fbpx
LOGO

Manfaat Kamomil untuk Kesehatan dan Kecantikan

June 25, 2020
IMG

Kamomil adalah tanaman yang termasuk dalam famili Asteraceae dan telah digunakan sebagai obat herbal tradisional selama ribuan tahun, terutama untuk diambil manfaatnya sebagai penenang atau anti-kecemasan.

 

Terdapat dua jenis tanaman kamomil yang secara umum dapat digunakan sebagai obat, yaitu chamomillarecutita atau kamomil Jerman, dan chamaemelumnobile atau kamomil Roma.

 

Selain untuk mengatasi kecemasan, kamomil juga dipercaya dapat mengatasi berbagai gangguan pencernaan. Kamomil juga menjadi campuran dalam kosmetik untuk mendapatkan efek vitalitas, anti-aging dan umur panjang.

 

Umumnya, bunga kamomil kering dijadikan sebagai teh, namun ekstrak kamomil juga tersedia dalam bentuk suplemen kapsul, serbuk, dan minyak atsiri.

 

 

Manfaat Kamomil

 

 

 

1. Meredakan Gejala Flu dan Hidung Tersumbat

Kamomil ampuh melawan flu dan mengurangi gejala hidung tersbumbat. Kamomil sering ditambahkan pada banyak produk pelega hidung tersumbat yang berbentuk semprot. Teh kamomil juga terbukti efektif dalam meredakan gejala flu, ataupun gejala hidung tersumbat akibat sinusitis.

 

Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa menghirup uap dari ekstrak kamomil dapat meredakan gejala flu. Beberapa orang bahkan berkumur menggunakan teh kamomil atau ekstrak kamomil untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat penumpukan lendir dalam mulut dan tenggorokan (1). 

 

2. Menjaga Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Sifat anti-infalamasi dan antibakteri pada kamomil membuat tanaman herbal ini sangat baik apabila diaplikasikan pada kulit (2). Kamomil dapat membuat kulit menjadi lebih halus dan sehat, mengurangi terjadinya iritasi, jerawat, kulit kering, dan memiliki manfaat sebagai anti-aging (penuaan).

 

Kamomil telah digunakan untuk mengobati luka, bisul, eksim, asam urat, iritasi kulit, memar, luka bakar, dan sariawan sebelum adanya penelitian ilmiah mendalam mengenai manfaat kamomil dilaksanakan.

 

Kamomil juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit kepala, dimana senyawa aktifnya mampu mengurangi ketombe secara alami, menyamarkan luka bekas cacar air dengan cepat, mengobati ruam popok pada bayi, bahkan beberapa produk salep yang mengandung kamomil dapat digunakan di sekitar area mata untuk menyembuhkan infeksi mata.

 

3. Mencegah Kanker

Pada sebuah penelitian hewan coba yang diterbitkan oleh Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology, ekstrak kamomil terbukti dapat menurunkan jumlah replikasi sel kanker, terutama sel kanker yang menjadi penyebab kanker prostat. Studi ini menemukan bahwa efek anti-kanker ini didapatkan dari senyawa antioksidan yang disebut apigenin yang terdapat di dalam kamomil (3). 

 

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian lain pada manusia. Penggunaan kamomil dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor dan mencegahnya menjadi sel ganas (kanker). Apigenin yang bertindak sebagai penghambat pertumbuhan sel sehingga membantu melawan sel kanker kulit, prostat, payudara dan kanker pada organ ovarium (4, 5, 6).

 

Selain itu, sebuah penelitian di Yunani menunjukkan bahwa meminum teh kamomil 2-6 kali per minggu mampu mengurangi risiko terkena tumor dan kanker tiroid sebesar 80%. Karena manfaat ini, kamomil dapat berfungsi sebagai anti-kanker alami (7).

 

4. Sumber Antioksidan

Komponen antioksidan utama yang diekstrak dari bunga kamomil adalah kelompok antioksidan terpenoid, termasuk turunan chamazulene dan asetilena. Karena ketidak stabilan sifat senyawa ini, ekstrak kamomil dianggap paling baik diawetkan dalam bentuk alkohol atau dalam bentuk minyak atsiri (essential oil).

 

Kandungan lain yang dapat diekstrak dari kamomil termasuk senyawa fenolik, flavonoid, apigenin, quercetin, patuletin serta berbagai glukosida.

 

Senyawa antioksidan yang terkandung pada kamomil tersebut dapat membantu mengurangi peradangan dengan melawan kerusakan akibat radikal bebas, serta mencegah terjadinya mutasi sel. Hal ini akan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan (8).

 

5. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kamomil diketahui dapat mengobati berbagai gangguan pencernaan, termasuk mencegah tukak lambung (9), diare, mabuk perjalanan, mual dan muntah, serta anoreksia (8). Ekstrak kamomil juga dapat membantu penyembuhan diare dan kolik pada anak-anak serta meringankan gangguan pencernaan akibat kecemasan. Manfaat tersebut berasal dari sifat anti-inflamasi dan kandungan senyawa anodyne pada kamomil.

 

Anodyne merupakan senyawa yang bersifat antispasmodik (relaksan otot) yang sangat efektif dalam mengatasi masalah kram perut, sembelit, dan berbagai jenis nyeri perut lainnya. Efek relaksasi alami dari kamomil juga membantu mengurangi berbagai gejala nyeri kronis seperti usus bocor. Sindrom usus bocor (leaky gut) adalah sebuah kondisi hipersensitif pada dinding usus terhadap makanan atau obat-obatan tertentu (10).

 

6. Meningkatkan Kualitas Tidur

Senyawa antioksidan apigenin pada kamomil berperan dalam mengikat reseptor penyebab kantuk, sehingga mampu mengurangi insomnia atau ketidakmampuan seseorang untuk mencapai tidur yang pulas.

 

Dalam sebuah penelitian, pemberian teh kamomil kepada wanita dengan kondisi setelah melahirkan (postpartum) selama dua minggu berturut-turut melaporkan peningkatan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok wanita yang tidak meminum teh kamomil. Kelompok kamomil juga mengalami lebih sedikit gejala depresi pasca melahirkan, yang sering dikaitkan dengan masalah tidur (8, 11, 12).

 

Sebuah penelitian lain menemukan fakta bahwa seseorang yang mengonsumsi ekstrak kamomil sebesar 270 mg dengan frekuensi dua kali sehari selama 28 hari mengalami terbangun tengah malam yang lebih jarang. Kelompok penerima kamomil juga mampu tertidur 15 menit lebih cepat daripada mereka yang tidak mengonsumsi ekstrak kamomil (13).

 

7. Mengatasi Kecemasan dan Depresi

Penggunaan kamomil baik dalam bentuk teh maupun minyak atsiri merupakan salah satu ramuan obat terbaik untuk mengatasi stres dan meningkatkan relaksasi.

 

Menghirup uap kamomil yang dihasilkan dari minyak kamomil merupakan cara termudah dalam menikmati dan mengambil manfaatnya untuk mengatasi depresi dan kecemasan secara umum. Minyak kamomil juga merupakan bahan yang banyak digunakan pada produk aromaterapi seperti lilin dan perawatan mandi.

 

Kamomil dalam bentuk ekstraksi juga sering digunakan sebagai obat penenang untuk saraf yang tegang dan mengurangi kegelisahan. Hal ini dikarenakan uap kamomil yang bekerja langsung pada pusat penciuman di otak. Efeknya juga dapat langsung mengurangi gejala kecemasan dan stres kronis, salah satunya histeria.

 

8. Sebagai Agen Anti-Inflamasi dan Mengurangi Rasa Sakit

Julukan lain kamomil adalah aspirin herbal karena kamomil terkenal efektif  meredakan nyeri dan menjadi agen anti-inflamasi (peradangan). Penggunaan kamomil secara tunggal atau dikombinasikan dengan makanan yang mengandung anti-inflamasi diketahui efektif dalam mengurangi pembengkakan wajah, iritasi kulit, sakit gigi, sakit akibat infeksi dan berbagai masalah peradangan lainnya.

 

Hal inilah yang mendasari penambahan ekstrak kamomil pada produk kecantikan seperti losion wajah atau tubuh, pasta gigi, dan sabun mandi.

 

Sebuah penelitian yang dilaksanakan tahun 2018 dan diterbitkan dalam Neurological Science menemukan bahwa kamomil dalam bentuk gel mampu meredakan sakit kepala migrain. Mengoleskan gel kamomil juga dapat meredakan nyeri yang terkait dengan radang sendi, cedera, sakit punggung, demam dan nyeri otot yang sering dialami pada wanita dalam masa kehamilan.

 

Gel kamomil juga digunakan untuk menenangkan tubuh dan pikiran setelah melahirkan. Di beberapa bagian dunia seperti Meksiko, teh kamomil diberikan kepada wanita pasca bersalin untuk merilekskan otot-otot perut dan area kewanitaan serta membantu para ibu beristirahat dengan lebih baik (14).

 

 

Sumber Makanan

 

Bunga kamomil yang dikeringkan

 

 

Dosis Pemakaian

 

• Dosis yang direkomendasikan dalam mengonsumsi kamomil berkisar antara 220 – 1.600 miligram setiap hari dalam bentuk sediaan serbuk atau kapsul.

 

• Dosis yang direkomendasikan untuk mengatasi gangguan tidur dan kecemasan adalah 220 – 1.100 miligram per hari. Dosis ini diketahui aman untuk dikonsumsi selama sekitar 8 minggu berturut-turut.

 

• Jika Anda memiliki sediaan berbentuk teh kamomil, rendam satu kantong teh kamomil atau bunga kamomil dalam air panas selama 5 hingga 10 menit dalam cangkir yang tertutup. Teh kamomil dapat dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengombinasikan kamomil dengan makanan atau suplemen yang memiliki sifat anti-inflamasi seperti ginkgo biloba, bawang putih, saw palmetto, St. John’s wort, dan valerian dapat meningkatkan efektivitas dalam mengurangi masalah peradangan seperti pembengkakan wajah, iritasi kulit, sakit gigi, dan berbagai nyeri yang terjadi akibat infeksi maupun peradangan.

 

 

Efek Samping

 

Beberapa efek samping ringan yang dapat terjadi setelah konsumsi kamomil adalah rasa mengantuk. Dalam dosis besar kamomil juga dapat menyebabkan muntah. Pada beberapa kasus, kamomil berpotensi memicu reaksi alergi pada orang yang alergi terhadap tanaman terkait dalam keluarga daisy (termasuk ragweed, aster, marigold, dan krisan).

 

Krim yang mengandung ekstrak kamomil dapat menyebabkan ruam eksim, reaksi alergi dan mengiritasi mata terutama pada orang yang memiliki tipe kulit sensitif.

 

 

Kontraindikasi

 

Alergi terhadap tanaman keluarga daisy

 

Pasien pra-operasi: Hentikan penggunaan kamomil dua minggu sebelum jadwal operasi

 

• Berhati-hati dalam mengkombinasikan kamomil dengan  obat-obatan seperti ibuprofen dan naproxen.

 

 

Referensi:

Ruggeri, Christine. (2019). Chamomile benefits: Antioxidant, anti-Inflammatory and anti-cancer. Dr Axe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Elliott, Brianna. (2017). 5 Ways chamomile tea benefits your health. Healthline. Diakses pada 11 Juni 2019.

WebMD. (2018). What is chamomile. WebMD. Diakses pada 11 Juni 2019.

Raal A, Volmer D, Sõukand R, Hratkevitš S, Kalle R. Complementary treatment of the common cold and flu with medicinal plants–results from two samples of pharmacy customers in Estonia. PLoS One. (2013).

Miraj S, Alesaeidi S. A systematic review study of therapeutic effects of matricaria recuitta chamomile (chamomile). Electron Physician. (2016). 

Shukla S, Mishra A, Fu P, MacLennan GT, Resnick MI, Gupta S. Up-regulation of insulin-like growth factor binding protein-3 by apigenin leads to growth inhibition and apoptosis of 22Rv1 xenograft in athymic nude mice. FASEB J. (2005).

Shukla S, Gupta S. Apigenin: A promising molecule for cancer prevention. Pharm Res. (2010). 

Patel D, Shukla S, Gupta S. Apigenin and cancer chemoprevention: Progress, potential and promise (review). Int J Oncol. (2007). 

Rodriguez-Fragoso L, Reyes-Esparza J, Burchiel SW, Herrera-Ruiz D, Torres E. Risks and benefits of commonly used herbal medicines in Mexico. Toxicol Appl Pharmacol. (2008). 

Riza E, Linos A, Petralias A, de Martinis L, Duntas L, Linos D. The effect of greek herbal tea consumption on thyroid cancer: a case-control study. Eur J Public Health. (2015). 

Srivastava JK, Shankar E, Gupta S. Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future. Mol Med Rep. (2010). 

Gohar AA, Zaki AA. Assessment of some herbal drugs for prophylaxis of peptic ulcer. Iran J Pharm Res. (2014). 

Ruggeri, C. (2019). Chamomile benefits: Antioxidant, anti-Inflammatory and anti-cancer.  Dr Axe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Leach MJ, Page AT. Herbal medicine for insomnia: A systematic review and meta-analysis. Sleep Med Rev. (2015). 

Chang SM, Chen CH. Effects of an intervention with drinking chamomile tea on sleep quality and depression in sleep disturbed postnatal women: A randomized controlled trial. J Adv Nurs. (2016). 

Zick SM, Wright BD, Sen A, Arnedt JT. Preliminary examination of the efficacy and safety of a standardized chamomile extract for chronic primary insomnia: A randomized placebo-controlled pilot study. BMC Complement Altern Med. (2011). 

Zargaran A, Borhani-Haghighi A, Salehi-Marzijarani M, et al. Evaluation of the effect of topical chamomile (matricaria chamomilla L.) oleogel as pain relief in migraine without aura: A randomized, double-blind, placebo-controlled, crossover study. Neurol Sci. (2018). 


Tags: , , , , , , , , , , , , , ,