fbpx
LOGO

Manfaat Noopept Sebagai Nootropik

November 17, 2020
IMG

Noopept (N-phenylacetyl-L-prolylglycine ethyl ester) adalah nootropik turunan peptida dengan mekanisme kerja yang mirip seperti keluarga racetam, dan 1000 kali jauh lebih kuat daripada piracetam.

 

Noopept juga dikenal sebagai nootropik jenis ampakina (ampakine) yang larut dalam air, sehingga dapat dengan mudah masuk ke dalam otak. Ampakina cenderung memiliki efek stimulan, tapi efeknya berbeda dengan Ritalin dan kopi. Noopept dikenal karena efek anxiolytic atau anti-kecemasan.

 

Noopept merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak memiliki efek samping yang signifikan.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, noopept bekerja dengan merangsang reseptor dopamin, nikotinat, dan serotonin yang berkaitan dengan peningkatan kognisi, memori, retensi, pemikiran logis, refleks, dan suasana hati. Noopept juga terbukti meningkatkan faktor pertumbuhan saraf otak (NGF dan BDNF). 

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga kesehatan otak

Noopept telah terbukti meningkatkan Nerve Growth Factor (NGF) dan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). NGF dan BDNF keduanya terlibat dalam neuroplastisitas, dan perbaikan dan penggantian sel-sel otak yang rusak.

 

Noopept menghasilkan efek positif terhadap kesehatan otak, memori, dan kognisi secara keseluruhan lebih baik, terutama pada seseorang dengan kerusakan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer atau Parkinson (1).

 

Satu studi yang dilaksanakan di Moskow, Rusia terhadap otak tikus menunjukkan manfaat penggunaan jangka panjang noopept yang dikuatkan NGF, BDNF dan mRNA (messenger-RNA atau pembawa urutan protein dalam proses transkripsi DNA manusia).

 

Subjek hewan dalam penelitian ini tidak menunjukkan tanda-tanda intoleransi obat meski noopet diberikan dalam jangka panjang (28 hari berturut-turut). Noopept bahkan meningkatkan efek neurotropik (memberikan energi saraf untuk dapat berfungsi dengan lebih baik) (2).

 

2. Meningkatkan gelombang otak

Para peneliti di Moskow mempelajari efek dari menyuntikkan noopept pada tikus untuk melihat pengaruhnya terhadap gelombang otak. Hasil penelitian menemukan bahwa Noopept meningkatkan aktivitas gelombang alfa dan beta di otak. Gelombang alfa dikaitkan dengan pembelajaran super, kesenangan, ketenangan, dan suasana santai, sementara gelombang beta dikaitkan dengan konsentrasi, kewaspadaan, dan kognisi.

 

Para peneliti mengamati bahwa reseptor NMDA terlibat dengan injeksi tunggal noopept. Sementara reseptor AMPA (reseptor glutamat yang berperan penting dalam pertukaran ion natrium dan kalium dalam sel saraf) diaktifkan setelah penggunaan jangka panjang noopept (3).

 

Reseptor NMDA merupakan reseptor yang sangat diperlukan dalam proses pembentukan memori jangka panjang, neuroplastisitas (kemampuan otak dan sistem saraf untuk berubah secara struktural dan fungsional akibat input stimulus lingkungan), dan peningkatan aktivitas pensinyalan otak. Penggunaan noopept jangka panjang terbukti menghasilkan peningkatan terhadap daya ingat dan memori.

 

3. Meningkatkan memori

Noopept dikenal untuk meningkatkan memori. Banyak penggunanya melaporkan peningkatan memori yang lebih baik setelah menggunakan noopept.

 

Pada uji coba hewan, tikus yang menerima suplemen noopept memiliki fungsi memori yang lebih baik. Penlitian ini menunjukkan manfaat noopept dalam menormalkan kapasitas belajar pada hewan dengan kerusakan yang terjadi pada korteks serebral, dan meningkatkan kemampuan respon pada tikus dengan defisit pembelajaran turun-temurun.

 

Para peneliti juga mencatat bahwa noopept meningkatkan tahap memori hingga tiga kali lipat (4).

 

Studi pada hewan tikus yang lain juga menemukan bahwa noopept terbukti merangsang pembelajaran setelah hanya satu kali pemberian. Administrasi noopept dosis 0.5 – 10 mg/Kg berat badan berulang terbukti meningkatkan keberhasilan hewan coba dalam melaksanakan tugas dalam penelitian (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Noopept tidak dapat ditemukan dalam sumber makanan alami, karena merupakan produk sintesis kimiawi. 

 

 

Dosis

 

Dosis noopept yang disarankan adalah 10 – 30 mg per hari, tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan bubuk suplemen.

 

Penyerapan noopept dapat dipercepat dengan cara mengombinasikan noopept dengan makanan yang mengandung lemak sehat, seperti satu sendok makan extra virgin, kelapa yang diperas dingin,  minyak zaitun, atau lemak sehat serupa lainnya.

 

Meletakkan tablet noopept di bawah lidah (sublingual) juga dapat meningkatkan penyerapan noopept dalam darah menuju otak tanpa perlu melalui proses penyerapan di sistem pencernaan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Noopept dapat kombinasikan dengan:

 

Alpha GPC  atau CDP Choline: untuk meningkatkan kadar kolin di otak, suplementasi kolin dibutuhkan untuk mencegah sakit kepala akibat defisit kolin setelah mengonsumsi noopept

 

Lemak sehat seperti minyak kelapa murni (VCO), atau minyak zaitun: mempercepat penyerapan noopept dalam otak

 

 

Efek Samping

 

Efek samping dapat terjadi pada penggunaan dosis tinggi, antara lain:

Kelelahan

Sakit kepala

Susah tidur

Sakit perut

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Noopept. WebMD. Diakses pada 16 September 2019. 

Ostrovskaia RU, Vakhitova IuV, Salimgareeva MKh, Iamidanov RS, Sadovnikov SV, Kapitsa IG, Seredenin SB. On the mechanism of noopept action: decrease in activity of stress-induced kinases and increase in expression of neutrophines. Eksp Klin Farmakol. (2010).

Ostrovskaya RU, Gudasheva TA, Zaplina AP, Vahitova JV, Salimgareeva MH, Jamidanov RS, Seredenin SB. Noopept stimulates the expression of NGF and BDNF in rat hippocampus. Bull Exp Biol Med. (2008).

Vorobyov V, Kaptsov V, Kovalev G, Sengpiel F. Effects of nootropics on the EEG in conscious rats and their modification by glutamatergic inhibitors. Brain Res Bull. (2011). 

Romanova GA, Shakova FM, Gudasheva TA, Ostrovskaya RU. Impairment of learning and memory after photothrombosis of the prefrontal cortex in rat brain: Effects of noopept. Bull Exp Biol Med. (2002). 

Ostrovskaya RU, Mirsoev TK, Romanova GA, Gudasheva TA, Kravchenko EV, Trofimov CC, Voronina TA, Seredenin SB. Proline-containing dipeptide GVS-111 retains nootropic activity after oral administration. Bull Exp Biol Med. (2001).


Tags: , , , ,