fbpx
LOGO

Manfaat Tanaman Cakar Kucing (Uncaria tomentosa) yang Menakjubkan

July 17, 2020
IMG

Cat’s claw atau tanaman cakar kucing (Uncaria tomentosa) adalah tanaman anggur kayu yang berasal dari hutan hujan Amazon dan dapat ditemukan di daerah tropis lainnya di Amerika Selatan dan Tengah. Dua varietas yang paling umum adalah Uncaria guianensis dan Uncaria tomentosa, jenis yang sering digunakan dalam suplemen di Amerika Serikat. Suplemen cakar kucing dapat berbentuk ekstrak cair, kapsul, bubuk, atau teh.

 

Pada bagian akar dan kulit batang tumbuhan ini banyak terkadung berbagai fitonutrien termasuk 17 alkaloid diantaranya adalah glikosida, tannin, flavonoid, fraksi sterol dan berbagai komponen lainnya. Berbagai komponen ini dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan terutama dapat menjadi antivirus kuat, anti-inflamasi, anti-mutagenik dan antioksidan.

 

Hal inilah yang menjadikan cakar kucing bermanfaat sebagai pengobatan alami untuk radang sendi, alergi, asma, diabetes, sindrom kelelahan kronis, kanker, infeksi virus, bisul, wasir, dan berbagai penyakit lainya.

 

 

Manfaat

 

1. Melawan Kanker

Pada beberapa penelitian menunjukkan tanaman cakar kucing dapat membantu membunuh sel tumor dan kanker dengan mencegah pertumbuhan garis sel kanker, serta memiliki efek anti-mutagenik dan antiproliferatif pada sel kanker (1).

 

Sebuah penelitian tahun 2006 yang diterbitkan dalam British Journal of Hematology juga membuktikan kemampuan cakar kucing untuk melawan leukemia. Empat dari lima alkaloid yang terkandung didalamnya mampy menghambat proliferasi sel-sel leukemia manusia, sementara itu alkaloid pteropodine dan uncarine F merupakan senyawa paling kuat dalam menghambat pertumbuhan sel-sel leukemia dan mendorong kematian sel (apoptosis) sel leukimia pada manusia (2).

 

Penelitian tahun 2015 juga menemukan manfaat cakar kucing dalam meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kelelahan pada pasien kanker lanjut (3).

 

2. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Di dalam praktik pengobatan tradisional Cina, berbagai jenis tumbuhan cakar kucing telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah serta meningkatkan berbagai gejala neurologis. Cakar kucing juga terbukti menghambat agregasi trombosit dan pembentukan gumpalan darah, serta menghambat pembentukan plak dan pembekuan darah di arteri, jantung dan otak. Sehingga membantu dalam mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke (4).

 

Kemampuan cakar kucing dalam meningkatkan tekanan darah dikaitkan dengan kandungan alkaloid yang disebut hirsutine. Alkaloid ini telah terbukti bekerja secara khusus pada saluran kalsium jantung dan pembuluh darah sebagai penghambat saluran kalsium. Sehingga, akan  menurunkan tekanan darah dengan menghalangi kalsium memasuki sel-sel jantung dan dinding pembuluh darah.

 

Kemampuan hirsutine dalam menutup saluran kalsium juga akan memperlebar dan mengendurkan pembuluh darah yang nantinya akan membantu memperlancar dan menjaga kesehatan aliran darah (5).

 

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Sebuah penelitian pada manusia menemukan bahwa suplementasi cakar kucing dengan dosis 350 mg dua kali per hari selama dua bulan sebelum pemberian vaksinasi pneumonia pada orang dewasa secara signifikan meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan rasio limfosit dan neutrofil  dalam darah, serta mencegah terjadinya kerusakan titer antibodi vaksin pneumonia bahkan setelah 5 bulan pemberian vaksin pertama (6). 

 

Penelitian tersebut ditunjang dengan adanya hasil penelitian terhadap hewan coba bahwa terjadinya perbaikan DNA baik rangkaian tunggal maupun ganda, serta kenaikan jumlah sel darah putih setelah 8 minggu suplementasi dengan cakar kucing (7). 

 

 

4. Mengobati Arthritis dan Osteoarthritis

Cakar kucing dipercaya dapat mengobati arthritis dan osteoarthritis karena efek anti-inflamasinya. Rheumathoid arthritis (RA) dan osteoarthritis (OA) adalah peradangan pada sendi dan tulang yang diakibatkan gangguan sel antibodi yang menyerang bagian tubuh sendiri. Bagian persendian yang paling banyak terserang adalah lutut dan sendi jari (8).

 

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2001, 45 subjek dengan osteoarthritis lutut diberikan perawatan dengan 100 miligram ekstrak cakar kucing kering selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mendapat terapi cakar kucing mengalami penurunan rasa nyeri selama aktivitas secara signifikan. Diketahui pula para partisipan melaporkan tidak adanya efek samping yang serius dari penilaian kesehatan secara medis (9).

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Rheumatology menguji efek suplementasi cakar kucing pada pasien dengan rheumatoid arthritis (RA) yang menggunakan obat-obatan RA konvensional. Selama 24 minggu perawatan dengan ekstrak cakar kucing, terjadi penurunan tingkat nyeri sendi yang signifikan ketika dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo. Strain spesifik cakar kucing yang mengandung alkaloid pentasiklik oksindol diketahui merupakan senyawa yang berperan penting serta menjadi modulator anti-inflamasi dalam sistem kekebalan tubuh pasien dengan RA (10).

 

Sebuah penelitian lain mencoba melaksanakan uji coba pemberian suplemen cakar kucing (300 mg) dan akar maca (1500 mg) selama delapan minggu pada pasien dengan osteoarthritis. Hasilnya diketahui bahwa kombinasi suplemen tersebut dapat menurunkan rasa nyeri dan kekakuan tulang. Selain itu, partisipan diketahui lebih jarang mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dibandingkan dengan kelompok yang menerima terapi berupa glukosamin sulfat (terapi konvensional OA) (11).

 

5. Memperbaiki Kerusakan DNA Akibat Kemoterapi

Pada sebuah penelitian in vivo, ekstrak cakar kucing (C-Med-100) yang larut dalam air dapat meningkatkan perbaikan DNA, respons mitogenik, dan pemulihan leukosit setelah kerusakan DNA yang disebabkan oleh kemoterapi.

 

Mengonsumsi larutan ekstrak cakar kucing sebanyak 250 dan 350 miligram per hari selama delapan minggu pada sukarelawan dewasa yang sebelumnya menerima kemoterapi, menunjukkan penurunan kerusakan DNA yang signifikan dan peningkatan perbaikan DNA. Para partisipan penelitian juga diketahui mengalami peningkatan proliferasi sel darah putih, sehingga menurunkan risiko infeksi karena kemoterapi (12).

 

Sebuah penelitian tahun 2006 juga menemukan bahwa ekstrak cakar kucing mampu melindungi sel-sel kulit manusia dari kematian yang disebabkan oleh radiasi ultraviolet. Hal ini menyebabkan para peneliti menyarankan untuk mempertimbangkan cakar kucing digunakan sebagai tabir surya alami (13).

 

6. Mengatasi Masalah Pencernaan Seperti Penyakit Crohn

Cakar kucing, khususnya Uncaria tomentosa, diyakini dapat membantu melawan peradangan yang terkait dengan penyakit Crohn. Penyakit Crohn adalah penyakit radang usus jangka panjang yang dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan kompleks seperti sakit perut dan kram, diare, perdarahan dan lendir pada tinja, penurunan selera makan, demam, keletihan, bahkan dapat terjadi penurunan berat badan yang ekstrem.

 

Dosis rekomendasi untuk kondisi ini adalah 250 miligram per hari. Kemampuan tanaman ini dalam meredakan peradangan membuat gejala yang berhubungan dengan penyakit Crohn dapat membaik dengan pesat (14). 

 

Cakar kucing juga digunakan untuk mengobati beragam gangguan pencernaan lainnya, termasuk kolitis (radang usus besar), divertikulitis (radang pada kantung divertikula pada usus besar), gastritis (radang pada lambung), wasir, dan sindrom leaky gut atau usus bocor (kumpulan gejala yang terjadi akibat terjadinya perlukaan pada usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi).

 

 

Sumber Makanan

 

Tanaman cakar kucing (Uncaria tomentosa), terutama bagian akar dan kulit batangnya. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Tersedia dalam bentuk sediaan teh, obat tetes, krim, kapsul, maupun tablet. Adapun dosis standar suplementasi cakar kucing adalah 250-300 mg per hari.

 

Mengatasi osteoartritis lutut: 100 mg setiap hari dari ekstrak cakar kucing kering spesifik.

 

Mengatasi rheumatoid arthritis: 60 mg setiap hari dalam tiga dosis terbagi dari ekstrak cakar kucing tertentu yang tidak mengandung bahan kimia yang disebut alkaloid oksindol tetrasiklik. Bahan kimia ini, meskipun ditemukan secara alami di cakar kucing, bekerja melawan bahan kimia lain di cakar kucing yang tampaknya membantu rheumatoid arthritis.

 

Krim cakar kucing juga dapat digunakan sebagai pengobatan radang sendi, rematik, dan berbagai masalah otot dan persendian.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Akar maca: Kombinasi keduanya dapat mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada orang dengan osteoarthritis.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Penyakit autoimun seperti multiple sclerosis (MS), lupus (systemic lupus erythematosus, SLE), atau kondisi serupa lainnya

Gangguan pendarahan

Tekanan darah rendah

Leukimia

Pasien pra-operasi

Penderita penyakit Parkinson

 

Hindari menggunakan cakar kucing bersama dengan obat-obatan berjenis Cytochrome P450 3A4 (CYP3A4) seperti lovastatin (Mevacor), ketoconazole (Nizoral), itraconazole ( Sporanox), dan lain-lain.

 

Hindari menggunakan cakar kucing bersama dengan obat-obatan tekanan darah tinggi (obat anti-hipertensi) karena dapat menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Adapun obat yang termasuk golongan ini antara lain captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), losartan (Cozaar), dan lainnya.

 

Hindari menggunakan cakar kucing bersama dengan obat-obatan berjenis immunosupresan, karena cakar kucing dapat menurunkan efektivitas obat-obatan tersebut. Adapun obat yang termasuk golongan ini antara lain azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), dan lain-lain.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Pusing

Muntah

Reaksi alergi

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Uncaria tomentosa. Examine. Diakses pada 04 Juli 2019.

Price, Annie. (2017). 8 Cat’s claw benefits for immunity, digestion & chronic disease. Dr Axe. Diakses pada 04 Juli 2019.

WebMD. (2018). Cat’s claw. WebMD. Diakses pada 04 Juli 2019. 

Riva L, Coradini D, Di Fronzo G, et al. The antiproliferative effects of Uncaria tomentosa extracts and fractions on the growth of breast cancer cell line. Anticancer Res. (2001).

Bacher N, Tiefenthaler M, Sturm S, et al. Oxindole alkaloids from Uncaria tomentosa induce apoptosis in proliferating, G0/G1-arrested and bcl-2-expressing acute lymphoblastic leukaemia cells. Br J Haematol. (2006). 

de Paula LC, Fonseca F, Perazzo F, et al. Uncaria tomentosa (cat’s claw) improves quality of life in patients with advanced solid tumors. J Altern Complement Med. (2015). 

Tabassum N, Ahmad F. Role of natural herbs in the treatment of hypertension. Pharmacogn Rev. (2011). 

Yano S, Horiuchi H, Horie S, Aimi N, Sakai S, Watanabe K. Ca2+ channel blocking effects of hirsutine, an indole alkaloid from Uncaria genus, in the isolated rat aorta. Planta Med. (1991). 

Lamm S, Sheng Y, Pero RW. Persistent response to pneumococcal vaccine in individuals supplemented with a novel water soluble extract of Uncaria tomentosa, C-Med-100. Phytomedicine. (2001). 

Sheng Y, Bryngelsson C, Pero RW. Enhanced DNA repair, immune function and reduced toxicity of C-MED-100, a novel aqueous extract from Uncaria tomentosa. J Ethnopharmacol. (2000). 

Hardin SR. Cat’s claw: an Amazonian vine decreases inflammation in osteoarthritis. Complement Ther Clin Pract. (2007).

Piscoya J, Rodriguez Z, Bustamante SA, Okuhama NN, Miller MJ, Sandoval M. Efficacy and safety of freeze-dried cat’s claw in osteoarthritis of the knee: Mechanisms of action of the species Uncaria guianensis. Inflamm Res. (2001).

Mur E, Hartig F, Eibl G, Schirmer M. Randomized double blind trial of an extract from the pentacyclic alkaloid-chemotype of uncaria tomentosa for the treatment of rheumatoid arthritis. J Rheumatol. (2002). 

Mehta K, Gala J, Bhasale S, et al. Comparison of glucosamine sulfate and a polyherbal supplement for the relief of osteoarthritis of the knee: A randomized controlled trial [ISRCTN25438351]. BMC Complement Altern Med. (2007). 

Sheng Y, Li L, Holmgren K, Pero RW. DNA repair enhancement of aqueous extracts of Uncaria tomentosa in a human volunteer study. Phytomedicine. (2001). 

Mammone T, Akesson C, Gan D, Giampapa V, Pero RW. A water soluble extract from Uncaria tomentosa (Cat’s Claw) is a potent enhancer of DNA repair in primary organ cultures of human skin. Phytother Res. (2006).

Ehrlich SD. (2015). Crohn disease. Penn State Hershey Medical Center. Diakses pada 04 Juli 2019.


Tags: , ,