fbpx
LOGO

Manfaat Tanaman Valerian (Valeriana officinalis) bagi Kesehatan

July 28, 2020
IMG

Valeriana officinalis, umumnya dikenal sebagai valerian adalah ramuan asli Asia dan Eropa yang kini menyebar hingga AS, China, dan negara lain. Nama valerian berasal dari bahasa latin “valere” yang berarti menjadi kuat atau menjadi sehat.

 

Bunga tanaman valerian diolah menjadi parfum, sedangkan bagian akarnya sudah dijadikan ramuan obat sejak 2.000 tahun yang lalu. Akar tanaman ini memiliki aroma tanah yang kuat yang dipercaya berasal dari senyawa sedatif yang terkandung didalamnya. Hal ini pula yang menjadikan akar valerian digunakan sebagai penenang dan mengurangi kecemasan. 

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Meringankan Kecemasan

Para peneliti menemukan bahwa akar valerian dapat meningkatkan Gamma-Aminobutyric Acid (GABA). GABA adalah salah satu neurotransmitter yang membantu menghubungkan pesan dari otak ke sistem saraf. yang bertanggung jawab dalam mengontrol sel saraf dan mengurangi kecemasan. Asam valerat, asam valerenat dan valerenol yang terkandung dalam ekstrak akar valerian memiliki manfaat sebagai agen ansiolitik (anti-kecemasan(1, 2).

 

Penelitian percobaan pada tikus yang diberi ekstrak akar valerian sebelum dimasukkan ke dalam labirin menunjukkan perilaku gelisah yang lebih rendah dibandingkan tikus pada kelompok kontrol yang diberi etanol (3).

 

Selain mengurangi kecemasan menghadapi stres akut, penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak akar valerian memiliki beberapa efek antiobsessive dan kompulsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar valerian selama delapan minggu memiliki efek meringankan kondisi kronis yang ditandai dengan perilaku cemas, seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD) (4, 5).

 

Pemberian kombinasi valerian dan lemon balm sebelum tes dapat mengurangi tingkat kecemasan pada orang dewasa yang diberikan tes mental yang menantang. Selain itu, kombinasi tersebut juga membantu meningkatkan fokus pada anak-anak yang mengalami gangguan konsentrasi, gelisah, dan kompulsif (6, 7). 

 

2. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Valerian mengandung senyawa linarin, yang menciptakan efek sedasi. Senyawa ini meningkatkan level GABA pada otak, sehingga meningkatkan kualitas tidur lebih baik. 

 

Sebuah penelitian yang dilakukan di Pusat Kesehatan Foellinge di Swedia, melibatkan 27 orang dewasa muda dan setengah baya yang mengalami kesulitan tidur. Hasil penelitian menunjukkan setelah mengonsumsi 400mg akar valerian, 24 orang melaporkan peningkatan tidur dan 12 dari mereka melaporkan tidur sempurna (8).

 

Suplementasi valerian juga telah terbukti dapat mempercepat tidur nyenyak, membantu mengatasi insomnia, memperpanjang waktu tidur, dan meningkatkan kualitas tidur baik pada orang dewasa dengan insomnia maupun anak-anak dengan kesulitan tidur. Hal yang menarik lainnya adalah tidak ada laporan efek samping yang ditemukan setelah pemberian ekstrak akar valerian (9, 10, 11, 12).

 

3. Meredakan Sindrom Pra Menstruasi (PMS)

Efek santai dan antispasmodik dari akar valerian menjadikannya pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah menstruasi, seperti dismenore atau kram saat menstruasi. Penelitian double-blind, acak, terkontrol plasebo dari Universitas Azad Islam di Iran menjelaskan cara kerja valerian yang menurunkan ketegangan otot, sehingga secara efektif dapat meredakan kontraksi otot rahim yang parah, penyebab rasa sakit hebat yang dialami banyak wanita selama menstruasi (13).

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi akar valerian dapat membantu meningkatkan gejala fisik, emosi, dan perilaku pada wanita PMS (14, 15).

 

 

 

Sumber 

 

Valeriana officinalis

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar valerian adalah 450 mg. Pemberian suplemen siang hari harus terdiri dari 2 hingga 3 dosis sebanyak 300 mg.

 

• Suplemen valerian terdiri dari ekstrak akar valerian yang memiliki kandungan 0,8-1% asam valerenic.

 

Untuk mengatasi insomnia: Konsumsi suplemen valerian dosis 400-900 mg.

 

• Untuk mengatasi kegelisahan: Konsumsi suplemen valerian dosis 120-200 mg, tiga kali sehari.

 

• Valerian harus diminum satu jam sebelum tidur. Jika valerian dikonsumsi pada siang hari, maka harus dikonsumsi bersama dengan makanan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Suplemen valerian dapat dikombinasikan dengan:

• Humulus lupulus atau Melissa officianalis: Mengombinasikan valerian dengan kedua tanaman tersebut dapat membantu mengatasi insomnia.

 

Licorice: Licorice dapat meningkatkan efektivitas valerian sebagai anti-kecemasan.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi suplemen valerian dapat menyebabkan:

Sakit kepala

Pusing

Sakit perut

Gelisah

Gangguan jantung

Insomnia

Lesu

Mulut kering

Mimpi yang terasa nyata atau false awakening

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Anak-anak dibawah usia 3 tahun

Masalah hati

Pasien pra operasi

 

Penting untuk dicatat bahwa alkohol, obat penenang, herbal dan suplemen lainnya tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan valerian karena dapat meningkatkan efek depresan seperti mengantuk yang berlebihan. Contoh obat-obatan yang tidak boleh diberikan bersamaan adalah:

Alprazolam (Xanax)

Clonazepam (Klonopin)

Diazepam (Valium)

Lorazepam (Ativan)

Midazolam (Versed)

Temazepam (Restoril)

Triazolam (Halcion)

Pentobarbital (Nembutal)

Phenobarbital (Luminal)

Secobarbital (Seconal)

Thiopental (Pentothal)

Fentanyl (Duragesic, Sublimaze)

Morphine

Propofol (Diprivan)

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Valeriana officinalis. Examine. Diakses pada 18 Juli 2019.

Spritzler, Franziska. (2017). How valerian root helps you relax and sleep better. Healthline. Diakses pada 18 Juli 2019.

Price, Annie. (2019). Valerian root solves insomnia, anxiety & even high blood pressure. Dr Axe. Diakses pada 18 Juli 2019.

WebMD. (2018). Valerian. WebMD. Diakses pada 18 Juli 2019.

Del Valle-Mojica LM, Ortíz JG. Anxiolytic properties of Valeriana officinalis in the zebrafish: a possible role for metabotropic glutamate receptors. Planta Med. (2012). 

Cropley M, Cave Z, Ellis J, Middleton RW. Effect of kava and valerian on human physiological and psychological responses to mental stress assessed under laboratory conditions. Phytother Res. (2002).

Murphy K, Kubin ZJ, Shepherd JN, Ettinger RH. Valeriana officinalis root extracts have potent anxiolytic effects in laboratory rats. Phytomedicine. (2010).

Andreatini R, Sartori VA, Seabra ML, Leite JR. Effect of valepotriates (valerian extract) in generalized anxiety disorder: a randomized placebo-controlled pilot study. Phytother Res. (2002). 

Pakseresht S, Boostani H, Sayyah M. Extract of valerian root (Valeriana officinalis L.) vs. placebo in treatment of obsessive-compulsive disorder: A randomized double-blind study. J Complement Integr Med. (2011). 

Kennedy DO, Little W, Haskell CF, Scholey AB. Anxiolytic effects of a combination of Melissa officinalis and Valeriana officinalis during laboratory induced stress. Phytother Res. (2006). 

Gromball J, Beschorner F, Wantzen C, Paulsen U, Burkart M. Hyperactivity, concentration difficulties and impulsiveness improve during seven weeks’ treatment with valerian root and lemon balm extracts in primary school children. Phytomedicine. (2014). 

Lindahl O, Lindwall L. Double blind study of a valerian preparation. Pharmacol Biochem Behav. (1989). 

Donath F, Quispe S, Diefenbach K, Maurer A, Fietze I, Roots I. Critical evaluation of the effect of valerian extract on sleep structure and sleep quality. Pharmacopsychiatry. (2000).

Poyares DR, Guilleminault C, Ohayon MM, Tufik S. Can valerian improve the sleep of insomniacs after benzodiazepine withdrawal?. Prog Neuropsychopharmacol Biol Psychiatry. (2002). 

Müller SF, Klement S. A combination of valerian and lemon balm is effective in the treatment of restlessness and dyssomnia in children. Phytomedicine. (2006). 

Francis AJ, Dempster RJ. Effect of valerian, Valeriana edulis, on sleep difficulties in children with intellectual deficits: Randomised trial. Phytomedicine. (2002). 

Mirabi P, Dolatian M, Mojab F, Majd HA. Effects of valerian on the severity and systemic manifestations of dysmenorrhea. Int J Gynaecol Obstet. (2011). 

Behboodi Moghadam Z, Rezaei E, Shirood Gholami R, Kheirkhah M, Haghani H. The effect of Valerian root extract on the severity of pre menstrual syndrome symptoms. J Tradit Complement Med. (2016). 

Occhiuto F, Pino A, Palumbo DR, et al. Relaxing effects of Valeriana officinalis extracts on isolated human non-pregnant uterine muscle. J Pharm Pharmacol. (2009).


Tags: ,