fbpx
LOGO

5 Manfaat Pepaya (Papain) yang Luar Biasa

July 26, 2020
IMG

Pepaya merupakan buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tetapi kini buah ini dapat ditemui di India, Brazil, bahkan Indonesia. Hal ini dikarenakan pepaya dapat tumbuh di daerah tropis.

 

Pepaya memiliki enzim khusus bernama papain, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan pencernaan baik diare maupun sembelit, mengurangi rasa sakit, peradangan, pembengkakan, infeksi, dan alergi. Selain itu pepaya juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, dan banyak manfaat kesehatan lainnya. 

 

Seperti halnya berbagai jenis buah tropis lainnya, buah pepaya juga mengandung banyak vitamin, mineral, flavonoid, dan antioksidan. Papain sendiri merupakan enzim dalam buah pepaya yang bersifat proteolitik, memecah protein menjadi fragmen protein yang disebut peptida dan asam amino.

 

Karena kandungan papain inilah pepaya sering digunakan sebagai bahan alami pengempuk daging. 

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Pepaya kaya akan kandungan vitamin C, mikronutrien penting yang bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi terhadap kerusakan akibat radikal bebas, oksidasi kolesterol, serta mencegah pembentukan plak di sepanjang dinding arteri atau pembuluh darah. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kekurangan vitamin C dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung (1). 

 

Pepaya juga mengandung folat, yakni sebesar 53.2 mcg folat untuk setiap 140 gram pepaya. Folat membantu mengubah homosistein, sejenis asam amino yang dikaitkan dengan penyakit jantung, menjadi asam amino lain yang tidak berbahaya untuk menurunkan risiko masalah jantung. Manfaat ini juga diketahui dapat mencegah terjadinya kecacatan jantung maupun saraf pada janin akibat kekurangan folat dan tinggi homosistein selama kehamilan (2).

 

2. Sebagai Antivirus dan Meningkatkan Produksi Sel Darah

Dalam sebuah penelitian, pemberian ekstrak daun pepaya sebesar 25 ml, dua kali per hari yakni pagi dan sore selama 5 hari berturut-turut kepada pasien demam berdarah berusia 45 tahun secara signifikan meningkatkan trombosit, sel darah putih, dan neutrofil hingga dua kali lipat (3).

 

Kulit pepaya juga kaya akan kandungan papain, yang bermanfaat dalam mengobati infeksi jamur dan virus. Cara kerja papain adalah dengan menghancurkan lapisan protein yang melindungi virus dan jamur, serta menurunkan kemampuan virus dan jamur untuk bereplikasi dan menyebar di dalam tubuh manusia (4). 

 

Demam berdarah juga biasanya akan diikuti dengan terjadinya trombositopenia, atau penurunan jumlah trombosit (keping darah) yang mengakibatkan gangguan pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan organ dalam.

 

Sebuah penelitian dengan hewan coba tikus menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pepaya terbukti meningkatkan jumlah sel darah merah dan trombosit secara signifikan setelah 72 jam pemberian. Kemampuan  ini diketahui sangat potensial untuk dikembangkan dalam pengobatan gangguan darah herediter (5).

 

Pada pasien herpes atau juga disebut shingles, pemberian enzim proteolitik seperti papain terhadap 192 orang penderita herpes selama 14 hari berturut-turut secara signifikan menurunkan derajat nyeri dan luka. Efeknya diketahui setara dengan pemberian acyclovir sebagai terapi umum pada kasus infeksi virus herpes zoster (6). 

 

Penggunaan pepaya sebagai antivirus telah dikenal sejak kemunculan budaya tradisional Polinesia di Hawaii dan Tahiti, di mana penduduk lokal membuat tapal dari kulit pepaya untuk membantu penyembuhan luka terutama jenis luka bakar, ruam maupun gigitan serangga (7). 

 

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Enzim papain yang terkandung pada pepaya membantu memecah ikatan antara asam amino. Dengan memecah asam amino, papain dapat membantu tubuh mencerna makanan dan meningkatkan penyerapan protein. Hal ini berguna bagi mereka yang memiliki gangguan asam lambung rendah dan mereka yang memiliki masalah pencernaan lainnya, termasuk sembelit dan kembung (8, 9).

 

Kandungan serat dalam pepaya juga memudahkan ekskresi atau memperlancar BAB. Hal ini dibuktikan melalui sebuah tinjauan tahun 2012 yang diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology yang menyatakan bahwa peningkatan asupan serat sangat efektif untuk meningkatkan frekuensi buang air besar terutama pada pasien dengan konstipasi (10).

 

 

 

4. Mengurangi Peradangan

Sebuah penelitian tingkat sel tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa pepaya dapat mengurangi penanda inflamasi pada sel tubuh orang dewasa sehat.

 

Peneliti menemukan bahwa pepaya dapat secara signifikan menekan regulasi IFN-γ, meningkatkan regulasi T-cell, CD4, dan IL4 sebagai penanda peradangan sehingga sangat potensial dalam mengurangi peradangan yang diakibatkan oleh rheumatoid arthritis yakni peradangan pada sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun (11). 

 

Selain dapat mengatasi radang sendi, kandungan vitamin A dan betakaroten dalam buah pepaya juga telah terbukti membantu mengurangi gejala asma, menekan peradangan pada saluran pernafasan.

 

Kandungan vitamin C dan flavonoid lainnya dalam buah pepaya dapat menjaga kesehatan kulit, bekerja sebagai antioksidan yang mencegah radikal bebas dan oksidasi sehingga dapat mencegah terjadinya penuaan (12, 13). 

 

Pada kondisi faringitis atau tonsilitis (radang tenggorokan) kombinasi papain (2 mg), lisozim (5 mg), dan 200 IU bacitracin dalam permen pelega tenggorokan terbukti menurunkan gejala bengkak, nyeri, dan kemerahan secara signifikan dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (14). 

 

Pada sebuah penelitian yang diulas dalam Nutrition Review, papain sebagai enzim proteolitik, bekerja lebih baik dari beberapa obat anti-inflamasi dalam mengurangi peradangan. Karena efek ini, papain dan enzim proteolitik lainnya juga digunakan untuk membantu penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan setelah cedera ataupun trauma (15).

 

5. Menjaga Kesehatan Mata

Pepaya kaya akan kandungan betakaroten, salah satu nutrien penting yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kesehatan mata dan pengelihatan (16). Selain itu, pepaya juga sangat kaya akan kandungan lutein dan zeaxanthin, jenis flavonoid yang mencegah terjadinya degenerasi makula (penyebab kebutaan utama pada lansia).

 

Zeaxanthin dalam pepaya juga diketahui mampu memfiltrasi sinar biru dari berbagai media elektronik yang dapat merusak retina mata dan meningkatkan fungsi penglihatan bagi lansia (17). 

 

 

Sumber Makanan

 

Papain banyak terkandung dalam daging dan kulit buah pepaya. Bagian daun tanaman pepaya juga memiliki banyak manfaat kesehatan. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Saat ini belum diketahui dosis standar untuk suplementasi papain. Disarankan untuk mengikuti petunjuk pada label atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Tanaman dan buah pepaya sendiri sangat mudah ditemukan di negara tropis seperti Indonesia, buahnya yang matang lezat dikonsumsi langsung untuk mendapatkan kandungan seratnya, buah juga lezat dijadikan sebagai salad, ataupun jus buah. Pepaya hijau yang belum matang juga banyak diolah dalam masakan Thailand.

 

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, campurkan satu ekstrak pepaya spesifik (suplemen paten dengan merk Caricol) ke dalam air minum atau jus setelah makan, dapat dikonsumsi tiga kali sehari atau ikuti saran dokter.

 

 

Efek Samping

 

Suplementasi papain dengan dosis tinggi akan mengakibatkan:

• Iritasi atau kerusakan tenggorokan

• Perforasi esofagus

• Iritasi perut

• Reaksi alergi 

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui: Hindari pengunaan suplemen papain dalam dosis besar karena dapat mengakibatkan keracunan atau kecacatan janin)

 

Diabetes

 

Tekanan darah tinggi

 

Hipotiroid (kadar tiroid yang rendah dalam darah)

 

Alergi terhadap getah dan latex (terutama banyak terkandung dalam pepaya mentah atau hijau): Penggunaan krim papain dapat mengakibatkan iritasi dan melepuh pada kulit 

 

Hipoglikemia (gula darah rendah)

 

Pasien pra-operasi

 

Hindari kombinasi dengan obat pengencer darah warfarin (Coumadin) karena dapat meningkatkan risiko perdarahan dan menyebabkan memar Papain mungkin dapat berinteraksi dengan obat lain. Maka dari itu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi

Link, Rachael. (2018). Papaya benefits digestion, heart health & more. Dr Axe. Diakses  pada 09 Juli 2019.

McDermott, Annette. (2018). 6 Ways to use papain. Healthline. Diakses pada 09 Juli 2019.

WebMD. (2018). Papaya. WebMD. Diakses pada 09 Juli 2019.

Moser MA, Chun OK. Vitamin C and heart health: A review based on findings from epidemiologic studies. Int J Mol Sci. (2016). 

Blom HJ, Smulders Y. Overview of homocysteine and folate metabolism. With special references to cardiovascular disease and neural tube defects. J Inherit Metab Dis. (2011). 

Ahmad N, Fazal H, Ayaz M, Abbasi BH, Mohammad I, Fazal L. Dengue fever treatment with Carica papaya leaves extracts. Asian Pac J Trop Biomed. (2011). 

Pieper B, Caliri MH. Nontraditional wound care: A review of the evidence for the use of sugar, papaya/papain, and fatty acids. J Wound Ostomy Continence Nurs. (2003). 

Sathasivam K, Ramanathan S, Mansor SM, Haris MR, Wernsdorfer WH. Thrombocyte counts in mice after the administration of papaya leaf suspension. Wien Klin Wochenschr. (2009). 

Billigmann P. Enzymtherapie–eine Alternative bei der Behandlung des Zoster. Eine kontrollierte Studie an 192 Patienten [Enzyme therapy–an alternative in treatment of herpes zoster. A controlled study of 192 patients]. Fortschr Med. (1995). 

Pieper B, Caliri MH. Nontraditional wound care: A review of the evidence for the use of sugar, papaya/papain, and fatty acids. J Wound Ostomy Continence Nurs. (2003). 

Starkov GL, Osna AI, Rossinskiĭ VI, Savinykh VI, Andreiuk VI. Papin kak lechebnyĭ ferment v meditsine [Papain as a therapeutic enzyme in medicine]. Klin Med (Mosk). (1978).

Muss C, Mosgoeller W, Endler T. Papaya preparation (Caricol®) in digestive disorders. Neuro Endocrinol Lett. (2013). 

Yang J, Wang HP, Zhou L, Xu CF. Effect of dietary fiber on constipation: A meta analysis. World J Gastroenterol. (2012). 

Abdullah M, Chai PS, Loh CY, et al. Carica papaya increases regulatory T cells and reduces IFN-γ+ CD4+ T cells in healthy human subjects. Mol Nutr Food Res. (2011). 

Al Senaidy AM. Serum vitamin A and beta-carotene levels in children with asthma. J Asthma. (2009). 

Fujita Y, Tsuno H, Nakayama J. Fermented papaya preparation restores age-related reductions in peripheral blood mononuclear cell cytolytic activity in tube-fed patients. PLoS One. (2017). 

Raus I. Klinische Untersuchung von Frubienzym in einer randomisierten Doppelblind-Studie [Clinical studies on Frubienzyme in a controlled double-blind trial]. Fortschr Med. (1976).

Lenard L, Dean W, English J. (2013). Controlling inflammation with proteolytic enzymes. Nutrition Review. Diakses pada 09 Juli 2019. 

Rasmussen HM, Johnson EJ. Nutrients for the aging eye. Clin Interv Aging. (2013). 

Carpentier S, Knaus M, Suh M. Associations between lutein, zeaxanthin, and age-related macular degeneration: An overview. Crit Rev Food Sci Nutr. (2009). 


Tags: ,