fbpx
LOGO

5 Manfaat Lactobacillus casei bagi Kesehatan

June 29, 2020
IMG

Lactobacillus casei atau L. casei adalah salah satu jenis bakteri gram positif, jenis bakteri baik yang hidup di sistem pencernaan, saluran kemih, dan organ genitalia. Bakteri ini juga ditemukan dalam produk susu fermentasi, seperti keju dan yogurt (yakult), dan beberapa bahan tanaman seperti anggur dan acar. 

 

Sifat antioksidan yang dimiliki membuat probiotik ini mampu memerangi stres, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, memperbaiki radang sendi dan diabetes tipe 2, serta memerangi berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, kolorektal, dan jenis kanker lainnya.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

L. casei terkenal dengan manfaatnya dalam menjaga kesehatan pencernaan. Mengonsumsi susu fermentasi yang mengandung L. casei dapat mengurangi pergerakan usus yang tidak teratur pada pasien dengan gastrektomi. Gastrektomi merupakan jenis pembedahan yang dilaksanakan untuk terapi bagi pasien dengan keganasan pada saluran pencernaan. L. casei juga berdampak positif dalam mengurangi tingkat sembelit maupun diare, probiotik ini bahkan terbukti membantu memulihkan wasir pada wanita pasca melahirkan (1, 2).

 

Sebuah penelitian lain pada 10 orang dewasa sehat dan 7 orang lansia yang diberikan suplementasi L. casei sebesar 10.6 log 10 colony forming unit (cfu) terbukti mampu menjaga keragaman mikrobiota usus, menekan mikrobiota Pseudomonas dan Acinetobacter yang berpotensi bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infeksi terutama jenis infeksi nosokomial atau infeksi saat seseorang berada di rumah sakit (3). Probiotik ini juga mampu meringankan disfungsi perut, serta mencegah peningkatan kadar kortisol.

 

Sebuah penelitian yang lain dilaksanakan pada 24 orang mahasiswa kedokteran yang sehat namun terpapar stres akademik. Partisipan diberikan L. casei jenis strain Shirota pada susu fermentasi selama 8 minggu berturut-turut hingga sehari sebelum pelaksanaan ujian klinik. Hasilnya diketahui bahwa terjadi perubahan kadar kortisol pada sampel air liur, menurunkan gejala ketidaknyamanan pada pencernaan yang berhubungan dengan stres akademik, serta diketahui meningkatkan kekayaan  mikrobiota pada usus (4).

 

Adapun pada penelitian dengan hewan coba diketahui pemberian L. casei yang dikultur pada protein whey dengan dosis 10(8) cfu selama 2 minggu berturut-turut menunjukkan bahwa probiotik ini potensial mencegah terjadinya kerusakan usus pada tikus dengan kolitis atau radang usus (5). Bakteri ini  bahkan dapat menangkal efek pro-inflamasi dari E. coli pada pasien dengan penyakit Crohn yang menyebabkan terjadinya radang pada dinding saluran pencernaan dengan menurunkan regulasi sitokin proinflamasi yakni TNF-alpha, IFN-gamma, IL-2, IL-6, IL-8, and CXCL1.

 

Penyakit Crohn merupakan penyakit radang usus kronis yang dapat terjadi baik pada saluran pencernaan atas (mulut hingga kerongkongan) dan bawah (lambung hingga usus besar dan anus) (6)

 

Pada sebuah uji klinis acak, pemberian L.casei selama 3 bulan terbukti menurunkan kerusakan mukosa lambung yang menyebabkan anemia akibat penggunaan aspirin berkepanjangan pada pasien dengan kerusakan usus halus akibat trauma fisik (small bowel injuries) dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (7).  

 

2. Melawan Stres

Sebuah penelitian dengan menggunakan subyek tikus dan manusia menyebutkan pemberian L. casei mampu menekan kadar kortikosteron dalam darah tikus yang diberi perlakuan hingga mengalami stres fisik. Sementara efeknya pada dewasa muda (mahasiswa kedokteran yang terpapar stres akademik) menurunkan kadar kortisol pada sample air liur serta menekan terjadinya respon vagal atau respon pada saraf vagus yang bertugas pada sistem parasimpatik pada tubuh manusia ketika seseorang mengalami stres. Beberapa gejala fisik yang timbul akibat respon vagal ini antara lain sakit kepala hingga pingsan dan peningkatan denyut jantung (takikardi) (8). 

 

Penelitian lain juga dilaksanakan kepada mahasiswa kedokteran yang melakukan ujian  nasional untuk menguji respons mereka terhadap stres. L. casei dalam susu fermentasi diberikan setiap hari selama 8 minggu berturut-turut. Subyek dievaluasi baik fisik maupun psikologis sebelum dan sesudah ujian nasional klinik. Pada masa sebelum ujian nasional, peningkatan kortisol pada sampel air liur dan L-triptophan sebagai penanda kecemasan meningkat hanya pada kelompok penerima plasebo, subyek yang mengalami ketidaknyamanan perut dan mengalami pilek pun diketahui lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.

 

Konsumsi L.casei sangat disarankan untuk memperkuat pertahanan tubuh baik secara fisik maupun psikologis untuk menghadapi kondisi stres selama proses akademik (9).

 

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Ketika L. casei berada di dalam saluran pencernaan, bakteri ini merangsang produksi nitrat oksida, sitokin dan prostaglandin.

 

Oksida nitrat (NO) merupakan senyawa yang sangat penting untuk pengaturan vasidolator atau pelebaran pembuluh darah, sedangkan sitokin dan prostaglandin dibutukan untuk memunculkan respon antibodi atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh (10, 11, 12).

 

Pada penelitian dengan tikus coba, pemberian L. casei menunjukkan aktivitas peningkatan pemulihan terhadap kondisi imunosupresi yang disebabkan oleh agen kemoterapi pada tikus dengan mengaktifkan sel pembunuh alami (NK), sel T sitotoksik dan makrofag. Ketiga sel tersebut adalah termasuk dalam golongan sel darah putih yang bertanggung jawab dalam memerangi tumor dan infeksi pada sel (13).

 

Disisi lain, mengonsumsi secara rutin L. casei strain shirota sebanyak 2 botol setiap hari juga bermanfaat dalam memerangi terjadinya infeksi pada saluran pernapasan terutama pada lansia (14), menurunkan derajat keparahan demam akibat infeksi norovirus gastroenteritis (15), memerangi pertumbuhan parasit atau telur cacing (16).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan terhadap 104 orang ibu baru melahirkan dengan pemberian susu yang difermentasi dengan L. casei dan menyusui dengan ASI selama 6 bulan. Setelah dievaluasi terjadi perubahan signifikan pada respon imunologis ibu, yakni terjadi peningkatan natural killer cells (sel limfosit yang dapat menyerang sel inang yang terserang virus pada tubuh manusia), penurunan sitokin atau protein pro inflamasi (TNF-alpha) pada ASI ibu, serta terjadi penurunan terjadinya kolik atau ketidaknyamanan pencernaan pada bayi yang baru dilahirkan (17). 

 

4. Mengurangi Inflamasi

Manfaat L. casei sebagai agen anti-inflamasi telah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Sebuah penelitian pada tikus menyatakan bahwa bakteri ini memiliki efek anti-inflamasi ketika diberikan sebagai suplemen bersama dengan pemberian diet tinggi lemak (18). Efeknya juga dikatakan mampu meningkatkan prevalensi Lactobacilli sebagai mikrobiota baik dalam saluran pencernaan tikus, mengubah ekspresi sitokin dengan cara yang konsisten sehingga menimbulkan respons anti-inflamasi (19). L. casei juga terbukti mampu melindungi tikus dari terjadinya anafilaksis (radang akibat alergi akut) dan radang sendi (radang autoimun) (20).

 

Adapun penelitian pada manusia menyebutkan bahwa susu fermentasi L. casei dengan dosis satu botol per hari (memiliki kandungan 1.3 x 10(10) cfu mampu meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami (NK) dan menghasilkan profil sitokin yang memiliki efek anti-inflamasi lebih baik terutama pada subyek lansia sehat (21). 

 

5. Melawan Obesitas

Obesitas atau kegemukan merupakan sebuah kondisi yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan lipopolisakarida dalam darah akibat permeabilitas usus yang meningkat serta terjadinya ketidak seimbangan jumlah bakteri gram positif  dan bakteri gram negatif dalam saluran pencernaan. Meskipun penelitian terhadap manusia masih sangat terbatas, beberapa penelitian berhasil menunjukkan potensi L.casei terhadap obesitas terhadap hewan coba. 

 

Sebuah penelitian melaksanakan pemberian makanan tinggi lemak dengan tambahan suplementasi L.casei pada tikus dengan obesitas, hasilnya diketahui bahwa terjadi penurunan masa lemak total dan kandungan alanine aminotransferase (ALT) sebagai penanda perbaikan fungsi hati dalam proses metabolisme lemak yang signifikan dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapat orlistat, obat anti obesitas konvensional (22). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Susu fermentasi

Keju

Yogurt

Anggur

Acar

 

 

Dosis Pemakaian

 

Kekuatan produk Lactobacillus casei biasanya ditunjukkan oleh jumlah organisme hidup per kapsul. Dosisnya berkisar antara 1 hingga 10 miliar organisme hidup yang dapat diminum setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi. Meski penelitian mengenai dosis standar masih terbatas dan belum adanya pedoman resmi, bacalah label produk dengan cermat. Bila perlu tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai besar dosis yang aman dikonsumsi per harinya.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Untuk optimalisasi fungsi Lactobacillus casei dalam menjaga kesehatan pencernaan, hanya mengonsumsi L. casei saja tidaklah cukup. Dibutuhkan kombinasi asupan menu makanan seimbang harian seperti:

 

Sayuran dan buah-buahan

Kacang atau biji-bijian

Produk susu bebas lemak atau rendah lemak

Daging sapi tanpa lemak, ikan, dan unggas

Telur

 

Probiotik juga membutuhkan asupan prebiotik atau makanan bagi bakteri untuk dapat bertahan dalam saluran pencernaan manusia, inulin merupakan prebiotik yang sangat baik untuk dikonsumsi bersama dengan L. casei karena dapat meningkatkan kapasitas antioksidan dalam plasma darah

 

 

Kontraindikasi

 

Lactobacillus casei umumnya mampu ditoleransi dengan baik. Penggunaan probiotik harus dihindari pada pasien dengan kegagalan fungsi organ, status imunokompromais (penurunan imunitas), dan mengalami gangguan saluran pencernaan lainya.

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang umum ditemui adalah efek samping ringan, termasuk kembung atau rasa begah pada perut. Beberapa efek samping serius seperti infeksi berbahaya dapat terjadi bila dikonsumsi bersama dengan obat-obatan tertentu atau dikonsumsi oleh orang dengan penurunan imunitas.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Lactobacillus casei. Examine. Diakses pada 24 Juni 2019.

Biggers, Alana. (2016). Why you should use the probiotic lactobacillus casei. Healthline. Diakses pada 24 Juni 2019.

WebMD. (2018). Lactobacillus. WebMD. Diakses pada 24 Juni 2019.

Novkovic, Biljana. (2019). 20 Proven health benefits of lactobacillus casei. Self Hacked. Diakses pada 24 Juni 2019.

Sakai T, Kubota H, Gawad A, Gheyle L, Ramael S, Oishi K. Effect of fermented milk containing Lactobacillus casei strain Shirota on constipation-related symptoms and haemorrhoids in women during puerperiumBenef Microbes. (2015).

Aoki T, Asahara T, Matsumoto K, et al. Effects of the continuous intake of a milk drink containing Lactobacillus casei strain Shirota on abdominal symptoms, fecal microbiota, and metabolites in gastrectomized subjects. Scand J Gastroenterol. (2014).

Kwok LY, Wang L, Zhang J, Guo Z, Zhang H. A pilot study on the effect of Lactobacillus casei Zhang on intestinal microbiota parameters in Chinese subjects of different age. Benef Microbes. (2014).

Kato-Kataoka A, Nishida K, Takada M, et al. Fermented milk containing lactobacillus casei strain shirota preserves the diversity of the gut microbiota and relieves abdominal dysfunction in healthy medical students exposed to academic stress. Appl Environ Microbiol. (2016).

Ghasemi-Niri SF, Abdolghaffari AH, Fallah-Benakohal S, et al. On the benefit of whey-cultured Lactobacillus casei in murine colitis. J Physiol Pharmacol. (2011).

Endo H, Higurashi T, Hosono K, et al. Efficacy of Lactobacillus casei treatment on small bowel injury in chronic low-dose aspirin users: A pilot randomized controlled study. J Gastroenterol. (2011).

Llopis M, Antolin M, Carol M, et al. Lactobacillus casei downregulates commensals’ inflammatory signals in Crohn’s disease mucosa. Inflamm Bowel Dis. (2009).

Takada M, Nishida K, Kataoka-Kato A, et al. Probiotic Lactobacillus casei strain Shirota relieves stress-associated symptoms by modulating the gut-brain interaction in human and animal models. Neurogastroenterol Motil. (2016).

Kato-Kataoka A, Nishida K, Takada M, et al. Fermented milk containing Lactobacillus casei strain Shirota prevents the onset of physical symptoms in medical students under academic examination stress. Benef Microbes. (2016).

Kmonickova E, Kverka M, Tlaskalová-Hogenová H, Kostecka P, Zidek Z. Stimulation of nitric oxide, cytokine and prostaglandin production by low-molecular weight fractions of probiotic Lactobacillus casei lysate. Neuro Endocrinol Lett. (2012).

Noto Llana M, Sarnacki SH, Aya Castañeda Mdel R, Bernal MI, Giacomodonato MN, Cerquetti MC. Consumption of Lactobacillus casei fermented milk prevents Salmonella reactive arthritis by modulating IL-23/IL-17 expression. PLoS One. (2013).

Jain S, Yadav H, Sinha PR. Stimulation of innate immunity by oral administration of dahi containing probiotic Lactobacillus casei in mice. J Med Food. (2008).

Jang SE, Joh EH, Ahn YT, Huh CS, Han MJ, Kim DH. Lactobacillus casei HY7213 ameliorates cyclophosphamide-induced immunosuppression in mice by activating NK, cytotoxic T cells and macrophages. Immunopharmacol Immunotoxicol. (2013).

Van Puyenbroeck K, Hens N, Coenen S, et al. Efficacy of daily intake of Lactobacillus casei Shirota on respiratory symptoms and influenza vaccination immune response: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial in healthy elderly nursing home residents. Am J Clin Nutr. (2012).

Nagata S, Asahara T, Ohta T, et al. Effect of the continuous intake of probiotic-fermented milk containing Lactobacillus casei strain Shirota on fever in a mass outbreak of norovirus gastroenteritis and the faecal microflora in a health service facility for the aged. Br J Nutr. (2011).

Martínez-Gómez F, Fuentes-Castro BE, Bautista-Garfias CR. The intraperitoneal inoculation of Lactobacillus casei in mice induces total protection against Trichinella spiralis infection at low challenge doses. Parasitol Res. (2011).

Ortiz-Andrellucchi A, Sánchez-Villegas A, Rodríguez-Gallego C, et al. Immunomodulatory effects of the intake of fermented milk with Lactobacillus casei DN114001 in lactating mothers and their children. Br J Nutr. (2008).

Novotny Núñez I, Maldonado Galdeano C, de Moreno de LeBlanc A, Perdigón G. Lactobacillus casei CRL 431 administration decreases inflammatory cytokines in a diet-induced obese mouse model. Nutrition. (2015).

Schiffer C, Lalanne AI, Cassard L, et al. A strain of Lactobacillus casei inhibits the effector phase of immune inflammation. J Immunol. (2011).

Dong H, Rowland I, Thomas LV, Yaqoob P. Immunomodulatory effects of a probiotic drink containing Lactobacillus casei Shirota in healthy older volunteers. Eur J Nutr. (2013).

Karimi G, Sabran MR, Jamaluddin R, et al. The anti-obesity effects of Lactobacillus casei strain Shirota versus Orlistat on high fat diet-induced obese rats. Food Nutr Res. (2015).

 


Tags: , ,