fbpx
LOGO

Ini 3 Manfaat Kolostrum yang Harus Kamu Tahu

June 28, 2020
IMG

Kolostrum adalah cairan susu yang pertama kali dikeluarkan oleh mamalia setelah melahirkan. Kolostrum tereksresi sebelum produksi ASI dimulai, dan merupakan sumber nutrisi penting yang mendorong pertumbuhan dan melawan penyakit pada bayi. Kolostrum sapi yang dikenal juga dengan bovine colostrum lebih umum digunakan sebagai suplemen karena kandungannya yang mirip dengan kolostrum manusia serta memiliki beragam manfaat. 

 

Kolostrum kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan terutama protein. Factor growth adalah protein dalam kandungan kolostrum yang berfungsi merangsang pertumbuhan. Protein spesifik lain adalah senyawa antibodi seperti laktoferin dan imunoglobulin yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi penyebab penyakit. Adapun beberapa manfaat kolostrum antara lain meningkatkan kekebalan, melawan infeksi, dan meningkatkan kesehatan usus.

 

 

Manfaat

 

 

 

1. Meningkatkan Kesehatan Saluran Pencernaan

Senyawa dalam bovine colostrum (kolostrum sapi), terutama variasi antibodi dan protein laktoferin, dapat membantu mencegah diare karena infeksi bakteri dan virus (1, 2).

 

Sebuah penelitian pada 87 orang dewasa yang mengalami diare terkait dengan HIV menemukan bahwa mengkonsumsi 100 gram kolostrum sapi bersama dengan obat anti-diare tradisional per-hari, secara signifikan mengurangi frekuensi buang air besar sebanyak 21% lebih banyak dibandingkan hanya dengan konsumsi obat tradisional (3).

 

Disamping itu, imunisasi strain bakteri yang diterima sapi membuat mereka menghasilkan kolostrum yang kaya akan kandungan antibodi (kolostrum hiperimun) sehingga dapat melawan infeksi tertentu pada manusia ketika susu ini dikonsumsi. Infeksi bakteri yang dapat dicegah antara lain bakteri Escherichia coli (E. coli) dan bakteri Shigella dysenteriae (4, 5, 6). 

 

Penelitian yang melibatkan 30 orang dewasa sehat menemukan bahwa kelompok yang mengkonsumsi 1.200mg kolostrum sapi hiperimun menunjukkan perlawanan dan pencegahan terhadap bakteri E. Coli. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang menjadi penyebab utama diare ketika dalam perjalanan (7).

 

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Tingginya konsentrasi antibodi IgA dan IgG menghasilkan efek antibodi pada kolostrum. Sebuah penelitian yang dilaksanakan selama 3 bulan dengan partisipan berjumlah 35 orang atlet lari jarak jauh berusia dewasa menemukan fakta bahwa suplementasi kolostrum dapat meningkatkan jumlah antibodi IgA di dalam saliva (air liur) para atlet sebesar 79% dibandingkan dengan kondisi normal. Kadar air liur yang lebih tinggi dari IgA dapat memperkuat kekebalan tubuh serta meningkatkan kemampuan terutama untuk melawan infeksi pada saluran pernapasan atas (8).

 

Studi lain yang dilaksanakan pada 29 orang atlet sepeda menyatakan bahwa mengkonsumsi 10 gram kolostrum sapi per hari selama 5 minggu mampu mencegah penurunan sel imun pasca-latihan dan mengurangi risiko gejala infeksi pernapasan atas (9).

 

3. Meningkatkan Kinerja Olahraga

Pada tahun 2001, sebuah penelitian dilaksanakan untuk membandingkan efek kolostrum dengan protein whey terhadap kinerja olahraga pria dan wanita aktif. Masing-masing subjek diminta berpartisipasi dalam latihan aerobik dan pelatihan resistensi berat tiga kali per minggu. Adapun pemberian suplemen kolostrum dan protein whey dilakukan selama delapan minggu.

 

Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok penerima suplementasi kolostrum mengalami peningkatan massa tubuh tanpa lemak (lean body mass) yang signifikan. Sedangkan pada kelompok penerima suplemen protein whey diketahui justru mengalami peningkatan berat badan yang signifikan (11).

 

Dalam tinjauan studi tahun 2009, para peneliti menyimpulkan bahwa pemberian kolostrum sapi selama periode pelatihan intensitas tinggi dan pemulihan dari pelatihan intensitas tinggi menunjukkan manfaat yang lebih efektif (12).

 

Temuan yang serupa diterbitkan pada tahun 2014 di mana suplementasi kolostrum dosis 60 gram/hari selama delapan minggu pada orang dewasa yang lebih tua menunjukkan peningkatan kekuatan otot tubuh bagian bawah yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang diberikan suplementasi bubuk protein whey (13). 

 

 

Sumber Makanan

 

Susu sapi

Susu kambing

ASI (kolostrum dalam ASI hanya diproduksi beberapa hari setelah ibu melahirkan)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar suplemen kolostrum yang digunakan untuk menjaga kesehatan usus adalah sebesar 20-60 g, dengan kandungan 2-4 g (10-20%) imunoglobulin.

 

Mengurangi risiko diare yang diinduksi E. Coli: Suplemen kolostrum sebesar 20-60 g dengan kandungan 400-3.500 mg imunoglobulin, konsumsi segera setelah makan.

 

Mencegah infeksi saluran napas bagian atas pada atlet / orang yang aktif berolahraga: 10-20 gram suplemen kolostrum sapi setiap hari selama 8-12 minggu.

 

Diare pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS): Konsumsi 10-30 gram bubuk kolostrum sapi, konsumsi satu hingga empat kali sehari.

 

Flu (influenza): Konsumsi 400 mg kolostrum sapi beku-kering setiap hari selama 8 minggu.

 

Pengobatan diare pada anak-anak: Konsumsi 7 gram kolostrum sapi tiga kali sehari selama 14 hari.

 

Mencegah penularan diare pada anak-anak: Konsumsi 3 gram kolostrum sapi sekali sehari selama 4 minggu untuk anak dibawah 1-2 tahun, dan 3 gram dua kali sehari selama 4 minggu untuk anak usia 2-6 tahun.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengkombinasikan kolostrum dengan natrium bikarbonat dosis rendah dapat mengurangi penipisan dinding lambung akibat produksi asam lambung yang berlebih.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui: Meski ditemukan laporan mengenai terjadinya efek samping yang serius, ada baiknya untuk tetap berhati-hati dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen ini.

 

Orang yang alergi dan mengalami intoleransi terhadap susu/laktosa: Disarankan untuk tidak mengkonsumsi kolostrum untuk menghindari reaksi alergi yang dapat timbul.

 

 

Efek Samping

 

Suplementasi kolostrum aman bagi kebanyakan orang dan tidak menimbulkan efek samping. Akan tetapi, penggunaannya pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menimbulkan efek samping yang jarang terjadi seperti mual, muntah, anemia, dan fungsi hati yang tidak normal.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Colostrum. Examine. Diakses pada 21 Juni 2019.

Streit, Lizzie. (2019). What is colostrum? nutrition, benefits, and downsides. Diakses pada 21 Juni 2019.

WebMD. (2018). Bovine colostrum. Diakses pada 21 Juni 2019.

Wong, Cathy. (2019). Health benefits of colostrum supplements. Diakses pada 21 Juni 2019.

Boone JH, DiPersio JR, Tan MJ, et al. Elevated lactoferrin is associated with moderate to severe Clostridium difficile disease, stool toxin, and 027 infection. Eur J Clin Microbiol Infect Dis. (2013). 

Berlutti F, Pantanella F, Natalizi T, et al. Antiviral properties of lactoferrin–a natural immunity molecule. Molecules. (2011).

Kaducu FO, Okia SA, Upenytho G, Elfstrand L, Florén CH. Effect of bovine colostrum-based food supplement in the treatment of HIV-associated diarrhea in Northern Uganda: A randomized controlled trial. Indian J Gastroenterol. (2011).

Sponseller JK, Steele JA, Schmidt DJ, et al. Hyperimmune bovine colostrum as a novel therapy to combat clostridium difficile infection. J Infect Dis. (2015). 

Ashraf H, Mahalanabis D, Mitra AK, Tzipori S, Fuchs GJ. Hyperimmune bovine colostrum in the treatment of shigellosis in children: A double-blind, randomized, controlled trial. Acta Paediatr. (2001).

Steele J, Sponseller J, Schmidt D, Cohen O, Tzipori S. Hyperimmune bovine colostrum for treatment of GI infections: a review and update on clostridium difficile. Hum Vaccin Immunother. (2013).

Otto W, Najnigier B, Stelmasiak T, Robins-Browne RM. Randomized control trials using a tablet formulation of hyperimmune bovine colostrum to prevent diarrhea caused by enterotoxigenic escherichia coli in volunteers. Scand J Gastroenterol. (2011).

Crooks CV, Wall CR, Cross ML, Rutherfurd-Markwick KJ. The effect of bovine colostrum supplementation on salivary IgA in distance runners. Int J Sport Nutr Exerc Metab. (2006).

Shing CM, Peake J, Suzuki K, et al. Effects of bovine colostrum supplementation on immune variables in highly trained cyclists. J Appl Physiol (1985). (2007).

Antonio J, Sanders MS, Van Gammeren D. The effects of bovine colostrum supplementation on body composition and exercise performance in active men and women. Nutrition. (2001).

Shing CM, Hunter DC, Stevenson LM. Bovine colostrum supplementation and exercise performance. Sports Med. (2009).

Duff WRD, Chilibeck PD, Rooke JJ, Kaviani M, Krentz JR, Haines DM. The effect of bovine colostrum supplementation in older adults during resistance training. International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism. (2013).


Tags: , , , , ,