fbpx
LOGO

Manfaat Vitamin B6 (Piridoksin) Sebagai Nootropik

September 21, 2020
IMG

Vitamin B6 (Pyridoxine, Pyridoxal, Pyridoxamine, Piridoksin) merupakan bentuk dari vitamin B yang larut dalam air dan sangat vital untuk mengoptimalkan fungsi otak.

 

Vitamin B6 ditemukan di setiap sel di tubuh dan otak, dan berperan penting dalam kebanyakan fungsi tubuh seperti kofaktor untuk siklus folat, sintesis neurotransmiter, melindungi penghalang darah ke otak, sebagai sistem kekebalan tubuh, transkripsi dan ekspresi gen, serta terlibat dalam regulasi glukosa.

 

Vitamin B6 merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Sebagai contoh, vitamin B6 yang terkandung di dalam pisang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognitif di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi Vitamin B6, tanpa mengkonsumsi pisang. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

 

Manfaat Vitamin B6

 

1. Membantu mengurangi peradangan berlebih

Mengonsumsi vitamin B6 yang dikombinasikan dengan vitamin B12 dan folat akan membantu mengendalikan homosistein (asam amino alami dalam tubuh) yang dibutuhkan untuk sintesis sistein, prekursor glutathione antioksidan utama.

 

Kadar homosistein yang tinggi mengindikasikan adanya peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan pada akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan neurodegeneratif (penyakit yang menyebabkan otak dan saraf memburuk dari waktu ke waktu, mengakibatkan hilangnya fungsi saraf secara bertahap).

 

Sebuah penelitian melibatkan pasien lansia yang menderita kehilangan ingatan ringan dan kadar homosistein tinggi berusia lebih dari 70 tahun. Penelitian tersebut dilakukan selama 2 tahun dengan membagi 2 kelompok penelitian yaitu kelompok yang diberikan plasebo dan kelompok yang diberikan vitamin B dosis tinggi (Vitamin B6 20 mg, B12 0,5 mg dan folat 0,8 mg).

 

Hasil penelitian menyatakan bahwa sebanyak 5,6% kelompok plasebo mengalami penyusutan otak, sedangkan 0,6% partisipan yang mendapatkan vitamin B mengalami hal yang sama otak.

 

Dapat disimpulkan vitamin B kompleks (vitamin B6, B12 dan folat) membantu melindungi kepadatan otak, khususnya di area otak yang rentan terhadap Alzheimer (1).

 

2. Mencegah penyakit Parkinson

Sejumlah penelitian telah melaporkan bahwa asupan tinggi folat, vitamin B12 dan vitamin B6 dapat menurunkan kadar homosistein darah dan menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson. Efek antioksidan dari vitamin B6 juga mampu mengurangi faktor risiko penyakit Parkinson dengan mekanisme yang tidak berkaitan dengan metabolisme homosistein.

 

Sebuah penelitian mendapatkan bahwa sebanyak 66% perokok yang mengonsumsi vitamin B6 terlindungi dari risiko Parkinson. Efek ini tidak ditemukan pada partisipan yang mengkonsumi asam folat dan vitamin B12 (2).

 

3. Mengatasi serangan panik

Vitamin B6 diperlukan untuk meningkatkan kadar hormon serotonin dan triptofan. Berkurangnya kadar serotonin dikenal sebagai salah satu penyebab serangan panik dan serangan hiperventilasi, kondisi dimana seseorang bernapas secara dalam dan lebih cepat

 

Selain vitamin B6, defisiensi vitamin B2, B12 dan zat besi juga dapat memicu kondisi serangan panik dan hiperventilasi dibandingkan dengan partisipan sehat (3).

 

Selain itu, vitamin B6 juga terkenal untuk mengurangi kecemasan, depresi, kelelahan, dan rasa sakit.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Kandungan vitamin B6 dapat ditemukan pada makanan yang Anda konsumsi sehari-hari seperti:

Pisang

Daging sapi

• Buncis

Kentang

Daging kalkun

Kacang pistachio

 

 

Rekomendasi Dosis

 

Dosis nootropik vitamin B6 yang disarankan adalah hingga 100 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Disarankan mengombinasikan vitamin B6 dengan nootropik lainnya, seperti fenilalanin. Vitamin B6 berperan penting sintesis neurotransmitter sehingga meningkatkan efektivitas nootropik lainnya.

 

 

Defisiensi

 

Kekurangan vitamin B6 ringan dapat menguras neurotransmitter yang mengarah pada penurunan kognitif. Hal ini akan menyebabkan kabut otak, depresi dan memburuknya kesehatan mental.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi vitamin B6 yang tidak sesuai dengan dosis dapat mengakibatkan beberapa efek samping seperti :

 

• Mimpi yang terasa nyata (Vivid dream)

Sakit perut

Neuropati piridoksin (kerusakan saraf akibat konsumsi vitamin B6 dalam dosis tinggi)

 

 

Kontraindikasi

 

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan dan harus dihindari untuk mengonsumsi vitamin B6 yaitu :

 

Ibu hamil atau menyusui

Diabetes

Operasi penurunan berat badan

Angioplasti (prosedur medis yang dilakukan untuk membuka penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri jantung)

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Vitamin b6 (pyridoxine). Nootropics Expert. Diakses pada 24 September 2019.

WebMD. (2018). Pyridoxine (vitamin b6). WebMD. Diakses pada 24 September 2019. 

Douaud G, Refsum H. Preventing Alzheimer’s disease-related gray matter atrophy by B-vitamin treatment. PNAS. (2013).

de Lau LML, Koudstaal PJ, Witteman JCM, Hofman A, Breteler MMB. Dietary folate, vitamin B12, and vitamin B6 and the risk of Parkinson disease. Neurology. (2006).

Mikawa Y, Mizobuchi S, Egi M, Morita K. Low serum concentrations of vitamin B6 and iron are related to panic attack and hyperventilation attack. Acta Med Okayama. (2013).


Tags: , , ,