fbpx
LOGO

Manfaat Saffron Sebagai Nootropik

September 15, 2020
IMG

Saffron adalah rempah-rempah kering dari tanaman Crocus sativus, tanaman asli Timur Tengah, dan merupakan bumbu kuliner termahal di dunia. Secara historis, saffron telah digunakan selama ribuan tahun sebagai anxiolytic, sedatif, dan antidepresan.

 

Saffron merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebuah penelitian menunjukkan saffron sama efektifnya dengan beberapa resep obat antidepresan populer yang lainnya, dan bahkan dapat membantu meringankan efek samping disfungsi seksual yang disebabkan oleh obat-obatan tersebut. Ekstrak saffron (crocin & safranal) dapat menghambat penyerapan dopamin dan norepinefrin di otak yang membantu meningkatkan suasana hati. 

 

 

Manfaat

 

1. Mengatasi kecemasan dan depresi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saffron memiliki efek signifikan pada tingkat BDNF (Brain-drived neurotrophic factor), NGF (Nerve growth factor) dan cAMP (adenosin monofosfat siklik) di otak. Semua itu berperan dalam kecemasan dan depresi. Inilah mengapa saffron sangat efektif dalam mengobati kecemasan dan depresi pada remaja (1, 2, 3).

 

Pemberian ekstrak saffron bermerk (Affron®) dosis 14 mg setiap hari selama 8 minggu efektif mengurangi gejala kecemasan perpisahan, fobia sosial dan depresi  pada partisipan berusia 12 – 16 tahun yang mengalami gangguan kecemasan dan depresi (4).

 

Saffron berpotensi sebagai pengobatan depresi ringan hingga sedang (5). Selain itu, saffron efektif mengurangi depresi pada wanita berusia 18 – 45 tahun yang menderita depresi post-partum, serta menghilangkan depresi selama dua siklus menstruasi (siklus 3 dan 4) pada wanita dengan Premenstrual Syndrome (PMS)(6, 7).

 

2. Menjaga kesehatan otak

Senyawa crocin dan safranal pada saffron merupakan karotenoid unik yang memiliki sifat antioksidan kuat. Antioksidan membantu melawan radikal bebas, mencegah apoptosis, dan melindungi sel-sel otak dan mitokondria (8). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa saffron membantu melindungi neuron substantia nigra dopamine yang terkait dengan Parkinson (9).

 

3. Mencegah Alzheimer

Saffron diketahui berfungsi menghambat asetilkolinesterase yang meningkatkan asetilkolin di otak Anda. Hal ini membantu meningkatkan pensinyalan otak dan membantu dalam proses pembelajaran dan memori (10). Saffron juga menghambat pengendapan fibril β-peptida amiloid (Aβ) yang telah terlibat dalam Alzheimer (11).

 

Sebuah penelitian double-blind, terkontrol plasebo dengan 46 pasien Alzheimer dilakukan untuk megetahui efektivitas saffron terhadap penyakit Alzheimer. Pemberian 15 mg saffron dua kali sehari selama 16 minggu terbukti mengurangi gejala perilaku dan psikologis serta aman untuk mengatasi Alzheimer ringan sampai sedang (12).

 

Penelitian lainnya menunjukkan efektivitas saffron yang sama dengan Donepezil untuk mengobati Alzheimer ringan sampai sedang. Ditambah lagi, saffron tidak menghasilkan efek samping seperti muntah (13).

 

 

 

Sumber 

 

Saffron (Crocus sativus)

 

 

Dosis

 

Dosis maksimal konsumsi saffron adalah hingga 1,5 g sehari. Untuk mengatasi depresi ringan hingga sedang, konsumsi 25 – 30 mg dua kali per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Saffron dapat dikombinasikan dengan tumbuhan lain seperti buah bit, serat delima, serat sutra merah. Terkadang juga dicampurkan dengan bunga-bunga tanaman lain, termasuk safflower, marigold, arnica, dan rumput berwarna.

 

 

Efek Samping

 

Pada kasus yang jarang, konsumsi saffron dapat menyebabkan:

Sakit kepala

Pusing

Mania (terutama jika Anda penderita bipolar)

Mual

Muntah

Dapat memperburuk gejala asma

 

 

Kontraindikasi

 

Orang dengan kondisi dibawah ini tidak disarankan mengonsumsi saffron:

Asma

Gangguan bipolar

Masalah pendarahan

Masalah jantung

Tekanan darah rendah

Individu yang alergi terhadap lolium, olea (termasuk zaitun), dan spesies tanaman salsola

 

 

Referensi:

Tomen, David. (2019). Saffron. Nootropics Expert. Diakses pada 20 September 2019.

WebMD. (2018). Saffron. WebMD. Diakses pada 20 September 2019.

Noorbala AA, Akhondzadeh S, Tahmacebi-Pour N, Jamshidi AH. Hydro-alcoholic extract of Crocus sativus L. versus fluoxetine in the treatment of mild to moderate depression: a double-blind, randomized pilot trial. J Ethnopharmacol. (2005).

Mazidi M, Shemshian M, Mousavi SH, et al. A double-blind, randomized and placebo-controlled trial of Saffron (Crocus sativus L.) in the treatment of anxiety and depression. J Complement Integr Med. (2016).

Khazdair MR, Boskabady MH, Hosseini M, Rezaee R, M Tsatsakis A. The effects of Crocus sativus (saffron) and its constituents on nervous system: A review. Avicenna J Phytomed. (2015).

Lopresti AL, Drummond PD, Inarejos-García AM, Prodanov M. Affron®, a standardised extract from saffron (Crocus sativus L.) for the treatment of youth anxiety and depressive symptoms: A randomised, double-blind, placebo-controlled study. J Affect Disord. (2018).

Lopresti AL, Drummond PD. Saffron (Crocus sativus) for depression: A systematic review of clinical studies and examination of underlying antidepressant mechanisms of action. Hum Psychopharmacol. (2014).

Kashani L, Eslatmanesh S, Saedi N, et al. Comparison of saffron versus fluoxetine in treatment of mild to moderate postpartum depression: A double-blind, randomized clinical trial. Pharmacopsychiatry. (2017).

Agha-Hosseine M, et al. Crocus sativus L. (saffron) in the treatment of premenstrual syndrome: a double‐blind, randomised and placebo‐controlled trial. BJOG. (2008). 

Mashmoul M, Azlan A, Khaza’ai H, Yusof BN, Noor SM. Saffron: A natural potent antioxidant as a promising anti-obesity drug. Antioxidants (Basel). (2013). 

Purushothuman S, Nandasena C, Peoples CL, et al. Saffron pre-treatment offers neuroprotection to Nigral and retinal dopaminergic cells of MPTP-Treated mice. J Parkinsons Dis. (2013). 

Geromichalos GD, Lamari FN, Papandreou MA, et al. Saffron as a source of novel acetylcholinesterase inhibitors: molecular docking and in vitro enzymatic studies. J Agric Food Chem. (2012).

Papandreou MA, Kanakis CD, Polissiou MG, et al. Inhibitory activity on amyloid-beta aggregation and antioxidant properties of Crocus sativus stigmas extract and its crocin constituents. J Agric Food Chem. (2006).

Akhondzadeh S, Sabet MS, Harirchian MH, et al. Saffron in the treatment of patients with mild to moderate Alzheimer’s disease: a 16-week, randomized and placebo-controlled trial. J Clin Pharm Ther. (2010). 

Akhondzadeh S, Shafiee Sabet M, Harirchian MH, et al. A 22-week, multicenter, randomized, double-blind controlled trial of Crocus sativus in the treatment of mild-to-moderate Alzheimer’s disease. Psychopharmacology (Berl). (2010). 


Tags: , , , ,