fbpx
LOGO

Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Teh Hitam Secara Rutin

July 27, 2020
IMG

Camellia sinensis merupakan tanaman yang menjadi bahan dasar teh secara umum. Daunnya dapat diolah menjadi berbagai varian seperti teh hijau, teh hitam, teh putih, ataupun teh oolong.

 

Camellia sinensis lebih sering diolah dan dikenal sebagai teh hitam, jenis teh yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Adapun artikel ini akan lebih banyak membahas olahan Camellia sinensis sebagai teh hitam atau black tea.

 

Teh hijau sendiri adalah jenis teh yang melalui satu kali proses penyaringan, sedangkan teh putih diolah dari daun teh muda. Daun teh dengan lebih banyak proses oksidasi akan menghasilkan teh hitam, sedangkan daun teh yang difermentasi menghasilkan jenis teh oolong. 

 

Untuk meciptakan rasa teh hitam yang lebih beragam, Camellia sinensis seringkali dikombinasikan dengan tanaman lain seperti Earl Grey atau chai.

 

Teh hitam memiliki rasa yang lebih kuat dan mengandung lebih banyak kafein dibandingkan dengan jenis teh yang lain, namun tidak lebih banyak dari kopi. Selain itu, teh hitam mengandung antioksidan dan berbagai senyawa yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Flavonoid adalah senyawa antioksidan yang terkandung dalam teh hitam. Senyawa ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi teh hitam secara teratur dapat menurunkan faktor risiko terkena penyakit jantung hingga 11%.

 

Selain itu juga menurunkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, peningkatan kadar trigliserida  serta mencegah terjadinya obesitas (1, 2).

 

Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi teh hitam selama 12 minggu secara signifikan mampu menurunkan nilai trigliserida atau lemak darah sebesar 36%, mengurangi kadar gula darah sebesar 18% dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein) sebesar 17% (3).

 

Hal tersebut serupa dengan penelitian lain, yang juga menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping negatif yang dihasilkan dari konsumsi teh hitam secara teratur (4).

 

2. Kaya Akan Antioksidan

Camellia sinensis mengandung berbagai senyawa antioksidan, seperti polifenol termasuk theaflavin, thearubigin, dan katekin. Berbagai senyawa antioksidan tersebut dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas, mengurangi kerusakan sel dalam tubuh, serta mengurangi risiko berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung (5, 6, 7).

 

Sebuah penelitian dengan menggunakan tikus sebagai hewan coba, mencoba mencari tahu peran theaflavin dalam teh hitam untuk mengatasi diabetes, obesitas, dan peningkatan kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa theaflavin terbukti mampu mengurangi kadar kolesterol dan gula darah pada tikus (8).

 

3. Menurunkan Risiko Penyakit Stroke

Stroke adalah kondisi kerusakan otak yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Stroke dapat terjadi apabila terdapat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

 

Sebuah penelitian meta-analisis meninjau data dari sembilan penelitian berbeda, dan melibatkan lebih dari 194.965 peserta penelitian. Hasil menunjukkan bahwa partisipan yang meminum lebih dari tiga cangkir teh, baik teh hitam atau hijau per hari memiliki risiko terkena stroke 21% lebih rendah, dibandingkan dengan partisipan yang meminum kurang dari satu cangkir teh per harinya.

 

Konsumsi tiga cangkir teh, baik teh hijau ataupun teh hitam, per hari dapat mencegah faktor risiko penyakit stroke iskemik (9).

 

4. Menurunkan Kadar Gula Darah

Teh hitam yang dikonsumsi tanpa tambahan pemanis seperti gula mampu membantu meningkatkan peran insulin dalam tubuh, sehingga gula darah dapat secara efektif dikirimkan ke dalam otot untuk diubah menjadi energi.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengamati sifat-sifat teh dalam peningkatan fungsi insulin dan berbagai komponennya. Hasilnya menunjukkan bahwa teh hitam mampu meningkatkan aktivitas insulin hingga lebih dari 15 kali lipat.

 

Hal ini terjadi karena adanya senyawa katekin yang disebut epigallocatechin gallate pada teh hitam yang memiliki sifat predominan dalam meningkatkan fungsi insulin (10).

 

Studi lain yang dilaksanakan pada hewan coba tikus juga membuktikan bahwa ekstrak teh hijau dan teh hitam mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan penyerapan gula ke dalam tubuh (11).

 

5. Membantu Meningkatkan Fokus

Teh hitam mengandung kafein dan asam amino yang disebut L-theanine, yang telah terbukti meningkatkan kewaspadaan dan fokus. L-theanine bekerja dengan meningkatkan aktivitas gelombang alfa di otak, menghasilkan relaksasi dan fokus yang lebih baik.

 

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa minuman yang mengandung L-theanine dan kafein mampu meningkatkan fokus. L-theanine merupakan salah satu jenis asam amino pada teh hitam yang dapat meningkatkan produksi gelombang alfa dan menghasilkan efek relaksasi tanpa efek samping kantuk atau sedasi. Hal inilah yang menjadikan L-theanine ideal untuk meningkatkan fungsi mental (12).

 

Sebuah penelitian yang menggunakan metode sampling acak membandingkan pemberian teh hitam dengan pemberian plasebo (air panas dengan tambahan pewarna dan perasa teh hitam) pada tingkat akurasi dan kewaspadaan partisipan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang menerima teh hitam secara signifikan memiliki tingkat akurasi, kewaspadaan, fungsi pendengaran, penglihatan, dan sensoris yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo.

 

Hal ini berkaitan dengan adanya kandungan theanine dan kafein dalam teh hitam. Penelitian ini juga merekomendasikan rutin mengonsumsi teh hitam untuk meningkatkan fungsi kognitif dalam menjalani aktivitas sehari-hari (13).

 

Secara keseluruhan, teh hitam merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan kewaspadaan dan stabilitas performa fisik, dibandingkan dengan minuman berkafein lain seperti kopi.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang teroksidasi sempurna

 

 

Dosis Pemakaian

 

• Daun teh hitam yang tersedia dalam kantung teh: Rendam satu kantung teh dalam 200 ml air panas, diamkan 3 – 5 menit. Teh dapat diminum dalam keadaan hangat atau ditambahkan es batu untuk dinikmati dingin.

 

• Ekstrak daun teh hitam kering: Rendam 2 – 3 gram daun teh hitam kering dalam 200 ml air panas, diamkan 3 – 5 menit, atau lebih lama untuk rasa teh yang lebih kuat.

 

Disarankan untuk tidak meminum teh lebih dari 3 cangkir sehari.

 

• Belum diketahui dosis standar dan aman untuk suplemen Cammalia sinensis. Disarankan untuk mengikuti petunjuk pada label atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan. 

 

 

Efek Samping

 

Berikut adalah beberapa efek samping yang terjadi apabila mengonsumsi teh hitam secara berlebihan:

Kecemasan dan kesulitan tidur

• Peningkatan frekuensi napas 

Sakit kepala

Peningkatan buang air kecil

Jantung berdebar

Mual dan muntah

Telinga berdenging

Tremor

 

 

Kontraindikasi

 

Untuk ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

 

Hindari kombinasi teh hitam dengan kafein atau ephedra karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nadi, gemetar, kejang, hingga kematian.

 

Adapun orang dengan riwayat kesehatan atau sedang mengonsumsi obat maupun suplemen lain juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Selain itu, tidak disarankan mencampur teh dengan susu. Hal ini dapat menurunkan bioavailabilitas senyawa katekin dalam teh yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.  

 

 

Referensi

Enloe, Autumn. (2018). 10 Evidence-based health benefits of black tea. Healthline. Diakses pada 16 Juli 2019.

Patel, Kamal. (2013). Tea (camellia sinensis). Examine. Diakses pada 16 Juli 2019.

Mohan, C. P. (2018). Black tea. WebMD. Diakses pada 16 Juli 2019. 

Gardner EJ, Ruxton CH, Leeds AR. Black tea–helpful or harmful? A review of the evidence. Eur J Clin Nutr. (2007). 

Smith SC Jr. Multiple risk factors for cardiovascular disease and diabetes mellitus. Am J Med. (2007). 

Bahorun T, Luximon-Ramma A, Neergheen-Bhujun VS, et al. The effect of black tea on risk factors of cardiovascular disease in a normal population. Prev Med. (2012). 

Fujita H, Yamagami T. Antihypercholesterolemic effect of Chinese black tea extract in human subjects with borderline hypercholesterolemia. Nutr Res. (2008).

Łuczaj W, Skrzydlewska E. Antioxidative properties of black tea. Preventive Medicine. (2005). 

Rietveld A, Wiseman S. Antioxidant effects of tea: Evidence from human clinical trials. J Nutr. (2003).

Liu RH. Health benefits of fruit and vegetables are from additive and synergistic combinations of phytochemicals. Am J Clin Nutr. (2003). 

Imran A, Butt MS, Arshad MS, et al. Exploring the potential of black tea based flavonoids against hyperlipidemia related disorders. Lipids Health Dis. (2018).

Arab L, Liu W, Elashoff D. Green and black tea consumption and risk of stroke: A meta-analysis. Stroke. (2009).

Anderson RA, Polansky MM. Tea enhances insulin activity. J. Agric. Food Chem. (2002).

Tang W, Li S, Liu Y, Huang MT, Ho CT. Anti-diabetic activity of chemically profiled green tea and black tea extracts in a type 2 diabetes mice model via different mechanisms. Journal of Functional Foods. (2013). 

Bryan J. Psychological effects of dietary components of tea: caffeine and L-theanine. Nutr Rev. (2008).  De

Bruin EA, Rowson MJ, Van Buren L, Rycroft JA, Owen GN. Black tea improves attention and self-reported alertness. Appetite. (2011).


Tags: , , , ,