fbpx
LOGO

Manfaat Nootropik Ekstrak Artichoke

September 3, 2020
IMG

Artichoke (Cynara cardunculus var. Scolymus) adalah varietas sayuran yang telah digunakan selama berabad-abad untuk pengobatan. Ekstrak artichoke atau yang disebut dengan luteolin merupakan penghambat PDE4 (phospodiesterase-4 inhibitor) sebuah enzim yang memecah molekul cAMP (cyclic adenosine monophosphate).

 

Molekul cAMP merupakan molekul yang dibutuhkan dalam sistem transfer sinyal antar neuron dalam otak. Sehingga mengonsumsi artichoke diyakini dapat mencegah kerusakan pada cAMP dan melindungi fungsi kognitif secara umum.

 

Ekstrak artichoke berfungsi sebagai nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh

 

Senyawa luteolin yang terkandung di dalam artichoke menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan memori di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik juga bisa didapatkan melalui suplementasi luteolin, tanpa mengonsumsi artichoke. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Di samping itu, ekstrak artichoke diketahui memiliki sifat antioksidan dan kaya akan kandungan fitonutrien sehingga mampu mengatasi kondisi kesehatan serius seperti penyakit jantung dan kanker.

 

Luteolin juga dikenal sebagai nootropik yang berfungsi untuk meningkatan kognisi, memori, terjaga, dan melindungi neurotransmiter di otak. Selain itu, luteolin larut dalam air sehingga dapat dengan mudah memasuki sawar otak sehingga bekerja dengan cepat dan dalam jangka panjang.

 

 

Cara Kerja Ekstrak Artichoke sebagai Nootropik

 

Ekstrak artichoke berfungsi sebagai nootropik dan bekerja dalam berbagai cara, tetapi terdapat dua mekanisme kerja yang paling menonjol:

 

Ekstrak artichoke menghambat PDE4 yang meningkatkan aktivitas cAMP dalam sel-sel otak

Molekul cAMP membantu merangsang produksi CREB (cAMP response element-binding protein atau protein pengikat elemen respons cAMP). Peningkatan CREB kemudian akan meningkatkan Potensiasi Jangka Panjang (LTP- Long Term Potentiation).

 

LTP membentuk koneksi antara sinapsis otak, yang merupakan komponen utama dalam pembelajaran dan memori. Mekanisme penghambatan PDE4 dan peningkatan cAMP juga menyebabkan produksi dopamin terjadi secara normal dan lebih efektif (1).

 

 

Ekstrak artichoke mengurangi peradangan otak

Pada sebuah penelitian dengan menggunakan hewan coba, luteolin diberikan berupa air minum sebagai terapi terhadap sel otak tikus sebelum diberikan zat lipopolisakarida yang menyebabkan peradangan pada sel-sel otak selama 21 hari.

 

Jenis peradangan yang terjadi serupa dengan yang dialami manusia terhadap paparan racun setiap harinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luteolin mampu memberikan efek perlindungan terhadap peradangan otak sekaligus membantu memperbaiki masalah kognisi dan memori.

 

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa penggunaan luteolin sangat potensial untuk mengurangi peradangan pada sistem persarafan (2).

 

 

Manfaat Luteolin dalam Ekstrak Artichoke

 

Berikut manfaat luteolin sebagai nootropik:

 

1. Meningkatkan Suasana Hati dan Motivasi 

Sebuah penelitian menguji efek penghambatan produksi PDE4 pada peningkatan mood atau suasana hati.

 

Para peneliti di Sekolah Kedokteran Universitas Kurume di Jepang menemukan bahwa ketika reseptor dopamin D1 dalam korteks prefrontal (bagian terdepan dari otak yaang mengatur fungsi kognitif dan emosi) rusak, gejala psikotik termasuk skizofrenia dapat terjadi.

 

Sinyal reseptor dopamin D1 terjadi melalui kaskade cAMP yang dimodulasi PDE4. Ketika produksi PDE4 terhambat, terdapat peningkatan dopamin yang berdampak pula pada peningkatan fungsi kognitif (3).

 

2. Meningkatkan Memori

Luteolin berfungsi penghambat PDE4 (phospodiesterase-4 inhibitor).

 

Uji coba hewan yang dilakukan oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Virginia Barat Amerika Serikat menemukan bahwa menghambat produksi PDE4 pada tikus mampu meningkatkan memori, serta meningkatkan pertumbuhan neuron baru di area hipokampus otak (4).

 

3. Membantu Mencegah Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit progresif kronis yang diakibatkan oleh penumpukan protein dalam otak sehingga menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan membuat keputusan, bahkan dapat menyebabkan perubahan kepribadian.

 

Pemberlakukan diet terkontrol atau diet tambahan luteolin selama 4 minggu pada tikus muda dan tua menghasilkan sel-sel mikroglia yang lebih teratur dan menghentikan produksi sitokin berlebihan serta pemulihan memori (5).

 

Sel mikroglia adalah sel kekebalan di otak dan sumsum tulang belakang yang menghasilkan molekul pensinyalan yang disebut sitokin. Sitokin merupakan molekul pensinyalan sel yang membantu komunikasi antar sel dalam respon imun.

 

Sel-sel mikroglia yang tidak diatur akan menghasilkan tingkat sitokin yang berlebihan dan menyebabkan kerusakan neuron. Sitokin yang berlebihan juga menyebabkan penuaan kognitif dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

 

Selain itu juga dapat menyebabkan gejala lain seperti menyebabkan kantuk, kehilangan nafsu makan, defisit memori, dan depresi.

 

Baca artikel kami mengenai artichoke untuk mengetahui 7 manfaat kesehatan ekstrak artichoke.

 

 

Sumber Makanan

 

Artichoke merupakan tunas bunga milk thistle

 

 

Dosis Pemakaian

 

• Menghambat PDE4: Ekstrak artichoke (luteolin) dengan dosis 900 mg aman dikonsumsi setiap hari.

 

Sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi ekstrak artichoke di pagi hari sebelum memulai aktivitas untuk meningkatkan produktivitas kerja.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Ekstrak artichoke dapat dikombinasikan dengan:

 

Forskolin: Ketika diberikan secara bersamaan mampu meningkatkan level cAMP (pensinyalan otak). Dosis forskolin yang dapat dikonsumsi bersama ekstrak artichoke adalah 4 mg per hari.

 

ALCAR: Kombinasi ekstrak artichoke dan ALCAR efektif meningkatkan produksi asetilkolin dan mencegah terjadinya kantuk akibat konsumsi ekstrak artichoke.

 

Kafein dan L-theanine: Dapat dikombinasikan dengan berbagai sumber kafein maupun L-theanine seperti teh hijau.

 

 

Efek Samping

 

Mengantuk 

Kontraksi kandung empedu

Menurunkan kadar kolesterol darah

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Gangguan liver

Gangguan batu empedu atau penyumbatan saluran empedu

 

Hindari mengombinasikan dengan obat anti-kolesterol dan statin karena dapat menurunkan efektivitas obat.

 

 

 

Referensi:

Tomen, David. (2017). Artichoke extract (luteolin). Nootropics Expert. Diakses pada 03 September 2019. 

Almeida LE, Murray PD, Zielke HR, Roby CD, Kingsbury TJ, Krueger BK. Autocrine activation of neuronal NMDA receptors by aspartate mediates dopamine- and cAMP-induced CREB-dependent gene transcriptionJ Neurosci. (2009). 

Jang S, Kelley KW, Johnson RW. Luteolin reduces IL-6 production in microglia by inhibiting JNK phosphorylation and activation of AP-1Proc Natl Acad Sci U S A. (2008). 

Kuroiwa M, Snyder GL, Shuto T, et al. Phosphodiesterase 4 inhibition enhances the dopamine D1 receptor/PKA/DARPP-32 signaling cascade in frontal cortex. Psychopharmacology (Berl). (2012). 

Li YF, Cheng YF, Huang Y, et al. Phosphodiesterase-4D knock-out and RNA interference-mediated knock-down enhance memory and increase hippocampal neurogenesis via increased cAMP signaling. J Neurosci. (2011). 

Kuroiwa M, Snyder GL, Shuto T, et al. Phosphodiesterase 4 inhibition enhances the dopamine D1 receptor/PKA/DARPP-32 signaling cascade in frontal cortex. Psychopharmacology (Berl). (2012).

 


Tags: ,