fbpx
LOGO

Manfaat Pterostilbene Sebagai Nootropik

September 16, 2020
IMG

Pterostilben (trans-3,5-dimethoxy-4-hydroxystilbene, PTE) adalah antioksidan polifenol turunan alami yang dapat ditemukan dalam buah blueberry, anggur, dan kulit pohon kino India. Pterostilben berperan dalam menstimulasi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), mempromosikan neuroplastisitas, anti-kecemasan, meningkatkan dopamin, serta membantu kognisi, pembelajaran dan memori.

 

Pterostilben merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Sebagai contoh, pterostilben yang terkandung di dalam anggur menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognitif di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi Pterostilben, tanpa mengkonsumsi anggur. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Pterostilben bekerja dengan memodifikasi enzim yang terkait dengan kadar glukosa. Hal ini membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, sehingga stres oksidatif berkurang serta serangan jantung dan stroke dapat dicegah.

 

Pterostilben diyakini lebih kuat dari resveratrol dan memiliki ketersediaan hayati yang lebih baik. Ketersediaan hayati atau bioavailabilitas adalah jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh serta kecepatan peningkatan kadar obat dalam sirkulasi sistemik.

 

Kedua senyawa bekerja dengan cara yang berbeda dalam sel manusia sehingga penggunaannya sering dikombinasikan bersama. Suplemen Pterostilben tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul.

 

 

Manfaat Pterostilben

 

1. Melindungi otak

Dalam beberapa penelitian, pterostilben telah terbukti memodulasi ekspresi gen. Pterostilben mengatur kenaikan gen-gen yang merangsang apoptosis (kematian sel terprogram), dan meregulasi gen-gen yang memungkinkan sel-sel kanker untuk menyerang dan bermetastasis (1).

 

Dalam sebuah penelitian di China, pemberian pterostilben (dosis 2.5 – 80 mg / kg ) selama 3 hari kepada tikus yang dikondisikan seperti Alzheimer menghasilkan peningkatan fungsi motorik, menghilangkan gangguan aliran darah, meningkatkan kelangsungan hidup neuron dan mengurangi apoptosis sel. 

 

Penelitian tersebut menemukan efisiensi pterostilben untuk perlindungan saraf adalah 1 jam setelah stroke, dengan dosis pterostilben 10 mg / kg. Efek neuroprotektif dari Pterostilben ini dikaitkan dengan pencegahan stres oksidatif dan kematian neuron (2).

 

2. Meningkatkan memori

Pterostilben berperan dalam memodulasi ekspresi gen. Modulasi gen ini terkait dengan peningkatan cAMP response element-binding protein (CREB) dan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Peningkatan BDNF membantu potensiasi jangka panjang yang diperlukan untuk pengembangan memori jangka panjang.

 

Dalam uji coba hewan, pemberian ekstrak blueberry membantu meningkatkan tugas memori kerja spasial setelah 3 minggu pemberian. Efek ini bertahan selama sisa periode penelitian (8 minggu) (3).

 

3. Meningkatkan fungsi kognitif

Pada uji coba tikus yang diinduksi Alzheimer, pemberian pterostilben selama dua bulan menurunkan penanda stres seluler, peradangan, dan gejala Alzheimer. Hasil penelitian juga membuktika pterostilben jauh lebih efektif daripada resveratrol karena kemampuannya yang melewati sawar darah-otak dan bioavailabilitasnya (4).

 

Selain itu, pterostilben merupakan satu-satunya nootropik yang dapat meningkatkan kognisi secara langsung dengan memodifikasi gen (ekspresi gen).

 

4. Mengurangi kecemasan

Uji coba hewan yang dilakukan di University of Mississippi membuktikan bahwa konsumsi pterostilben dalam dosis rendah Pterostilben (1 – 2 mg/kg) memiliki aktivitas anxiolytic (anti-kecemasan), tetapi tidak pada dosis Pterostilben yang lebih tinggi. 

 

Peneliti menyimpulkan bahwa Pterostilben berpotensi dikembangkan menjadi obat terapeutik untuk mengatasi gangguan kecemasan (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Pterostilben dapat ditemukan secara alami pada:

Anggur

Buah beri seperti blueberry, cranberry, sparkleberry, lingonberry

Pohon kino India (Malabar kino)

 

 

Dosis Rekomendasi Pterostilben

 

Dosis pterostilben yang disarankan adalah 50 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Resveratrol: Untuk meningkatkan efek nootropik.

Ekstrak biji anggur: Untuk mengurangi efek samping peningkatan kolesterol.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi suplemen pterostilben dapat meningkatkan kadar kolesterol.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui tidak disarankan mengonsumsi suplemen pterostilben. Jika tetap ingin mengonsumsinya, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi

Tomen D. (2017). Pterostilben. Nootropics Expert. Diakses pada 19 September 2019.

Patel K. (2019). Pterostilben. Examine. Diakses pada 19 September 2019.

Ferrer P, Asensi M, Priego S, et al. Nitric oxide mediates natural polyphenol-induced Bcl-2 down-regulation and activation of cell death in metastatic B16 melanoma. J Biol Chem. (2007). 

Zhou Y, Zhang XM, Ma A, et al. Orally administrated pterostilbene attenuates acute cerebral ischemia-reperfusion injury in a dose- and time-dependent manner in mice. Pharmacol Biochem Behav. (2015). 

Williams CM, El Mohsen MA, Vauzour D, et al. Blueberry-induced changes in spatial working memory correlate with changes in hippocampal CREB phosphorylation and brain-derived neurotrophic factor (BDNF) levels. Free Radic Biol Med. (2008). 

Chang J, Rimando A, Pallas M, et al. Low-dose pterostilbene, but not resveratrol, is a potent neuromodulator in aging and Alzheimer’s disease. Neurobiol Aging. (2012). 

Al Rahim M, Rimando AM, Silistreli K, El-Alfy AT. Anxiolytic action of pterostilbene: Involvement of hippocampal ERK phosphorylation. Planta Med. (2013). 


Tags: , , , ,