fbpx
LOGO

Manfaat Fenilalanin Sebagai Nootropik

September 15, 2020
IMG

Fenilalanin atau Phenylalanine adalah asam amino esensial yang di dapat dari sumber makanan atau suplemen. Asam amino ini dapat dengan mudah melintasi sawar darah-otak.

 

Ketika masuk ke dalam tubuh, enzim Phenylalanine hydroxylase mengubah Fenilalanin di hati menjadi asam amino L-Tyrosine. Tirosin berperan dalam membantu pembentukan dan pemanfaatan neurotransmiter dopamin, epinefrin, norepinefrin, dan melatonin.

 

Fenilalanin merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, keju mengandung fenilalanin yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognisi di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi NAC, tanpa mengonsumsi yogurt. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, fenilalanin membantu melawan rasa sakit kronis, meningkatkan suasana hati dan meningkatkan energi. Ini juga membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus dan meningkatkan motivasi. Versi sitesis fenilalanin, DL-Phenylalanine, digunakan untuk membantu memerangi ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder) dan Parkinson.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan neurotransmitter otak

Fenilalanin terlibat dalam pengaturan produksi hormon dopamin, norepinefrin, dan epinefrin. Ketiga neurotransmitter itu disebut dengan katekolamin. Peningkatan kadar dopamin menyebabkan peningkatan konsentrasi dan membantu tetap produktif sepanjang hari.

 

Kekurangan hormon epinefrin juga berkaitan dengan penurunan kognisi. Adapun terlalu banyak kadar norepinefrin di otak dapat mengurangi perhatian, kecemasan pemrosesan memori, dan fungsi eksekutif seperti menetapkan, merencanakan, dan menyelesaikan tujuan yang telah dibuat (1).

 

2. Sebagai agen antidepresan

L-Phenylalanine diubah menjadi L-Tyrosine yang pada gilirannya diubah menjadi L-DOPA di otak. L-DOPA kemudian digunakan untuk membuat neurotransmitter dopamin terasa enak. Ini menandakan kekurangan fenilalanin akan mengakibatkan depresi. 

 

Pemberian fenilalanin dapat menurunkan gejala depresi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arzneimittel-Forschung mengamati penggunaan DL-Phenylalanine pada sekelompok kecil pasien yang gagal menanggapi antidepresan populer seperti MAOIs. 

 

Pembarian 50 atau 100 mg Fenilalanin setiap hari selama 15 hari terbukti mampu meningkatkan suasana hati pada 17 pasien dalam 13 hari dari uji coba 15 hari (2).

 

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Neural Transmission juga menunjukkan temuan yang sama, dimana fenilalanin mampu menyembuhkan depresi dengan meningkatkan suasana hati. Hal ini menunjukkan bahwa fenilalanin memiliki sifat antidepresan yang cukup besar dan efektif untuk sebagian besar orang yang menderita depresi (3).

 

3. Membantu mengobati ADHD

Fenilalanin diklaim mampu mengatasi gejala ADHD (Attention deficit hiperactivity disorder). Beberapa penelitian menunjukkan efektivitasnya, tetapi penelitian yang lain tidak menunjukkan hasil yang sama.

 

Dalam studi crossover double-blind, 19 partisipan dengan ADD (Attention deficit disorder) diberikan DL-Phenylalanine atau plasebo selama 2 minggu. 13 partisipan ADD mengalami peningkatan yang signifikan dalam suasana hati dan gejala ADD dibandingkan dengan penggunaan plasebo. 

 

Tetapi partisipan yang menanggapi DL-Phenylalanine kehilangan semua manfaat positifnya dalam waktu 3 bulan. Hal yang menarik bahwa penelitian selanjutnya dengan partisipan ADHD yang menggunakan L-Phenylalanine (bukan DL-Phenylalanine) tidak menghasilkan manfaat klinis (4).

 

Studi lain dari tahun 1987 melibatkan 11 anak laki-laki hiperaktif. Setelah perawatan dengan  D-Phenylalanine selama 2 minggu, tidak terlihat peningkatan atau penurunan perilaku yang signifikan (5).

 

Terdapat kesimpulan bahwa ada beberapa jenis ADD dan ADHD yang berbeda, dan gejalanya disebabkan oleh kegagalan fungsi di berbagai bagian otak tergantung pada jenis ADHD.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Fenilalanin juga bisa didapat dari sumber hayati, seperti:

Kedelai

Keju

Kacang-kacangan

Biji-bijian

Daging sapi/domba

Daging ayam

Ikan

Telur

Susu

Gandum utuh

 

 

Dosis

 

Dosis fenilalanin adalah 500 mg hingga 3 kali sehari, diminum setidaknya satu jam sebelum makan. L-Phenylalanine bekerja paling baik saat perut kosong.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Fenilalanin dapat dikombinasi dengan:

 

Obat-obatan ADHD/ADD (Ritalin, Adderall): Membantu meningkatkan penyerapan dopamin di otak.

 

Vitamin B6 dan Vitamin C: Untuk lebih memaksimalkan penyerapan, dan memberikan tubuh Anda apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan neurotransmitter dopamin, norepinefrin, dan epinefrin.

 

L-Tyrosine: Untuk mensintesis CoQ10 yang dibutuhkan untuk bahan bakar mitokondria otak.

 

 

Efek Samping

 

Migrain

Kecemasan

Kegelisahan

Palpitasi jantung

Tekanan darah tinggi

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Penderita Phenylketonuria (PKU)

Hipertiroid

Skizofrenia

 

 

Referensi:

Tomen, David. (2017). Phenylalanine. Nootropics Expert. Diakses pada 18 September 2019.

WebMD. (2018). Phenylalanine. WebMD. Diakses pada 18 September 2019.

Tavernier G, et al. Norepinephrine induces lipolysis in β1/β2/β3-adrenoceptor knockout mice. Molecular Pharmacology. (2005).

Fischer E, Heller B, Nachon M, Spatz H. Therapy of depression by phenylalanine, preliminary note. Arzneimittelforschung. (1975).

Beckmann H, Strauss MA, Ludolph E. Dl-phenylalanine in depressed patients: An open study. J Neural Transm. (1977). 

Wood DR, Reimherr FW, Wender PH. Treatment of attention deficit disorder with DL-phenylalanine. Psychiatry Res. (1985).

Zametkin AJ, Karoum F, Rapoport JL. Treatment of hyperactive children with D-phenylalanine. Am J Psychiatry. (1987).


Tags: