fbpx
LOGO

Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan dan Kesehatan

July 2, 2020
IMG

Aloe vera atau lidah buaya adalah tanaman yang secara tradisional telah digunakan untuk mengobati luka bakar dan menyembuhkan luka sakit pada kulit. Lidah buaya dapat diolah menjadi gel, krim atau konsumsi menjadi makanan maupun minuman yang lezat. Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang paling banyak diolah sebagai produk industri dunia baik produk kosmetik, farmasi maupun produk makanan. 

 

Bagian dari tanaman lidah buaya yang dapat diolah adalah getah (lokasi tepat dibawah kulit tanaman) dan lapisan gel dalam daunnya. Secara spesifik kandungan senyawa dalam tanaman lidah buaya antara lain aloin (barbalion, isolain dan hidroksialoin), antraquinon aloresin A dan B, serta beberapa kandungan senyawa polisakarida aktif yakni aloeride dan acemannan.

 

Senyawa tersebut termasuk ke dalam golongan senyawa antioksidan termasuk juga vitamin A, C, E dan vitamin B12, asam folat dan kolin. Berbagai enzim, mineral, hormon dan asam lemak yang berperan sebagai anti-inflamasi terkandung dalam tanaman ini.

 

Lidah buaya memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti mengatasi konstipasi atau sembelit, menjaga kesehatan kulit, demam, peradangan, dan berbagai manfaat lainnya.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Terdapat banyak hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas lidah buaya dalam mengatasi berbagai masalah kulit dan manajemen penyembuhan luka, termasuk pengobatan psoriasis, dermatitis, mucositis oral, luka bedah dan luka bakar (1).

 

Menggunakan produk kosmetik yang mengandung lidah buaya atau mengaplikasikan gel lidah buaya secara langsung pada kulit wajah dapat membantu mengurangi jerawat ringan hingga sedang dan memperlihatkan tingkat peradangan yang rendah jika dibandingkan dengan perawatan jerawat secara tradisional, penggunaan obat jerawat lain, dan pemberian plasebo (2). 

 

Pada jenis luka bakar, gel lidah buaya memiliki efek melindungi kulit yang luka dari paparan sinar ultaviolet matahari, sehingga secara signifikan mempercepat proses penyembuhan luka (1).

 

Penggunaan lidah buaya juga telah terbukti lebih efektif dalam mengatasi luka bakar ringan atau derajat 1 dibandingkan dengan penggunaan krim silver sulfadiazine 1%. Lidah buaya juga menjadi obat alami yang memiliki harga lebih terjangkau (3). Hindari penggunaan lidah buaya pada luka potong atau luka bakar yang lebih parah.

 

2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Penggunaan lidah buaya sebagai anti-inflamasi dan pencahar telah dibuktikan pada penelitian yang dilakukan terhadap 28 orang dewasa sehat. Antrakuinon pada lidah buaya berfungsi sebagai pencahar ampuh yang memiliki efek lebih kuat daripada jenis pencahar stimulan fenolphthalein.

 

Lidah buaya mampu meningkatkan kadar air dalam usus, merangsang sekresi lendir, memperbaiki peristaltik atau gerak normal usus, serta meningkatkan kontraksi usus sehingga dapat menyerap nutrisi dari makanan dengan lebih baik (4).

 

Sebuah penelitian dalam Journal of Research in Medical Sciences menemukan bahwa mengonsumsi 30 mililiter jus lidah buaya sebanyak dua kali sehari terbukti dapat menurunkan tingkat ketidaknyamanan pada pasien dengan sindrom iritasi usus besar (IBS) (5, 6).

 

Selain itu, lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri H. Pylori, yakni bakteri tahan asam yang dapat menyebabkan infeksi serius dan pertumbuhan bisul perut. Lidah buaya juga terbukti mampu mengembalikan kesehatan pada lapisan perut (7).

 

3. Mengobati Diabetes

Sebuah penelitian melaksanakan dua uji klinis terkait, penelitian pertama dilaksanakan dengan pemberian satu sendok makan gel lidah buaya selama enam minggu kepada 72 wanita diabetes tanpa terapi obat. Hasil penelitian menunjukkan kelompok penerima gel lidah buaya mengalami signifikansi penurunan gula darah dan kadar trigliserida lebih baik dibandingkan kelompok penerima plasebo.

 

Dalam percobaan kedua, diteliti kembali efek antara gel lidah buaya dengan kombinasi plasebo dan glibenclamide, obat antidiabetik yang umum diresepkan. Hasil penelitian kembali menunjukkan penurunan yang signifikan pada kadar gula darah dan konsentrasi trigliserida pada kelompok intervensi, dibandingkan dengan kelompok penerima kombinasi plasebo dan glibenclamide (8).

 

4. Mengatasi Infeksi Herpes 

Lidah buaya memiliki sifat anti-virus dan anti-inflamasi. Kandungan asam amino dan vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6 dan vitamin C yang terkandung didalam lidah buaya juga terbukti membantu menjadi obat nyeri yang alami, serta membantu tubuh secara optimal menciptakan antibodi yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.  Mengoleskan gel lidah buaya pada area yang terkena infeksi herpes virus terutama pada area mulut atau mengkonsumsi lidah buaya secara rutin dapat meredakan ketidaknyamanan dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka (9). 

 

Pada 2009, sebuah tinjauan sistematis merangkum 40 penelitian pada lidah buaya untuk tujuan dermatologis. Hasil review menunjukkan bahwa pemberian lidah buaya secara topikal dapat secara efektif menyembuhkan luka, mengurangi jumlah dan ukuran papilloma (pertumbuhan kutil/daging kecil pada kulit), dan mengurangi kejadian tumor lebih dari 90% pada hati, limpa dan sumsum tulang.

 

Studi ini juga menunjukkan bahwa lidah buaya juga efektif untuk mengobati herpes genitalia (infeksi herpes pada kelamin), psoriasis (peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas), dermatitis (reaksi alergi pada kulit), radang dingin, luka bakar dan berbagai jenis peradangan lainnya. Lidah buaya terbukti aman digunakan untuk mengatasi infeksi jamur dan mikroba (10).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Bagian dari tanaman lidah buaya yang dapat diambil manfaatnya untuk kesehatan adalah getah yang berada tepat di bawah lapisan kulit daun serta lapisan gel yang berada di bagian dalam dari daun lidah buaya. 

 

Jika ingin membuat sendiri gel lidah buaya, pastikan menggunakan tanaman yang telah cukup usia (lebih dari satu tahun), dan ambil bagian daun yang memiliki ketebalan paling baik.  

 

 

Dosis Pemakaian

 

Mengobati luka bakar ringan: Aplikasikan gel atau krim luka bakar dengan kandungan 0,5% lidah buaya. 

 

Mengobati psoriasis: Aplikasikan gel atau krim luka bakar dengan kandungan 70% lidah buaya. 

 

Mengobati sembelit: Konsumsi 100-200 miligram jus lidah buaya atau 50 miligram ekstrak lidah buaya, setiap hari sesuai kebutuhan. 

 

Diabetes: Konsumsi 1 sendok makan gel lidah buaya.

 

• Lidah buaya juga tersedia dalam sediaan suplemen serbuk/kapsul maupun minuman bervitamin yang siap diminum. Dosis standar yang direkomendasikan adalah sebesar 300 mg dua kali sehari.

 

 

Kontraindikasi

 

Hindari konsumsi langsung lidah buaya untuk anak-anak dibawah usia 12 tahun, ibu hamil atau menyusui

 

Penderita alergi terhadap bawang putih, bawang merah, atau tulip sebaiknya menghindari penggunaan lidah buaya

 

Hindari juga penggunaan lidah buaya jika Anda menderita diabetes, gangguan infeksi usus seperti penyakit Crohn, wasir, dan gangguan fungsi ginjal

 

Sebelum pembedahan: Hentikan penggunaan lidah buaya minimal 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

 

Lidah buaya dapat berinteraksi dengan obat-obatan anti-diabetes, Sevoflurane (Ultane), pencahar stimulan, warfarin (Coumadin, Jantoven), obat diuretik (pil air), digoxin (Lanoxin), antikoagulan, kortikosteroid. Konsultasi dengan dokter dan tenaga medis terkait penggunaan lidah buaya bersamaan dengan obat-obatan tersebut. 

 

 

Efek Samping

 

Pada beberapa kasus penggunaan lidah buaya langsung pada kulit dapat menimbulkan iritasi kulit. Penggunaan secara oral dapat menimbulkan kram dan kelemahan otot, diare, mual dan nyeri perut, ketidakseimbangan elektrolit, serta gangguan fungsi ginjal. 

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Aloe vera, diakses dari https://examine.com/supplements/aloe-vera/ pada 27 Juni 2019.

Ruggeri, Christine. (2018).Aloe vera benefits: Heal skin, constipation and immune system, diakses dari https://draxe.com/aloe-vera-benefits/ pada 27 Juni 2019.

Wilson, D. R. (2018). How to use fresh aloe vera,diakses dari https://www.healthline.com/health/how-to-use-aloe-vera-plant pada 27 Juni 2019.

Ratini, Melinda. (2018). Aloe vera, diakses dari https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-aloe-vera#1-3 pada 27 Juni 2019.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92765/#ch3_r81 

https://www.tandfonline.com/doi/full/10.3109/09546634.2013.768328 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23894900 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92765/ 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3872617/ 

http://www.jnmjournal.org/journal/view.html?doi=10.5056/jnm18077 

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/lam.12241 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92765/#ch3_r81 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4771053/ 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19218914 


Tags: , , , , , , , , , , , , ,