu terbukti menjaga kadar kolesterol total dalam darah tetap dalam batas normal (yakni kurang dari 200mg/dL) (2).

 

Selain menurunkan tekanan darah, ekstrak jamur reishi dapat meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan peradangan yang memperburuk masalah jantung, serta mencegah penyumbatan arteri dengan menjaga kolesterol tetap terkendali. Studi yang dilakukan selama 12 minggu terhadap 26 orang menunjukkan bahwa jamur reishi dapat meningkatkan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) atau kolestrol baik, dan menurunkan trigliserida (3).

 

2. Mencegah Kanker

Beberapa komponen dalam jamur reishi seperti antioksidan, beta-glukan, asam amino, terutama komponen rantai karbohidrat berjenis polisakarida memiliki kemampuan anti tumor. Polisakarida mampu melindungi DNA sel dengan memblokir terjadinya mutasi sel serta memberikan perlindungan terhadap sel yang sehat dalam tubuh.

 

Beta-glukan yang terkandung dalam jamur reishi dapat membantu melawan pembentukan kanker dengan menghalangi pertumbuhan dan penyebaran sel kanker melalui peningkatan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Selain itu juga terdapat triterpen, senyawa lain dalam jamur reishi yang memiliki sifat melawan kanker dengan cara menghambat pembentukan tumor dan metastasis dengan membatasi perlekatan sel kanker kepada sel endotel organ lain.

 

Hal ini didukung beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi jamur reishi dapat mengakibakan kematian pada sel kanker (4), menghambat penyebaran kanker prostat (5), serta mencegah dan melawan berbagai resiko terjadinya kanker usus besar (6).

 

3. Mengatasi Kelelahan dan Depresi

Sebuah penelitian dengan responden penelitian berjumlah 132 orang dengan neurasthenia (suatu kondisi yang terkait dengan nyeri, sakit kepala, dan iritabilitas atau emosi yang tidak stabil), menyebutkan bahwa jamur reishi memiliki dampak positif terhadap kondisi tersebut. Mengonsumsi bubuk jamur reishi selama 8 minggu dapat mengurangi gejala neurasthenia, termasuk mengatasi kelelahan dan memperbaiki kualitas hidup penderitanya (7).

 

Suplementasi jamur reishi selama empat minggu juga diketahui terbukti dapat mengurangi kelelahan, mengatasi kecemasan dan depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pada penderita kanker payudara (8). 

 

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Efek penting jamur reishi terhadap kesehatan adalah dapat mempengaruhi aktivitas sel darah putih pada orang sakit, terutama penderita kanker. Sel darah putih merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, yang disebut juga sel pembunuh alami. Sel ini juga berperan penting melawan infeksi dan kanker dalam tubuh (9, 10).

 

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa jamur reishi mampu meningkatkan sel darah putih (limfosit) pada pasien kanker usus besar (11), membantu melawan infeksi dan kanker pada atlet yang terpapar kondisi stres (12). Namun, penelitian pada dewasa sehat tidak menunjukkan efektivitas jamur reishi dalam meningkatkan fungsi kekebalan atau anti-inflamasi (13).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan kepada 90 orang penderita infeksi hepatitis B kronis. Kelompok intervensi diberikan ekstrak jamur reishi yang kemudian disebut ganopoly selama 12 minggu, dan di follow up hingga minggu ke-13.  Pada kelompok intervensi diketahui bahwa ganopoly mampu menstabilkan kadar ALT (aminotransferase) pada 33% responden. Responden juga menunjukkan toleransi yang baik terhadap suplementasi ganopoly, serta senyawa ini aktif dalam melawan infeksi hepatitis B kronis (14). 

 

5. Menjaga Keseimbangan Hormon

Sebagai adaptogen, jamur reishi berfungsi menjaga keseimbangan beberapa hormon tertentu, seperti hormon stres dan hormon reseptor yang bermanfaat dalam pengobatan kanker (15).  Jamur reishi juga dapat melindungi sistem endokrin (sistem yang bertanggung jawab memproduksi hormon) yang berdampak luas pada berbagai aspek kesehatan seperti proses metabolisme, suasana hati, pengaturan tidur, dan fungsi seksual (16).

 

6. Melawan Alergi dan Asma

Triterpen adalah senyawa dalam jamur reishi yang dapat meredakan gejala alergi termasuk asma. Alergi dan asma sangat berhubungan dengan terjadinya reaksi histamin dalam tubuh. 

 

 

Sumber Makanan

 

Jamur reishi dapat dikonsumsi secara langsung serta mudah dibudidayakan. Pastikan Anda membeli bibit dari  toko yang terpercaya dengan kualitas yang baik. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Berikut dosis konsumsi jamur reishi berdasarkan bentuk sediaannya:

Ekstrak murni jamur reishi yang tidak memisahkan triterpenoid dan polisakarida yang terkandung didalamnya: 1,44 – 5,2 gram per hari. Dosis paling populer adalah 5,2 g yang kemudian lebih tepat bila dikonsumsi dalam tiga dosis terbagi 1.800 mg.

 

Ekstrak etanol jamur reishi: 6 mg per hari.

 

Jamur reishi mentah atau yang dikeringkan: Dapat berkisar antara 25 – 100 gram per hari, tergantung pada ukuran jamur. Sediaan ini dapat dimasak dengan air mendidih dan dikonsumsi dalam bentuk teh maupun sup.

 

Jamur reishi diketahui sangat efektif dikonsumsi di pagi hari sebelum makan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Makanan yang mengandung vitamin C: Kombinasi jamur reishi dengan jenis makanan ini akan mempercepat proses penyerapan bahan aktif vitamin C dan antioksidan ke dalam tubuh.

 

 

Kontraindikasi

 

Hindari mengonsumsi jamur reishi bagi wanita hamil dan menyusui, penderita kelainan darah, pasien pra-operasi atau penderita tekanan darah rendah (hipotensi).

 

Hindari penggunaan jamur reishi jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi (anti-hipertensi) dan obat antikoagulan. 

 

 

Efek Samping

 

Jamur reishi diklasifikasikan ke dalam herbal kelas 1, yakni herbal yang dapat dikonsumsi dengan aman jika digunakan dengan tepat. Jamur reishi relatif aman dikonsumsi, meski terdapat kasus intoleransi atau alergi pada sebagian orang, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Beberapa efek samping ringan seperti gangguan pencernaan dan ruam atau kemerahan pada kulit dapat terjadi, terutama pada orang yang sensitif dan sedang sakit, atau mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

 

Jika Anda mengalami salah satu efek samping jamur reishi berikut, hentikan penggunaan dengan segera dan kunjungi dokter untuk mencegah keracunan:

Kering dan gatal pada hidung, mulut, dan tenggorokan

Gangguan pencernaan yang kuat, seperti nyeri ulu hati dan nyeri hebat pada area sekitar perut

Mimisan

Ditemukan darah pada feses

Ruam pada kulit

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Ganoderma lucidum. Examine. Diakses pada 15 Juni 2019.

Axe, Josh. (2019). Reishi mushroom: Fight cancer, boost immunity & improve liver detox. Dr Axe. Diakses pada 15 Juni 2019.

WebMD. (2018). Reishi mushroom. WebMD. Diakses pada 15 Juni 2019.

Tinsley, Grant. (2018). 6 Benefits of reishi mushroom (plus side effects and dosage). Healthline. Diakses pada 15 Juni 2019.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2019). Reishi mushroom. Sloan Kettering Institute. Diakses pada 11 Juni 2019.

 Klupp NL, Chang D, Hawke F, et al. Ganoderma lucidum mushroom for the treatment of cardiovascular risk factors. Cochrane Database Syst Rev. (2015). 

Chu TT, Benzie IF, Lam CW, Fok BS, Lee KK, Tomlinson B. Study of potential cardioprotective effects of ganoderma lucidum (Lingzhi): Results of a controlled human intervention trial. Br J Nutr. (2012).

Liu YW, Gao JL, Guan J, Qian ZM, Feng K, Li SP. Evaluation of antiproliferative activities and action mechanisms of extracts from two species of ganoderma on tumor cell lines. J Agric Food Chem. (2009). 

Ghafar MA, Golliday E, Bingham J, Mansukhani MM, Anastasiadis AG, Katz AE. Regression of prostate cancer following administration of Genistein Combined Polysaccharide (GCP), a nutritional supplement: a case report. J Altern Complement Med. (2002).

Oka S, Tanaka S, Yoshida S, et al. A water-soluble extract from culture medium of Ganoderma lucidum mycelia suppresses the development of colorectal adenomas. Hiroshima J Med Sci. (2010).

Tang W, Gao Y, Chen G, et al. A randomized, double-blind and placebo-controlled study of a Ganoderma lucidum polysaccharide extract in neurasthenia. J Med Food. (2005).

Zhao H, Zhang Q, Zhao L, Huang X, Wang J, Kang X. Spore powder of ganoderma lucidum improves cancer-related fatigue in breast cancer patients undergoing endocrine therapy: A pilot clinical trial. Evid Based Complement Alternat Med. (2012). 

Lin ZB. Cellular and molecular mechanisms of immuno-modulation by Ganoderma lucidum. J Pharmacol Sci. (2005). 

Chen X, Hu ZP, Yang XX, et al. Monitoring of immune responses to a herbal immuno-modulator in patients with advanced colorectal cancer. Int Immunopharmacol. (2006). 

Zhang Y, Lin Z, Hu Y, Wang F. Effect of Ganoderma lucidum capsules on T lymphocyte subsets in football players on “living high-training low”. Br J Sports Med. (2008). 

Wachtel-Galor S, Tomlinson B, Benzie IF. Ganoderma lucidum (“lingzhi”), a chinese medicinal mushroom: biomarker responses in a controlled human supplementation study. Br J Nutr. (2004). 

Gao Y, Zhou S, et al. A phase I/II study of a ganoderma lucidum (curt.: Fr.) p. karst. (ling zhi, reishi mushroom) extract in patients with chronic hepatitis b. International Journal of Medicinal Mushrooms. (2002). 

Deepalakshmi K, Mirunalini S. Modulatory effect of Ganoderma lucidum on expression of xenobiotic enzymes, oxidant-antioxidant and hormonal status in 7,12-dimethylbenz(a)anthracene-induced mammary carcinoma in rats. Pharmacogn Mag. (2013).

Lu YZ, Wu XX, Chen S, et al. Effectiveness of Ganoderma lucidum preparation in treating simian acquired immune deficiency syndrome. Zhongguo Yi Xue Ke Xue Yuan Xue Bao. (2011).


Tags: , , , , , , , , , , , ,