fbpx
LOGO

Tak Seseram Namanya, Ini Khasiat Utama Tanaman Cakar Setan

July 22, 2020
IMG

Devil’s claw atau cakar setan (Harpagophytum procumbens) adalah tanaman asli Afrika Selatan. Tanaman ini mengandung senyawa anti-inflamasi yang disebut glikosida iridoid atau harpagosida.

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas serta menjaga kesehatan tubuh secara umum. Selain itu juga terkandung berbagai senyawa bioflavonoid dan fitosterol yang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. 

 

Tanaman cakar setan tersedia dalam berbagai bentuk, seperti ekstrak, kapsul pekat, bubuk halus, cakar setan juga digunakan seagai bahan campuran dalam berbagai teh herbal. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk gangguan muskuloskeletal, penghilang rasa sakit, dan pengaturan nafsu makan. Suplemennya sendiri telah dipelajari sebagai obat potensial untuk peradangan dan asam urat.

 

 

Manfaat Tanaman Cakar Setan

 

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Sebuah penelitian yang dilakukan di Irlandia menemukan bahwa cakar setan dapat membantu menghentikan atau memperlambat produksi ghrelin atau hormon lapar (1). Salah satu fungsi utama ghrelin adalah memberi sinyal pada otak untuk makan ketika waktu makan, sehingga dapat mengatur dan menekan nafsu makan.

 

Fungsi ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah berat badan berlebih, pola dan nafsu makan tidak teratur, serta membantu menurunkan berat badan (2). 

 

Sebuah penelitian tingkat sel dilaksanakan untuk mengetahui efek harpagosida dalam cakar setan terhadap produksi sitokin (penanda peradangan yang menyebabkan penumpukan lemak) di dalam jaringan adiposa. Jaringan adiposa merupakan lokasi tubuh dalam melaksanakan penyimpanan lemak, biasanya berada di bawah kulit atau area perut dan dada di antara organ pada penderita obesitas.

 

Hasilnya diketahui bahwa harpagosida secara signifikan menekan produksi dan sintesis sitokin dan protein aterogenik yang menyebabkan kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi ini sering terjadi sebagai komplikasi pada penderita obesitas akibat tingginya kadar lemak dalam tubuh (3). 

 

2. Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi

Cakar setan memiliki manfaat kesehatan utama dalam mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tulang dan sendi, salah satunya adalah mengurangi gejala osteoartritis (OA). Osteoartritis adalah sebuah penyakit radang pada sendi yang disebabkan berbagai faktor, salah satunya akibat berkurangnya produksi pelumas atau estrogen akibat faktor penuaan. 

 

Dalam sebuah penelitian tahun 2010 yang dilaksanakan pada hewan coba tikus, membuktikan bahwa cakar setan (khususnya senyawa harpagosida) dapat mengurangi peradangan artritis pada sekelompok tikus (4). 

 

Pada beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan cakar setan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan kunyit dan bromelain dapat mengatasi nyeri rematik. Penggunaan cakar setan secara signifikan mampu menekan rasa sakit di tangan, pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut, dan punggung, terutama nyeri sendi kronis (5). 

 

Penelitian juga menemukan bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada sebagian besar pasien, bahkan 60 % di antaranya mampu mengurangi atau berhenti minum obat penghilang rasa sakit umum. Penggunaan cakar setan juga tidak menyebabkan efek samping yang signifikan (6).

 

3. Mengobati Nyeri Punggung

Efek anti-inflamasi pada cakar setan juga berpotensi mengatasi sakit punggung bagian bawah. Para peneliti percaya, senyawa harpagosida berperan penting terhadap hal ini.

 

Ekstrak harpagosida dalam cakar setan memiliki efektivitas yang sama dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) paten yang bernama Vioxx. Setelah pemakaian selama 6 minggu, terdapat pengurangan rata-rata 23% pada partisipan dengan nyeri punggung bawah (7).

 

Penelitian lain juga menemukan bahwa mengonsumsi 50-100 gram harpagosida per hari lebih efektif dalam mengurangi nyeri punggung bawah dibandingkan tanpa pengobatan analgesik atau anti nyeri sejenis tramadol (8, 9).

 

4. Melawan Peradangan Kronis

Cakar setan mengandung senyawa anti-inflamasi aktif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cakar setan dapat membantu menghambat tumor nekrosis faktor alfa (TNF-alpha), sebuah sitokin (protein pensinyalan sel) yang terlibat dalam peradangan normal yang terjadi dalam tubuh dan mengatur sistem kekebalan tubuh (10).

 

Jika TNF-alpha terlalu aktif, peradangan kronis dapat terjadi dan menyebabkan berbagai penyakit. Menghambat aktivasi TNF-alpha merupakan tujuan utama dalam pengobatan penyakit radang sendi dan tulang seperti penyakit artritis rematik, psoriasis (peradangan pada kulit menyebabkan kulit menebal, kering, dan bersisik), radang sendi psoriatik (peradangan pada sendi bersama dengan kulit), dan penyakit radang usus (11).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Suplemen cakar setan umumnya diproduksi dari akar tanaman cakar setan (Harpagophytum procumbens) yang dikeringkan

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis umum dengan merek Doloteffin: 6.000 mg akar cakar setan dengan kandungan total  50 mg harpagosida, konsumsi setiap hari dalam tiga dosis terbagi saat makan.

 

Osteoartritis: Konsumsi 2-2,6 gram ekstrak cakar setan, diminum dalam tiga dosis terbagi setiap hari. Dapat juga mengonsumsi produk yang terdiri dari 600 mg cakar setan, 400 mg kunyit, dan 300 mg bromelain, dikonsumsi 2-3 kali sehari.

 

Nyeri punggung bawah: Konsumsi 0,6-2,4 gram ekstrak cakar setan, minum setiap hari dengan dosis terbagi.

 

 

Interaksi Sinergi

 

 Bromelain: Kombinasi keduanya sangat baik dan umum digunakan sebagai analgesik atau anti nyeri pada persendian yang berhubungan dengan artritis

 

•  Turmeric: Turmeric merupakan senyawa yang banyak ditemukan dalam kunyit. Mengkombinasikannya dengan bromelain dan cakar setan menjadi kombinasi herbal yang sangat baik dalam mengatasi nyeri akibat radang persendian

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Batuk

Mual dan muntah

Diare

Sakit perut 

Telinga berdenging

Kehilangan nafsu makan

Kehilangan indera rasa pada lidah

Gangguan menstruasi

Perubahan tekanan darah

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui: Mengonsumsi cakar setan dosis tinggi dapat menyebabkan kontraksi rahim

 

•  Penderita gangguan jantung seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) maupun hipotensi (tekanan darah rendah)

 

Penderita diabetes

 

Penderita batu empedu

 

Penderita maag kronis

 

Hindari mengkombinasikan ekstrak cakar setan dengan obat di bawah ini:

Cytochrome P450 2C19 (CYP2C19)

Cytochrome P450 2C9 (CYP2C9)

Cytochrome P450 3A4 (CYP3A4)

Warfarin (coumadin): obat-obatan pengencer darah

Obat yang menurunkan asam lambung

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Harpagophytumprocumbens. Examine. Diakses pada 08 Juli 2019.

Edwards, Rebekah. (2017). Devil’s claw benefits for pain & inflammation. Dr Axe. Diakses pada 08 Juli 2019.

Meixner, Makayla. (2018). Devil’s claw: Benefits, side effects and dosage. Healthline. Diakses pada 08 Juli 2019.

WebMD. (2018). Devil’s claw. WebMD. Diakses  pada 08 Juli 2019. 

Torres-Fuentes C, Theeuwes WF, McMullen MK, et al. Devil’s claw to suppress appetite–ghrelin receptor modulation potential of a Harpagophytum procumbens root extract. PLoS One. (2014). 

Klok MD, Jakobsdottir S, Drent ML. The role of leptin and ghrelin in the regulation of food intake and body weight in humans: A review. Obes Rev. (2007). 

Kim TK, Park KS. Inhibitory effects of harpagoside on TNF-α-induced pro-inflammatory adipokine expression through PPAR-γ activation in 3T3-L1 adipocytes. Cytokine. (2015). 

Inaba K, Murata K, Naruto S, Matsuda H. Inhibitory effects of devil’s claw (secondary root of Harpagophytum procumbens) extract and harpagoside on cytokine production in mouse macrophages. J Nat Med. (2010). 

Conrozier T, Mathieu P, Bonjean M, Marc JF, Renevier JL, Balblanc JC. A complex of three natural anti-inflammatory agents provides relief of osteoarthritis pain. Altern Ther Health Med. (2014). 

Warnock M, McBean D, Suter A, Tan J, Whittaker P. Effectiveness and safety of devil’s claw tablets in patients with general rheumatic disorders. Phytother Res. (2007). 

Chrubasik S, Zimpfer C, Schütt U, Ziegler R. Effectiveness of Harpagophytum procumbens in treatment of acute low back pain. Phytomedicine. (1996). 

Chrubasik S, Junck H, Breitschwerdt H, Conradt C, Zappe H. Effectiveness of Harpagophytum extract WS 1531 in the treatment of exacerbation of low back pain: A randomized, placebo-controlled, double-blind study. Eur J Anaesthesiol. (1999). 

Chrubasik S, Model A, Black A, Pollak S. A randomized double-blind pilot study comparing doloteffin and vioxx in the treatment of low back pain. Rheumatology (Oxford). (2003). 

Fiebich BL, Muñoz E, Rose T, Weiss G, McGregor GP. Molecular targets of the antiinflammatory Harpagophytum procumbens (devil’s claw): Inhibition of TNFα and COX-2 gene expression by preventing activation of AP-1. Phytother Res. (2012).

Esposito E, Cuzzocrea S. TNF-alpha as a therapeutic target in inflammatory diseases, ischemia-reperfusion injury and trauma. Curr Med Chem. (2009).


Tags: ,