fbpx
LOGO

Manfaat Nootropik Pramiracetam

September 16, 2020
IMG

Pramiracetam merupakan turunan piracetam yang mirip seperti GABA (Gamma-Aminobutyric Acid). Pramiracetam termasuk jenis yang baru di keluarga racetam, yang pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1970an oleh Parke-Davis. Pramiracetam diklaim 5 hingga 30 kali lebih kuat daripada piracetam.

 

Pramiracetam merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Pramiracetam diperkirakan dapat meningkatkan reseptor asetilkolin di otak. Pramiracetam telah terbukti meningkatkan kognisi secara keseluruhan, fokus, memori kerja dan memori jangka panjang, dan pembelajaran.

 

Karena pramiracetam merangsang penyerapan kolin di otak, mengonsumsi suplemen ini harus dikombinasikan dengan sumber kolin yang baik seperti Alpha GPC atau CDP Choline.

 

Pramiracetam merupakan nootropik yang larut dalam lemak sehingga konsumsinya juga perlu dibarengi dengan makanan atau sumber lemak yang baik seperti ikan atau minyak kelapa.

 

 

Manfaat Pramiracetam

 

1. Meningkatkan memori

Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa pramiracetam memiliki dampak yang signifikan terhadap daya ingat. Pemberian pramiracetam efektif meningkatkan retensi selama 24 jam pada tikus (1).

 

Pemberian pramiracetam menghasilkan efek positif pada memori objektif dan kinerja metamemori. Metamemori adalah kombinasi dari pengetahuan dalam (inner-knowledge) dengan proses untuk merumuskan ingatan baru tanpa pengetahuan dalam.

 

Pemberian pramiracetam disertai dengan pelatihan memori mengalami peningkatan memori yang signifikan, dibandingkan individu sehat yang hanya mengonsumsi pramiracetam. Adapun Kelompok yang hanya mendapat pelatihan memori mencetak skor terendah (2).

 

2. Meningkatkan fungsi kognitif

Pramiracetam terbukti mampu meningkatkan penyerapan kolin afinitas tinggi (HACU) di otak. Secara tidak langsung, pramiracetam berkaitan dengan peningkatan perhatian, kejernihan mental, daya ingat dan keterampilan verbal (3).

 

Pada sebuah hasil penelitian, pemberian pramiracetam dosis 400 mg setiap hari mampu meningkatkan kognisi, memori, dan daya ingat pada pasien yang menderita masalah kognisi karena cedera otak. Efek pramiracetam ini terlihat hanya dalam waktu 1 bulan setelah pemberian (4).

 

3. Menjaga kesehatan otak

Pramiracetam berfungsi meningkatkan aktivitas oksida nitrat di otak. Peningkatan ini memengaruhi kondisi pembuluh darah menjadi lebih rileks, sehingga memungkinkan aliran darah lebih lancar. Peningkatan aliran darah menyebabkan lebih banyak oksigen dan nutrisi yang masuk ke otak, yang berakhir pada peningkatan memori dan proses belajar yang lebih baik.

 

Pramiracetam juga meningkatkan penyerapan kolin afinitas tinggi (HACU) yang penting dalam pembuatan asetilkolin di otak. Mengombinasikan pramiracetam dan nootropik racetam lain seperti coluracetam mampu meningkatkan memori dan mengembalikan fungsi memori pada orang dengan kerusakan otak (5, 6).

 

 

 

Sumber 

 

Suplemen pramiracetam

 

 

Dosis

 

Dosis pramiracetam yang direkomendasikan adalah 250 – 400 mg, konsumsi 3 kali sehari.

 

Untuk hasil terbaik, konsumsi dengan lemak berkualitas seperti extra virgin, minyak kelapa dingin, minyak MCT atau minyak zaitun.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengombinasikan pramiracetam dengan suplemen kolin seperti Alpha GPC atau CDP-Choline membantu meningkatkan daya ingat dan kognisi, serta menghindari efek samping sakit kepala.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Objektivitas emosional

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil 

• Ibu menyusui

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu

 

 

Referensi

Tomen D. (2017). Pramiracetam. Nootropics Extract. Diakses pada 19 September 2019.

Ennaceur A, Cavoy A, Costa JC, Delacour J. A new one-trial test for neurobiological studies of memory in rats. II: Effects of piracetam and pramiracetam. Behavioural Brain Research. (1989). 

De Vreese LP, Neri M, Boiardi R, Ferrari P, Belloi L, Salvioli G. Memory training and drug therapy act differently on memory and metamemory functioning: Evidence from a pilot study. Arch Gerontol Geriatr. (1996).

Shih YH, Pugsley TA. The effects of various cognition-enhancing drugs on in vitro rat hippocampal synaptosomal sodium dependent high affinity choline uptake. Life Sci. (1985).

McLean A Jr, Cardenas DD, Burgess D, Gamzu E. Placebo-controlled study of pramiracetam in young males with memory and cognitive problems resulting from head injury and anoxia. Brain Inj. (1991).

Simon JR, Atweh S, Kuhar MJ. Sodium-dependent high affinity choline uptake: a regulatory step in the synthesis of acetylcholine. J Neurochem. (1976).

Murai S, Saito H, Abe E, Masuda Y, Odashima J, Itoh T. MKC-231, a choline uptake enhancer, ameliorates working memory deficits and decreased hippocampal acetylcholine induced by ethylcholine aziridinium ion in mice. J Neural Transm Gen Sect. (1994).


Tags: , , ,