fbpx
LOGO

Manfaat di Balik Kelezatan Semangkuk Kaldu Tulang

July 2, 2020
IMG

Siapa sangka kaldu tulang memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Kaldu tulang dapat dibuat menggunakan tulang dari hampir semua binatang, seperti sapi, domba, kambing, ayam, ikan, dan lain-lain. Bahkan kaldu tulang juga dapat dibuat dari bahan dasar sumsum dan jaringan ikat seperti kaki, dari jeroan seperti bagian ampela maupun sirip ikan.

 

Ketika tulang atau bagian ligamen binatang direbus, berbagai ekstrak dan zat nutrisi seperti kolagen, gelatin, prolin, glisin, dan glutamin, serta mineral yang mudah diserap dalam tubuh, seperti kalsium, magnesium, fosfor, silikon, belerang, dan lainnya dilepaskan ke dalam air. Sehingga menjadikannya air kaldu yang kental dan kaya akan asam amino yang memiliki manfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh, mengurangi peradangan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan seperti alergi dan asma.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kaldu tulang dapat memulihkan kekuatan lapisan usus dan melawan sensitivitas terhadap berbagai makanan, seperti gandum atau laktosa. Kaldu tulang juga membantu pertumbuhan probiotik (bakteri baik) dalam usus, serta mendukung tingkat peradangan yang sehat di saluran pencernaan. Kaldu tulang memiliki sifat yang mudah terserap dalam saluran pencernaan, kolagen yang terkandung di dalamnya juga mampu memperbaiki jaringan dalam pencernaan yang rusak. 

 

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Gastroenterology menemukan fakta bahwa gelatin yang diperolah dari kaldu tulang secara efektif mendukung kesehatan dan integritas usus. Asam amino yang terkandung didalamnya juga melindungi jaringan lapisan usus besar dan seluruh saluran pencernaan, menjaga fungsi dinding usus, mencegah serta menjadi obat dalam kondisi yang dikenal sebagai usus bocor (leaky gut) maupun peradangan usus (1, 2).

 

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Kolagen terkenal manfaatnya dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk membantu mencegah terjadinya penuaan seperti keriput, garis halus, mengurangi pembengkakan serta berbagai tanda penuaan lainnya.

 

Sebuah penelitian mencoba menyelidiki efek pemberian kolagen hidrolisat per oral pada 23 orang wanita berusia antara 35-55 tahun. Sebesar 2,5-5 gram kolagen hidrolisat diberikan sekali sehari selama delapan minggu menunjukkan peningkatan terhadap elastisitas dan kelembaban kulit, serta menurunkan terjadinya kekeringan (kehilangan air di bawah kulit) dan tingkat kekasaran pada kulit dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo.

 

Evaluasi yang dilaksanakan pada minggu ke-4 juga diketahui bahwa kolagen mencegah percepatan proses penuaan dan rendah efek samping (3).

 

3. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Fungsi Otak

Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian, asam amino glisin yang ditemukan dalam kaldu tulang dapat membantu tubuh menjadi rileks dan membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada individu yang mengalami kesulitan tidur (4). 

 

Sebuah penelitian dilaksanakan melalui pemberian glisin sebesar 3 gram sebelum waktu istirahat, responden penelitian adalah kelompok dewasa sehat. Variabel yang dikuru antara lain daytime sleepines (waktu mengantuk di pagi/siang hari), tingkat kelelahan serta performa fisik. Responden penelitian yang menerima suplementasi glisin diketahui mengalami penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan dan mengantuk di pagi/siang hari. Suplementasi glisin secara signifikan mempengaruhi perubahan psikomotor responden (5).

 

Penelitian lain juga dilaksanakan dengan pemberian glisin dari kaldu daging sebesar 3 gram pada responden yang mengalami ketidakpuasan dalam tidur. Mengonsumsi glisin sebelum tidur terbukti membantu individu tertidur lebih cepat, mempertahankan tidur yang lebih dalam dan bangun lebih sedikit sepanjang malam, mengurangi kantuk di siang hari, serta meningkatkan fungsi mental dan memori dibandingan dengan pemberian obat-obatan hipnosis sejenis benzodizepin (6). 

 

4. Melindungi Sendi

Seiring dengan bertambahnya usia, kekuatan persendian akan mengalami penurunan. Hal ini terjadi akibat adanya mekanisme degradasi sendi serta tulang rawan. Kaldu tulang merupakan sumber kolagen terbaik, mengonsumsi kolagen secara rutin dipercaya dapat memperikan perlindungan pada kekuatan tulang rawan dan persendian. Kolagen bersifat seperti layaknya pelumas pada rantai yang kering. 

 

Proses memasak tulang yang lama dalam air mendidih akan mengeluarkan berbagai zat termasuk kolagen akan dari tulang dan jaringan ikat. Kemudian kolagen akan terpecah menjadi gelatin yang banyak mengandung asam amino, senyawa penting yang mendukung kesehatan sendi dengan memperkuat kepadatan sendi dan menjadi pelumas yang mencegah terjadinya gesekan antar sendi.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan oleh Departemen Nutrisi dan Nutrisi Olahraga cabang Atletik di Penn State University bertujuan mencari tahu efek dari pemberian hidrolisat kolagen terhap 147 atlet pria dan wanita selama 24 minggu. Setelah evaluasi dilaksanakan, mayoritas kelompok penerima kolagen menunjukkan penurunan nyeri persendian, secara signifikan kenyamanan sendi dan performa atletik juga mengalami peningkatan dibandingkan kelompok penerima plasebo (7).

 

Suplementasi kaldu tulang diketahui juga dapat meningkatkan jumlah kolagen dalam jaringan tubuh sehingga membantu melindungi sendi dari stres fisik yang berlebihan. Protein dalam kaldu tulang juga terbukti bermanfaat bagi mereka yang menderita rheumatoid arthritis, yakni penyakit autoimun kronis yang menyebabkan kerusakan yang menyakitkan pada tendon dan ligamen (8).

 

5. Membantu Metabolisme Tubuh

Asam amino yang ditemukan dalam kaldu tulang memiliki banyak peran metabolisme, termasuk membangun dan memperbaiki jaringan otot, mendukung kepadatan mineral tulang, meningkatkan penyerapan dan sintesis nutrisi, dan menjaga kesehatan otot dan jaringan ikat.

 

Asam amino glisin yang terdapat di dalam kaldu tulang juga membantu membentuk jaringan otot dengan mengubah glukosa menjadi energi yang digunakan dalam meningkatkan produksi dan metabolisme antioksidan dan asam amino tubuh yang berkaitan dengan kesehatan otot dan jaringan seperti glisin glutamin, dan arginin  (9).

 

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menyatakan bahwa glutathion, senyawa yang dapat diperolah dari kaldu tulang, berperan dalam mengatur ekspresi gen, sintesis DNA dan protein, proliferasi dan apoptosis (kematian) sel, transduksi sinyal, produksi sitokin sebagai penanda peradangan, dan menunjang berbagai respons imun yang dibutuhkan untuk melawan penyakit (10).

 

6. Meningkatkan Proses Detoksifikasi 

Kaldu tulang merupakan salah satu sumber makanan yang amat baik untuk tujuan detoksifikasi atau mengeluarkan segala racun dalam tubuh manusia. Terlebih saat ini paparan toxin dari pestisida maupun bahan buatan (artificial ingridients) tidak dapat terhindarkan. 

 

Kandungan potasium dan glisin dalam kaldu tulang sangat bermanfaat dalam menunjang fungsi hati dalam proses detoksifikasi. Selain itu glutathion dalam kaldu tulang juga merupakan superoksidan terbaik yang memiliki kemampuan dalam metabolisme komponen lemak jahat serta logam berat dalam tubuh manusia (11).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Kaldu tulang dapat diperoleh dengan merebus tulang atau sumsum dan jaringan ikat dari hewan ternak berikut ini:

Sapi

Kambing

Domba

Ayam

Ikan

 

 

Dosis Pemakaian

 

Rekomendasi dosis mengkonsumsi kaldu tulang adalah 1 cangkir (237 ml) kaldu tulang setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara maksimum. Kaldu tulang juga tersedia dalam bentuk bubuk yang dapat secara mudah direbus dengan berbagai macam sayuran dan daging untuk diolah menjadi makanan yang menyehatkan seperti sup. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Kaldu tulang amat baik dikonsumsi bersama dengan sumber makanan yang kaya akan protein seperti daging ternak, unggas maupun ikan. 

 

 

Efikasi 

 

Kaldu tulang sangat baik dikonsumsi dalam keadaan perut kosong di pagi hari. 

 

 

Kontraindikasi

 

Kaldu tulang aman dikonsumsi oleh siapa saja, bahkan baik dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil atau menyusui. Namun pengwasan tenaga medis tetap diperlukan untuk konsumsi kaldu tulang dalam jangka panjang. 

 

 

Efek Samping

 

Tulang merupakan bagian dalam tubuh yang menyimpan kandungan logam berat seperti timbal, serta tinggi kandungan kalsium dan magnesium. Kaldu tulang yang dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan zat tersebut dalam tubuh.

 

Mengonsumsi kaldu tulang yang direbus terlalu lama, beberapa kali per hari, juga dapat menyebabkan kadar logam berat timbal yang berlebihan.

 

Pada beberapa orang, kaldu tulang juga dapat menimbulkan reaksi alergi karena adanya kandungan glutamin dan histamin di dalamnya. Beberapa reaksi alergi yang dapat timbul antara lain kemerahan pada kulit, gatal, teraba kering, batuk ringan, dan ketidaknyamanan pada perut.

 

 

Referensi:

Axe, Josh. (2019). Bone broth benefits for digestion, arthritis and cellulite. Dr Axe. Diakses pada 26 Juni 2019.

McDonell, Kayla. (2017). Bone broth: How to make it and 6 reasons why you should. Healthline. Diakses pada 26 Juni 2019.

Tzemis, Peter. (2019). Bone broth. Health Trends. Diakses pada 26 Juni 2019.

Johnson, Jon. (2018). What are the benefits of bone broth?. Medical News Today. Diakses pada 26 Juni 2019.

Frasca G, Cardile V, Puglia C, Bonina C, Bonina F. Gelatin tannate reduces the proinflammatory effects of lipopolysaccharide in human intestinal epithelial cells. Clin Exp Gastroenterol. (2012). 

Rapin JR, Wiernsperger N. Possible links between intestinal permeability and food processing: A potential therapeutic niche for glutamine. Clinics (Sao Paulo). (2010).

Proksch E, Segger D, Degwert J, Schunck M, Zague V, Oesser S. Oral supplementation of specific collagen peptides has beneficial effects on human skin physiology: A double-blind, placebo-controlled study. Skin Pharmacol Physiol. (2014).

Kawai N, Sakai N, Okuro M, et al. The sleep-promoting and hypothermic effects of glycine are mediated by NMDA receptors in the suprachiasmatic nucleus. Neuropsychopharmacology. (2015).

Bannai M, Kawai N, Ono K, Nakahara K, Murakami N. The effects of glycine on subjective daytime performance in partially sleep-restricted healthy volunteers. Front Neurol. (2012). 

Yamadera W, Inagawa K, Chiba S, Bannai M, Takahashi M, Nakayama K. Glycine ingestion improves subjective sleep quality in human volunteers, correlating with polysomnographic changes. Sleep and Biological Rhythms. (2007).

Clark KL, Sebastianelli W, Flechsenhar KR, et al. 24-Week study on the use of collagen hydrolysate as a dietary supplement in athletes with activity-related joint pain. Curr Med Res Opin. (2008).

Trentham DE, Dynesius-Trentham RA, Orav EJ, et al. Effects of oral administration of type II collagen on rheumatoid arthritis. Science. (1993).

Ham DJ, Murphy KT, Chee A, Lynch GS, Koopman R. Glycine administration attenuates skeletal muscle wasting in a mouse model of cancer cachexia. Clin Nutr. (2014).

Wu G, Fang YZ, Yang S, Lupton JR, Turner ND. Glutathione metabolism and its implications for health. J Nutr. (2004).

Sears ME. Chelation: harnessing and enhancing heavy metal detoxification–a review. Scientific World Journal. (2013).

 


Tags: , ,