fbpx
LOGO

Konsumsi Kafein Selama Kehamilan Bisa Membahayakan Bayi

August 27, 2020
IMG

Kafein adalah salah satu zat psikoaktif yang paling sering dicerna di seluruh dunia. Kopi dan teh merupakan sumber kafein yang populer.

 

Kebanyakan jenis kafein berfungsi sebagai penambah energi, fokus, memperbaiki suasana hati, membantu metabolisme, serta meningkatkan kinerja fisik dan mental. Penelitian menunjukkan kafein aman dikonsumsi oleh siapapun dengan dosis rendah hingga sedang (1).

 

Kafein umum ditemui dalam kopi, teh, minuman berenergi, soft drink, dan soda diet. Selain itu, kafein juga dapat dijadikan sebagai krim, atau dikombinasikan dengan obat anti nyeri seperti aspirin atau acetaminophen.

 

Dosis aman yang disarankan tergantung pada jenis kelamin, usia, dan kondisi kesehatan masing-masing individu. Meski begitu, beberapa orang dihimbau untuk tidak mengonsumsi kafein, salah satunya adalah ibu hamil dan menyusui.

 

 

Efek Samping Konsumsi Kopi bagi Ibu Hamil

 

Himbauan untuk tidak mengonsumsi kafein pada ibu hamil didasarkan pada penelitian klinis sebelumnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kafein selama kehamilan dapat menyebabkan berat lahir bayi rendah.

 

Uji coba pada tikus yang dilaporkan oleh para ilmuwan di Universitas Wuhan, China, menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein atau 2-3 cangkir kopi per hari selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan hati janin, serta meningkatkan risiko perkembangan penyakit hati anak saat usia dewasa. 

 

Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak tikus yang terpapar kafein selama kehamilan (paparan kafein prenatal; PCE) memiliki kadar hormon pertumbuhan yang mirip faktor pertumbuhan insulin (IGF1), dan kadar hormon stres kortikosteroid yang lebih tinggi saat lahir. Perkembangan hati setelah lahir kemudian melalui fase kompensasi yang ditandai dengan peningkatan kadar IGF1.

 

Menurut Yinxian Wen, penulis tim penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinology, mengonsumsi kafein selama kehamilan menyebabkan kelebihan aktivitas hormon stres pada ibu, yang menghambat aktivitas IGF1 untuk perkembangan hati sebelum kelahiran.

 

Menurutnya, mekanisme kompensasi memang terjadi untuk mempercepat pertumbuhan dan mengembalikan fungsi hati yang normal. Namun, peningkatan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak yang disebabkan oleh paparan kafein selama masa kehamilan.

 

Kafein juga dapat meningkatkan kadar glukokortikoid baik pada hewan maupun manusia. Glukokortikoid berperan penting dalam regulasi pertumbuhan, perkembangan, pematangan janin, dan juga merupakan faktor penting dalam sindrom metabolik pada masa dewasa. Tingginya kadar glukokortikoid dapat menghambat ekspresi IGF1 di berbagai jaringan dan sel. 

 

Selain itu, paparan kafein selama masa kehamilan (PCE) meningkatkan kerentanan anak terhadap sindrom metabolik dalam kondisi stres kronis, atau makan makanan berlemak tinggi.

 

Para peneliti juga menunjukkan bahwa PCE menahan laju pertumbuhan janin (retardasi pertumbuhan intrauterin), dan berisiko terkena penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), suatu kondisi yang biasanya dikaitkan dengan obesitas dan diabetes. 

 

 

 

Kesimpulan

 

Dalam penelitian pada hewan yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Wuhan, China, kafein dapat berdampak pada berat lahir dan perkembangan hati janin.

 

Anak yang mendapat kafein selama masa kehamilan (PCE) dapat terkena toksisitas hati, lebih rentan terhadap sindrom metabolik saat dewasa, serta penyakit metabolik terkait yang disebabkan terhambatnya pertumbuhan saat dalam kandungan.

 

Meski temuan ini masih perlu dikonfirmasi lebih jauh, para ahli menyarankan ibu hamil dan ibu menyusui untuk menghindari kafein. 

 

 

Referensi:

GEN. (2019). Caffeine consumption during pregnancy may damage baby’s liver. Genetic Engineering and Biotechnology News. Diakses pada 07 Agustus 2019.

WebMD. (2018). Caffeine. WebMD. Diakses pada 07 Agustus 2019.

Spritzler F. (2017). 9 Side effects of too much caffeine. Healthline. Diakses pada 07 Agustus 2019.

Temple JL, Bernard C, Lipshultz SE, Czachor JD, Westphal JA, Mestre MA. The safety of ingested caffeine: A comprehensive review. Front Psychiatry. (2017).


Tags: ,