fbpx
LOGO

Manfaat Minyak Jojoba, Sumber Antioksidan yang Ampuh Lawan Jerawat

August 15, 2020
IMG

Jojoba (Simmondsia chinensis) adalah tanaman semak yang berasal dari Arizona selatan, California selatan dan Meksiko. Biji jojoba umumnya diolah menjadi minyak dan lilin. Minyak jojoba telah lama digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengobati luka dan memar. 

 

Banyak bukti yang mendukung manfaat jojoba. Mengoleskan minyak jojoba secara langsung pada kulit dapat mengatasi jerawat, psoriasis (kulit gatal, kering dan bersisik), mencegah kulit terbakar karena sinar matahari, serta mengobati kulit yang pecah-pecah. Mengoleskannya ke kulit kepala dapat membantu pertumbuhan rambut terutama pada penderita kebotakan.

 

Karena manfaat tersebut, jojoba banyak ditambahkan ke dalam produk shampo, kosmetik, pembersih, serta lotion untuk wajah, tangan, dan tubuh.

 

 

Manfaat Jojoba

 

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Minyak jojoba bersifat melembabkan kulit. Bagi seseorang yang menginjak usia 30 tahun, produksi sebum oleh kelenjar sebasea pada kulit tubuh akan mengalami penurunan, sehingga menyebabkan kekeringan pada rambut dan hampir keseluruhan kulit termasuk kulit kaki dan tangan.

 

Tekstur minyak jojoba sendiri mirip dengan sebum pada kulit manusia. Mengoleskan minyak jojoba secara rutin akan mengembalikan kelembaBan kulit, mencegah kekeringan, sekaligus mengembalikan kekenyalan pada kulit (1).  

 

Meskipun berbentuk minyak, jojoba bersifat noncomedogenic alias tidak akan menyumbat pori-pori kulit. Minyak jojoba sangat cocok digunakan oleh remaja. Para remaja mengalami pubertas dan lonjakan hormon sehingga seringkali mengalami penumpukan minyak pada kulit wajah yang menyebabkan jerawat.

 

Mengaplikasikan minyak jojoba justru tidak menyebabkan kulit semakin berminyak, bahkan terbukti dapat melindungi dan melawan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Hal ini didukung oleh adanya antioksidan berjenis iodin dalam minyak jojoba. Antioksidan ini juga berfungsi menyamarkan garis-garis halus, kerutan, serta secara alami memperlambat tanda-tanda penuaan (2).

 

Minyak jojoba juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan di Departemen Lingkungan dan Ilmu Hayati Italia. Penelitian tersebut menemukan bahwa minyak jojoba mempercepat penutupan luka dan merangsang sintesis kolagen, serta memiliki efek toksik yang sangat rendah ketika digunakan pada kulit (3).

 

Sebuah penelitian tahun 2012 yang dilakukan di Jerman meneliti kemampuan minyak jojoba untuk mengurangi lesi kulit dan memperbaiki kondisi kulit secara keseluruhan. Penelitian tersebut melibatkan 194 orang peserta yang menggunakan masker tanah liat dengan tambahan minyak jojoba pada kulit wajah sebanyak dua hingga tiga kali per minggu. Setelah enam minggu penggunaan minyak jojoba, sebanyak 54% dari partisipan melaporkan pengurangan lesi kulit secara signifikan (4).

 

2. Menjaga Kesehatan Rambut

Minyak jojoba merupakan bahan yang bersifat humektan, yakni melindungi kulit dari kekeringan akibat kehilangan kelembaban. Selain dapat berfungsi untuk menghidrasi kulit, minyak jojoba juga terbukti mampu meningkatkan tekstur rambut, merawat kulit kepala yang kering serta menghilangkan ketombe (5). 

 

Hal yang menarik perhatian adalah manfaat minyak jojoba untuk mengobati alopecia, yakni kerontokan rambut akibat infeksi jamur sehingga mengakibatkan kerusakan pada batang dan folikel rambut.

 

Sebuah penelitian dari University of Maryland Medical Center menemukan bahwa memijat kulit kepala dengan kombinasi minyak esensial lavender, rosemary, thyme dan cedarwood, terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan rambut. Menambahkan minyak jojoba ke dalam kombinasi tersebut akan membantu mencegah terjadinya iritasi kulit dari minyak esensial lain yang bersifat mengiritasi (6). 

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa menambahkan tiga hingga enam tetes minyak esensial ke satu sendok makan minyak jojoba dapat menjadi obat kerontokan rambut karena merawat folikel rambut kering. Dengan mengembalikan kelembapan, kulit kepala berada dalam kondisi yang lebih sehat dan rambut lebih mungkin tumbuh.

 

3. Sumber Antioksidan

Minyak jojoba mengandung vitamin E dan vitamin B kompleks yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai perlindungan dari radikal bebas dan stres oksidatif. Selain itu, vitamin E juga menutrisi kulit dengan memperkuat dinding kapiler kulit, meningkatkan kelembaban dan elastisitas, dan anti-aging. Ketika diserap oleh kulit, vitamin E juga mempercepat regenerasi sel.

 

Sebuah studi menunjukkan bahwa vitamin E dalam minyak jojoba membantu mengurangi peradangan baik di dalam tubuh maupun pada kulit, membantu menjaga kesehatan secara umum, serta menjaga penampilan awet muda. Sifat antioksidan juga melindungi tubuh dari efek racun asap rokok maupun paparan sinar ultraviolet yang menjadi penyebab kanker kulit. Sedangkan vitamin B kompleks dalam minyak jojoba sangat baik dalam menjaga keseimbangan hormonal secara alami dalam tubuh manusia (7, 8).

 

 

Sumber Makanan

 

Minyak jojoba diekstrak dari biji tanaman jojoba (Simmondsia chinensis).

 

 

Dosis Pemakaian

 

Tidak seperti minyak esensial lainnya, minyak jojoba tidak perlu diencerkan dan dapat dioleskan langsung ke kulit Anda. Adapun dosis pemakaian minyak jojoba yang disarankan adalah:

 

• Melembabkan wajah: Oleskan empat hingga enam tetes minyak pada area yang diinginkan, di pagi dan malam hari sebelum tidur.

 

• Menutrisi rambut: Tambahkan tiga hingga lima tetes minyak jojoba ke dalam kondisioner Anda atau oleskan satu hingga dua tetes minyak langsung pada rambut dan kulit kepala setelah keramas.

 

• Menyamarkan keriput pada wajah: Gunakan satu hingga tiga tetes minyak jojoba dan oleskan ke area yang berkeriput. Gosokkan minyak dengan gerakan memutar hingga terserap.

 

Sebagai serum anti penuaan: Aplikasikan jojoba pada wajah sebelum tidur. 

 

• Pembersih make-up: Tuang tiga hingga lima tetes minyak jojoba pada bola kapas dan usapkan pada wajah.

 

Pelembab bibir: Aplikasikan satu hingga dua tetes minyak jojoba ke bibir Anda kapan pun dibutuhkan.

 

• Mengatasi infeksi: Oleskan satu hingga tiga tetes minyak jojoba ke area yang terinfeksi atau teriritasi sebanyak dua kali sehari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Bahan alami anti jerawat: Campurkan minyak jojoba dengan berbagai minyak esensial lain yang bersifat anti jerawat. Minyak jojoba dapat dikreasikan menjadi masker wajah DIY untuk mengatasi kulit yang berjerawat.

 

 

Efek Samping

 

Penggunaan minyak jojoba dapat menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal dan ruam.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui: Mengoleskan minyak jojoba pada kulit selama kehamilan dan menyusui diketahui aman,  namun hindari mengonsumi minyak jojoba secara oral.

 

Hindari mengonsumsi minyak jojoba secara langsung, karena mengandung asam erucic yang dapat merusak organ jantung.

 

 

Referensi

Ruggeri C. (2016). Jojoba oil — skin & hair healer and moisturizer. Dr Axe. Diakses pada 12 Juli 2019.

Watson K. (2018). 13 Reasons to add jojoba oil to your skin care routine. Healthline. Diakses pada 12 Juli 2019.

WebMD. (2018). Jojoba. WebMD. Diakses pada 12 Juli 2019.

Patel K. (2013). Simmondsia chinensis. Examine. Diakses pada 12 Juli 2019. 

McCoy K. (2017). Natural eczema treatment: 13 home remedies for eczema. Dr Axe. Diakses pada 12 Juli 2019. 

Jadoon S, Karim S, Bin Asad MH, et al. Anti-aging potential of phytoextract loaded-pharmaceutical creams for human skin cell longetivity. Oxid Med Cell Longev. (2015).

Ranzato E, Martinotti S, Burlando B. Wound healing properties of jojoba liquid wax: An in vitro study. J Ethnopharmacol. (2011).

Meier L, Stange R, Michalsen A, Uehleke B. Clay jojoba oil facial mask for lesioned skin and mild acne–results of a prospective, observational pilot study. Forsch Komplementmed. (2012).

Estanqueiro M, Conceição J, Amaral MH, Sousa Lobo JM. Characterization, sensorial evaluation and moisturizing efficacy of nanolipidgel formulations. Int J Cosmet Sci. (2014). 

Evans JA, Johnson EJ. The role of phytonutrients in skin health. Nutrients. (2010). 

Nachbar F, Korting HC. The role of vitamin E in normal and damaged skin. J Mol Med (Berl). (1995).