fbpx
LOGO

Manfaat Diet Paleo, Pola Makan Khas Manusia Goa

September 27, 2020
IMG

Diet paleo pada dasarnya adalah mengikuti cara makan orang-orang pada zaman Paleolitikum atau zaman batu. Manusia goa pada zaman tersebut dijadikan rujukan dalam diet ini karena cara makan mereka dianggap sesuai dengan rancangan tubuh manusia.

 

Idealnya, menu makanan ini terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, daging, kacang dan biji-bijian dan menghindari produk olahan.

 

Diet paleo dianggap dapat menghasilkan perbaikan dalam banyak aspek kesehatan, seperti peningkatan berat badan dan berkurangnya peradangan. 

 

 

Tipe Diet Paleo

 

Seperti jenis diet kebanyakan, diet paleo juga memiliki beberapa versi. Beberapa versi diet paleo yang umum yaitu:

 

Paleo diet standar: Versi ini mengikuti semua aturan diet paleo tradisional. Anda dilarang mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan olahan dan berfokus pada makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, daging, kacang-kacangan dan biji-bijian.

 

Diet paleo autoimun: Juga dikenal sebagai diet AIP (Autoimmune protocol). Variasi ini melibatkan membatasi makanan yang dapat memicu peradangan dan kemudian secara perlahan mengonsumsinya kembali untuk menentukan mana makanan yang dapat Anda toleransi. Diet ini paling cocok untuk mereka yang memiliki gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis atau lupus.

 

Diet paleo 80/20: Diet jenis ini cocok bagi Anda penyuka gandum. Diet 80/20 melibatkan mengikuti diet paleo ketat 80 persen dari waktu dan menikmati makanan non-Paleo favorit Anda selama 20 persen sisanya.

 

Diet pegan: Menggabungkan prinsip-prinsip diet vegan dan diet paleo, diet pegan berfokus pada makanan nabati dan tidak memasukkan produk hewani sama sekali. Diet ini mungkin sedikit kontroversial karena beberapa sumber mengklaim bahwa dimasukkannya produk hewani sangat penting untuk mencapai hasil saat melakukan diet Paleo.

 

Diet primal: Sama seperti diet paleo, diet primal mengikuti diet yang mirip dengan leluhur kita. Namun, pada diet primal, Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi susu mentah tinggi lemak dan konsumsi jenis kacang-kacangan dan produk kedelai fermentasi tertentu.

 

 

Melakukan Diet Paleo

 

Mencoba rencana makan paleo selama 30 hari dapat membantu Anda memutuskan apakah diet paleo tepat untuk Anda dan apakah itu dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda, termasuk penurunan berat badan dan peningkatan energi.

 

Jika diet Paleo biasa terasa terlalu ketat atau sulit diikuti, cobalah versi modifikasi.

 

Cari buah dan sayuran organik dan makanan yang tidak diproses dengan bahan tambahan minimal untuk mendapatkan kualitas terbaik. Praktisnya, pilihlah makanan utuh yang diproses seminimal mungkin. 

 

Makanlah saat merasa lapar, dan jangan mengkhawatirkan kalori atau nutrisi makro. Lakukan bersamaan dengan dengan gaya hidup sehat seperti berolahraga secara teratur, manajemen stres, terhidrasi dengan baik dan hindari kebiasaan tidak sehat untuk mendapatkan hasil maksimal.

 

Dibawah ini makanan yang harus dihindari saat menjalani diet paleo:

Legum (termasuk kacang dan kacang tanah)

Susu

Gula halus

Minyak nabati olahan

• Makanan olahan / junk food

Kentang putih

Sereal gandum

Minuman manis atau berkafein

 

Sementara itu, berikut ini makanan yang paling baik saat menjalani diet paleo:

Daging rendah lemak (sapi, domba, kambing, dll) yang diberi pakan rumput atau mencari makan sendiri.

Makanan laut yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti salmon, trout, mackerel, haddock, dll.

Unggas, seperti ayam kampung, kalkun, bebek, dll.

Buah dan sayur

Telur

Kacang dan biji-bijian yang bebas dari pestisida dan fungisida.

Minyak nabati, seperti minyak zaitun, kelapa, biji rami, kenari dan alpukat

Bumbu: kunyit, jintan, bubuk bawang putih, kemangi, oregano, rosemary, dll.

 

 

 

Manfaat Diet Paleo

 

1. Membantu menurunkan berat badan

Meskipun hasilnya dapat berbeda, diet paleo dapat menyebabkan sejumlah besar penurunan berat badan bagi banyak orang. Menukar makanan olahan dan gula halus dengan protein kaya nutrisi dan lemak sehat dapat mengurangi kalori dan membantu menurunkan berat badan.

 

Hal ini dikarenakan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi serat membutuhkan proses yang lama untuk dicerna, bersama dengan lemak dan protein yang sehat, sehingga meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.

 

2. Protein tinggi

Protein adalah salah satu bahan pokok dari rencana diet paleo. Protein sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan berperan penting dalam regenerasi sel-sel jaringan, menjaga gula darah normal, mengangkut oksigen, menyembuhkan luka, dan membangun massa otot.

 

Kekurangan protein dapat menyebabkan sejumlah efek samping negatif, termasuk tingkat energi yang rendah, penurunan kekebalan, konsentrasi yang buruk, dan penyembuhan luka yang lambat.

 

3. Mengurangi peradangan

Peradangan adalah respon kekebalan tubuh terhadap benda asing yang masuk, seperti virus atau bakteri. Tetapi, peradangan yang berkepanjangan atau kronis dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, termasuk kondisi kronis seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes.

 

Menu pada diet paleo mendorong untuk mengonsumsi banyak makanan anti-inflamasi dan kaya antioksidan, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Mengurangi peradangan juga dapat bermanfaat dalam mengurangi kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus atau kolitis ulserativa.

 

4. Membantu mempertahankan gula darah normal

Diet paleo membatasi banyak jenis karbohidrat, seperti biji-bijian olahan. Ini dapat berdampak positif terhadap kadar gula darah Anda. Diet ini juga menekankan nutrisi seperti lemak dan protein, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition membandingkan manfaat mengikuti diet paleo dengan diet yang direkomendasikan oleh American Diabetes Association pada 24 peserta dengan diabetes.

 

Setelah dua minggu, para peneliti menemukan bahwa diet paleo menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan sensitivitas insulin yang lebih besar daripada diet diabetes konvensional.

 

5. Menjaga kesehatan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diet paleo dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung.

 

Dalam sebuah penelitian di Swedia, menjalani diet paleo hanya selama lima minggu dapat menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol yang signifikan pada wanita pascamenopause.

 

Studi lain menunjukkan bahwa diet paleo efektif meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan membantu mencegah aterosklerosis.

 

 

Kontroversi Diet Paleo

 

Meski diklaim memiliki banyak manfaat, diet paleo menjadi kontroversi karena diet jenis ini membatasi konsumsi terhadap makanan yang mengandung banyak nutrisi, seperti susu dan legum. Selain itu, diet paleo menekankan konsumsi daging yang tidak cocok untuk semua orang.

 

Sedangkan konsumsi daging yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dan kanker kolorektal.

 

Diet paleo juga memperbolehkan konsumsi makanan yang tidak sehat. Daging babi, misalnya, membawa risiko parasit lebih tinggi, sementara udang berisiko tinggi terpapar bahan kimia dan zat yang tidak sehat.

 

 

Referensi:

Link R. (2019). The paleo diet beginner’s guide, including best vs. worst foods. Dr Axe. Diakses pada 20 Agustus 2019.

Gunnars K. (2018). The paleo diet — a beginner’s guide plus meal plan. Healthline. Diakses pada 20 Agustus 2019.