fbpx
LOGO

Manfaat Minyak Kelapa, Sebagai Penguat Otak dan Penurun Kolesterol

July 15, 2020
IMG

Minyak kelapa adalah minyak yang didapatkan dengan pressing atau menekan lemak dari daging buah kelapa segar (Cocos nucifera). Sekitar 84% kalori berasal dari lemak jenuh dengan 65% terdiri dari trigliserida rantai menengah (MCT) yang termasuk asam kaprilik, asam laurik dan asam kaprik yang bermanfaat dalam menghilangkan lemak tubuh. 

 

Terdapat dua jenis minyak kelapa, yakni VCO (virgin coconut oil) merupakan jenis minyak kelapa murni yang paling kaya manfaat, terkadang dapat ditemui juga dengan nama extra-VCO.

 

Jenis minyak kelapa kedua adalah RCO (refined coconut oil) merupakan minyak kelapa yang melalui proses pemutihan dan penambahan wangi buatan, sehingga minyak yang dihasilkan sangat berbeda dengan VCO. Minyak RCO melalui proses pemanasan yang sangat tinggi dan penambahan bahan kimia yang dapat merusak kandungan antioksidan di dalamnya.  

 

Mengoleskan minyak kelapa pada kulit dan rambut telah terbukti manfaat kesehatannya. Disisi lain, minyak kelapa juga dipercaya dapat mengurangi peradangan, mendukung kesehatan kognitif dan jantung, serta meningkatkan energi. 

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Fungsi Memori dan Otak

MCFA dalam minyak kelapa diolah dalam hati menjadi keton yang mudah diserap dalam tubuh. Keton kemudian dapat diakses dengan mudah oleh otak tanpa perantara insulin, sehingga glukosa dengan mudah akan menjadi energi dan dapat menyediakan sumber energi alternatif untuk sel-sel otak yang mengalami penurunan fungsi.

 

Dalam sebuah penelitian tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Neurobiology of Aging telah ditemukan manfaat MCFAs (Medium Chain Fatty Acid – trigliserida rantai menengah) dalam minyak kelapa dapat meningkatkan masalah memori pada lansia (1).

 

Manfaat lain dari kandungan keton dalam minyak kelapa sangat cocok untuk pasien Alzheimer. Asupan MCFA sebesar 20 – 70 gram per hari diketahui secara efektif dapat menurunkan gejala penyusutan sel otak pada penderita Alzheimer serta menjadi strategi terapetik yang efektif dan potensial  (2, 3).

 

Sebuah penelitian lain pada tahun 2006 menyebutkan bahwa konsumsi trigliserida rantai sedang menyebabkan peningkatan kadar keton dan fungsi otak dalam mengingat secara signifikan pada kelompok pasien dengan gejala Alzheimer ringan yang diberikan intervensi minyak kelapa dibandingkan kelompok plasebo (4).

 

Kandungan keton yang dihasilkan oleh minyak kelapa juga diketahui secara signifikan menurunkan episode kejang pada anak-anak dengan epilepsi.

 

Konsumsi menu makanan MCT + ketogenik (medium chain triglceride + rendah kalori dan tinggi kandungan lemak sehat) selama 3 bulan berturut-turut menghasilkan penurunan episode kejang hingga 50% pada 64.3% responden, dan sisanya (28.6%) tidak sama sekali mengalami episode kejang (5)

 

Kejang berulang pada kondisi epilepsi diketahui dapat mempengaruhi kecerdasan otak, meningkatkan risiko depresi serta menyebabkan sakit kepala yang sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.

 

2. Mencegah Penyakit Jantung dan Tekanan Darah Tinggi

Minyak kelapa mengandung lemak jenuh alami yang dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) serta membantu mengubah kolesterol jahat (LDL) menjadi rantai lemak yang lebih rendah resiko terhadap masalah kesehatan.

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa konsumsi 2 sendok makan minyak kelapa murni per hari pada remaja dan orang dewasa yang sehat, secara signifikan dapat meningkatkan kolesterol HDL. Disamping itu, tidak ada efek samping dilaporkan selama delapan minggu mengonsumsi minyak kelapa (6).

 

Pada penelitian lain menyatakan bahwa minyak kelapa lebih baik dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), dibandingkan dengan minyak kedelai (7, 8). Dengan kemampuan tersebut, minyak kelapa merupakan herbal yang potensial untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

 

3. Menurunkan Berat Badan

Minyak kelapa sangat efektif menurunkan berat badan karena dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan pembakaran lemak dan kalori, serta menghilangkan lemak perut. Kandungan dalam satu sendok minyak kelapa adalah 120 kalori, 14 gram lemak, tidak mengandung serat maupun kolesterol, serta sangat kaya akan berbagai vitamin dan mineral.

 

Sebuah penelitian tahun 1985 yang diterbitkan dalam Journal of Toxicology and Environmental Health membuktikan bahwa injeksi tunggal asam kaprat, yang terkandung dalam minyak kelapa, menghasilkan penurunan nafsu makan dan kehilangan berat badan pada tikus jantan. Hal ini dipercaya karena kemampuan MCFA untuk mengendalikan berbagai proses fisiologis (9).

 

Asam kaprat juga terbukti dapat meningkatkan fungsi tiroid, membantu menurunkan denyut jantung istirahat dan membantu tubuh membakar lemak menjadi energi (10). 

 

Pada penelitian yang melibatkan wanita obesitas dan pria gemuk menyatakan mengonsumsi  30 mL atau 2 sendok makan minyak kelapa per hari selama 12 minggu dapat menyebabkan penurunan yang signifikan pada BMI (Body Mass Index) dan lingkar pinggang para responden penelitian (11, 12).

 

Seseorang yang mengonsumsi diet ketogenik (tinggi kandungan MCT) pada saat sarapan, secara efektif mengonsumsi lebih sedikit kalori pada siang hari (13). Mengonsumsi minyak kelapa juga diketahui meningkatkan ketahanan fisik dan pembentukan otot melalui mekanisme aktivasi gen protein pada metabolisme dan biogenesis mitokondria (14). 

 

4. Menjaga Kesehatan Kulit, Rambut, dan Mulut

Minyak kelapa banyak digunakan dalam bahan kosmetik terutama untuk meningkatkan kesehatan serta penampilan rambut dan kulit. Asam lemak, seperti kaprilat dan laurat, dalam minyak kelapa dapat mengurangi peradangan secara internal dan eksternal serta melembabkan kulit.

 

Minyak kelapa juga sangat baik sebagai pembersih wajah, pelembab, mengenyalkan, menghilangkan strecth mark dan tabir surya (15).

 

Studi pada individu dengan kulit kering menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat meningkatkan kadar air pada kulit. Sifat antimikrobanya dan antioksidannya juga bermanfaat untuk mengobati eksim, yakni sebuah gangguan pada kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa yang gatal (16, 17).

 

Minyak kelapa juga memiliki asam lemak yang dapat mengatasi kondisi rambut berketombe atau rambut kering, bahkan dapat menebalkan rambut dan menjadi kondisioner rambut alami (18). 

 

Disisi lain, minyak kelapa juga telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat kumur yang dapat membunuh beberapa bakteri berbahaya di mulut, meningkatkan kesehatan gigi dan mengurangi bau mulut. Hal ini dikarenakan tingginya konsentrasi MCFA antibakteri dalam minyak kelapa.

 

Berkumur dengan minyak kelapa amat direkomendasikan untuk dilaksanakan sebanyak 3 kali per minggu dengan durasi berkumur 20 menit per hari, minyak akan bekerja dengan mendenaturasi bakteri dan menempel padanya, sehingga menghilangkan bakteri pada mulut yang dapat mengurangi risiko penyakit periodontal seperti karang gigi, gingivitis atau radang gusi, serta mencegah terjadinya gigi berlubang (19). 

 

5. Sebagai Anti-Aging

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Food and Function, minyak kelapa meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh, yang berfungsi mengurangi stres pada hati dan stres oksidatif, dan dapat memperlambat penuaan (20). Selain itu, minyak kelapa juga dapat mendukung detoksifikasi karena cara kerjanya dengan hati. 

 

Minyak kelapa diketahui juga sangat efektif dalam mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis. Pemberian 8% VCO selama 6 minggu berturut-turut menghasilkan volume tulang yang lebih besar serta struktur tulang yang lebih rapat pada tikus coba yang telah menopause.

 

Penelitian ini membuktikan bahwa VCO mampu mencegah terjadinya pengeroposan tulang yang berhubungan dengan rendahnya estrogen pada masa post-menopause (21).

 

6. Menyeimbangkan Hormon

Lemak jenuh yang terkandung didalam minyak kelapa dapat membantu menyeimbangkan hormon secara alami. Minyak kelapa dapat menjadi lemak yang sangat baik untuk dikonsumsi selama masa menopause, juga memiliki efek positif pada kadar estrogen (22).

 

Pada kondisi kehamilan, ketidak seimbangan hormon dapat mempengaruhi kesehatan fisik serta mental seorang ibu. Suplementasi minyak ikan bersama dengan minyak kelapa diketahui menimbulkan efek relaksasi serta mencegah terjadinya berat bayi lahir rendah yang berhubungan dengan stres selama kehamilan (23).

 

Konsumsi harian minyak kelapa juga terbukti meningkatkan status kesehatan dan imunitas bayi yang dilahirkan (24), selain itu juga  meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi saat kehamilan dan setelah persalinan. 

 

7. Membunuh Mikroorganisme Berbahaya

Minyak kelapa mengandung 50% asam laurat 12-karbon (monolaurin), yang telah terbukti dapat membunuh patogen berbahaya seperti bakteri, virus, dan jamur (25).

 

Zat ini telah terbukti membantu membunuh bakteri Staphylococcus aureus (patogen yang menyebabkan penyakit seperti bisul, jerawat, pneumonia hingga artritis) serta menekan pertumbuhan Candida albicans, sumber infeksi jamur yang menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia (26, 27).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daging buah kelapa

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis paling efektif adalah mencampurkan sekitar 7.7 – 15 gram minyak kelapa (mengandung sekitar 5 – 10 gram MCT/trigliserida rantai sedang) ke dalam menu makanan. Tidak lebih dari 2.5 sendok makan per hari. 

 

Minyak kelapa dapat dimasak di bawah titik asap minyak (350 ° F / 175 ° C) untuk menghindari pemanasan berlebihan yang dapat menimbulkan efek negatif. Adapun dosis minyak kelapa yang disarankan yaitu:

 

Meningkatkan imunitas tubuh saat sakit: Minum satu sendok makan minyak kelapa, tiga kali sehari.

 

Menebalkan rambut dan menghilangkan ketombe: Campurkan satu sendok makan minyak kelapa yang dicampur dengan 10 tetes minyak esensial rosemary, pijat ke kulit kepala Anda selama tiga menit. Bilas 30 menit kemudian.

 

Menjaga kesehatan mulut: Jadikan minyak kelapa sebagai obat kumur, tiga kali seminggu selama 20 menit sehari.

 

Untuk memperlambat penuaan: Kombinasikan satu sendok makan minyak kelapa dengan buah beri untuk sarapan. Anda juga dapat menerapkannya langsung ke kulit untuk manfaat kesehatan tambahan dan menghaluskan kulit.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Minyak esensial rosemary: kombinasi keduanya dapat menebalkan rambut dan menghilangkan ketombe.

 

Buah beri: kombinasi keduanya dapat membantu memperlambat penuaan.

 

Vitamin E: ketika dioleskan langsung pada kulit minyak kelapa secara efektif dapat meningkatkan penyerapan vitamin E, hal ini berkaitan dengan penggunaan minyak kelapa dalam berbagai produk kosmetik untuk kesehatan kulit. 

 

 

Efek Samping

 

Jarang sekali ditemukan efek samping dari minyak kelapa, karena minyak kelapa juga terkenal dapat mengurangi efek samping dari berbagai obat-obatan.

 

Efek samping yang mungkin terjadi adalah reaksi alergi pada mereka yang sensitif terhadap protein dalam kelapa. Selai itu minyak kelapa juga dapat menyebabkan mual, muntah, gatal, bengkak dan kemerahan pada kulit/eksim, serta reaksi anafilatik (menimbulkan masalah pernafasan dan mengancam nyawa)

 

Minyak kelapa dapat meningkatkan resiko kanker apabila dipanaskan berulang kali (terutama dalam proses memasak deep-frying), karena ikatan lemaknya dapat berubah menjadi ikatan polyaromatic hydrocarbon – carcinogens. 

 

Konsumsi yang berlebihan atau dalam porsi besar justru dapat meningkatkan berat badan dan meningkatkan kolesterol. 

 

Manfaat anti-mikroba dalam minyak kelapa dapat menekan pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan, sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan perut seperti diare. Sebaiknya memulai dengan dosis sedikit untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan.

 

Pada seseorang yang memiliki kulit wajah berminyak, mengoleskan minyak kelapa dapat meningkatkan produksi sebum yang memicu sumbatan pada pori-pori wajah, sehingga justru dapat menimbulkan jerawat.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Coconut oil. Examine. Diakses pada 03 Juli 2019.

Axe, Josh. (2019). 20 Coconut oil benefits for your brain, heart, joints + more!. Dr Axe. Diakses pada 03 Juli 2019.

Gunnars, Kris. (2018). Top 10 evidence-based health benefits of coconut oil. Diakses pada 03 Juli 2019.

Tzemis, Peter. (2018). Coconut oil. Health Trends. Diakses pada 03 Juli 2019.

Galvin JE. Optimizing diagnosis and management in mild-to-moderate alzheimer’s disease. Neurodegener Dis Manag. (2012).

Cunnane SC, Courchesne‐Loyer A, St‐Pierre V, Vandenberghe C, Pierotti T, Fortier M, Croteau E, Castellano CA. Can ketones compensate for deteriorating brain glucose uptake during aging? implications for the risk and treatment of Alzheimer’s disease. Ann. N.Y. Acad. Sci. (2016). 

Nafar F, Mearow KM. Coconut oil attenuates the effects of amyloid-β on cortical neurons in vitro. J Alzheimers Dis. (2014). 

Reger MA, Henderson ST, Hale C, et al. Effects of beta-hydroxybutyrate on cognition in memory-impaired adults. Neurobiol Aging. (2004).

Chomtho K, Suteerojntrakool O, Chomtho S. Effectiveness of medium chain triglyceride ketogenic diet in Thai children with intractable epilepsy. J Med Assoc Thai. (2016).

Chinwong S, Chinwong D, Mangklabruks A. Daily consumption of virgin coconut oil increases high-density lipoprotein cholesterol levels in healthy volunteers: A randomized crossover trial. Evid Based Complement Alternat Med. (2017).

Assunção ML, Ferreira HS, dos Santos AF, Cabral CR Jr, Florêncio TM. Effects of dietary coconut oil on the biochemical and anthropometric profiles of women presenting abdominal obesity. Lipids. (2009).

Cardoso DA, Moreira AS, de Oliveira GM, Raggio Luiz R, Rosa G. A coconut extra virgin oil – rich diet increases hdl cholesterol and decreases waist circumference and body mass in coronary artery disease patients. Nutr Hosp. (2015).

Lei T, Xie W, Han J, Corkey BE, Hamilton JA, Guo W. Medium‐chain fatty acids attenuate agonist‐stimulated lipolysis, mimicking the effects of starvation. Obesity Research. (2004). 

Stubbs BJ, Cox PJ, Evans RD, Cyranka M, Clarke K, de Wet H. A ketone ester drink lowers human ghrelin and appetite. Obesity (Silver Spring). (2018).

Assunção ML, Ferreira HS, dos Santos AF, Cabral CR Jr, Florêncio TM. Effects of dietary coconut oil on the biochemical and anthropometric profiles of women presenting abdominal obesity. Lipids. (2009). 

Liau KM, Lee YY, Chen CK, Rasool AH. An open-label pilot study to assess the efficacy and safety of virgin coconut oil in reducing visceral adiposity. ISRN Pharmacol. (2011). 

Van Wymelbeke V, Himaya A, Louis-Sylvestre J, Fantino M. Influence of medium-chain and long-chain triacylglycerols on the control of food intake in men. Am J Clin Nutr. (1998). 

Wang Y, Liu Z, Han Y, Xu J, Huang W, Li Z. Medium chain triglycerides enhances exercise endurance through the increased mitochondrial biogenesis and metabolism. PLoS One. (2018). 

Korać RR, Khambholja KM. Potential of herbs in skin protection from ultraviolet radiation. Pharmacogn Rev. (2011).

Agero AL, Verallo-Rowell VM. A randomized double-blind controlled trial comparing extra virgin coconut oil with mineral oil as a moisturizer for mild to moderate xerosis. Dermatitis. (2004). 

Evangelista MT, Abad-Casintahan F, Lopez-Villafuerte L. The effect of topical virgin coconut oil on SCORAD index, transepidermal water loss, and skin capacitance in mild to moderate pediatric atopic dermatitis: a randomized, double-blind, clinical trial. Int J Dermatol. (2014). 

Rele AS, Mohile RB. Effect of mineral oil, sunflower oil, and coconut oil on prevention of hair damage. J Cosmet Sci. (2003).

Asokan S, Kumar RS, Emmadi P, Raghuraman R, Sivakumar N. Effect of oil pulling on halitosis and microorganisms causing halitosis: A randomized controlled pilot trial. Journal of Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry. (2011). 

Hayatullina Z, Muhammad N, Mohamed N, Soelaiman IN. Virgin coconut oil supplementation prevents bone loss in osteoporosis rat model. Evid Based Complement Alternat Med. (2012).

Feranil AB, Duazo PL, Kuzawa CW, Adair LS. Coconut oil is associated with a beneficial lipid profile in pre-menopausal women in the Philippines. Asia Pac J Clin Nutr. (2011). 

Borsonelo EC, Suchecki D, Calil HM, Galduróz JC. Supplementation with fish oil and coconut fat prevents prenatal stress-induced changes in early postnatal development. Int J Dev Neurosci. (2011).

Lockyer S, Stanner S. Coconut oil – a nutty idea?. Nutrition Bulletin. (2016). 

Kabara JJ, Swieczkowski DM, Conley AJ, Truant JP. Fatty acids and derivatives as antimicrobial agents. Antimicrob Agents Chemother. (1972).

Ruzin A, Novick RP. Equivalence of lauric acid and glycerol monolaurate as inhibitors of signal transduction in Staphylococcus aureus. J Bacteriol. (2000). 

Ogbolu DO, Oni AA, Daini OA, Oloko AP. In vitro antimicrobial properties of coconut oil on Candida species in Ibadan, Nigeria. J Med Food. (2007).


Tags: , , , , ,