fbpx
LOGO

6 Manfaat Spirulina yang Jarang Diketahui

June 30, 2020
IMG

Spirulina adalah jenis mikroalga atau alga berukuran sangat kecil berwarna biru kehijauan yang dapat ditemui dalam air tawar maupun air asin. Dua spesies tanaman spirulina, termasuk Arthrospira platensis dan Arthrospira maxima dibudidayakan di seluruh dunia dan digunakan sebagai suplemen makanan selain untuk pakan ternak dan ikan.

 

Senyawa aktif dalam spirulina adalah asam amino, protein, asam lemak, pigmen antioksidan termasuk phycocyanin dan phycocyanobilin, karotenoid dan beta-karoten yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti  meningkatkan metabolisme, menstabilkan gula darah, mencegah penyakit jantung, detoksifikasi tubuh, meningkatkan stamina dan energi, serta mampu meningkatkan fungsi kognitif otak.

 

 

Manfaat Spirulina

 

1. Mengurangi Kadar Kolesterol Jahat

Spirulina terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol jahat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutritional Science and Vitaminology menjadikan kelinci sebagai subyek percobaan. Kemudian kelinci coba dibagi kedalam tiga kelompok. Kelompok pertama diberikan makanan rendah kolesterol (0,5% HCD) selama empat minggu. Kelompok kedua diberikan 0.5% HCD disertai 1% spirulina dan kelompok ketiga diberikan 5% spirulina berturut-turut selama empat minggu selanjutnya.

 

Setelah delapan minggu penelitian, kelompok yang mendapat 5% spirulina menunjukkan penurunan kolesterol jahat LDL sebanyak 41%, sementara kelinci yang mendapat 1% spirulina menunjukkan penurunan kolesterol LDL sebanyak 26%. Selain LDL, trigliserida dan kolesterol total juga mengalami penurunan secara signifikan (1). 

 

Sementara itu, penelitian lain dengan subyek manusia juga menyatakan bahwa mengonsumsi suplemen spirulina dapat menurunkan kolesterol total dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL (2, 3). 

 

Pada orang sehat kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) haruslah tidak melebihi dari batas 159 mg/dL, sedangkan kadar kolesterol baik HDL (High Density Lipoprotein) haruslah berada pada ambang 40 – 60 mg/dL. Trigliserida sendiri juga merupakan jenis lemak atau kolesterol dalam tubuh yang harus dijaga tetap dalam ambang normal yakni kurang dari 150 mg/dL.

 

2. Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian di Jepang mengungkapkan bahwa senyawa phycocyanin dalam spirulina memiliki efek anti-hipertensi (menurunkan tekanan darah) dengan membalikkan kondisi disfungsi endotel (kegagalan pembuluh darah untuk berfungsi secara normal untuk meregang) pada sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri adalah sebuah kondisi kumpulan gangguan metabolik antara lain hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol total dan trigliserida darah tinggi, diabetes dan obesitas (4).

 

Mengonsumsi spirulina sebanyak 4,5 gram per hari telah terbukti mengurangi tekanan darah pada individu dengan tekanan darah normal. Hal ini diketahui karena adanya peningkatan produksi oksida nitrat, yakni senyawa yang membantu pembuluh darah menjadi rileks dan melebar (3, 5, 6).

 

3. Membantu Mencegah Kanker

Berdasarkan studi review terhadap beberapa penelitian dengan hewan coba dan penelitian dalam laboratorium yang dilakukan oleh Pusat Medis Milton S. Hershey, Amerika Serikat menunjukkan bahwa spirulina meningkatkan produksi antibodi, protein penangkal infeksi, dan sel-sel lain yang meningkatkan kekebalan tubuh. Spirulina juga membantu menangkal infeksi dan penyakit kronis termasuk mencegah terjadinya mutasi sel kanker (7). 

 

Lebih lanjut disebutkan dalam penelitian yang dilakukan para ilmuwan Republik Ceko menyebutkan manfaat lain dari spirulina, selain mampi mengontrol kadar kolesterol darah. Spirulina juga kaya akan senyawa tetrapyrrolic, yakni senyawa yang berkaitan erat dengan produksi molekul bilirubin, antioksidan kuat dan berbagai agen anti-proliferasi. Sehingga spirulina menjadi tumbuhan yang potensial dalam pencegahan kanker (8).

 

Sebuah penelitian yang melibatkan 87 orang India dengan lesi pra-kanker di mulut atau oral submucous fibrosis (OSMF) menyatakan bahwa kelompok yang mengonsumsi 1 gram spirulina per hari selama satu tahun menunjukkan penurunan lesi kanker mulut sebanyak 45%, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menunjukkan penurunan lesi kanker sebesar 7% (9).

 

Penelitan lain dengan responden serupa yakni 40 pasien dengan lesi pra-kanker OSMF, yang diintervensi dengan 1 gram spirulina per hari menunjukkan perubahan positif yang dalam menurunkan berbagai gejala OSMF dibandingkan dengan kelompok penerima obat Pentoxyfilline secara tunggal (10).

 

4. Kaya Antioksidan dan Agen Anti-inflamasi

Terdapat komponen aktif dalam spirulina yang disebut phycocyanin, yang selain memberikan warna biru kehijauan pada spirulina, juga merupakan antioksidan dan agen anti-inflamasi kuat yang dapat melawan radikal bebas serta menghambat produksi sitokin pemberi sinyal inflamasi (11, 12, 13).

 

5. Melindungi Otak dan Meningkatkan Memori

Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2012, suplementasi spirulina pada tikus coba menunjukkan efek perlindungan syaraf dari penyakit Parkinson (14). Parkinson adalah sejenis penyakit neurodegeneratif, atau penurunan fungsi saraf akibat hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin dalam otak. Dapat terjadi beberapa gejala seperti kekakuan otot dan tremor pada tangan. 

 

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2015, menguji efek spirulina pada disfungsi memori (kegagalan mengingat), kerusakan sel otak akibat stres oksidatif dan aktivitas enzim antioksidan pada tikus coba, menemukan bahwa spirulina platensis (jenis spirulina yang memiliki sel protein tunggal, dinobatkan sebagai sumber makanan sehat oleh WHO) dapat mencegah terjadinya kehilangan memori dengan mengurangi akumulasi protein Aβ.

 

Jenis spirulina ini juga diketahui mampu menurunkan kerusakan oksidatif dan meningkatkan aktivitas enzim katalase. Aktivitas katalase merupakan aktivitas tubuh mengeluarkan senyawa peroksida yang berbahaya melalui proses pemecahan peroksida menjadi air dan oksigen (15).

 

6. Detoksifikasi Logam Berat (Arsenik)

Kontaminasi arsenik dalam air minum menyebabkan berbagai kasus keracunan arsenik yang serius di berbagai negara. Gejala yang dapat terjadi antara lain urine yang berwarna gelap, dehidrasi, kesemutan pada jari tangan dan kaki hingga terjadi kram otot, serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut dan diare. 

 

Suplementasi ekstrak spirulina sebesar 250 miligram dan zinc sebanyak 2 miligram yang diberikan sebanyak dua kali sehari pada 24 orang penderita keracunan arsenik kronis diketahui mampu menurunkan kadar arsenik hingga 47% ketika dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (16).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Spirulina ditemukan di alam dalam bentuk mikroalga. Adapun suplemen spirulina terjual bebas dalam bentuk tablet, bubuk maupun berbentuk serpihan spirulina 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Berbagai penelitian telah merekomendasikan untuk mengonsumsi 1 – 8 gram spirulina per hari. Adapun dosis spesifik untuk beberapa kondisi, antara lain:

 

Kolesterol: Konsumsi spirulina dosis 1 – 8 gram per hari 

Peningkatan kinerja otot: Konsumsi spirulina dosis 2 – 7,5 gram per hari 

Mengontrol kadar glukosa darah: Efek samping yang sangat ringan terlihat dengan dosis 2 g per hari

Tekanan darah tinggi: Konsumsi spirulina dosis 3,5 – 4,5 g per hari

• Hati berlemak/fatty liver: Konsumsi spirulina dosis4,5 g per hari

 

 

Interaksi Sinergi

 

Perasan jeruk nipis: Mengkombinasikan 1 sendok teh bubuk spirulina dengan 300 ml perasan jeruk nipis dapat digunakan untuk meningkatkan stamina dan energi.

 

Protein whey: Mengkombinasikan spirulinda dengan protein whey dapat melengkapi diet asam amino.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak, wanita hamil dan menyusui diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi spirulina dalam jumlah besar tidak akan menimbulkan efek samping serius, namun dapat menimbulkan efek samping ringan pada pencernaan seperti mual, diare, kembung, dan kram perut.

 

Pastikan untuk mengkonsumsi spirulina dengan kualitas dan kemurnian berstandar tinggi dan bebas dari kontaminasi. Mengonsumsi spirulina yang sudah terkontaminasi akan menimbulkan beberapa efek samping seperti:

 

Kerusakan hati

Sakit perut

Mual dan muntah

Kelemahan

Rasa haus

Rasa berdebar 

Syok dan dapat berefek serius kepada kematian

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Spirulina. Examine. Diakses pada 25 Juni 2019.

Edwards, Rebekah. (2019). Spirulina benefits: 10 proven reasons to use this superfood. Dr Axe. Diakses pada 25 Juni 2019.

Leech, Joe. (2018). 10 Health benefits of spirulina. Diakses  pada 25 Juni 2019.

Cheong SH, Kim MY, Sok DE, et al. Spirulina prevents atherosclerosis by reducing hypercholesterolemia in rabbits fed a high-cholesterol diet. J Nutr Sci Vitaminol (Tokyo). (2010).

Parikh P, Mani U, Iyer U. Role of Spirulina in the Control of Glycemia and Lipidemia in Type 2 Diabetes Mellitus. J Med Food. (2001).

Mazokopakis EE, Starakis IK, Papadomanolaki MG, Mavroeidi NG, Ganotakis ES. The hypolipidaemic effects of Spirulina (Arthrospira platensis) supplementation in a cretan population: A prospective study. J Sci Food Agric. (2014).

Ichimura M, Kato S, Tsuneyama K, et al. Phycocyanin prevents hypertension and low serum adiponectin level in a rat model of metabolic syndrome. Nutr Res. (2013).

Torres-Duran PV, Ferreira-Hermosillo A, Juarez-Oropeza MA. Antihyperlipemic and antihypertensive effects of Spirulina maxima in an open sample of Mexican population: A preliminary report. Lipids Health Dis. 2007).

Juárez-Oropeza MA, Mascher D, Torres-Durán PV, Farias JM, Paredes-Carbajal MC. Effects of dietary Spirulina on vascular reactivity. J Med Food. (2009).

Ehrlich SD. (2013). Spirulina. Penn State Hershey Medical Center. Diakses pada 25 Juni 2019.

Koníčková R, Vaňková K, Vaníková J, et al. Anti-cancer effects of blue-green alga Spirulina platensis, a natural source of bilirubin-like tetrapyrrolic compounds. Ann Hepatol. (2014).

Mathew B, Sankaranarayanan R, Nair PP, et al. Evaluation of chemoprevention of oral cancer with spirulina fusiformis. Nutr Cancer. (1995).

Mulk BS, Deshpande P, Velpula N, Chappidi V, Chintamaneni RL, Goyal S. Spirulina and pentoxyfilline – a novel approach for treatment of oral submucous fibrosis. J Clin Diagn Res. (2013). 

Shih CM, Cheng SN, Wong CS, Kuo YL, Chou TC. Antiinflammatory and antihyperalgesic activity of C-phycocyanin. Anesth Analg. (2009).

Farooq SM, Boppana NB, Devarajan A, et al. C-phycocyanin confers protection against oxalate-mediated oxidative stress and mitochondrial dysfunctions in MDCK cells [published correction appears in PLoS One. 2014;9(7):e103361. Asokan, Devarajan [corrected to Devarajan, Asokan]]. PLoS One. (2014).

Romay Ch, González R, Ledón N, Remirez D, Rimbau V. C-phycocyanin: A biliprotein with antioxidant, anti-inflammatory and neuroprotective effects. Curr Protein Pept Sci. (2003).

Pabon MM, Jernberg JN, Morganti J, et al. A spirulina-enhanced diet provides neuroprotection in an α-synuclein model of Parkinson’s disease. PLoS One. (2012).

Hwang JH, Lee IT, Jeng KC, et al. Spirulina prevents memory dysfunction, reduces oxidative stress damage and augments antioxidant activity in senescence-accelerated mice. J Nutr Sci Vitaminol (Tokyo). (2011).

Axe J. (2018). Dangers of heavy metals and how to do a heavy metal detox. Dr Axe. Diakses pada 25 Juni 2019.

 


Tags: , , , , , , , ,