fbpx
LOGO

Manfaat Kopi Kunyit dan Resep Hidangan Kunyit yang Lezat

August 27, 2020
IMG

Kunyit atau kunir (Curcuma longa) merupakan salah satu rempah yang berasal dari daerah Asia Tenggara. Secara historis, pengobatan dengan kunyit sudah dilakukan sejak 4.500 tahun yang lalu. Bahkan, analisis pot yang ditemukan di dekat New Delhi menemukan residu kunyit, jahe, dan bawang putih yang berasal dari 2500 SM. 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, kunyit kembali populer digunakan sebagai pengobatan alami. Sebelumnya, kunyit memang sudah umum ditambahkan dalam jus, smoothie, atau susu.

 

Kini, menambahkan kunyit ke dalam secangkir kopi menjadi sebuah tren baru di Amerika Serikat. Starbuscks bahkan memperkenalkan latte kunyit, dan Dr OZ menyajikan manfaat kunyit di acara TV-nya. 

 

Kunyit mengandung berbagai senyawa aktif, salah satunya yang populer adalah kurkumin. Kurkumin kaya akan sifat anti-inflamasi dan antioksidan, sehingga memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mencegah kanker, mengobati radang sendi, serta meningkatkan fungsi otak dan kognitif (termasuk mencegah Alzheimer).

 

Hingga saat ini, ada lebih dari 13.500 artikel peer-review yang diterbitkan yang membuktikan manfaat kunyit (1, 2, 3). 

 

Menambahkan kunyit ke dalam kopi akan menambahkan sifat-sifat bermanfaat yang terkandung didalamnya, termasuk antioksidan, anti-inflamasi, anti-bakteri, dan anti-virus. The Arthritis Foundation menyarankan menambahkan 0,5 gram hingga 1 gram bubuk akar kunyit tiga kali sehari untuk mengurangi peradangan yang terkait dengan arthritis (4).

 

Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kunyit akan bekerja lebih baik jika dikombinasikan dengan lada hitam. Kombinasi kunyit dengan piperine pada lada hitam dapat meningkatkan efektifitas kurkumin. Namun kombinasi tersebut tetap harus diperhatikan karena piperine mampu meningkatkan permeabilitas usus yang cukup tinggi (5).

 

 

 

 

Resep Hidangan Kunyit yang Lezat dan Menyehatkan

 

Terlepas dari tren kopi kunyit atau menambahkan kunyit ke dalam hidangan lainnya, Anda dapat merasakan manfaatnya secara maksimal melalui suplementasi ekstrak kunyit. Ekstrasi kurkumin dan curcuminoids yang ditemukan dalam kunyit memiliki potensi kesehatan yang jauh lebih tinggi dan memiliki ketersediaan hayati yang lebih baik daripada kunyit itu sendiri. 

 

Tetapi jika Anda menginginkan resep kunyit yang bagus, kami sarankan beberapa resep terbaik berikut ini:

 

 

Latte Kopi Kunyit

 

Bahan-bahan:

Satu bungkus kopi instan

200 ml santan

1 sendok makan kunyit bubuk

Gula atau madu

Sejumput lada hitam

1 sendok teh kayu manis

 

Cara membuat:

1. Rebus santan dengan api kecil dan jangan sampai mendidih

2. Masukkan bahan-bahan yang tersisa., dan aduk hingga tercampur rata.

3. Sajikan hangat atau dingin. 

 

 

Teh Kunyit

 

Bahan-bahan:

1 sendok makan kunyit

Gula atau madu secukupnya

Sejumput lada hitam

1 sendok makan Jahe

500ml air

 

Cara membuat:

1. Rebus air, dan masukkan bahan-bahan yang tersisa.

2. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.

3. Sajikan hangat atau dingin.

 

 

Kunyit Lemonade

 

Bahan-bahan:

• ¼ sendok teh kunyit bubuk

¼ sendok the jahe

Air perasan jeruk nipis atau lemon

 

Cara membuat:

1. Larutkan bubuk kunyit dan jahe dalam satu gelas air panas.

2. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.

3. Biarkan dingin sebentar, lalu tambahkan perasan lemon

4. Sajikan hangat atau dingin.

 

 

Referensi:

Farrel K. (2018). What you need to know about the paleo turmeric coffee trend. 10Best. Diakses pada 09 Agustus 2019.

Marko K. (2019). Add these 3 things to your coffee to fight inflammation. The Alternative Daily. Diakses pada 09 Agustus 2019.

Dr. Oz. (2018). Tasty turmeric recipes. Doctor Oz. Diakses pada 09 Agustus 2019.

Patel K. (2015). Curcumin. Examine. Diakses pada 09 Agustus 2019.

Axe J. (2019). Turmeric and curcumin benefits: Can this herb really combat disease. Dr Axe. Diakses pada 09 Agustus 2019.

Gunnars, Kris. (2018). Top 10 evidence-based health benefits of turmeric and curcumin. Healthline. Diakses pada 09 Agustus 2019. 

Jurenka JS. Anti-inflammatory properties of curcumin, a major constituent of Curcuma longa: a review of preclinical and clinical research [published correction appears in Altern Med Rev. 2009 Sep;14(3):277]. Altern Med Rev. (2009).

Lal B, Kapoor AK, Asthana OP, et al. Efficacy of curcumin in the management of chronic anterior uveitis. Phytother Res. (1999).

Takada Y, Bhardwaj A, Potdar P, Aggarwal BB. Nonsteroidal anti-inflammatory agents differ in their ability to suppress NF-kappaB activation, inhibition of expression of cyclooxygenase-2 and cyclin D1, and abrogation of tumor cell proliferation. Oncogene. (2004). 

Chainani-Wu N. Safety and anti-inflammatory activity of curcumin: A component of tumeric (Curcuma longa). J Altern Complement Med. (2003). 

Shoba G, Joy D, Joseph T, Majeed M, Rajendran R, Srinivas PS. Influence of piperine on the pharmacokinetics of curcumin in animals and human volunteers. Planta Med. (1998).