fbpx
LOGO

Mengenal Epigallocatechin gallate (EGCG), Katekin Teh Hijau yang Kaya Manfaat

August 5, 2020
IMG

Epigallocatechin gallate (EGCG) adalah senyawa katekin yang umumnya ditemukan pada teh hijau (Camellia sinensis). Senyawa ini bertindak sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan stres oksidatif.

 

EGCG juga bersifat kardioprotektif, neuroprotektif, anti-obesitas, anti-karsinogenik, anti-diabetes, anti-artherogenik, pelindung hati dan bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah. 

 

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa katekin seperti EGCG dapat mengurangi peradangan dan mencegah kondisi kronis tertentu, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker (1, 2).

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa EGCG dalam teh hijau dapat mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan faktor risiko utama penyakit jantung, seperti mengurangi tekanan darah, kolesterol, dan akumulasi plak dalam pembuluh darah (3, 4).

 

Dalam sebuah penelitian 8 minggu pada 33 orang, partisipan yang mengonsumsi 250 mg ekstrak teh hijau yang mengandung EGCG setiap hari menghasilkan penurunan 4,5% kolesterol jahat (LDL) (5).

 

Pemberian EGCG dengan dosis 400 mg atau 800 mg setiap hari selama 2 bulan juga terbukti mampu menurunkan kolesterol LDL pada wanita pasca-menopause. Selain itu, pada penelitian ini tidak ditemukan pengaruh pada hormonal (6).

 

2. Melindungi dari Kanker

Katein EGCG diketahui sebagai antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Hal ini menjadikan teh hijau sebagai pilihan yang tepat untuk mengurangi risiko kanker.

 

Sebuah meta-analisis dari beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang rutin minum teh hijau memiliki risiko 20-30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan yang tidak (7). Selain bermanfaat bagi wanita, teh hijau juga bermanfaat bagi pria untuk melindungi dari kanker prostat (8).

 

Sebuah analisis dari 29 penelitian juga menunjukkan bahwa partisipan yang minum teh hijau memiliki kemungkinan hingga 42% lebih rendah terkena kanker kolorektal (9).

 

3. Membantu Meningkatkan Fungsi Otak

Beberapa penelitian awal menyebutkan bahwa EGCG pada teh hijau berperan dalam meningkatkan fungsi sel neurologis dan mencegah penyakit degeneratif otak. Dalam beberapa penelitian, pemberian injeksi EGCG secara signifikan menurunkan peradangan serta membantu pemulihan dan regenerasi sel-sel saraf pada tikus yang mengalami cedera sumsum tulang belakang (10, 11).

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa katekin pada teh hijau memiliki berbagai efek perlindungan pada neuron serta berpotensi menurunkan risiko Alzheimer dan Parkinson (12, 13, 14, 15).

 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Epigallocatechin gallate (EGCG) dapat ditemukan di dalam:

• Apel

• Alpukat

• Pir

• Strawberry

• Pir

• Kiwi

• Ceri

• Teh hijau

Teh hitam

• Teh oolong

• Teh putih

• Kacang hazel

• Kacang pecan

• Kacang pistachio

 

 

Dosis Pemakaian

 

Satu cangkir (250 ml) teh hijau yang diseduh biasanya mengandung sekitar 50-100 mg EGCG. Adapun asupan harian ekstrak EGCG maksimal 800 mg per hari.

 

• Untuk membakar lemak: Konsumsi EGCG dosis tinggi, sekitar 400-500 mg EGCG setara per hari (kebanyakan suplemen ekstrak teh hijau kira-kira 50% EGCG).

 

• Untuk mencegah kanker: Dosis sekitar 200mg atau lebih tinggi dengan frekuensi lebih banyak, yaitu lebih dari 3 kali sehari. Akan lebih baik untuk mengkonsumsi semua katekin (sebagai ekstrak teh hijau) daripada EGCG yang terisolasi.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Katekin EGCG dapat bersinergi dengan:

Quercetin: Untuk meningkatkan bioavailabilitas, dan mencegah kanker paru-paru dan ginjal.

 

• Minyak Ikan: Untuk meningkatkan ketersediaan hayati dan mengurangi penumpukan pigmentasi beta-amiloid di otak.

 

Kurkumin: Untuk melindungi dari tumor kolon.

 

• Vitamin C: Sebagai antioksidan umum.

 

• Butylated Hydroxyanisole: Meningkatkan sifat anti-mikroba pada teh hijau.

 

Kafein dan Efedrin: Meningkatkan potensi pembakaran lemak.

 

• Capsicum vanilloids: Sangat sinergis untuk beberapa efek anti-kanker.

 

L-theanine: Membantu mengurangi penurunan kognitif.

 

• Metabolit CoQ10 dan CoQ9: untuk meningkatkan potensi anti-oksidasi.

 

• Inositol hexaphosphate: mencegah tumor usus besar.

 

 

Efek Samping

 

• Gagal hati dan ginjal

• Pusing

• Gula darah rendah

• Anemia

• Mual

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

 

Orang dengan riwayat kesehatan atau sedang mengonsumsi obat lain: Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Green tea catechins. Examine. Diakses pada 22 Juli 2019.

Hill, Ansley. (2019). Egcg (epigallocatechin gallate): Benefits, dosage, and safety. Healthline. Diakses pada 22 Juli 2019. 

Gunnars, Kris. (2018). 10 proven benefits of green tea. Healthline. Diakses pada 22 Juli 2019. 

Kim HS, Quon MJ, Kim JA. New insights into the mechanisms of polyphenols beyond antioxidant properties; lessons from the green tea polyphenol, epigallocatechin 3-gallate. Redox Biol. (2014). 

Pandey KB, Rizvi SI. Plant polyphenols as dietary antioxidants in human health and disease. Oxid Med Cell Longev. (2009).

Bhardwaj P, Khanna D. Green tea catechins: Defensive role in cardiovascular disorders. Chin J Nat Med. (2013). 

Eng QY, Thanikachalam PV, Ramamurthy S. Molecular understanding of Epigallocatechin gallate (EGCG) in cardiovascular and metabolic diseases. J Ethnopharmacol. (2018). 

Batista Gde A, Cunha CL, Scartezini M, von der Heyde R, Bitencourt MG, Melo SF. Prospective double-blind crossover study of Camellia sinensis (green tea) in dyslipidemias. Arq Bras Cardiol. (2009). 

Wu AH, Spicer D, Stanczyk FZ, Tseng CC, Yang CS, Pike MC. Effect of 2-month controlled green tea intervention on lipoprotein cholesterol, glucose, and hormone levels in healthy postmenopausal women. Cancer Prev Res (Phila). (2012). 

Ogunleye AA, Xue F, Michels KB. Green tea consumption and breast cancer risk or recurrence: A meta-analysis. Breast Cancer Res Treat. (2010). 

Kurahashi N, Sasazuki S, Iwasaki M, Inoue M, Tsugane S; JPHC Study Group. Green tea consumption and prostate cancer risk in Japanese men: A prospective study. Am J Epidemiol. (2008).

Chen Y, Wu Y, Du M, et al. An inverse association between tea consumption and colorectal cancer risk. Oncotarget. (2017). 

Machova Urdzikova L, Ruzicka J, Karova K, et al. A green tea polyphenol epigallocatechin-3-gallate enhances neuroregeneration after spinal cord injury by altering levels of inflammatory cytokines. Neuropharmacology. (2017). 

Renno WM, Al-Khaledi G, Mousa A, Karam SM, Abul H, Asfar S. (-)-Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) modulates neurological function when intravenously infused in acute and, chronically injured spinal cord of adult rats. Neuropharmacology. (2014). 

Pervin M, Unno K, Ohishi T, Tanabe H, Miyoshi N, Nakamura Y. Beneficial effects of green tea catechins on neurodegenerative diseases. Molecules. (2018). 

Weinreb O, Mandel S, Amit T, Youdim MB. Neurological mechanisms of green tea polyphenols in Alzheimer’s and Parkinson’s diseases. J Nutr Biochem. (2004). 

Mandel SA, Amit T, Weinreb O, Reznichenko L, Youdim MB. Simultaneous manipulation of multiple brain targets by green tea catechins: a potential neuroprotective strategy for Alzheimer and Parkinson diseases. CNS Neurosci Ther. (2008). 

Caruana M, Vassallo N. Tea polyphenols in parkinson’s disease. Adv Exp Med Biol. (2015). 


Tags: , , , , , ,