fbpx
LOGO

Mengenal Bakteri H. pylori, Penyebab Utama Penyakit Maag

August 12, 2020
IMG

Dahulu, dokter dan profesional kesehatan menduga bahwa tukak lambung atau maag disebabkan oleh stres, makanan pedas, merokok, atau kebiasaan gaya hidup lainnya. Tetapi, pada tahun 1982 para ilmuwan menemukan fakta bahwa tukak lambung disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori

 

Helicobacter pylori (H. pylori) adalah bakteri yang dapat tinggal dalam saluran pencernaan manusia. Infeksi H. pylori dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, salah satunya kanker lambung. Sekitar dua pertiga atau 60% populasi dunia memiliki bakteri ini dalam tubuh.

 

H. pylori menyerang lapisan perut sehingga asam perut yang digunakan untuk mencerna makanan akan dapat menembus lapisan tersebut. Hal ini mungkin menyebabkan pendarahan, infeksi, atau mencegah makanan bergerak melalui saluran pencernaan. 

 

 

Darimana Asal Bakteri H. pylori?

 

Hingga kini belum dapat dipastikan bagaimana H. Pylori menyebar, karena bakteri ini hidup berdampingan dengan manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Infeksi ini umumnya terjadi di negara atau tempat yang kekurangan air bersih atau sistem pembuangan kotoran yang kurang baik, dan diperkirakan menyebar melalui kontaminasi makanan, air, peralatan yang kotor, atau air liur dan cairan tubuh orang yang telah terinfeksi. 

 

 

Onset Infeksi H. pylori

 

Infeksi ini dapat terjadi di usia anak-anak ataupun pada orang dewasa. Bakteri yang hidup dalam tubuh kemungkinan tidak secara langsung menunjukkan gejala. Inilah yang menyebabkan beberapa mereka dengan H. pylori tidak pernah mengalami tukak lambung.

 

Infeksi H. pylori juga dapat menyerang orang tua atau lanjut usia. Ketika menyerang lansia, infeksi H. pylori sangat berpotensi untuk meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) pada mereka. Semakin tinggi tingkat keparahan infeksi, maka semakin tinggi pula kadar LDL (1).

 

 

Gejala Infeksi H. pylori

 

H. pylori tidak menyebabkan gejala pada beberapa orang. Ketika infeksi menyebabkan tukak lambung atau maag, gejalanya dapat berupa sakit perut dengan rasa nyeri tumpul atau terbakar. Hal ini sangat mungkin dirasakan ketika perut kosong atau beberapa jam setelah makan, dan dapat bertahan selama beberapa menit atau berjam-jam.

 

Adapun beberapa gejala yang mungkin terjadi seperti:

Kembung

Sendawa berlebihan

Tidak merasa lapar

Mual

Muntah

Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

Demam

 

Segera temui dokter jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami beberapa tanda dibawah ini:

• BAB yang berdarah, atau berwarna merah tua kehitaman

Kesulitan bernafas

Kesulitan menelan

Anemia

Pusing atau pingsan

Nyeri perut yang parah dan tajam

Merasa sangat lelah tanpa alasan

Warna kulit pucat

Muntah darah atau terlihat seperti bubuk kopi

 

 

Pencegahan

 

Terdapat beberapa cara mencegah terkena infeksi bakteri H. pylori, yaitu:

Mencuci tangan dengan baik dan benar sebelum makan

Menghindari makanan atau meminum air yang tidak bersih

Jangan makan apapun yang tidak dimasak sampai matang

Hindari makanan yang disajikan oleh orang-orang yang belum mencuci tangan

Mendapat terapi pengelolaan stres, karena stres dapat memperburuk rasa sakit dan mencegahnya untuk sembuh lebih cepat

 

 

 

Pengobatan

 

Infeksi H. pylori dikaitkan dengan kanker perut, masalah tukak duodenum dan lambung. Jika Anda terkena infeksi H. pylori, disarankan untuk mendapatkan pengobatan yang dilakukan di bawah pengawasan dokter.

 

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi H. pylori:

 

1. Konsumsi obat-obatan

Biasanya pasien infeksi H. pylori akan mendapatkan dua antibiotik berbeda dan obat yang mengurangi asam lambung. Obat-obatan yang umumnya diberikan termasuk:

 

Antibiotik seperti amoksisilin, klaritromisin, metronidazole, tetrasiklin, atau tinidazole)

 

• Obat-obatan yang mengurangi jumlah asam lambung seperti dexlansoprazole (Dexilant), esomeprazole (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec), pantoprazole (Protonix), atau rabeprazole (Aciphex)

 

• Bismuth subsalisilat, yang dapat dikombinasikan dengan antibiotik untuk membantu membunuh H. pylori

 

Obat-obatan yang menghambat histamin kimia seperti simetidin (Tagamet), famotidin (Fluxid, Pepcid), nizatidine (Axid), atau ranitidine (Zantac)

 

Masa pengobatan bisa berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Pengobatan ini juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemungkinan alergi obat. Penting untuk mengikuti instruksi dokter, karena jika tidak mengonsumsi obat-obatan secara benar akan menyebabkan bakteri kebal atau resisten terhadap pengobatan dan menjadikannya lebih sulit untuk diobati.

 

2. Melakukan gaya hidup sehat

Saat ini belum terdapat bukti bahwa makanan dan gizi berperan dalam mencegah atau menyebabkan maag pada orang yang terinfeksi H. pylori. Namun, konsumsi makanan pedas, alkohol, dan merokok dapat memperburuk tukak lambung dan mencegahnya sembuh dengan benar. Maka dari itu, disarankan untuk menjalani hidup sehat dan melakukan diet jika diperlukan.

 

 

References:

Khatri M. (2018). What is H. pylori. WebMD. Diakses pada 29 Juli 2019.

Collen H, Jacquelyn C. (2017). H. pylori infection. Healthline. Diakses pada 29 Juli 2019. 

Kim HL, Jeon HH, Park IY, Choi JM, Kang JS, Min KW. Helicobacter pylori infection is associated with elevated low density lipoprotein cholesterol levels in elderly Koreans. J Korean Med Sci. (2011). 


Tags: