fbpx
LOGO

Mengenal Manfaat Nootropik DHEA, si Hormon Muda

September 29, 2020
IMG

DHEA (dehydroepiandrosterone) atau seringkali disebut dengan hormon muda merupakan prekursor hormon yang melimpah dalam tubuh manusia. DHEA diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenalin, otak, dan testis pada pria.

 

DHEA juga dikenal sebagai hormon steroid yang berkaitan dengan peningkatan hormon esterogen pada wanita.

 

DHEA juga merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, DHEA telah terbukti mampu meningkatkan kognisi, memori, level energi, dan motivasi. Kadar DHEA dapat menurun seiring bertambahnya usia, sehingga dapat menyebabkan terganggunya suasana hati, fungsi kognisi, dan rendahnya libido pada lansia.

 

Banyak atlet menggunakan DHEA untuk meningkatkan massa otot, kekuatan dan energi. Tetapi di Amerika, penggunaan DHEA dilarang oleh National Collegiate Athletic Association (NCAA), dan dianggap sebagai zat terlarang oleh NBA (National Basketball Association), NFL (National Football League), dan berbagai komite olimpiade olahraga di AS.

 

Namun berbeda halnya di Kanada, DHEA merupakan obat legal yang dapat diperoleh dengan resep dokter. 

 

 

Manfaat Nootropik DHEA

 

1. Meningkatkan memori kerja

Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat DHEA yang lebih tinggi berkaitan langsung dengan konsentrasi, memori kerja dan fungsi eksekutif (pengambilan keputusan).

 

Pada penelitian yang dilakukan di Australia dengan partisipan wanita berusia 21 – 77 tahun, menemukan bahwa kadar DHEAS yang tinggi berkaitan dengan fungsi eksekutif, konsentrasi, dan memori kerja pada keseluruhan partisipan.

 

DHEAS adalah DHEA yang diproduksi dengan penambahan gugus sulfat. Secara alami senyawa ini diproduksi di dalam tubuh dan menghasilkan hormon estrone. Dalam tubuh, DHEAS dapat diubah kembali menjadi DHEA, sehingga DHEAS juga sering disebut sebagai DHEA (1).

 

2. Meningkatkan suasana hati

DHEA telah terbukti mampu meningkatkan suasana hati sekaligus menurunkan gejala depresi akibat stres ataupun karena penambahan usia (2).

 

Pemberian DHEA selama 3 hingga 6 minggu dengan dosis berbeda terbukti mampu mengatasi gejala depresi dan meningkatkan fungsi seksual pada penderita depresi minor dan mayor. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa DHEA dapat menjadi pengobatan efektif untuk mengatasi depresi yang umum terjadi pada awal usia paruh baya (3).

 

Penelitian lain di Taiwan yang melibatkan 14 orang atlet golf membuktikan bahwa kadar DHEA berhubungan dengan koping psikologis para atlet. Kadar DHEA diketahui menurun secara signifikan pada atlet golf yang tidak mendapatkan skor memuaskan dalam kompetisi (4).

 

3. Meningkatkan kesehatan & energi otak secara umum

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Plos Biology mengenai interaksi DHEA dengan reseptor faktor pertumbuhan saraf (NGF – Nerve Growth Factor) menemukan bahwa DHEA berperan sebagai nootropik yang bersifat anti-apoptosis atau mencegah kematian sel otak, dan meningkatkan kesehatan otak secara umum (5).

 

Disamping itu, DHEA membantu mengoptimalkan sel otak sehingga mencegah peningkatan risiko penurunan fungsi otak terkait pertambahan usia.

 

 

 

Sumber Makanan

 

DHEA dapat disintesis dari ekstrak ubi gembili dan kacang kedelai, namun tubuh tidak dapat secara langsung mengolahnya menjadi DHEA. 

 

Lebih disarankan untuk mengonsumsi suplemen DHEA untuk mengambil manfaat secara optimal.

 

 

Dosis Rekomendasi

 

Dosis suplementasi DHEA yang disarankan adalah 25 – 50 mg per hari. 

 

 

Defisiensi

 

DHEA adalah steroid alami yang paling umum ditemukan dalam plasma darah manusia. Seiring bertambahnya usia, DHEA akan berkurang sekitar 80% antara usia 25 dan 75 tahun.

 

Kekurangan DHEA dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan usia, termasuk penurunan fungsi otak dan gangguan pada sistem saraf.

 

Gejala lain yang dapat terjadi ketika tubuh tidak cukup memproduksi DHEA antara lain lelah, gairah seks yang rendah, depresi, serta suasana hati yang buruk. 

 

 

Efek Samping

 

Pada konsumsi dosis tinggi (> 100 mg) dan berkepanjangan, DHEA dapat menimbulkan efek samping:

Insomnia

Pertumbuhan tumor

Aritmia jantung

Jerawat

Rambut rontok

 

 

Kontraindikasi

 

Kondisi dibawah ini harap menggunakan suplemen DHEA dengan hati-hati, dan disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum pemakaian:

Ibu hamil atau menyusui

Anak-anak di bawah 18 tahun

Penderita kanker yang berkaitan dengan hormonal

 

Hindari mengonsumsi suplemen DHEA jangka panjang (lebih dari satu bulan)

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Dhea. Nootropics Expert. Diakses pada 10 September 2019. 

Davis SR, Shah SM, McKenzie DP, Kulkarni J, Davison SL, Bell RJ. Dehydroepiandrosterone sulfate levels are associated with more favorable cognitive function in women. J Clin Endocrinol Metab. (2008).

Herbert J. Neurosteroids, brain damage, and mental illness. Experimental Gerontology. (1998). 

Schmidt PJ, Daly RC, et al. Dehydroepiandrosterone monotherapy in midlife-onset major and minor depression. Arch Gen Psychiatry. (2005).

Wang HT, Chen SM, et al. The role of DHEA-S in the mood adjustment against negative competition outcome in golfers. J Sports Sci. (2009).

Lazaridis I, Charalampopoulos I, Alexaki VI, et al. Neurosteroid dehydroepiandrosterone interacts with nerve growth factor (NGF) receptors, preventing neuronal apoptosis. PLoS Biol. (2011). 


Tags: , , , , ,