fbpx
LOGO

Ketahui 4 Manfaat Stevia, si Manis Pengganti Gula

July 25, 2020
IMG

Stevia adalah tanaman keluarga krisan dan biasa digunakan sebagai pemanis alami. Stevia merupakan sebutan umum dari Stevia rebaudiana, yakni jenis stevia termanis. Rasa manis dari tanaman stevia berasal dari dua senyawa bernama steviosida dan rebaudiosida sehingga menyebabkan stevia 200 kali lebih manis daripada gula meja atau rafinasi. 

 

Mengonsumsi stevia dikaitkan dengan berbagai efek farmakologis yang menguntungkan, antara lain sebagai agen anti-inflamasi, anti-oksidatif, mengonsumsi stevia dosis rendah juga terbukti dapat melindungi kesehatan organ dalam manusia seperti ginjal, pankreas, hati, dan otak. Selain itu, beberapa orang mengkonsumsi stevia untuk keperluan medis seperti menurunkan tekanan darah, mengobati diabetes, mengatasi nyeri perut, menurunkan kadar asam urat yang tinggi, menurunkan berat badan, merangsang denyut jantung.

 

Stevia juga bersifat diuretik, yakni mengatasi terjadinya retensi air atau suatu kondisi ketika tubuh gagal mengeluarkan kelebihan cairan dan menyebabkan penumpukan. 

 

 

Manfaat Stevia 

 

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Seorang apoteker senior sekaligus salah satu pendiri Natural Standard Research Collaboration, Catherine Ulbricht, menyatakan hasil kajian penelitian mendapatkan efek menjanjikan terutama dalam penggunaan stevia untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Perusahaan riset Ulbricht memasukkan pemanis alami ini dalam tingkat B untuk kemanjuran dalam mengurangi tekanan darah. Tingkatan ini menandakan kemajuran suatu suplemen berdasarkan bukti ilmiah (1).

 

Penelitian lain juga telah membuktikan bahwa rutin mengonsumsi stevia selama 1 hingga 2 tahun dapat mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi serta menurunkan frekuensi terjadinya hipertrofi ventrikel kiri (pembesaran bilik kiri jantung). Disamping itu, stevia juga aman digunakan oleh penderita hipotensi atau tekanan darah rendah (2, 3, 4, 5).

 

2. Sebagai Anti-Kanker

Sebuah studi laboratorium menemukan hasil bahwa steviosida, senyawa pada stevia, dapat meningkatkan apoptosis kanker (kematian sel kanker) dan menurunkan berbagai faktor pencetus pertumbuhan kanker yang biasanya ditimbulkan oleh stres (6).

 

Jurnal Food Chemistry menerbitkan sebuah penelitian laboratorium di Kroasia yang menunjukkan bahwa ketika stevia dikombinasikan dengan penangkal kanker usus besar alami, seperti daun blackberry, terjadi peningkatan kadar antioksidan yang sangat tinggi (7). Penelitian tersebut juga menunjukkan potensi stevia sebagai pengobatan kanker alami.

 

3. Membantu Melindungi dari Diabetes

Stevia umum digunakan sebagai pemanis alami, pengganti gula putih. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang sedang menjalani diet diabetes. Penelitian pada manusia dan hewan telah menunjukkan bahwa beberapa pemanis yang tidak mengandung kalori dapat meningkatkan kadar gula darah lebih banyak daripada mengonsumsi gula meja atau gula rafinasi (8).

 

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Dietary Supplements mengevaluasi pengaruh stevia terhadap tikus yang mengidap diabetes. Pemberian stevia sebesar 250 dan 500 miligram setiap hari, secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa dan resistensi insulin (kondisi tubuh tidak dapat menggunakan gula darah secara efektif) yang lebih seimbang.

 

Selain itu, terdapat penurunan kadar trigliserida (asam lemak) dan alkali fosfatase (salah satu enzim dalam tubuh yang menandakan fungsi hati). Kadar alkali fosfatase yang tidak normal berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit hati, tulang, pertumbuhan tumor, hingga infeksi berat (9, 10).

 

Studi lain pada subyejk pria dan wanita menemukan bahwa mengonsumsi stevia sebelum makan dapat menurunkan kadar glukosa dan insulin dalam darah setelah makan, dan proses tersebut tidak terpengaruh oleh besar kalori makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini menunjukkan pengaruh stevia dalam membantu regulasi gula dalam darah (11).

 

4. Menurunkan Tingkat Kolesterol

Kadar kolesterol normal berkontribusi terhadap kondisi jantung yang sehat. Penelitian pada model hewan dan manusia membuktikan bahwa pemberian ekstrak stevia membantu mengurangi kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein), serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL – High Density Lipoprotein) (12, 13).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun tamanan stevia

 

 

Dosis Pemakaian

 

Stevia tersedia dalam bentuk sediaan bubuk dan cair. Sediaan cair lebih sering digunakan sebagai pemanis minuman kopi dan teh, sedangkan sediaan bubuk banyak digunakan untuk memasak maupun pemanis kue. 

 

Asupan harian sediaan stevia dalam bentuk steviosida yang direkomendasikan adalah 5 miligram per kilogram berat badan setiap hari. Sedangkan, dosis sebesar 4 miligram per kilogram berat badan direkomendasikan untuk sediaan rebaudiosida.

 

Produk stevia yang paling baik adalah yang tidak diberikan tambahan apapun termasuk bahan pemanis lainnya, serta berasal dari tanaman organik.

 

 

Interaksi Sinergi 

 

• Daun blackberry: Kombinasi daun blackberry dengan stevia dan berbagai pemanis herbal lainnya menunjukkan aktivitas sitotoksik dan antioksidan yang efektif pada sel kanker usus besar serta memperkaya rasa (7). 

 

 

Efek Samping

 

Reaksi alergi (termasuk pembengkakan, sensasi kesemutan, dan gatal-gatal pada bibir, mulut, lidah dan tenggorokan, sakit perut, mual, muntah)

 

Gangguan pencernaan seperti kembung atau diare

 

Pusing

 

Nyeri Otot

 

Rasa kebas atau mati rasa

 

• Konsumsi stevia dalam dosis tinggi dapat mempengaruhi kesuburan pria dan bersifat genotoksisitas (mengakibatkan mutasi sel) 

 

 

Kontraindikasi

 

Hamil dan menyusui

Alergi terhadap serbuk sari tanaman ragweed dan tanaman lainnya

Diabetes

Pengguna obat anti-diabetes, obat tekanan darah tinggi, atau litium 

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Stevia. Examine. Diakses pada 15 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). 5 Benefits of stevia + how to use the different types. Dr Axe. Diakses pada 15 Juli 2019.

WebMD. (2018). Stevia. WebMD. Diakses pada 15 Juli 2019.

McDermott, Annette. (2018). Everything you need to know about stevia. Healthline. Diakses pada 15 Juli 2019.

Cox L. (2018). What is stevia?. LIve Science. Diakses pada 15 Juli 2019.

Chan P, Tomlinson B, Chen YJ, Liu JC, Hsieh MH, Cheng JT. A double-blind placebo-controlled study of the effectiveness and tolerability of oral stevioside in human hypertension. Br J Clin Pharmacol. (2000). 

Hsieh MH, Chan P, Sue YM, et al. Efficacy and tolerability of oral stevioside in patients with mild essential hypertension: A two-year, randomized, placebo-controlled study. Clin Ther. (2003). 

Maki KC, Curry LL, Carakostas MC, et al. The hemodynamic effects of rebaudioside A in healthy adults with normal and low-normal blood pressure. Food Chem Toxicol. (2008). 

Barriocanal LA, Palacios M, Benitez G, et al. Apparent lack of pharmacological effect of steviol glycosides used as sweeteners in humans. A pilot study of repeated exposures in some normotensive and hypotensive individuals and in Type 1 and Type 2 diabetics. Regul Toxicol Pharmacol. (2008). 

Paul S, Sengupta S, Bandyopadhyay TK, Bhattacharyya A. Stevioside induced ROS-mediated apoptosis through mitochondrial pathway in human breast cancer cell line MCF-7. Nutr Cancer. (2012). 

Komes D, Belščak-Cvitanović A, Ljubičić I, et al. Formulating blackberry leaf mixtures for preparation of infusions with plant derived sources of sweeteners. Food Chemistry. (2014).

Suez J, Korem T, Zeevi D, et al. Artificial sweeteners induce glucose intolerance by altering the gut microbiota. Nature. (2014).

Akbarzadeh S, Eskandari F, Tangestani H, Bagherinejad ST. The effect of stevia rebaudiana on serum omentin and visfatin level in stz-induced diabetic rats. Journal of Dietary Supplement. (2014). 

Fishman W, Inglis N, Green S, et al. Immunology and biochemistry of regan isoenzyme of alkaline phosphatase in human cancer. Nature. (1968).

Anton SD, Martin CK, Han H, et al. Effects of stevia, aspartame, and sucrose on food intake, satiety, and postprandial glucose and insulin levels. Appetite. (2010). 

Ahmad U, Ahmad RS, Arshad MS, Mushtaq Z, Hussain SM, Hameed A. Antihyperlipidemic efficacy of aqueous extract of Stevia rebaudiana Bertoni in albino rats. Lipids Health Dis. (2018).

Sharma N, Mogra R, Upadhyay B. Effect of stevia extract intervention on lipid profile. Ethno-Med. (2009). 


Tags: , ,