fbpx
LOGO

Khasiat Bunga Lavender yang Jarang Diketahui Orang

July 2, 2020
IMG

Lavender adalah jenis tanaman yang seringkali digunakan dalam berbagai produk kosmetik serta merupakan jenis minyak esensial paling populer sebagai aromaterapi. Lavender memiliki sifat yang sedatif atau menenangkan, antidepresif, kaya akan kandungan antioksidan dan antimikroba. Manfaat tanaman ini sendiri sudah diketahui lebih dari 2500 tahun yang lalu.

 

Beberapa senyawa yang terkandung dalam lavender antara lain linalool, linalyl asetat, cineole, terponen dan camphor. Senyawa yang paling berperan dalam fungsinya sebagai penenang, sumber antioksidan dan anti-peradangan adalah linalool dan linalyl asetat. 

 

Beberapa manfaat lavender sebagai minyak esensial bagi kesehatan antara lain melindungi dari gejala diabetes, membantu menyembuhkan luka bakar, meningkatkan kesehatan kulit dan mengatasi jerawat, serta banyak lainnya. 

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Menghirup minyak esensial lavender terbukti mampu melawan insomnia dan meningkatkan kualitas tidur. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 membagi 158 orang ibu dalam periode post-partum (pasca melahirkan) ke dalam kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok intervensi akan menghirup minyak lavender yang diteteskan pada bola bola kapas dan diletakkan sejauh 20 cm disamping kepala ibu, sebelum tidur malam.

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak empat kali dalam seminggu dan dievaluasi setelah 2 bulan. Para ibu yang menghirup aroma lavender sebelum tidur malam diketahui menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas tidur, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (1).

 

Beberapa penelitian lain yang melibatkan para kelompok wanita dan pria juga menunjukkan minyak lavender dan terbukti mampu memberikan efek menenangkan, menurunkan durasi tidur REM (rapid eye movemement), meningkatkan kualitas dan durasi tidur dalam (deep sleep), melawan insomnia dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Menghirup wangi minyak lavender juga diketahui tidak memiliki efek samping secara khusus sehingga cocok digunakan untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik secara umum (2, 3, 4).

 

2. Membuat Rambut dan Kulit Lebih Sehat

Mengoleskan minyak lavender secara langsung ke kulit dapat membantu memperbaiki sejumlah kondisi abnormal pada kulit, mulai dari sariawan hingga reaksi alergi, jerawat, dan bintik-bintik penuaan. Lavender terkenal dengan sifat anti-inflamasi, anti-mikroba, serta tinggi kandungan antioksidan sehingga membantu meningkatkan kesehatan kulit, termasuk meringankan kondisi kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan (5).

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Element-Based Complementary dan Alternative Medicine mengevaluasi kemampuan antibakteri lavender ketika dicampur dengan minyak esensial lainnya, seperti cengkeh, kayu manis dan minyak pohon teh. Para peneliti menemukan bahwa perbandingan sebesar 1 : 1 dari minyak tersebut secara efektif dapat memerangi Candida albicans dan Staph aureus, dua penyebab umum dari banyak infeksi jamur dan bakteri yang menyebabkan pneumonia pernapasan dan jamur kulit (6).

 

Manfaat lavender untuk kesehatan rambut dan kulit kepala telah terbukti melalui sebuah penelitian yang dilaksanakan kepada 86 orang partisipan yang mengalami kebotakan. Kelompok intervensi diberikan perlakuan pijatan kepala dengan pemberian campuran minyak esensial (lavender, thyme, rosemary, dan cedarwood) setiap harinya selama 7 bulan berturut-turut, evaluasi dilaksanakan pada bulan ke 3 dan akhir masa penelitian. Kelompok intervensi diketahui secara signifikan mengalami penurunan kerontokan dan kehilangan rambut dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menerima intervensi minyak rambut biasa (7).

 

3. Meningkatkan Mood dan Mengurangi Stres

Secara tradisional, lavender telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah neurologis seperti  sakit kepala migrain, stres, kecemasan dan depresi. Minyak lavender meningkatkan gelombang rileks pada otak, yang disebut gelombang alpha dan beta, sehingga dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh, mengindikasikan penurunan respons awas atau waspada (fight or flight response), serta mengurangi kecemasan, tekanan emosional, dan persepsi nyeri (8).

 

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dan diterbitkan oleh International Journal of Psychiatry in Clinical Practice menemukan bahwa suplemen minyak atsiri lavender dengan dosis sebesar 80 miligram mampu mengurangi kecemasan, gangguan tidur dan depresi, serta tidak ditemukan efek samping yang merugikan serta interaksi obat negatif (9).

 

Studi lain yang diterbitkan pada tahun 2012 dengan partisipan 28 orang wanita pasca melahirkan yang berisiko tinggi menyatakan bahwa penggunaan lavender di rumah dapat menurunkan depresi dan mengurangi gangguan kecemasan yang sering terjadi pada masa masa setelah melahirkan (10). 

 

Minyak lavender juga telah terbukti mengurangi gejala PTSD (post-traumatic stress disorder, gangguan stres pasca trauma yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan dan traumatis), mengurangi depresi, menurunkan berbagai gejala gangguan tidur dan kemurungan, serta meningkatkan status kesehatan pada orang yang menderita PTSD (3).

 

 

 

4. Meredakan Sakit Kepala

Minyak lavender memiliki sifat relaksasi dan mengurangi ketegangan sehingga cocok digunakan sebagai penenang, anti-kecemasan, dan antikonvulsan alami untuk penderita sakit kepala yang berulang. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Neurology, mereka yang mengalami migrain menunjukkan penurunan dalam rasa sakit ketika menghirup minyak lavender selama 15 menit (11).

 

Selain menghirup wangi lavender secara langsung, mengkombinasikan dua tetes masing masing minyak lavender dengan minyak peppermint diketahui dapat secara efektif meredakan nyeri kepala ketika dioleskan langsung pada area tengkuk dan pelipis mata (12).

 

5. Menyembuhkan Luka dan Meredakan Nyeri

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus coba menemukan bahwa minyak lavender dapat mempercepat penyembuhan luka dengan mempercepat pembentukan jaringan granulasi yakni jaringan pada permukaan kulit yang menunjukkan penyembuhan kulit. Lavender juga diketahui mampu meningkatkan sintesis kolagen (13).

 

Beberapa penelitian lain juga telah menemukan minyak lavender dapat mengurangi peradangan dan intensitas rasa sakit dari gigitan serangga, membantu meringankan berbagai gejala nyeri, termasuk nyeri kepala dan leher, nyeri haid, dan kram perut, ketika diberikan melalui inhalasi maupun secara topikal. Lavender diakui sebagai obat pereda nyeri alami dan rendah efek samping (14, 15).

 

6. Meningkatkan Fungsi Otak

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa menghirup wangi minyak esensial lavender dapat membantu mencegah terjadinya stres oksidatif pada otak serta membantu meningkatkan fungsi kognitif. Aroma lavender mampu meningkatkan kinerja spasial tikus dengan penyakit Alzheimer. Kemampuan spasial adalah kemampuan khusus pada otak yang berkaitan dengan gambaran visual dan pengenalan wajah (16, 17, 18).

 

Pemberian kombinasi minyak esensial lavender bersama dengan rosemary, lemon, dan jeruk selama 28 hari berturut-turut terbukti secara signifikan meningkatkan fungsi kognitif dalam penelitian terhadap 17 pasien lansia dengan Alzheimer di negara Jepang. Hasil evaluasi rutin juga membuktikan bahwa tidak ada efek samping dari pemberian intervensi tersebut (19).

 

Pada tahun 2012, jurnal kesehatan Swiss Molecules menerbitkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa minyak lavender adalah pilihan perawatan yang layak untuk disfungsi neurologis seperti stroke. Para peneliti percaya bahwa efek neuroprotektif lavender disebabkan adanya sifat antioksidan (20).

 

7. Memiliki Efek Antioksidan 

Lavender merupakan minyal esensial yang terbukti memiliki kandungan antioksidan yang amat baik untuk melawan radikal bebas, polutan serta berbagai toksin di alam yang dapat mengancam kesehatan tubuh manusia.

 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Phytomedicine menemukan fakta bahwa kelompok tikus coba yang menghirup wangi lavender selama 7 hari berturut-turut menujukkan peningkatan produksi antioksidan kuat dalam tubuh yakni glutathion, katalase dan SOD (superoksida dismutase). Ketiga senyawa tersebut merupakan senyawa antioksidan yang paling efektif dalam melawan efek dari polutan dan radikal bebas yang bersumber dari makanan dan lingkungan (21)

 

8. Obat Alami Bagi Penderita Diabetes

Sebuah penelitian dilaksanakan selama 15 hari dengan hewan coba, pemberian minyak esensial lavender diketahui mampu mencegah beberapa gejala yang berhubungan dengan diabetes antara lain mencegah dari terjadinya peningkatan gula darah, gangguan metabolik lemak, mencegah peningkatan berat badan, gangguan fungsi ginjal dan hati serta mencegah terjadinya lipoperoksidasi (reaksi radikal bebas terhadap asam lemak tidak jenuh yang dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel, protein serta DNA) (22).

 

Meski hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil yang positif dan menjanjikan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti efek lavender terhadap kondisi diabetes pada manusia.

 

9. Terapi Komplementer bagi Penderita Kanker

Minyak esensial lavender berperan dalam stimulasi imunitas tubuh, meningkatkan kualitas tidur, serta berperan sebagai agen terapetik. Sebuah review sistematik mencoba mengumpulkan berbagai penelitian pra-klinis dan uji coba klinis efek dari aromaterapi bagi para penderita kanker.

 

Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa meski tidak terdapat efek jangka panjang berarti dari penggunaan minyak esensial lavender terhadap kualitas hidup para penderita kanker, namun diketahui bahwa penggunaan aromaterapi memberikan efek rileks, menurunkan kadar kecemasan dan depresi terutama setelah 8 minggu pemberian intervensi.

 

Pasien kanker yang diberikan aroma minyak lavender juga diketahui memiliki kualitas tidur yang lebih baik, serta memiliki koping terhadap nyeri dengan lebih  baik. Pemberian aromaterapi diketahui juga memiliki efek samping yang ringan, meski pada penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan pembesaran payudara pada pria (23).

 

 

Sumber Makanan

 

Bunga dan daun tanaman Lavender

 

 

Dosis Pemakaian

 

Lavender dalam bentuk sediaan suplemen aman dikonsumsi dengan dosis 80 – 160 mg per hari (dengan batas kandungan linalool sebesar 25-46%)

 

Meredakan stres: Teteskan minyak lavender ke dalam diffuser yang menyala dan letakkan di samping tempat tidur Anda, atau oleskan minyak lavender di belakang telinga.

 

Meningkatkan kualitas tidur: Nyalakan difusser dengan minyak lavender di samping tempat tidur sebelum atau selama tidur, atau gosokkan 3-5 tetes langsung di leher, dada, dan pelipis. Menambahkan 15 tetes minyak lavender dan 1 cangkir garam Epsom ke bak mandi adalah cara lain yang efektif untuk menggunakan minyak lavender untuk meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh menjadi rileks.

 

Mempercepat penyembuhan luka bakar, goresan atau luka: Campurkan 3-5 tetes minyak lavender dengan ½ sendok teh minyak kelapa dan oleskan campuran tersebut ke area yang terluka. Aplikasi bisa menggunakan jari atau kapas.

 

Menjaga kesehatan kulit: Campurkan 3-4 tetes dengan ½ sendok teh kelapa atau minyak jojoba dan pijat campuran ke area yang diinginkan. Anda juga dapat menambahkan minyak lavender ke wajah atau tubuh Anda. Mencampur minyak lavender dengan minyak kelapa atau jojoba dan mengoleskannya pada kulit Anda di pagi hari, tepat setelah Anda mandi dan tepat sebelum tidur, akan membantu mengurangi peradangan dan tanda-tanda penuaan, seperti bintik-bintik gelap.

 

Meredakan sakit kepala: Sisirkan dua tetes masing-masing minyak lavender dengan minyak peppermint dan gosokkan campuran tersebut ke bagian belakang leher dan pelipis. Menyebarkan lavender atau menghirupnya langsung dari botol juga dapat membantu meringankan sakit kepala.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Minyak kelapa, jojoba, atau minyak biji anggur: Mengkombinasikannya dengan minyak lavender dapat meningkatkan kesehatan kulit. 

 

Minyak thyme, rosemary dan cedarwood: Mengkombinasikannya dengan minyak lavender dapat secara signifikan menurunkan alopecia areata atau kerontokan rambut ketika dipijat ke kulit kepala setiap hari.

 

Minyak esensial kamomil Romawi dan minyak magnesium: Mengkombinasikannya dengan minyak lavender sangat efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak: Mengaplikasikan produk kulit yang mengandung lavender pada anak laki-laki yang belum pubertas dapat mengganggu hormon normal dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan ginekomastia, yakni kondisi pertumbuhan payudara abnormal pada laki-laki.

 

Pra dan pasca operasi: Lavender dapat memperlambat sistem saraf pusat. Jika dikombinasikan dengan anestesi dan obat lain yang diberikan selama dan setelah operasi, mungkin akan terlalu memperlambat sistem saraf pusat. Hentikan penggunaan lavender setidaknya 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

 

Hidrat kloral: Hidrat kloral dapat menimbulkan efek samping kantuk sehingga lavender dapat meningkatkan efek dari hidrat kloral dan menyebabkan kantuk berlebih.

 

Obat-obatan sedatif: Mengkombinasikan lavender dengan obat-obatan sedatif dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebih. Adapun obat yang termasuk kategori obat sedatif (Barbiturat dan SSP depresan) antara lain amobarbital (Amytal), butabarbital (Butisol), mephobarbital (Mebaral), clonazepam (Klonopin), lorazepam (Ativan), phenobarbital (Donnatal), dan lain-lain.

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang mungkin terjadi bila secara berlebihan mengonsumsi atau mengaplikasikan lavender ke kulit antara lain:

Sakit perut

Mual

Sembelit

Peningkatan nafsu makan

• Iritasi dan dermatitis kontak, terutama apabila minyak lavender dibiarkan terlalu lama terkena udara dan teroksidasi

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2015). Lavender. Examine. Diakses pada 27 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). 10 Lavender oil benefits for both major diseases & minor ailments. Dr Axe. Diakses pada 27 Juni 2019.

Cohe, Joe. (2019). 10 Health benefits of lavender + side effects. Self Hacked. Diakses pada 27 Juni 2019.

WebMD. (2018). Lavender. WebMD. Diakses pada 27 Juni 2019.

Keshavarz Afshar M, Behboodi Moghadam Z, Taghizadeh Z, Bekhradi R, Montazeri A, Mokhtari P. Lavender fragrance essential oil and the quality of sleep in postpartum women. Iran Red Crescent Med J. (2015).

Hirokawa K, Nishimoto T, Taniguchi T. Effects of lavender aroma on sleep quality in healthy Japanese studentsPerceptual & Motor Skills. (2012).

Uehleke B, Schaper S, Dienel A, Schlaefke S, Stange R. Phase II trial on the effects of Silexan in patients with neurasthenia, post-traumatic stress disorder or somatization disorder. Phytomedicine. (2012).

Goel N, Kim H, Lao RP. An olfactory stimulus modifies nighttime sleep in young men and women. Chronobiol Int. (2005).

Tabassum N, Hamdani M. Plants used to treat skin diseases. Pharmacogn Rev. (2014). 

de Rapper S, Kamatou G, Viljoen A, van Vuuren S. The in vitro antimicrobial activity of lavandula angustifolia essential oil in combination with other aroma-therapeutic oils. Evid Based Complement Alternat Med. (2013).

Hay IC, Jamieson M, Ormerod AD. Randomized trial of aromatherapy. Successful treatment for alopecia areata. Arch Dermatol. (1998).

Sayorwan W, Siripornpanich V, Piriyapunyaporn T, Hongratanaworakit T, Kotchabhakdi N, Ruangrungsi N. The effects of lavender oil inhalation on emotional states, autonomic nervous system, and brain electrical activity. J Med Assoc Thai. (2012).

Kasper S. An orally administered lavandula oil preparation (Silexan) for anxiety disorder and related conditions: An evidence based review. Int J Psychiatry Clin Pract. (2013).

Conrad P, Adams C. The effects of clinical aromatherapy for anxiety and depression in the high risk postpartum woman – a pilot study. Complement Ther Clin Pract. (2012).

Sasannejad P, Saeedi M, Shoeibi A, Gorji A, Abbasi M, Foroughipour M. Lavender essential oil in the treatment of migraine headache: a placebo-controlled clinical trial. Eur Neurol. (2012).

Mori HM, Kawanami H, Kawahata H, Aoki M. Wound healing potential of lavender oil by acceleration of granulation and wound contraction through induction of TGF-β in a rat model. BMC Complement Altern Med. (2016).

Bakhtshirin F, Abedi S, YusefiZoj P, Razmjooee D. The effect of aromatherapy massage with lavender oil on severity of primary dysmenorrhea in Arsanjan students. Iran J Nurs Midwifery Res. (2015).

Xu P, Wang K, Lu C, et al. The protective effect of lavender essential oil and its main component linalool against the cognitive deficits induced by D-galactose and aluminum trichloride in mice. Evid Based Complement Alternat Med. (2017).

Hancianu M, Cioanca O, Mihasan M, Hritcu L. Neuroprotective effects of inhaled lavender oil on scopolamine-induced dementia via anti-oxidative activities in rats. Phytomedicine. (2013).

Kashani MS, Tavirani MR, Talaei SA, Salami M. Aqueous extract of lavender (Lavandula angustifolia) improves the spatial performance of a rat model of Alzheimer’s disease. Neurosci Bull. (2011).

Jimbo D, Kimura Y, Taniguchi M, Inoue M, Urakami K. Effect of aromatherapy on patients with Alzheimer’s disease. Psychogeriatrics. (2009).

Wang D, Yuan X, Liu T, et al. Neuroprotective activity of lavender oil on transient focal cerebral ischemia in mice. Molecules. (2012).

Sebai H, Selmi S, Rtibi K, Souli A, Gharbi N, Sakly M. Lavender (Lavandula stoechas L.) essential oils attenuate hyperglycemia and protect against oxidative stress in alloxan-induced diabetic rats. Lipids Health Dis. (2013).

Boehm K, Büssing A, Ostermann T. Aromatherapy as an adjuvant treatment in cancer care–a descriptive systematic review. Afr J Tradit Complement Altern Med. (2012). 

 


Tags: , , , , , ,