fbpx
LOGO

Manfaat Cuka Apel bagi Kulit dan Kesehatan Tubuh

July 8, 2020
IMG

Cuka apel adalah cuka yang terbuat dari sari apel yang telah difermentasi sehingga gula yang terkandung di dalamnya berubah menjadi alkohol. Cuka apel kaya akan kandungan probiotik dan enzim yang meningkatkan kesehatan, di dalamnya juga terkandung lebih sedikit gula dan kalori dibandingkan sari apel ataupun jus apel. 

 

Beberapa komponen spesifik dalam cuka apel antara lain adalah asam asetik, asam laktat, asam succinic dan asam sitrat. Di dalam cuka apel juga terkandung berbagai vitamin dan mineral, serta asam amino. Pada beberapa cuka apel dengan kualitas yang baik juga diketahui terdapat kandungan antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan. 

 

Cuka ini telah dikonsumsi sejak ribuan tahun yang lalu, sementara proses fermentasi jus apel menjadi cuka sudah dimulai sejak 5.000 sebelum masehi (SM). Jika ditelusuri secara historis, apple cider vinegar (ACV) telah digunakan untuk membantu proses detoksifikasi oleh hati, memurnikan darah, membersihkan kelenjar getah bening, meningkatkan kekebalan tubuh.

 

Pada abad ke-17, orang Eropa mulai menggunakan cuka sebagai obat dan mengubahnya dalam bentuk sirup, antiseptik, serta obat kumur. Mencampur cuka apel dengan madu juga dikatakan dapat membantu menyembuhkan batuk dan pilek. 

 

 

Manfaat

 

1. Menurunkan Tekanan Darah

Cuka apel mampu menjaga tekanan darah normal dan membantu menjaga jantung tetap sehat dan kuat. Sebuah penelitian pada hewan yang dilakukan di Jepang menunjukkan bahwa pemberian asam asetat, komponen utama dalam cuka, mengakibatkan penurunan tingkat tekanan darah pada tikus. Penelitian lain dengan subyek hewan juga menunjukkan temuan yang sama, dimana cuka secara efektif memblokir aksi enzim tertentu yang meningkatkan tekanan darah (1, 2).

 

2. Mengatur Kadar Gula Darah dan Mencegah Diabetes

Kegunaan cuka apel yang terbukti paling teruji secara klinis hingga saat ini adalah untuk mengatasi penyakit diabetes 2. Diabetes tipe 2 merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol, baik karena resistensi insulin atau ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menjadi masalah pada orang sehat karena dapat menyebabkan penuaan serta beresiko terhadap berbagai penyakit kronis lainnya.

 

Sebuah penelitian ditemukan bahwa mengonsumsi cuka apel sebagai dressing pada salad sebesar 1 gram mampu menurunkan kadar gula darah pada responden sehat dengan rerata 31% setelah konsumsi 50 gram roti tawar putih sebanyak 3 kali dalam sehari (3). Begitupula penelitian yang dilaksanakan pada hewan coba, tikus diabetes yang diberikan ACV selama empat minggu berturut-turut diketahui memiliki kadar gula darah yang rendah secara signifikan (4).

 

ACV juga terbukti dapat meningkatkan produksi insulin. Beberapa penelitian menyebutkan manfaat cuka apel dalam membantu meningkatkan sensitivitas insulin selama makan dan menurunkan kadar gula setelah makan pada orang yang menderita diabetes tipe 2 maupun mereka yang mengalami resistensi insulin (5, 6, 7).

 

3. Menurunkan Kolesterol

Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung. Mengonsumsi cuka apel dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu menjaga kadar kolesterol tetap rendah.

 

Penelitian terbanyak mengenai manfaat cuka apel dengan subyek tikus menunjukkan bahwa ACV mampu meningkatkan kolesterol baik (high density lipoprotein – HDL), mengurangi kolesterol buruk (low density lipoprotein – LDL) dan trigliserida (4, 8, 9, 10).

 

 

 

Beberapa penelitian lain juga berhasil menunjukkan bahwa cuka apel menurunkan tekanan darah pada tikus dengan kondisi hipertensi atau SHR (spontaneoulsy hypertensive rats) setelah evaluasi dilaksanakan pada minggu ke 6 dan ke 8. Mengkombinasikan cuka apel dengan asam asetik juga diketahui lebih efektif dibandingkan penggunaan cuka apel atau obat antihipertensi nifedipin secara tunggal (11).

 

Sebuah penelitian kohort yang diterbitkan dalam American Society for Clinical Nutrition, melaksanan uji klinis pada hewan dan wanita yang sebelumnya terdiagnosa kanker atau mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini untuk menguji efek konsumsi makanan yang kaya akan kandungan asam alpha-linolic terhadap resiko terjadinya penyakit jantung iskemik.

 

Setelah 10 tahun follow-up dilaksanakan, tampak pada kelompok wanita yang mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi asam alpha-linolic seperti konsumsi salad dengan dressing cuka apel memiliki risiko yang rendah terhadap terjadinya penyakit jantung (12).

 

4. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Cuka terkenal dengan sifat antibakteri dan telah terbukti efektif terhadap banyak strain bakteri berbahaya. ACV mengandung komponen spesifik seperti asam asetat, asam laktat, asam suksinat dan asam sitrat, yang semuanya terbukti menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes, yakni bakteri penyebab jerawat dan menimbulkan jaringan parut pada kulit wajah.

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa merawat bekas jerawat dengan asam laktat selama tiga bulan menunjukkan perbaikan dalam tekstur, pigmentasi, dan penampilan kulit serta menyamarkan bekas luka (13).

 

5. Menurunkan Berat Badan

Cuka apel merupakan jenis makanan sehat yang dapat menjadi menu pilihan dalam diet sehat Anda. Sebuah penelitian yang terpublish dalam Journal of the American Dietetic Association menyebutkan bahwa cuka apel sebagai makanan komplementer dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan tanpa meningkatkan glycemic load atau muatan glikemik suatu makanan.

 

Muatan glikemik adalah ukuran satu porsi makanan dapat meningkatkan glukosa atau kadar gula dalam darah, 1 unit muatan glikemik sama dengan mengonsumsi 1 gram glukosa. Bahkan pemberian cuka apel mampu menurunkan kalori sebesar 200 – 275 kcal setelah satu jam konsumsi bersama dengan seporsi makanan yang tinggi muatan glikemik (14).

 

Konsumsi dua sendok makan cuka apel setiap hari juga diketahui mampu membantu seseorang untuk menurunkan berat badan hingga dua kali lebih signifikan dibandingkan dengan diet tanpa konsumsi cuka jenis ini (15). 

 

6. Meredakan Gejala Asam Lambung

GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya refluks atau naiknya asam lambung menuju kerongkongan, sehingga menyebabkan rasa terbakar, nyeri pada dada serta mulut yang terasa pahit.

 

Meminum atau mengonsumsi cuka apel diketahui mampu meredakan gejala kenaikan asam lambung melalui kandungan asam dalam cuka apel yang mampu menetralisir asam lambung. 

 

7. Meningkatkan Kesuburan Wanita

PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) adalah sebuah kondisi ketidak seimbangan hormonal yang berhubungan dengan peningkatan kadar hormon androgen, ketidakteraturan siklus menstruasi, terdapatnya kista ovarium serta terjadinya kondisi ketidakmampuan hormon insulin untuk mentransfer gula ke dalam sel.

 

Pemberian cuka apel pada tujuh orang wanita dengan dosis 15 ml yang diencerkan ke dalam 100 ml air hangat dan diminum sesaat setelah makan malam selama 90 hingga 110 hari, diketahui mampu mengembalikan siklus ovulasi dan interval menstruasi pada keseluruhan partisipan.

 

Intervensi tersebut juga diketahui mampu mengembalikan keseimbangan produksi LH/FSH (luteinizing dan folicle stimulating hormon) yakni hormon yang bertanggung jawab pada kesuburan wanita serta sensitivitas insulin.

 

Bagi penderita PCOS penggunaan cuka apel memiliki keunggulan pada rendahnya biaya yang harus dikeluarkan dibandingkan ketika pasien harus mengonsumsi obat-obatan medis (16).

 

 

Sumber Makanan

 

Cuka apel terbuat dari fermentasi buah apel yang melalui dua tahapan proses produksi.  Tahap pertama adalah penghancuran buah apel dan penambahan ragi, sehingga gula akan berubah menjadi alkohol. Tahap kedua adalah penambahan bakteri kedalam alkohol sehingga akan mengubahnya menjadi asem asetik yakni kandungan utama dari cuka apel yang memiliki efek kesehatan

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar konsumsi cuka apel adalah 1-2 sendok makan (15–30 ml) cuka apel cair yang diencerkan dalam air. Minum sekali sehari sebelum atau sesudah makan.

 

Untuk menjaga kadar gula darah stabil: Encerkan satu hingga dua sendok makan cuka sari apel dalam 8 ons air dan konsumsi sebelum makan.

 

Untuk mengobati jerawat: Larutkan cuka apel ke dalam air dan jadikan sebagai toner

 

Cuka apel juga tersedia dalam bentuk pil dengan besaran dosis tiap pil adalah 500 mg (setara dengan 2 sendok makan cuka apel cair). Penelitian mengenai efektivitas suplemen cuka apel antara lain untuk menurunkan berat badan, kontrol gula darah dan menurunkan kadar kolesterol darah.

 

Berhati-hatilah dengan penggunaan cuka apel dalam bentuk pil, karena di dalam tiap pil nya mungkin terkandung berbagai bahan aktif yang belum diketahui jelas efek keamanan ketika dikonsumsi oleh manusia

 

 

Interaksi Sinergi

 

Penggunan cuka apel untuk tujuan menurunkan berat badan diketahui lebih efektif ketika dilaksanakan bersama dengan pengaturan menu diet sehat seimbang dan pengaturan gaya hidup sehat.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak, ibu hamil atau menyusui, serta orang dengan riwayat kesehatan, termasuk diabetes dan osteoporosis, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi cuka apel.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi cuka apel berkepanjangan dapat menimbulkan beberapa gejala kesehatan antara lain:

Erosi enamel pada gigi

Sensasi terbakar pada tenggorokan (terutama pada konsumsi pil) atau kulit

Sakit perut

Mual

Peningkatan asam lambung

Sendawa

Menurunkan kadar kalium darah (dapat menimbulkan kesemutan, kram otot dan gangguan irama jantung)

 

 

Referensi:

Link, Rachael. (2019). Apple cider vinegar benefits and 30 uses (blood sugar, weight loss and more!). Dr Axe. Diakses pada 28 Juni 2019.

Guunars, Kris. (2018). 6 Health benefits of apple cider vinegar, backed by science. Healthline. Diakses pada 28Juni 2019.

Streit, Lizzie. (2018). Apple cider vinegar pills: Should you take them?. Healthline. Diakses pada 28 Juni 2019.

Julson, Erica. (2018). Apple cider vinegar dosage: How much should you drink per day?. Healthline. Diakses pada 28 Juni 2019.

Ratini, Melinda. (2018). Apple cider vinegar. WebMD. Diakses pada 28 Juni 2019.

Shmerling, R. H. (2018). Apple cider vinegar diet: Does it really work?. Harvard Health Publishing. Diakses pada 28 Juni 2019.

Kondo S, Tayama K, Tsukamoto Y, Ikeda K, Yamori Y. Antihypertensive effects of acetic acid and vinegar on spontaneously hypertensive rats. Biosci Biotechnol Biochem. (2001).

Honsho S, Sugiyama A, Takahara A, Satoh Y, Nakamura Y, Hashimoto K. A red wine vinegar beverage can inhibit the renin-angiotensin system: Experimental evidence in vivo. Biol Pharm Bull. (2005).

Brighenti F, Castellani G, Benini L, et al. Effect of neutralized and native vinegar on blood glucose and acetate responses to a mixed meal in healthy subjects. Eur J Clin Nutr. (1995).

Shishehbor F, Mansoori A, Sarkaki AR, Jalali MT, Latifi SM. Apple cider vinegar attenuates lipid profile in normal and diabetic rats. Pak J Biol Sci. (2008).

Johnston CS, Kim CM, Buller AJ. Vinegar improves insulin sensitivity to a high-carbohydrate meal in subjects with insulin resistance or type 2 diabetes. Diabetes Care. (2004).

Shishehbor F, Mansoori A, Shirani F. Vinegar consumption can attenuate postprandial glucose and insulin responses; a systematic review and meta-analysis of clinical trials. Diabetes Res Clin Pract. (2017).

Lim J, Henry CJ, Haldar S. Vinegar as a functional ingredient to improve postprandial glycemic control-human intervention findings and molecular mechanisms. Mol Nutr Food Res. (2016).

Fushimi T, Suruga K, Oshima Y, Fukiharu M, Tsukamoto Y, Goda T. Dietary acetic acid reduces serum cholesterol and triacylglycerols in rats fed a cholesterol-rich diet. Br J Nutr. (2006).

Setorki M, Asgary S, Eidi A, Rohani AH, Khazaei M. Acute effects of vinegar intake on some biochemical risk factors of atherosclerosis in hypercholesterolemic rabbits. Lipids Health Dis. (2010). 

Halima BH, Sonia G, Sarra K, Houda BJ, Fethi BS, Abdallah A. Apple cider vinegar attenuates oxidative stress and reduces the risk of obesity in high-fat-fed male wistar rats. J Med Food. (2018). 

Na L, Chu X, Jiang S, et al. Vinegar decreases blood pressure by down-regulating AT1R expression via the AMPK/PGC-1α/PPARγ pathway in spontaneously hypertensive rats. Eur J Nutr. (2016).

Hu FB, Stampfer MJ, Manson JE, et al. Dietary intake of alpha-linolenic acid and risk of fatal ischemic heart disease among women. Am J Clin Nutr. (1999).

Sachdeva S. Lactic acid peeling in superficial acne scarring in Indian skin. J Cosmet Dermatol. (2010).

Johnston CS, Buller AJ. Vinegar and peanut products as complementary foods to reduce postprandial glycemia. J Am Diet Assoc. (.2005).

Khezri SK, Saidpour A, Hosseinzadeh N, Amiri Z. Beneficial effects of Apple Cider Vinegar on weight management, Visceral Adiposity Index and lipid profile in overweight or obese subjects receiving restricted calorie diet: A randomized clinical trial. Journal of Functional Foods. (2018).

Wu D, Kimura F, Takashima A, et al. Intake of vinegar beverage is associated with restoration of ovulatory function in women with polycystic ovary syndrome. Tohoku J Exp Med. (2013). 


Tags: , , , , , , , , ,