fbpx
LOGO

Manfaat Menakjubkan Rooibos, Tanaman Asli Benua Hitam

July 17, 2020
IMG

Rooibos (Aspalathus linearis) adalah tanaman asli Afrika Selatan yang biasa dijadikan sebagai teh. Teh rooibos tidak seperti teh hitam atau hijau yang mengandung tinggi kafein, teh ini tidak mengandung kafein dan rendah tannin, nol kalori serta memiliki rasa yang cenderung manis. 

 

Teh rooibos tinggi kandungan antioksidan jenis flavonoid (aspalathin dan nothofagin) juga terkandung berbagai mineral seperti kalsium, flouride, dan asam alfa hidroksi yang terbukti dapat memerangi berbagai macam penyakit, seperti melindungi dari kanker, penyakit jantung, meningkatkan kesehatan pencernaan dan mencegah stroke. 

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Teh Rooibos mengandung chrysoeriol, sejenis flavonoid yang berkhasiat menurunkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, dan juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein). Mengonsumsi enam cangkir teh rooibos setiap hari selama enam minggu terbukti mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan (1).

 

Sebuah penelitian lain yang dilaksanakan tahun 2012 oleh Departemen Anatomi dan Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Daegu Haany di Korea Selatan menemukan bahwa rooibos membantu mengurangi terjadinya hipertensi dengan mengatur hormon yang dikeluarkan dari kelenjar adrenal (2).

 

Dua senyawa kimia lain yang ada dalam teh rooibos yakni aspalathin dan nothofagin, juga memiliki efek signifikan pada peradangan seluruh sistem pembuluh darah dan dianggap mampu mengobati kemungkinan komplikasi dari diabetes yang berkaitan dengan jantung (3).

 

2. Sebagai Anti-Inflamasi dan Antioksidan

Senyawa aktif aspalathin dan quercetin bertanggung jawab sebagai antioksidan dan anti-inflamatori pada rooibos (4, 2). Antioksidan telah terbukti membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta mengurangi risiko penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker. 

 

Sebuah penelitan yang melibatkan 15 orang dewasa sehat, menunjukkan peningkatan kadar antioksidan dalam darah sebesar 2,9 % ketika peserta minum 500 ml teh yang terbuat dari 750 mg daun rooibos merah. Pada kelompok yang mengonsumsi varietas rooibos hijau terjadi peningkatan kadar antioksidan hingga 6,6 % (5).

 

Pada penelitian tingkat sel, kandungan quercetin dan lutelin dalam teh rooibos mampu menekan pertumbuhan keganasan sel kanker pankreas (6). Pada penelitian dengan menggunakan darah domba, mengonsumsi teh rooibos juga telah terbukti mampu meningkatkan produksi antibodi berjenis interleukin 2 (IL-2) dari 10 mikrog/ml menjadi 1000 mikrog/ml. Kemampuan ini menunjukkan bahwa teh rooibos dapat menjadi herbal alternatif untuk mencegah berbagai penyakit infeksi dan inflamasi seperti AIDS, kanker, alergi, dan berbagai infeksi lainnya (7). 

 

3. Menguatkan Tulang

Teh Rooibos mengandung banyak mineral yang mendukung pertumbuhan tulang yang sehat, seperti mangan, kalsium, dan fluoride. Salah satu manfaat semua teh yang terkenal adalah meningkatkan kekuatan tulang, karena teh meningkatkan aktivitas osteoblas (8). Osteoblas adalah sel yang menciptakan massa tulang, sehingga peningkatan aktivitas dalam sel-sel ini berarti bahwa tulang lebih kuat, lebih padat, dan lebih sehat.

 

Tetapi hal yang paling penting adalah teh rooibos mengandung dua flavonoid spesifik yakni orientin dan luteolin, yang meningkatkan kandungan mineral dalam tulang (9). 

 

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Senyawa antioksidan polifenol terbukti mampu membakar lemak perut dan membantu menurunkan berat badan. Hal ini yang menjadikan teh rooibos cocok digunakan dalam diet dan menggunakannya sebagai pengganti teh hijau atau teh hitam untuk memperluas manfaat kesehatan.

 

Aspalathin dalam teh rooibos merupakan senyawa polifenol yang memiliki efek anti-diabetes, menurunkan kadar guloksa darah puasa, serta memperbaiki intoleransi glukosa (10). 

 

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Afrika Selatan menemukan bahwa mengonsumsi rooibos menyebabkan peningkatan sekresi leptin. Leptin dikenal sebagai hormon kenyang dan berfungsi untuk membantu tubuh mengetahui kadar kenyang atau cukup makan.

 

Teh rooibos juga diketahui mencegah pembentukan sel-sel lemak baru dan mempercepat metabolisme lemak. Hal ini dapat digunakan bagi mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan (11).

 

5. Meningkatkan Kesehatan Hati dan Pencernaan 

Teh rooibos diketahui amat baik bagi pencernaan, termasuk meningkatkan kesehatan hati. Sebuah penelitian dengan menggunakan hewan coba tikus, yang diberikan injeksi ekstrak rooibos serta dilaksanakan modifikasi diet dengan rooibos selama 10 minggu berturut-turut.

 

Hasilnya secara signifikan mampu meningkatkan aktivitas kapasitas antioksidan tanpa mempengaruhi terjadinya peroksidasi lemak pada organ hati. Proses peroksidas lipid pada hati adalah proses kerusakan lemak yang dapat menghasilkan aktivitas stres oksidatif dan radikal bebas sehingga memicu terjadinya peradangan pada organ hati (12)

 

Beberapa komponen dalam teh rooibos memiliki efek antispasmodik yakni menurunkan gerakan usus berlebihan yang menyebabkan seseorang mengalami kecenderungan sakit perut dan diare. Senyawa chrysoeriol, orientin dan vitexin dalam teh rooibos mempengaruhi metabolisme kalium dan kalsium dalam saluran pencernaan, sehingga meredakan kontraksi berlebihan pada nyeri perut dan diare (13). 

 

 

Sumber Makanan

 

Tanaman rooibos terutama bagian daun dan pucuk muda nya. Pada daun yang mengalami proses fermentasi akan menghasilkan warna merah pada seduhan tehnya, dan memiliki hijau untuk daun rooibos yang tidak difermentasi. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Asupan harian teh rooibos yang direkomendasikan adalah 750-3.000 miligram daun teh atau setara dengan < 500 mililiter teh rooibos per hari.

 

 

Efikasi 

 

Kandungan antioksidan dalam teh rooibos mencapai puncak konsentrasi setelah 1 jam konsumsi dalam plasma darah. 

 

 

Kontraindikasi

 

Penyakit hati

Penyakit ginjal 

Kondisi sensitif hormon

Pasien kanker yang menerima perawatan dengan kemoterapi

 

 

Efek samping

 

Meningkatkan enzim hati

Merangsang produksi hormon seks wanita terutama estrogen

Gangguan kesuburan pada pria (menyebabkan sperma lebih terkonsentrasi)

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Rooibos. Examine. Diakses pada 04 Juli 2019.

Edwards, Rebekah. (2016). The cancer-protective, heart-healthy benefits of rooibos tea. Dr Axe. Diakses pada 04 Juli 2019.

Brown, M. J. (2018). 5 Health benefits of rooibos tea (plus side effects). Healthline. Diakses pada 04 Juli 2019.

Marnewick JL, Rautenbach F, Venter I, et al. Effects of rooibos (Aspalathus linearis) on oxidative stress and biochemical parameters in adults at risk for cardiovascular disease. J Ethnopharmacol. (2011). 

Ku SK, Kwak S, Kim Y, Bae JS. Aspalathin and nothofagin from rooibos (Aspalathus linearis) inhibits high glucose-induced inflammation in vitro and in vivo. Inflammation. (2015). 

Dludla PV, Muller CJ, Louw J, et al. The cardioprotective effect of an aqueous extract of fermented rooibos (Aspalathus linearis) on cultured cardiomyocytes derived from diabetic rats. Phytomedicine. (2014). 

Krafczyk N, Woyand F, Glomb MA. Structure-antioxidant relationship of flavonoids from fermented rooibos. Mol Nutr Food Res. (2009).

Villaño D, Pecorari M, et al. Unfermented and fermented rooibos teas (Aspalathus linearis) increase plasma total antioxidant capacity in healthy humans. Food Chemistry. (2010). 

Lee LT, Huang YT, Hwang JJ, et al. Blockade of the epidermal growth factor receptor tyrosine kinase activity by quercetin and luteolin leads to growth inhibition and apoptosis of pancreatic tumor cells. Anticancer Res. (2002). 

Kunishiro K, Tai A, Yamamoto I. Effects of rooibos tea extract on antigen-specific antibody production and cytokine generation in vitro and in vivo. Biosci Biotechnol Biochem. (2001). 

Nash LA, Sullivan PJ, Peters SJ, Ward WE. Rooibos flavonoids, orientin and luteolin, stimulate mineralization in human osteoblasts through the Wnt pathway. Mol Nutr Food Res. (2015). 

Nash LA, Ward WE. Comparison of black, green and rooibos tea on osteoblast activity. Food Funct. (2016). 

Son MJ, Minakawa M, Miura Y, Yagasaki K. Aspalathin improves hyperglycemia and glucose intolerance in obese diabetic ob/ob mice. Eur J Nutr. (2013). 

Sanderson M, Mazibuko SE, Joubert E, et al. Effects of fermented rooibos (Aspalathus linearis) on adipocyte differentiation. Phytomedicine. (2014). 

Canda BD, Oguntibeju OO, Marnewick JL. Effects of consumption of rooibos (Aspalathus linearis) and a rooibos-derived commercial supplement on hepatic tissue injury by tert-butyl hydroperoxide in Wistar rats. Oxid Med Cell Longev. (2014).

Gilani AH, Khan A, Ghayur MN, Ali SF, Herzig JW. Antispasmodic effects of rooibos tea (Aspalathus linearis ) is mediated predominantly through K+‐channel activation. Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology. (2006).


Tags: , , , , ,