fbpx
LOGO

Mengenal Diet Puasa dan Manfaatnya bagi Tubuh

September 9, 2020
IMG

Puasa adalah tradisi kuno yang telah dipraktikan selama beraba-abad oleh berbagai budaya dan kelompok agama. Puasa didefinisikan sebagai menahan diri dari makan dan minum untuk jangka waktu tertentu. 

 

Puasa menyediakan mekanisme untuk meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan, serta memicu aktivasi proses biokimia dan jalur pensinyalan yang mengoptimalkan kinerja manusia dan fungsi fisiologis. Proses ini memungkinkan memperlambat proses penuaan dan penyakit.

 

Berpuasa juga menstimulasi hormesis, respons pertahanan kompensasi saat paparan stresor ringan (kekurangan makanan jangka pendek) yang tidak sebanding dengan besarnya stresor. Hormesis memicu sejumlah besar mekanisme perlindungan yang tidak hanya memperbaiki kerusakan sel tetapi juga memberikan perlindungan terhadap paparan stresor berikutnya yang lebih kuat.

 

Puasa terdiri dari beberapa jenis dan subtipe. Sebagian besar puasa dilakukan selama 24-72 jam. Beberapa macam puasa diantaranya yaitu:

 

• Makan berbatas waktu (Time-restricted eating)

Puasa jenis ini membatasi asupan makanan untuk waktu tertentu, tanpa mengurangi asupan kalori. Versi paling umum dari pembatasan waktu makan disebut “puasa 16:8” di mana semua kalori hari itu dikonsumsi dalam waktu 8 jam, dan 16 jam sisanya untuk puasa, termasuk jam saat seseorang tidur. 

 

• Puasa alternatif (Alternate-day fasting)

Puasa alternatif melibatkan puasa setiap hari, sambil makan secara normal pada hari-hari non-puasa. Dalam versi modifikasinya, para peserta dapat mengonsumsi sejumlah kecil makanan, kira-kira seperempat dari asupan optimal mereka, pada hari-hari puasa. 

 

• Puasa berkala atau berkepanjangan (Prolonged fasting

Puasa jenis ini juga disebut sebagai puasa berkala, yang biasanya dilakukan lebih dari 48 jam. Jenis puasa ini dapat memicu serangkaian peristiwa metabolik yang unik, seperti ketosis yang lebih dan autofagi (pemecahan komponen sel melalui lisosom).

 

Puasa berkala khas dalam pengaturan penelitian berlangsung antara 48 jam dan hingga 96 jam (empat hari).

 

 

Manfaat Puasa

 

Kebanyakan orang yang melakukan puasa melaporkan merasa bersemangat dan lebih waspada pada akhir puasa mereka, yang mungkin mewakili “pengaturan ulang” dari ritme metabolisme alami tubuh.

 

Efek ini tampaknya berkaitan dengan aspek-aspek tertentu dari perbaikan dan peremajaan yang dapat memberikan elemen penting dalam mengoptimalkan masa hidup dan kesehatan.

 

Dibawah ini beberapa manfaat puasa:

 

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Puasa dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah dan dapat membantu menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol.

 

2. Membantu mencegah kanker

Beberapa penelitian pada hewan dan studi laboratorium menunjukkan bahwa puasa dapat menghambat perkembangan tumor dan meningkatkan efektivitas kemoterapi. Sayangnya, sebagian besar penelitian terbatas pada efek puasa pada pembentukan kanker pada hewan dan sel. 

 

Terlepas dari temuan yang menjanjikan ini, studi tambahan diperlukan untuk melihat pengaruh puasa terhadap perkembangan dan pengobatan kanker pada manusia.

 

3. Meningkatkan kontrol gula darah

Puasa intermiten dan puasa alternatif dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin. Perlu diingat bahwa pengaruhnya pada pria dan wanita dapat berbeda.

 

4. Melawan peradangan (inflamasi)

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat menurunkan beberapa tanda peradangan dan mungkin berguna dalam mengobati kondisi peradangan, seperti multiple sclerosis.

 

5. Membantu menurunkan berat badan

Puasa dapat meningkatkan metabolisme dan membantu melestarikan jaringan otot untuk mengurangi berat badan dan lemak tubuh.

 

6. Meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif

Meskipun penelitian pada manusia masih diperlukan, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan fungsi otak, meningkatkan sintesis sel saraf dan melindungi terhadap kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

 

7. Meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan (HGH)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan manusia (HGH), hormon protein penting yang berperan dalam pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan otot.

 

8. Menunda penuaan dan memperpanjang usia

Beberapa penelitian pada hewan membuktikan bahwa puasa dapat menunda penuaan dan meningkatkan umur panjang. Meski begitu, penelitian pada manusia masih terbatas.

 

 

 

Referensi

Found My Fitness. (2019). Fasting. Found My Fitness. Diakses pada 16 Agustus 2019.

Link, Rachael. (2018). 8 Health benefits of fasting, backed by science. Healthline. Diakses pada 16 Agustus 2019. 


Tags: