fbpx
LOGO

Manfaat Slippery Elm, Ramuan Khas Suku Indian

July 24, 2020
IMG

Slippery elm (Ulmus rubra atau Ulmus fulva) yang juga dikenal sebagai red-elm, elm licin, atau elm India adalah spesies elm yang berasal dari Amerika bagian tengah, timur, Ontario, dan Kanada. Tanaman ini memiliki batang berwarna coklat tua hingga coklat kemerahan dengan tinggi berkisar antara 18 – 24 meter.

 

Tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai ramuan obat herbal sejak abad ke – 19, terutama oleh penduduk asli Amerika. Cara mengolahnya menjadi obat adalah dengan mengupas kulit ranting dan cabang pohon kemudian mencampur potongan serat kulit dan batang kayunya dengan air. Setelah itu akan muncul bahan lengket seperti lendir yang kaya akan manfaat kesehatan. 

 

Elm licin bermanfaat sebagai obat untuk beberapa penyakit ringan, seperti demam, luka, dan sakit akibat radang tenggorokan. Tentara Militer Amerika Serikat juga menggunakan kulit kayu elm licin sebagai pertolongan pertama apabila terjadi luka tembak selama bertugas. 

 

 

Manfaat

 

1. Mengatasi Stres dan Kecemasan

Kulit elm licin mengandung senyawa bernama fenolat yang berfungsi sebagai agen pereda stres. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Institute of Himalayan Bioresource Technology di India.

 

Para peneliti menganalisis kandungan fitonutrien, yakni zat pemberi rasa, aroma dan warna pada delapan tanaman herbal termasuk elm licin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman herbal dengan kandungan fenolat yang lebih banyak secara signifikan mengatasi stres dan kecemasan lebih baik dibandingkan tanaman herbal lainnya (1).

 

2. Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan

Elm licin juga memiliki efek demulsen (agen proteksi pada mukosa saluran pencernaan). Fungsi ini bermakna bahwa terdapat kandungan dalam slippery elm yang bekerja melindungi lapisan lambung dan usus, serta mencegah terjadinya iritasi dinding lambung.

 

Elm licin juga telah terbukti mampu mengatasi berbagai gangguan pencernaan ringan seperti sembelit. Kandungan serat batang kayunya dapat menjadi agen laksatif alami. Laksatif adalah fungsi dan kemampuan sebuah obat atau bahan herbal untuk menginduksi gerakan usus dan memperlancar pembuangan feses.

 

Kombinasi ekstrak slippery elm bersama herbal kering lain secara signifikan meningkatkan pergerakan usus pada pasien penyakit radang usus (IBS) dengan gejala predominan konstipasi. Kombinasi herbal bersama dengan kulit elm licin juga dapat menurunkan durasi sakit perut, kembung, serta perbaikan dalam konsistensi feses (2).

 

Penelitian lainnya juga menemukan bahwa kandungan antioksidan pada ekstrak kulit elm licin dapat membantu mengobati gejala penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa (radang pada area usus besar hingga rektum) dan penyakit Crohn (radang usus yang terjadi kronis atau berkepanjangan) dengan gejala penyerta seperti diare, nyeri perut, anemia dan penurunan berat badan (3, 4).

 

3. Membantu Mengobati Sakit Tenggorokan

Pada lendir elm licin terkandung molekul gula yang sulit dipecah di dalam saluran pencernaan manusia. Ketika dikonsumsi, lendirnya juga akan melapisi seluruh lapisan tenggorokan. Inilah yang menyebabkan elm licin juga umum ditemukan pada produk pelega tenggorokan. Jika dibandingkan dengan ramuan aslinya, tablet hisap yang mengandung elm licin lebih disukai karena memiliki efek jangka panjang dalam menghilangkan rasa sakit akibat batuk dan radang tenggorokan. 

 

Sebuah penelitian tahun 2012 meneliti penggunaan kulit elm licin pada penderita laringitis atau radang kotak suara yang mengakibatkan suara serak atau hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak elm licin sebagai pengobatan komplementer atau alternatif dalam mengatasi penyakit iritasi laring. Hasilnya terdapat efek menenangkan dari penggunaan slippery elm (5). 

 

 

 

 

4. Membantu Mencegah Kanker Payudara

Secara tradisional elm licin telah digunakan sebagai ramuan pencegahan dan pengobatan kanker payudara, peningkatan kualitas hidup, dan mengendalikan efek samping negatif dari perawatan kanker payudara secara konvensional. Pada tahun 1920-an, badan kesehatan meresmikan penggunaan slippery elm sebagai pengobatan alternatif dalam perawatan kanker payudara stadium awal (DCIS – Ductal Carcinoma In Situ).

 

Kombinasi elm licin dengan herbal tertentu seperti akar burdock, rhubard India dan bubuk domba sorrel diketahui mampu meningkatkan kualitas hidup pada wanita dengan kanker payudara, menurunkan gejala depresi, kecemasan dan kelelahan (1). Elm licin juga berfungsi sebagai agen kekebalan dan anti-inflamasi, sehingga dapat meringankan rasa nyeri yang ditimbulkan oleh keganasan kanker payudara (6, 7). 

 

5. Mengobati Psoriasis

Psoriasis adalah peradangan pada kulit mengakibatkan kulit bersisik, kering, dan terasa sangat gatal. Belum ditemukan obat yang tepat untuk mengatasi kondisi psoriasis, karena penyakit ini merupakan jenis penyakit autoimun. 

 

Sebuah studi kasus dilaksanakan pada 5 orang penderita psoriasis, dilaksanakan pemberian terapi nutrisi selama 6 bulan berturut-turut. Partisipan hanya diperbolehkan mengonsumsi buah dan sayur segar, sedikit protein dari ikan dan unggas, suplemen serat, minyak zaitun, menghindari daging merah dan daging olahan. Partisipan juga dilarang mengonsumsi karbohidrat olahan seperti dalam keripik, mie instan, dan mengonsumsi lebih banyak teh saffron dan air rendaman kulit elm licin setiap hari.

 

Setelah dievaluasi, keseluruhan partisipan menunjukkan perbaikan dan perubahan yang signifikan pada kondisi psoriasis dan meningkatkan fungsi usus. Metode terapi nutrisi ini menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk dicoba dalam mengatasi psoriasis (8). 

 

 

Sumber Makanan

 

Kulit cabang dan ranting bagian dalam pohon slippery elm (Ulmus rubra atau Ulmus fulva)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Elm licin tersedia dalam berbagai bentuk sediaan. Beberapa yang terjual bebas tersedia dalam bentuk tablet hisap, pil, kapsul, tersedia pula dalam bentuk bubuk halus yang dapat diracik menjadi teh atau jamu, dan bubuk kasar untuk bahan pembuatan krim atau pasta.

 

Untuk membuat teh elm licin, tuangkan 2 -3 sendok makan sediaan bubuk ke dalam dua cangkir air mendidih lalu diamkan selama beberapa menit, dapat dikonsumsi 1-2 kali per hari. Pada sediaan kapsul atau tablet, dosis yang direkomendasikan sebesar 1600 miligram, terbagi dalam 2 – 3 dosis per hari.

 

Untuk mengolah elm licin menjadi krim oles atau pasta, Anda dapat mencampur sediaan bubuk kasar dengan air mendidih secukupnya, kemudian aduk hingga mengental. Setelah itu, diamkan hingga dingin. Anda dapat mengoleskan pasta secara langsung ke area luka. 

 

Jika mengalami diare dan batuk (pada manusia dan hewan peliharaan) dapat mengonsumsi elm licin sediaan kapsul, tablet, teh, tingtur maupun ekstrak. Jika mengalami refluks asam pada lambung (GERD) lebih disarankan mengonsumsi ekstrak atau teh elm. Pada kondisi sembelit (hewan peliharaan, terutama kucing) bubuk elm licin dapat langsung dicampurkan dalam makanan peliharaan.

 

Untuk mengatasi gangguan kulit (pada manusia dan hewan peliharaan) gunakan krim atau sampo yang telah dicampur dengan ekstrak elm licin.

 

Elm licin dapat mempengaruhi penyerapan berbagai obat maupun herbal lain karena sifatnya melapisi dinding lambung dan usus, disarankan memberi jeda selama 1 hingga 2 jam sebelum mengonsumsi obat maupun herbal lain. Sangat disarankan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan, atau berkonsultasi dengan pelayan kesehatan profesional untuk mengetahui dosis yang sesuai.

 

 

Efek Samping

 

Reaksi alergi seperti kemerahan dan iritasi kulit

Mual 

Sering berkemih

Gejala mirip flu

Sakit kepala ringan

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

 

Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping merugikan seperti keguguran.

 

Hindari mengonsumsi bersamaan dengan obat ataupun herbal lain karena secara bersamaan dapat mengurangi efektivitas obat dan jumlah nutrisi yang diserap oleh tubuh.

 

 

Referensi

Oliver, Kyra. (2017). Slippery elm: The digestive aid that may fight breast cancer. Dr Axe. Diakses pada 15 Juli 2019.

Cafasso, Jacquelyn. (2016). The therapeutic capabilities of slippery elm bark. Healthline. Diakses pada 15 Juli 2019.

WebMD. (2018). Slippery elm. WebMD. Diakses pada 15 Juli 2019.

Bhattacharya A, Sood P, Citovsky V. The roles of plant phenolics in defence and communication during Agrobacterium and Rhizobium infection. Mol Plant Pathol. (2010).

Hawrelak JA, Myers SP. Effects of two natural medicine formulations on irritable bowel syndrome symptoms: A pilot study. The Journal of Alternative and Complementary Medicine. (2010). 

Joo YE. Natural product-derived drugs for the treatment of inflammatory bowel diseases. Intest Res. (2014).

Langmead L, Dawson C, Hawkins C, Banna N, Loo S, Rampton DS. Antioxidant effects of herbal therapies used by patients with inflammatory bowel disease: An in vitro study. Alimentary Pharmacology and Therapeutics. (2002).

Watss CR, Rousseau B. Slippery Elm, its Biochemistry, and use as a Complementary and Alternative Treatment for Laryngeal Irritation

Zick SM, Sen A, Feng Y, Green J, Olatunde S, Boon H. Trial of Essiac to ascertain its effect in women with breast cancer (TEA-BC). J Altern Complement Med. (2006).

Complementary & Alternative Medicine (CAM). (2015). Essiac/flor essence (PDQ®)–patient version. National Cancer Institute. Diakses pada 15 Juli 2019.

Brown AC, Hairfield M, Richards DG, McMillin DL, Mein EA, Nelson CD. Medical nutrition therapy as a potential complementary treatment for psoriasis–five case reports. Altern Med Rev. (2004). 


Tags: