fbpx
LOGO

Mengenal Kutki (Kutaki), Herbal Khas Pegunungan Himalaya

July 29, 2020
IMG

Picrorhiza kurroa adalah tanaman yang tumbuh di pegunungan Himalaya. Dalam pengobatan tradisional India, Ayurveda, tanaman ini disebut Kutki atau Kutaki. Umumnya, akar dan rimpang (batang bawah tanah) kutki diolah untuk dijadikan obat. 

 

Kutki mengandung komponen aktif berupa campuran dua molekul, glikosida irioid yang dikenal sebagai picroside I dan picroside II (picroside II juga disebut kutkoside). Molekul tersebut berfungsi sebagai hepatoprotektif atau pelindung hati ketika dicerna sebelum atau setelah terpapar racun. 

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Menurunkan Kadar Trigliserida

Sebuah penelitian pada hewan membuktikan bahwa pemberian ekstrak 50-200 mg/kg berat badan kutki setiap hari selama 12 minggu pada tikus yang diberi diet tinggi lemak mampu menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol jahat low density lipoprotein (LDL) walaupun tidak memengaruhi kolesterol baik high density lipoprotein (HDL) (1).

 

Penelitian lain juga mendukung temuan tersebut, dimana ekstrak kutki memiliki efek pencegahan hiperlipemia dengan efek hepatoprotektif yang menguntungkan (2).

 

2. Membantu Menjaga Kesehatan Hati

Sebuah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa mengonsumsi kutki dapat meringankan gejala seperti anoreksia, mual, dan perasaan tidak nyaman secara umum pada orang dengan virus hepatitis akut

 

Sebagian besar penelitian menunjukkan efek perlindungan kutki pada hati seperti melindungi dari aflatoksin, oxytetracycline, paracetamol, iskemia, karbon tetraklorida, dan alkohol (2, 3, 4, 5, 6). 

 

Kutki juga tampaknya melindungi tubuh dari keracunan yang disebabkan oleh jamur Amanita phalloides. Amanita phalloides adalah jamur yang beracun dan mematikan. Penelitian ini juga menunjukkan efek perlindungan yang sebanding dengan penggunaan silybinin, namun menghasilkan efek rehabilitasi lebih besar (7).

 

Ketika membandingkan efek perlindungan hati antara kutki (Picrorhiza kurrora) dan silymarin (Silybum marianum), keduanya memiliki efek yang sama kuat. Akan tetapi penggunaan kutki hanya butuh dosis rendah untuk menghasilkan efek perlindungan pada hati dibandingkan penggunaan silymarin yang memerlukan dosis yang lebih tinggi (8).

 

2. Membantu Mengobati Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan terbentuknya bercak-bercak putih pada kulit yang dapat terjadi pada segala usia. Suplementasi kutki dikombinasikan dengan obat yang disebut methoxsalen yang diminum dan dioleskan ke kulit tampaknya membantu mengobati vitiligo pada orang dewasa dan anak-anak.

 

Sebuah penelitian double-blind meneliti manfaat kutki untuk mengobati vitiligo menunjukkan hasil bahwa setelah mengonsumsi 2×200 mg rimpang kering dengan fotokemoterapi methoxsalen mampu mengurangi gejala vitiligo. Sebanyak 10% subjek gagal dalam pengobatan sedangkan 27% subjek mengalami resolusi gejala lengkap atau memiliki efek kuratif terhadap vitiligo (9).

 

 

 

Sumber 

 

Akar dan rimpang tanaman kutki (Picrorhiza kurroa)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis efektif suplementasi kutki adalah 12 mg/kg. Jika menggunakan ekstrak kutki, maka dosis mengacu pada total kandungan picroside I dan II (kutkin atau picroliv). Ekstrak 1.000 mg tanaman kutki mengandung 4% picroliv setara dengan 40 mg picroliv.

 

Untuk mengobati vitiligo, Anda dapat mengonsumsi 200 mg bubuk rimpang kutki, dua kali sehari. Konsumsi dapat dikombinasikan dengan methoxsalen per oral maupun salep.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Suplementasi kutki dapat dikombinasikan dengan Methoxsalen. Kombinasi tersebut dapat membantu mengobati vitiligo. Berhati-hatilah dalam mengombinasikan kutki dengan immunosupresan karena dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

 

 

Efek Samping

 

Muntah

Ruam pada kulit

Anoreksia

Diare

Gatal-gatal

 

 

Kontraindikasi

 

Wanita hamil atau menyusui

Masalah autoimun (seperti lupus, arthritis, sklerosis, dll)

Individu dengan diabetes

Pasien pra operasi

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Picrorhiza kurroa. Examine. Diakses pada 23 Juli 2019.

WebMD. (2019). Picrorhiza. WebMD. Diakses pada 23 Juli 2019.

Lee HS, Yoo CB, Ku SK. Hypolipemic effect of water extracts of Picrorrhiza kurroa in high fat diet treated mouse. Fitoterapia. (2006). 

Saraswat B, Visen PK, Patnaik GK, Dhawan BN. Protective effect of picroliv, active constituent of Picrorhiza kurrooa, against oxytetracycline induced hepatic damage. Indian J Exp Biol. (1997). 

Santra A, Das S, Maity A, Rao SB, Mazumder DN. Prevention of carbon tetrachloride-induced hepatic injury in mice by Picrorhiza kurrooa. Indian J Gastroenterol. (1998). 

Girish C, Koner BC, Jayanthi S, Ramachandra Rao K, Rajesh B, Pradhan SC. Hepatoprotective activity of picroliv, curcumin and ellagic acid compared to silymarin on paracetamol induced liver toxicity in mice. Fundam Clin Pharmacol. (2009). 

Singh AK, Mani H, Seth P, et al. Picroliv preconditioning protects the rat liver against ischemia-reperfusion injury. Eur J Pharmacol. (2000). 

Rastogi R, Saksena S, Garg NK, Kapoor NK, Agarwal DP, Dhawan BN. Picroliv protects against alcohol-induced chronic hepatotoxicity in rats. Planta Med. (1996). 

Floersheim GL, Bieri A, Koenig R, Pletscher A. Protection against Amanita phalloides by the iridoid glycoside mixture of Picrorhiza kurroa (kutkin). Agents Actions. (1990). 

Shukla B, Visen PK, Patnaik GK, Dhawan BN. Choleretic effect of picroliv, the hepatoprotective principle of Picrorhiza kurroa. Planta Med. (1991). 

Bedi KL, Zutshi U, Chopra CL, Amla V. Picrorhiza kurroa, an ayurvedic herb, may potentiate photochemotherapy in vitiligo. J Ethnopharmacol. (1989). 


Tags: , , ,