fbpx
LOGO

Makanan Kaya Vitamin A Bantu Cegah Kanker Kulit

August 27, 2020
IMG

Meningkatkan asupan vitamin A terbukti mampu melindungi dari kerusakan mata. Namun tidak hanya menjaga kesehatan mata, penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Brown University menemukan bahwa meningkatkan asupan vitamin A dapat mengurangi risiko kanker kulit. 

 

Orang yang melakukan diet tinggi vitamin A memiliki penurunan risiko sebanyak 17% timbulnya karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker kulit kedua yang paling umum di antara orang-orang dengan kulit putih. 

 

Menurut Eunyoung Cho, PhD, seorang profesor dermatologi dan ahli epidemiologi di Rumah Sakit Brigham and Women, kanker kulit, termasuk karsinoma sel skuamosa, sulit dicegah.

 

Namun penelitian tersebut menunjukkan bahwa selain memakai tabir surya dan mengurangi paparan sinar matahari, mengkonsumsi makanan sehat yang kaya vitamin A mungkin mampu mengurangi risiko tersebut.

 

Untuk melakukan penelitian ini, tim peneliti di Brown University mengkaji dua penelitian besar tentang diet dan kanker kulit, yaitu The Nurses’ Health Study pada tahun 1984 hingga 2012 yang diikuti 121.700 wanita AS, dan Health Follow-Up Study of Health Professionals pada tahun 1986 hingga 2012 yang diikuti 51.529 pria AS.

 

Seluruh partisipan memiliki berbagai tingkat risiko untuk mengalami kanker kulit. Para peneliti mempertimbangkan warna rambut peserta, riwayat keluarga, dan berapa banyak paparan sinar matahari mereka untuk memastikan faktor-faktor ini tidak mempengaruhi hasil.

 

Kemudian, para peneliti membagi peserta menjadi lima kelompok berbeda berdasarkan asupan vitamin A yang mereka konsumsi setiap hari. Dari data tersebut peneliti menemukan hubungan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin A dalam jumlah tertinggi memiliki risiko 17 persen lebih rendah didiagnosis dengan kanker daripada kelompok dengan intake vitamin A yang terendah.

 

Mereka yang berada dalam kategori tertinggi mengonsumsi rata-rata jumlah vitamin A setara dengan satu ubi jalar panggang sedang atau dua wortel besar setiap hari. Mereka yang berada dalam kategori terendah melaporkan mengonsumsi jumlah rata-rata harian vitamin A yang setara dengan sepertiga cangkir kentang goreng atau satu wortel kecil.

 

Vitamin A umumnya ditemukan dalam dua jenis makanan utama, yakni produk nabati dan hewani. Vitamin A terkandung di dalam wortel, jeruk, blewah, ubi jalar, serta buah dan sayur lain yang kaya beta-karoten. Adapun pada produk hewani, vitamin A dapat ditemukan pada hati sapi dan ikan kod.

 

Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa risiko kanker yang lebih rendah dikaitkan dengan sumber vitamin A nabati, bukan yang berasal dari produk hewani.

 

 

 

Meski begitu, para peneliti mengingatkan mendapatkan vitamin A dari  suplemen dan sumber hewani dapat menyebabkan mual, toksisitas hati, peningkatan risiko osteoporosis dan patah tulang pinggul, bahkan cacat lahir. Sementara itu, efek samping dari tingginya kadar vitamin A nabati sangat minim.

 

Akan tetapi, karena analisis ini didasarkan pada penelitian yang mengkaji populasi besar dan bukan uji klinis acak, hal tersebut tidak dapat menentukan sebab dan akibat. Mungkin saja faktor lain menyebabkan perbedaan, seperti fakta bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin A juga cenderung minum lebih sedikit alkohol.

 

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan kaitan antara asupan tinggi vitamin A dengan penurunan risiko karsinoma sel skuamosa.

 

Sebagai langkah selanjutnya, Dr. Cho ingin melakukan uji klinis untuk melihat apakah suplemen vitamin A dapat mencegah karsinoma sel skuamosa. Namun, ia menjelaskan bahwa uji klinis tersebut cukup menantang pada tingkat teknis, seperti memastikan bahwa peserta tetap mengikuti diet.

 

“Jika uji klinis tidak dapat dilakukan, maka studi prospektif skala besar seperti ini adalah alternatif terbaik untuk mempelajari diet,” kata Dr. Cho.

 

 

Referensi:

GEN. (2019). Lower skin cancer risk associated with higher vitamin a intake. Genetic Engineering and Biotechnology News. Diakses pada 07 Agustus 2019.

Hopkins C. (2019). A 17% decreased risk of skin cancer just by eating more cantaloupes, carrots, and sweet potatoes. Diakses pada 07 Agustus 2019.


Tags: