fbpx
LOGO

Mengenal Manfaat Kolin Sebagai Nootropik

September 18, 2020
IMG

Kolin merupakan nutrisi penting tubuh dan merupakan nootropik paling dasar yang larut dalam air. Kolin dapat ditemukan dalam kuning telur, hati, susu sapi dan produk olahan susu, biji-bijian, bayam, bacon, edamame, dan berbagai macam sayuran krusifera seperti kubis, kembang kol, dll.

 

Kolin merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, susu sapi mengandung kolin yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognisi di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapat melalui suplementasi kolin, tanpa mengonsumsi susu.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Kekurangan kolin akan menyebabkan gangguan pada otak, karena sebagai nootropik, kolin digunakan sebagai prekursor asetilkolin yang dibutuhkan sebelum memproduksi asetilkolin di otak. 

 

 

Jenis-Jenis Kolin dan Manfaatnya

 

Mekanisme tubuh menggunakan berbagai sumber kolin bervariasi tergantung pada sumber dan mekanisme kerjanya. Kolin terbagi menjadi kolin bitartrate, kolin sitrat, CDP-kolin (sitikolin), dan alpha-GPC.

 

Kolin bitartrat

Merupakan “garam kolin” yang terdiri dari kombinasi kolin dan asam tartarat. Kolin bitartrat adalah salah satu nootropik termurah dan meskipun memiliki konsentrasi kolin terbanyak, kolin jenis ini sulit melewati sawar penghalang darah-otak menyebabkan beberapa manfaat potensial kolin bitartrat terbuang sia-sia.

 

Adapun kolin bitartrat secara umum dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, meningkatkan fokus dan motivasi, serta mengurangi kelelahan. 

 

Kolin sitrat

Seperti kolin jenis lainnya, kolin sitrat bertindak sebagai prekursor asetilkolin di otak. Kolin sitrat adalah bentuk kolin yang sedikit lebih terkonsentrasi, dan merupakan kombinasi kolin dengan turunan asam sitrat.

 

Sebagai nootropik, kolin sitrat membantu meningkatkan daya ingat, kemampuan kognitif, konsentrasi, dan mencegah penyakit neurodegeneratif. Manfaat kolin sitrat sebagai nootropik dapat terlihat dalam penggunaan dengan dosis besar.

 

Sementara itu, para atlet lebih memilih menggunakan kolin sitrat karena lebih signifikan dalam membantu menjaga kesehatan dan perbaikan jaringan sel dan otot.

 

CDP-kolin (sitikolin)

CDP-kolin adalah sumber kolin yang memiliki bioavailibilitas tertinggi karena sifatnya mudah melintasi sawar penghalang darah-otak. Di dalamnya terkandung sekitar 18% kolin dan ketika dimetabolisme dalam tubuh CDP-kolin akan terurai membentuk kolin dan sitidin.

 

Sebagai nootropik, CDP-kolin membantu proses sintesis asetilkolin yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran, serta membantu proses kognisi. Suplemen ini efektif bila dikonsumsi secara tunggal dan akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan nootropik lain, terutama racetam.

 

Alpha-GPC

Alpha-GPC mengandung sekitar 40% kolin dan dengan mudah mampu melewati sawar penghalang darah dan otak. Kolin jenis merupakan pecahan senyawa phosphatidylcholine (PC) yang diproduksi dalam otak.

 

Ketika kadar kolin dalam otak menipis, tubuh akan memecah phosphatidylcholine (PC) dari selaput sel menjadi alpha-GPC. Alpha GPC juga disebut sebagai jenis kolin terbaik.

 

Adapun fungsi Alpha-GPC mirip dengan tiga jenis kolin lainnya, yakni mendukung fungsi memori, meningkatkan perhatian, fokus, dan energi, serta melindungi sistem saraf. 

 

 

 

Sumber Makanan

 

 

Kolin terkandung di dalam:

• Kuning telur 

• Hati

• Susu dan produk olahan susu

• Biji-bijian

• Bayam

• Bacon atau olahan daging babi 

• Edamame

• Berbagai macam sayuran krusifera seperti kubis, kembang kol, dll

 

 

Dosis

 

Dosis kolin sitrat yang disarankan adalah 500 mg hingga 3.000 mg per hari

 

Dosis kolin bitartrat yang disarankan adalah 500 mg hingga 3.000 mg per hari.

 

Dosis CDP-kolin yang disarankan adalah 250 – 500 mg per hari. Diminum tidak lebih dari dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Kolin dapat saling bersinergi dengan berbagai kolin jenis lain namun dalam dosis yang lebih rendah.

 

• CDP-kolin dapat bersinergi dengan racetam dengan rasio 250 mg sitikolin dan 1 gram aniracetam atau 4 gram piracetam.

 

 

Defisiensi 

 

Tanda-tanda umum defisiensi kolin dapat meliputi sakit kepala, kelelahan, gangguan daya ingat, dan nyeri otot.

 

 

Efek Samping

 

Walaupun jarang terjadi, asupan kolin yang berlebihan dapat menyebabkan:

Insomnia

Sakit kepala

Mual

Penglihatan kabur

Nyeri dada

 

 

Kontraindikasi

 

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti sensitif terhadap kolin dan gangguan penyerapan kolin tidak disarankan mengonsumsi suplemen kolin.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2018). Choline citrate. Nootropics Extract. Diakses pada 06 September 2019.

Tomen D. (2018). Choline bitartrate. Nootropics Expert. Diakses pada 06 September 2019.

Tomen D. (2017). Cdp-choline. Nootropics Expert. Diakses pada 06 September 2019.

Nootriment. (2018). Is alpha gps the best source of choline to use?. Nootriment. diakses pada 14 Maret 2020.


Tags: , ,