fbpx
LOGO

Mengenal Asam Alfa-Lipoat (ALA) Sebagai Nootropik

September 3, 2020
IMG

Asam alfa-lipoat atau asam lipoat (ALA) adalah antioksidan yang diproduksi oleh sebagian kecil organ di dalam tubuh manusia. ALA merupakan antioksidan yang unik karena dapat larut dalam air dan lemak, yang berarti dapat bekerja dalam seluruh bagian sel tubuh manusia.

 

Semakin banyak asam lipoat yang terdapat dalam sistem, semakin banyak pula manfaat antioksidan yang didapatkan.

 

ALA merupakan salah satu jenis obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, bayam mengandung ALA yang mampu meningkatkan kinerja mental dan mencegah penurunan kognitif di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapatkan melalui suplementasi ALA, tanpa mengonsumsi bayam. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, ALA diketahui efisien dalam meningkatkan energi sel, meningkatkan produksi asetilkolin, dan neurotransmiter lain yang berguna untuk meningkatkan kesehatan dan fungsi otak. ALA juga berfungsi untuk meregenerasi antioksidan lain yang mati saat melawan radikal bebas.

 

Sayangnya, produksi ALA menurun seiring bertambahnya usia. 

 

 

Cara Kerja ALA Sebagai Nootropik

 

Asam alfa-lipoat (ALA) adalah antioksidan yang larut dalam air dan lemak. Sifat ini memudahkannya untuk memasuki sawar penghalang darah-otak. Dengan demikian, ALA akan segera meningkatkan produksi asetilkolin untuk peningkatan fungsi otak dan proses belajar.

 

 

Manfaat ALA

 

1. Membantu Memperlambat Gejala Demensia

Pada uji klinis yang melibatkan 43 orang pasien demensia, pemberian 600 mg asam alfa-lipoat setiap hari selama 4 tahun terbukti membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer (1, 2).

 

2. Melindungi Neuron

ALA mampu menetralisir efek dari paparan stres oksidatif. Stres oksidatif dikaitkan dengan risiko penyakit kronis.

 

Sebuah percobaan dengan tikus membuktikan ALA mampu mengurangi kerusakan otak setelah terkena stroke (3). Selain itu, antioksidan alami pada ALA dapat menurunkan tingkat kematian dari 78% menjadi 26% selama 24 jam setelah pemberian.

 

3. Meningkatkan Kinerja Otak

Sebagai nootropik, ALA bekerja dengan meningkatkan asetilkolin dan penyerapan glukosa. Peningkatan kadar asetilkolin berkaitan dengan peningkatan memori, kinerja serta fungsi otak secara keseluruhan. Adapun penyerapan glukosa juga menghasilkan peningkatan kinerja mental (4). 

 

 

Sumber Makanan

 

ALA dapat bisa didapat melalui sumber alami seperti:

Bayam

Brokoli 

Kentang 

Tomat

Sawi

Ragi 

• Jeroan, seperti hati dan ginjal

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis yang disarankan untuk suplementasi asam lipoat adalah 200 – 400 mg per hari.

 

Meningkatkan kognitif: 2- 600 mg per hari.

 

Catatan Penggunaan: Disarankan mengonsumsi ALA pada perut kosong (1 jam sebelum makan).

 

 

Interaksi Sinergi

 

ALA dapat dikombinasikan dengan: 

ALCAR (Acetyl-L-Carnitine) untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif dan memori. 

 

Sulbutiamin atau vitamin B1: Suplementasi ALA dapat menyebabkan penurunan kadar vitamin B1 dalam tubuh manusia, sehingga sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi salbutiamin bersama dengan ALA.

 

 

Efek Samping

 

Insomnia

Kelelahan

Dapat menurunkan kadar hormon tiroid

Dapat menurunkan kadar gula darah

Dapat menurunkan kadar vitamin B1 (Tiamin)

Diare

Kemerahan pada kulit

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Ibu menyusui

Diabetes

Alkoholik

Penderita defisiensi vitamin B1

Penderita penyakit tiroid

Pasien pra operasi

 

Hindari mengombinasikan ALA dengan obat perawatan kemoterapi karena dapat menurunkan efektivitas obat perawatan kanker.

 

Hindari mengombinasikan ALA dengan obat anti-diabetes dapat menyebabkan penurunan gula darah drastis.

 

 

 

Referensi:

Tomen, David. (2017). Alpha-lipocic-acid. Nootropics Expert. Diakses pada 03 September 2019.

WebMD. (2018). Alpha-lipoic-acid. WebMD. Diakses pada 03 September 2019.

Raman, Ryan. (2018). Alpha-lipoic acid: Weight loss, other benefits and side effects. Healthline. Diakses pada 03 September 2019.

Harvard Health Publishing. (2020). Foods linked to better brainpower. Harvard Health Publishing. Diakses pada 10 Juni 2020. 

Hager K, Kenklies M, McAfoose J, Engel J, Münch G. Alpha-lipoic acid as a new treatment option for Alzheimer’s disease–a 48 months follow-up analysis. J Neural Transm Suppl. (2007). 

Holmquist L, Stuchbury G, Berbaum K, et al. Lipoic acid as a novel treatment for Alzheimer’s disease and related dementias. Pharmacol Ther. (2007). 

Panigrahi M, Sadguna Y, Shivakumar BR, et al. Alpha-Lipoic acid protects against reperfusion injury following cerebral ischemia in rats. Brain Res. (1996). 

Ahmed HH. Modulatory effects of vitamin E, acetyl-L-carnitine and α-lipoic acid on new potential biomarkers for Alzheimer’s disease in rat model. Exp Toxicol Pathol. (2012). 


Tags: , ,