fbpx
LOGO

Lactobacillus reuteri, dari Kesehatan Pencernaan hingga Kolesterol

June 29, 2020
IMG

Lactobacillus reuteri atau L. reuteri adalah spesies bakteri probiotik atau strain bakteri asam laktat yang hidup di dalam usus dan perut manusia (meskipun tidak semua individu), mamalia, dan burung.

 

Lactobacillus reuteri memiliki efek anti-inflamasi dan mulanya digunakan untuk pengobatan necrotizing colitis, penyakit pencernaan yang ditandai dengan infeksi dan peradangan yang sangat berbahaya bagi bayi, terutama bayi prematur.

 

Seiring perkembangan waktu, banyak hasil penelitian menunjukkan probiotik ini memberikan beberapa manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, mengurangi tingkat infeksi H. pylori (bakteri patogen yang berkontribusi terhadap infeksi dalam lambung), menjaga kesehatan saluran kemih wanita dan kesehatan vagina, serta kesehatan pencernaan pada bayi.

 

Penelitian pada hewan juga menemukan manfaat potensial Lactobacillus reuteri untuk memperbaiki kualitas rambut, meningkatkan massa tulang dan mencegah penambahan berat badan dari berbagai macam makanan tidak sehat yang dapat menyebabkan obesitas.

 

Probiotik ini memiliki jenis strain yang berbeda sesuai fungsinya dan efek fisiologisnya bagi kesehatan manusia. Seperti contohnya, Lactobacillus reuteri DSMZ 17648 dengan brand paten “pylopass” diutamakan untuk terapi pada infeksi H. Pilory pada lambung. Sedangkan strain Lactobacillus reuteri NCIMB 30242 memiliki manfaat dalam menurunkan kolesterol yang berlebihan, memiliki nama paten “cardioviva”. 

 

 

Manfaat

 

1. Menurunkan Kolesterol Jahat LDL

Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada subyek manusia menemukan bahwa Lactobacillus reuteri terbukti mampu mengurangi kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein) sebesar 11,64%, kolesterol total sebesar 9,14%, kolesterol non-HDL sebesar 11,30%, apoB-100 sebesar 8,41%, serta protein Hs-C-reaktif dan fibrinogen masing-masing berkurang 1,05 mg / l dan 14,25%. Menurut para peneliti, penurunan kolesterol dapat terjadi dikarenakan berkurangnya penyerapan empedu melalui peningkatan dekonjugasi empedu di usus (1).

 

Penelitian lain dengan subyek orang dewasa dengan kolesterol tinggi yang diberikan Lactobacillus reuteri NCIMB 30242 berupa yogurt mikroenkapsulasi, sebanyak dua kali sehari selama 6 minggu menunjukkan pengurangan LDL sebesar 8,92% dan kolesterol total sebesar 4,81%. Para peneliti menilai L. reuteri bekerja lebih baik daripada probiotik yang digunakan secara tradisional dan sebanding dengan metode penurun kolesterol lainnya (2).

 

2. Menjaga Kesehatan Usus

Bakteri di dalam usus perlu mendapatkan asupan triptofan dari gula untuk dapat menciptakan serotonin. Serotonin berperan dalam normalitas fungsi usus, menjaga tubuh dari infeksi jamur candida, gangguan usus, sindrom iritasi perut serta berbagai macam infeksi lainnya (3).

 

Lactobacillus reuteri juga terbukti membantu mengatasi sembelit dengan cara meningkatkan jumlah pergerakan usus, mengurangi kejadian diare, dan mengurangi peradangan usus pada anak-anak dengan kolitis ulserativa aktif. Kolitis ulserativ merupakan sebuah kondisi peradangan pada usus besar hingga rektum (sambungan terakhir menuju anus). Pasien dengan penyakit ini biasanya memiliki gejala diare terus menerus disertai nanah dan darah.

 

Pelaksanaan pemberian enema dengan kandungan L.reuteri ATCC 55730 sebesar 1010 cfu pada 31 anak dengan kolitis ulserativ selama 8 minggu berturut-turut menunjukkan perbaikan pada sel dinding usus yang mengalami peradangan, juga terjadi perubahan positif pada ekspresi sitokin yang berperan pada proses penyembuhan peradangan yang terjadi (IL-10, IL-1β, TNFα, dan IL-8) (4, 5, 6). 

 

Pada penelitian dengan hewan coba L. reuteri menghambat timbulnya kolitis atau infeksi pada usus pada tikus, serta dapat mengurangi flare-up atau kekambuhan serius akibat kolitis yang biasanya diinduksi oleh adanya stres (7, 8). 

 

Pada bayi yang mendapatkan ASI, pemberian L. reuteri ATCC 55730 selama satu minggu berturut-turut diketahui berhasil menurunkan periode kolik atau menangis pada bayi sebanyak 51 – 145 menit per hari. Kolik merupakan sebuah kondisi bayi menangis tanpa sebab yang jelas dan sangat sulit untuk dikendalikan, kolik sering dikaitkan dengan sistem pencernaan yang belum sempurna atau bayi alergi terhadap bahan makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Ketika bayi mengalami kolik ia dapat menangis selama 3 jam, dan 3 hari berturut-turut (9).  

 

Jenis strain L. reuteri DSM 17938 juga diketahui memiliki efek yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan pada anak-anak, bahkan ketika diberikan pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan secara signifikan menurunkan episode gumoh atau regurgitasi ASI/susu hingga 37%, menurunkan periode kolik serta menghindarkan bayi dari sembelit ketika dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (10). 

 

3. Sebagai Anti-Inflamasi

Pada penelitian tingkat sel, Lactobacillus reuteri mampu menghambat produksi NF-kappaB, yakni salah satu faktor paling penting dalam mengurangi peradangan seluruh tubuh dan terbukti meningkatkan kadar hormon oksitosin, yang memiliki efek anti-inflamasi. NF-kappaB merupakan protein yang bertanggung jawab atas terjadinya keganasan pada sel darah atau leukimia, serta keganasan pada organ lainnya (11).

 

Pada penelitian dengan hewan coba yang mengalami lupus nefritis (kerusakan pada ginjal akibat penyakit autoimun), L. reuteri terbukti dapat meningkatkan kadar Lactobacilli dalam usus. Selain itu juga meningkatkan fungsi ginjal, mengurangi auto antibodi serum, dan meningkatkan kelangsungan (usia harapan) hidup (12). 

 

4. Memaksimalkan Produksi Vitamin dan Nutrisi dalam Tubuh

Manfaat lain dari konsumsi L. reuteri adalah meningkatkan berbagai produksi vitamin dan nutrisi penting dalam tubuh manusia. Seperti vitamin D, B12, dan folat yang sangat baik untuk mencegah anemia. Pemberian L. reuteri strain NCIMB 30422 sebanyak 2 kali per hari pada dewasa yang mengalami hiperkolesterolemia (peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah) selain menurunkan kolesterol LDL juga meningkatkan produksi serum 25-hidroxyvitamin D yang menunjang kesehatan gigi dan tulang, mencegah osteoporosis, serta berbagai gangguan metabolik lainnya (13). 

 

Vitamin B12 merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan persarafan, pembentukan sel darah merah, hingga pembentukan DNA. Kondisi kekurangan vitamin B12 sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi anemia pernisiosa. Jenis strain JCM 1112 dan ATCC PTA 6475 merupakan jenis strain L. reuteri yang paling banyak memproduksi vitamin B12 (14).  Sedangkan jenis strain JCM 1112 merupakan  jenis yang banyak memproduksi folat. Bersama dengan vitamin B12, folat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah dari terjadinya anemia (15). 

 

5. Mencegah Eksim Pada Anak-Anak

Eksim atau eczema merupakan sebuah kondisi peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam kemerahan, gatal, dan teraba kering.  Eksim juga merupakan gejala dari dermatitis atopik, umum terjadi pada bayi dan anak-anak akibat alergi, penggunaan produk sabun atau skincare yang tidak cocok pada jenis kulit. 

 

Kombinasi Lactobacillus rhamnosus 19070-2 dan Lactobacillus reuteri DSM 122460 secara signifikan menurunkan peradangan eksim pada anak-anak dermatitis atopik yang berusia 1 – 13 tahun. Suplemen diberikan selama 6 minggu berturut-turut (16). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Lactobacillus reuteri tersedia dalam bentuk sediaan suplemen

 

• Bakteri Lactobacillus dan berbagai bakteri yang memproduksi asam laktat lainnya banyak ditemukan dalam makanan terfermentasi seperti sourdough (roti yang dibuat dengan bakteri alami dan ragi liar, bukan dengan ragi instan)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Berdasarkan penelitian dosis standar konsumsi L. reuteri yang disarankan adalah sebanyak 1×109 hingga 1×1011 (satu hingga 100 milyar) colony-forming units (CFU) dalam satu atau dua dosis terbagi per hari. Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan untuk melihat apakah sediaan bakteri hidup dalam kapsul harus ditelan utuh, dikunyah, ditaburkan ke dalam makanan atau dicampur dengan cairan.

 

Hindari mencampur L. reuteri dengan minuman panas karena akan membunuh bakteri hidup dalam kapsul. Jika Anda tidak yakin tentang informasi tersebut, berkonsultasilah dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

 

 

Defisiensi

 

Sebuah penelitian mengungkapkan penurunan tingkat L. reuteri dalam saluran pencernaan manusia berhubungan dengan peningkatan insiden penyakit inflamasi/radang (17).

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengkombinasikan L. reuteri dengan bakteri Lactobacillus rhamnosus dapat mencegah keparahan eksim pada anak-anak

 

 

Kontraindikasi

 

Seseorang dengan kondisi dibawah ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan suplementasi L. reuteri:

 

Ibu hamil dan menyusui

Diabetes

Fenilketonuria (PKU)

Diare yang berlangsung lebih dari 2 hari (terutama disertai demam tinggi) 

Sistem kekebalan tubuh melemah (seperti karena kemoterapi, infeksi HIV)

Infeksi vagina berulang

Infeksi saluran kemih berulang

 

Hindari mengkonsumsi antibiotik atau obat-obatan yang menekan sistem imun ketika Anda sedang mengkonsumsi suplemen L. reuteri. Hal ini dapat menekan jumlah L. reuteri hidup dalam saluran pencernaan.

 

 

Efek Samping

 

Peningkatan gas lambung atau kembung

Tanda-tanda infeksi (seperti demam tinggi, menggigil, batuk yang terus-menerus)

Reaksi alergi yang serius: ruam, gatal / bengkak (terutama pada area wajah, lidah, atau tenggorokan), kepala pusing, dan kesulitan bernapas.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Lactobacillus reuteri. Examine. Diakses pada 24 Juni 2019.

Cohen, Joe. (2019). 13 Amazing benefits of the lactobacillus reuteri probiotic. Diakses pada 24 Juni 2019.

WebMD. (2018). Lactobacillus reuteri drops, suspension. WebMD. Diakses pada 24 Juni 2019.

Jones ML, Martoni CJ, Prakash S. Cholesterol lowering and inhibition of sterol absorption by Lactobacillus reuteri NCIMB 30242: A randomized controlled trial. European Journal of Clinical Nutrition. (2012).

Jones ML, Martoni CJ, Parent M, Prakash S. Cholesterol-lowering efficacy of a microencapsulated bile salt hydrolase-active Lactobacillus reuteri NCIMB 30242 yoghurt formulation in hypercholesterolaemic adults. Br J Nutr. (2012).

Berstad A, Raa J, Valeur J. Tryptophan: ‘essential’ for the pathogenesis of irritable bowel syndrome?. Scand J Gastroenterol. (2014).

Ojetti V, Ianiro G, Tortora A, et al. The effect of Lactobacillus reuteri supplementation in adults with chronic functional constipation: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. J Gastrointestin Liver Dis. (2014).

Weizman Z, Asli G, Alsheikh A. Effect of a probiotic infant formula on infections in child care centers: comparison of two probiotic agents. Pediatrics. (2005).

Olivia S, Di Nardo G, et al. Randomised clinical trial: the effectiveness of Lactobacillus reuteri ATCC 55730 rectal enema in children with active distal ulcerative colitis. Alimentary Pharmacology and Therapeutics. (2011).

Madsen KL, Doyle JS, Jewell LD, Tavernini MM, Fedorak RN. Lactobacillus species prevents colitis in interleukin 10 gene-deficient mice. Gastroenterology. (1999).

Mackos AR, Galley JD, Eubank TD, et al. Social stress-enhanced severity of Citrobacter rodentium-induced colitis is CCL2-dependent and attenuated by probiotic Lactobacillus reuteri. Mucosal Immunol. (2016).

Savino F, Pelle E, Palumeri E, Oggero R, Miniero R. Lactobacillus reuteri (American Type Culture Collection Strain 55730) versus simethicone in the treatment of infantile colic: a prospective randomized study. Pediatrics. (2007).

Indrio F, Di Mauro A, Riezzo G, et al. Prophylactic use of a probiotic in the prevention of colic, regurgitation, and functional constipation: A randomized clinical trial. JAMA Pediatr. (2014).

Iyer C, Kosters A, Sethi G, Kunnumakkara AB, Aggarwal BB, Versalovic J. Probiotic Lactobacillus reuteri promotes TNF-induced apoptosis in human myeloid leukemia-derived cells by modulation of NF-kappaB and MAPK signalling. Cell Microbiol. (2008).

Mu Q, Tavella VJ, Luo XM. Role of Lactobacillus reuteri in Human Health and Diseases. Front Microbiol. (2018).

Jones ML, Martoni CJ, Prakash S. Oral supplementation with probiotic L. reuteri NCIMB 30242 increases mean circulating 25-hydroxyvitamin D: a post hoc analysis of a randomized controlled trial. J Clin Endocrinol Metab. (2013).

Walter J, Britton RA, Roos S. Host-microbial symbiosis in the vertebrate gastrointestinal tract and the Lactobacillus reuteri paradigm. Proc Natl Acad Sci U S A. (2011).

Santos F, Wegkamp A, de Vos WM, Smid EJ, Hugenholtz J. High-Level folate production in fermented foods by the B12 producer Lactobacillus reuteri JCM1112. Appl Environ Microbiol. (2008).

Rosenfeldt V, Benfeldt E, Nielsen SD, et al. Effect of probiotic Lactobacillus strains in children with atopic dermatitis. J Allergy Clin Immunol. (2003).

Mu Q, Tavella VJ, Luo XM. Role of Lactobacillus reuteri in human health and diseases. Front Microbiol. (2018).

 


Tags: , , , , , ,