fbpx
LOGO

Manfaat Fosfatidilserin (PS) Sebagai Nootropik

September 25, 2020
IMG

Fosfatidilserin (PS) adalah komponen fosfolipid dari membran yang membungkus setiap sel otak. Fosfatidilserin membantu menjaga fluiditas dan permeabilitas sel-sel otak, mengizinkan transfer protein, enzim, nutrisi, oksigen dan glukosa secara efisien ke dalam dan keluar dari setiap sel.

 

Fosfatidilserin terlibat dalam pembentukan dan pengiriman sinyal dalam neuron, serta pensinyalan kimiawi yang terjadi dengan melintasi sinapsis saraf, juga terlibat dalam membangun mitokondria, yang merupakan pusat energi dari setiap sel otak.

 

Fosfatidilserin merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, fosfatidilserin yang terkandung di dalam hati sapi menyebabkan suasana hati yang lebih baik dan mampu meningkatkan memori otak di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik, hal ini bisa didapat melalui suplementasi fosfatidilserin, tanpa mengonsumsi hati sapi. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Fosfatidilserin mempromosikan faktor pertumbuhan saraf yang sehat (NGF), dan mendukung neurogenesis yang diperlukan untuk pembentukan memori jangka panjang. Fosfatidilserin (PS) bisa dibilang salah satu nootropik paling efektif hingga saat ini. 

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga dan meningkatkan daya ingat

Fosfatidilserin adalah salah satu penguat memori paling efektif yang dikenal. Fosfatidilserin bekerja dengan merangsang bahan kimia otak yang meningkatkan pensinyalan saraf untuk berpikir cepat dan jernih.

 

Suplementasi fosfatidilserin telah terbukti dapat memperlambat, menghentikan, dan bahkan membalikkan perkembangan penurunan kognitif terkait usia. Bahkan fosfatidilserin berpotensi mengatasi kehilangan memori di kemudian hari (1).

 

Suplementasi 100 mg fosfatidilserin 3 kali per hari mampu meningkatkan memori dan kognisi dalam 6 minggu pertama penggunaan. Efek ini meningkat hingga akhir penelitian, yakni 12 minggu (2).

 

Pemberian 100 mg Fosfatidilserin selama 12 minggu juga berpotensi mengatasi gejala awal penyakit Alzheimer (3).

 

2. Menjaga kesehatan otak

Fosfatidilserin bekerja bersama dengan DHA (Omega-3) untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan, dan meningkatkan kelangsungan hidup neuron. Otak sebagian besar terdiri dari DHA, dan kekurangan zat ini akan menyebabkan gangguan kognitif dan penyakit neurogeneratif seperti penyakit Alzheimer.

 

Sebuah penelitian menemukan kadar DHA fosfatidilserin pada pasien Alzheimer dan gangguan kognitif ringan 12-14% lebih rendah daripada otak yang sehat. Peneliti menyimpulkan bahwa Alzheimer dipicu oleh rendahnya DHA dan fosfatidilserin di dalam otak (4).

 

 

 

3. Mengurangi stres

Penelitian menunjukkan bahwa fosfatidilserin menumpulkan pelepasan kortisol sebagai respons terhadap stres olahraga dan meningkatkan mood. Dalam studi ini, para peneliti di University of Wales Swansea memberi orang dewasa muda 300 mg fosfatidilserin setiap hari selama sebulan.

 

Setelah suplementasi, partisipan merasa stres lebih rendah setelah melakukan tugas aritmatika yang penuh tekanan, serta suasana hati yang lebih baik. Para peneliti menyimpulkan bahwa suplementasi fosfatidilserin meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres bahkan pada orang muda yang sehat (5).

 

4. Meningkatkan fungsi kognitif

Fosfatidilserin telah terbukti mengurangi stres dan meningkatkan kinerja pada pelari, pengendara sepeda dan pemain golf. Fosfatidilserin juga meningkatkan kinerja atletik.

 

Dalam sebuah penelitian double-blind, terkontrol plasebo, suplementasi fosfatidilserin selama 14 hari meningkatkan fungsi kognitif sebelum berolahraga, serta mencegah suasana hati dan hormon dari pengaruh negatif sebelum dan sesudah latihan resistensi pada atlet (6).

 

5. Mengurangi gejala ADHD (Attention deficit hiperactivity disorder)

Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan pemberian 200 mg fosfatidilserin selama 2 bulan terbukti mampu mengurangi gejala ADHD, termasuk kurangnya perhatian, masalah memori jangka pendek, dan impulsif pada anak dengan ADHD (9).

 

Kombinasi omega-3 dengan fosfatidilserin juga mampu mengurangi gejala ADHD pada anak-anak, dan sangat efektif dalam subkelompok anak-anak ADHD hiperaktif-impulsif, emosional, dan tidak teratur (10).

 

 

Sumber Makanan

 

Selain dalam bentuk suplemen, fosfatidilserin juga dapat ditemukan secara alami pada daging organ seperti hati ayam dan otak sapi.

 

 

Dosis

 

Suplemen fosfatidilserin tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Adapun dosis fosfatidilserin (PS) yang disarankan adalah 100 mg 3 kali sehari.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi fosfatidilserin dapat menyebabkan efek samping ringan seperti insomnia dan sakit perut.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui tidak disarankan mengonsumsi suplemen fosfatidilserin.

 

Anda juga disarankan berhati-hati mengombinasikan fosfatidilserin dengan:

Obat antikolinergik

Obat-obatan untuk penghambat penyakit Alzheimer (Acetylcholinesterase (AChE))

Berbagai obat yang digunakan untuk glaukoma, penyakit Alzheimer, dan kondisi lainnya (obat kolinergik)

 

 

Referensi

Tomen D. (2018). Fosfatidilserin (ps). Nootropics Expert. Diakses pada 19 September 2019.

WebMD. (2018). Fosfatidilserin. WebMD. Diakses pada 19 September 2019.

Crook TH, Tinklenberg J, Yesavage J, Petrie W, Nunzi MG, Massari DC. Effects of phosphatidylserine in age-associated memory impairment. Neurology. (1991). 

Schreiber S, Kampf-Sherf O, Gorfine M, Kelly D, Oppenheim Y, Lerer B. An open trial of plant-source derived phosphatydilserine for treatment of age-related cognitive decline. Isr J Psychiatry Relat Sci. (2000). 

Crook T, Petrie W, Wells C, Massari DC. Effects of phosphatidylserine in Alzheimer’s disease. Psychopharmacol Bull. (1992). 

Cunnane SC, Schneider JA, et al. Plasma and brain fatty acid profiles in mild cognitive impairment and Alzheimer’s disease. J Alzheimers Dis. (2012). 

Benton D, Donohoe RT, Sillance B, Nabb S. The influence of phosphatidylserine supplementation on mood and heart rate when faced with an acute stressor. Nutr Neurosci. (2001).

Parker AG, Gordon J, et al. The effects of IQPLUS Focus on cognitive function, mood and endocrine response before and following acute exercise. J Int Soc Sports Nutr. (2011).

Hirayama S, Terasawa K, et al. The effect of phosphatidylserine administration on memory and symptoms of attention-deficit hyperactivity disorder: A randomised, double-blind, placebo-controlled clinical trial. J Hum Nutr Diet. (2014). 

Manor I, Magen A, et al. The effect of phosphatidylserine containing Omega3 fatty-acids on attention-deficit hyperactivity disorder symptoms in children: A double-blind placebo-controlled trial, followed by an open-label extension. Eur Psychiatry. (2012).


Tags: , , ,