fbpx
LOGO

Manfaat DMAE Sebagai Nootropik

September 29, 2020
IMG

DMAE (dimethylaminoethanol, deanol, deaner) adalah sebuah amina yang di produksi secara alami dalam jumlah kecil di otak dan juga ditemukan dalam ikan laut seperti ikan teri dan sarden. DMAE diklaim sebagai prekursor untuk asetilkolin.

 

Tapi, banyak penelitian menemukan hal yang berbeda. DMAE diketahui mencegah metabolisme kolin oleh sel tubuh dan meningkatkan prioritas kadar kolin pada otak.

 

DMAE merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, ikan sarden mengandung DMAE yang mampu meningkatkan fokus dan mencegah penurunan kognitif di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapat melalui suplementasi DMAE, tanpa perlu mengonsumsi ikan sarden.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, DMAE membantu meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan memori, serta memperbaiki suasana hati.

 

Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa suplementasi DMAE dengan dosis tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif, kehilangan fokus, penurunan motivasi, dan gejala depresi.

 

 

Manfaat Nootropik DMAE

 

1. Melindungi dari kerusakan saraf

DMAE merupakan neuroprotektan yang membantu menghilangkan lipofuscin dan radikal bebas dari sel-sel otak.

 

Lipofuscin adalah limbah yang menumpuk dalam sel otak seiring bertambahnya usia. Senyawa ini adalah produk limbah yang sama yang menyebabkan bintik-bintik coklat pada kulit. Lipofuscin bersembunyi dalam sel-sel di seluruh tubuh termasuk otak, mata, hati, ginjal, jantung, adrenal, dan sel saraf (neuron).

 

Beberapa pengguna melaporkan konsumsi DMAE membuat penglihatan mereka lebih baik. Hal ini berasal dari kemampuan DMAE untuk membantu menghilangkan lipofuscin pada area mata. Hal ini juga terlihat pada hasil uji coba pada hewan (1).

 

2. Meningkatkan perhatian dan suasana hati

Beberapa pengguna DMAE melaporkan manfaat suplementasi untuk meningkatkan kewaspadaan, perhatian, suasana hati, dan energi serta mengurangi depresi.

 

Dalam sebuah penelitian, partisipan yang memakai DMAE selama 3 bulan mengalami perkembangan gelombang otak theta dan alpha yang lebih sedikit. Penurunan gelombang otak theta dan alpha dikaitkan dengan peningkatan kewaspadaan dan perhatian.

 

Subjek yang menggunakan DMAE juga lebih aktif dan merasa lebih baik. Para peneliti menyimpulkan bahwa DMAE dapat menginduksi perasaan sejahtera yang lebih baik (2).

 

3. Membantu mengobati ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder adalah sebuah kondisi pemusatan fokus dan perhatian, termasuk gangguan hiperaktifitas impulsif yang dapat menetap hingga dewasa. 

 

Penelitian yang melibatkan 74 anak ADHD menunjukkan bahwa pemberian DMAE selama 3 bulan efektif meningkatkan skor tes reaksi dan psikometri, diikuti dengan pemberian ritalin kemudian plasebo (3).

 

Penelitian lain juga menemukan hasil yang serupa. DMAE meningkatkan perilaku pada 2/3 partisipan laki-laki dan 3/4 perempuan dengan ADHD. DMAE menghasilkan rentang perhatian lebih baik, pengurangan agresi dan hiperaktif, peningkatan kemampuan skolastik, dan dalam beberapa kasus dapat meningkatkan skor IQ (4).

 

Dapat disimpulkan bahwa DMAE dapat menjadi alternatif alami dari ritalin atau adderal sebagai obat konvensional bagi penderita ADHD.

 

4. Mencegah penurunan fungsi kognitif

DMAE telah digunakan untuk mengatasi masalah penurunan kognitif. Beberapa penelitian menemukan bahwa sifat antioksidan DMAE berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan DNA, mengganggu metabolisme sel, dan menginduksi kematian sel-sel otak (5, 6).

 

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa antioksidan pada DMAE mampu mencegah peningkatan risiko penyakit Alzhaimer (7, 8).

 

Di sisi lain, suplementasi DMAE dapat menyebabkan lucid dream. Pada kondisi ini individu secara sadar dapat berpartisipasi aktif untuk mengubah pengalaman imajinasi dalam dunia mimpinya (9).

 

 

 

Sumber Makanan

 

DMAE banyak terdapat dalam makanan laut seperti ikan teri dan sarden.

 

 

Dosis

 

Dosis DMAE yang disarankan adalah 100 – 200 mg per hari, dan  disarankan mengonsumsinya sebelum atau bersama dengan sarapan.

 

Pada awal konsumsi DMAE, mulailah perlahan dengan dosis rendah sebesar 50 mg.

 

 

Interaksi Sinergi

 

DMAE dapat dikombinasikan dengan kolin. Mengombinasikan DMAE dan sumber kolin yang baik dapat membantu mengoptimalkan otak sepenuhnya. 

 

 

Defisiensi 

 

Penurunan DMAE biasanya terjadi pada lansia. Kadar DMAE yang rendah dapat menyebabkan berbagai penyakit neurodegeneratif dan gejala depresi.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi DMAE dalam dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan:

Insomnia

Sakit kepala

Otot tegang

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil

Epilepsi

Gangguan bipolar

 

 

Referensi:

Tomen D. (2016). Dmae. Nootropics Expert. Diakses pada 10 September 2019.

Dylewski DP, Nandy S, Nandy K. Effects of centrophenoxine on lipofuscin in the retinal pigment epithelium of old mice. Neurobiol Aging. (1983).

Dimpfel W, Wedekind W, Keplinger I. Efficacy of dimethylaminoethanol (DMAE) containing vitamin-mineral drug combination on EEG patterns in the presence of different emotional states. Eur J Med Res. (2003). 

Lewis JA, Young R. Deanol and methylphenidate in minimal brain dysfunction. Clin Pharmacol Ther. (1975).

Pfeiffer CC, Jenney EH. Stimulant effect of 2-dimethylaminoethanol—possible precursor of brain acetylcholine. Science. (1957).

Siesjö BK, Agardh CD, Bengtsson F. Free radicals and brain damage. Cerebrovasc Brain Metab Rev. (1989).

Malanga G, Aguiar MB, Martinez HD, Puntarulo S. New insights on dimethylaminoethanol (DMAE) features as a free radical scavenger. Drug Metab Lett. (2012). 

Nagy I, Nagy K. On the role of cross-linking of cellular proteins in aging. Mech Ageing Dev. (1980). 

Nagy I, Floyd RA. Electron spin resonance spectroscopic demonstration of the hydroxyl free radical scavenger properties of dimethylaminoethanol in spin trapping experiments confirming the molecular basis for the biological effects of centrophenoxine. Arch Gerontol Geriatr. (1984). 

Sergio W. Use of DMAE (2-dimethylaminoethanol) in the induction of lucid dreams. Med Hypotheses. (1988).


Tags: , , ,