fbpx
LOGO

Manfaat Tanaman Cakar Kucing Sebagai Nootropik

September 14, 2020
IMG

Tanaman cakar kucing (cat’s claw) merupakan tanaman menyerupai anggur asal Amerika Selatan yang berfungsi sebagai nootropik. Tanaman cakar kucing kaya akan antioksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, serta senyawa penting fitokimia, alkaloid, glikosida, tanin, flavonoid, fraksi sterol, dan lainnya.

 

Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, tanaman cakar kucing (Uncaria tomentosa) telah banyak digunakan untuk mencegah peradangan, meningkatkan sirkulasi otak, melawan plak amiloid pada penyakit Alzheimer dan meningkatkan asetilkolin (ACh) untuk menunjang kesehatan fungsi kognitif.

 

 

Manfaat

 

1. Mencegah kanker

Secara tradisional, tumbuhan cakar kucing telah digunakan oleh masyarakat Amerika Selatan untuk mencegah dan mengobati kanker. Sebuah uji laboratorium di Austria memberikan ekstrak tanaman cakar kucing (isopteropodine (A1), pteropodine (A2), isomitraphilin (A3), uncarine-F (A4), dan mitraphilin (A5) secara terpisah) pada sel T leukemia manusia. Hasil penelitian menemukan bahwa empat dari lima ekstrak dapat menghentikan pertumbuhan sekaligus membunuh sel-sel kanker (1).

 

Pada penelitian yang lain, ekstrak cakar kucing juga mampu mengatur sitokin sistem kekebalan yang membantu pertahanan tubuh melawan kanker (2). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa ekstrak cakar kucing mampu mencegah pertumbuhan 90% sel kanker payudara, dan menghentikan aktivitas pensinyalan Wnt dalam sel kanker. Jalur pensinyalan Wnt terlibat dalam glioblastoma jenis kanker paling umum dan paling agresif pada jaringan otak (3, 4).

 

2. Melindungi saraf

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cakar kucing dapat meningkatkan perbaikan DNA di otak dan meningkatkan kadar triptofan yang berkaitan dengan serotonin dan suasana hati (5, 6). Penelitian lain menunjukkan cakar kucing memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, modulator imun, anti-tumor, antihipertensi, serta mampu mencegah stroke (7).

 

3. Dapat meningkatkan memori dan pembelajaran

Ekstrak cakar kucing dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan memori, baik pada orang yang sehat maupun yang sedang mengalami gangguan kesehatan.

 

Senyawa alkaloid dalam ekstrak cakar kucing yakni rhynchophylline berperan sebagai antagonis NMDA (N-methyl-D-aspartate). Membatasi reseptor NMDA secara selektif membantu mengurangi kondisi hiperaktif dan stimulasi berlebihan.

 

Hal ini akan menghasilkan kestabilan emosi, peningkatan fungsi kognisi, meningkatkan daya pembelajaran otak (8), serta memperbaiki sel-sel otak yang rusak akibat stroke atau disfungsi reseptor asetilkolin. 

 

4. Memperbaiki kerusakan DNA dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah penelitian pada tikus dan manusia menunjukkan suplementasi ekstrak cakar kucing C-MED-100 bermerk (AC-11®) sebesar 40 dan 80 mg mampu meningkatkan jumlah sel darah putih pada tikus dan manusia secara signifikan.

 

Pada manusia, peningkatan paling signifikan dialami oleh partisipan laki-laki. Para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak cakar kucing dapat mendorong perbaikan DNA pada tikus yang terkena iradiasi atau paparan sinar khusus yang dapat merusak DNA pada seluruh area tubuh tikus (9).

 

Penelitian serupa juga menunjukkan pemberian 250 – 350 mg ekstrak cakar kucing setiap hari selama 8 minggu dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat induksi oleh diberikan hidrogen peroksida (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Akar dan lapisan dalam dari batang tanaman cakar kucing (Uncaria tomentosa)

 

 

Dosis

 

Ekstrak akar kucing tersedia dalam bentuk sediaan tablet, kapsul, maupun ekstrak berbahan dasar air dan alkohol. Sediaan tumbuk dari batang tanaman cakar kucing juga dapat dikonsumsi sebagai teh.

 

• Meningkatkan fungsi kognitif dan kekebalan tubuh: 250 hingga 350 mg setiap hari.

 

• Mengatasi radang sendi (arthritis): 100 mg ekstrak cakar kucing per hari.

 

 

Efek Samping

 

Diare

Pusing

Mual

 

 

Kontraindikasi

 

Penderita autoimun

Orang yang melakukan cangkok kulit

Penderita infeksi paru atau TBC

Penerima transplantasi organ

Penderita tekanan darah rendah

Masalah pendarahan

Pasien pra operasi

 

Hindari mengombinasikan suplemen cakar kucing dengan obat pengencer darah, obat tekanan darah tinggi, dan obat yang bertujuan menekan sistem imun (imunosupresan).

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Cat’s claw. Nootropics Expert. Diakses pada 06 September 2019. 

Bacher N, Tiefenthaler M, Sturm S, et al. Oxindole alkaloids from Uncaria tomentosa induce apoptosis in proliferating, G0/G1-arrested and bcl-2-expressing acute lymphoblastic leukaemia cells. Br J Haematol. (2006).

Spelman K, Burns J, Nichols D, Winters N, Ottersberg S, Tenborg M. Modulation of cytokine expression by traditional medicines: a review of herbal immunomodulators. Altern Med Rev. (2006). 

Riva L, Coradini D, Di Fronzo G, et al. The antiproliferative effects of Uncaria tomentosa extracts and fractions on the growth of breast cancer cell line. Anticancer Res. (2001).

Gurrola-Díaz CM, García-López PM, Gulewicz K, Pilarski R, Dihlmann S. Inhibitory mechanisms of two Uncaria tomentosa extracts affecting the Wnt-signaling pathway. Phytomedicine. (2011).

Sheng Y, Li L, Holmgren K, Pero RW. DNA repair enhancement of aqueous extracts of Uncaria tomentosa in a human volunteer study. Phytomedicine. (2001). 

Pero RW, Lund H. Dietary quinic acid supplied as the nutritional supplement AIO + AC-11® leads to induction of micromolar levels of nicotinamide and tryptophan in the urine. Phytother Res. (2011). 

Aguilar JL, Rojas P, Marcelo A, et al. Anti-inflammatory activity of two different extracts of Uncaria tomentosa (Rubiaceae). J Ethnopharmacol. (2002). 

Mohamed AF, Matsumoto K, Tabata K, Takayama H, Kitajima M, Watanabe H. Effects of Uncaria tomentosa total alkaloid and its components on experimental amnesia in mice: elucidation using the passive avoidance test. J Pharm Pharmacol. (2000). 

Sheng Y, Bryngelsson C, Pero RW. Enhanced DNA repair, immune function and reduced toxicity of C-MED-100, a novel aqueous extract from Uncaria tomentosa. J Ethnopharmacol. (2000). 


Tags: , , , , ,