fbpx
LOGO

Mengenal Manfaat L-Theanine (Teanin) Sebagai Nootropik

October 14, 2020
IMG

L-theanine atau teanin (r-glutamylethylamide) adalah asam amino non-diet yang ditemukan dalam teh hijau (Camellia sinensis), teh oolong, dan jamur Xerocomus badius.

 

L-theanine merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, teh hijau mengandung L-theanine yang mampu meningkatkan memori sekaligus mengurangi stres fisik dan mental. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapatkan melalui suplementasi L-theanine, tanpa perlu mengonsumsi teh hijau.

 

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, berikut artikel kami dengan judul Apa itu nootropik?

 

Teanin merupakan nootropik yang mudah melintasi sawar penghalang darah-otak. Kelebihan ini membuatnya bekerja cepat dalam meningkatkan fungsi kognitif dan mental.

 

L-theanine juga merupakan salah satu dari sedikit nootropik yang mampu memodulasi gelombang otak, seperti relaksasi, memberi efek tenang ketika sedang merasa stres, membantu pembelajaran, menikmati aktivitas, dan menimbulkan perasaan bahagia.

 

Pengguna nootropik berpengalaman sering mengombinasikan L-theanine dengan kafein untuk mendapatkan efek sinergis dalam meningkatkan kognisi, motivasi, dan perhatian.

 

Selain itu, L-theanine mampu mengurangi efek kegelisahan yang disebabkan oleh kafein.

 

 

Manfaat

 

1. Mengurangi stres fisik dan mental

L-theanine membantu meningkatkan gelombang otak alfa yang berhubungan dengan relaksasi dan konsentrasi mental.

 

L-theanine juga meningkatkan dopamin, serotonin, dan GABA di otak sehingga menurunkan produksi neurotransmiter glutamat yang berhubungan dengan stres, ketegangan, dan agitasi (1).

 

Beberapa penelitian membuktikan pemberian suplemen L-theanine membuat tubuh menjadi santai, meningkatkan konsentrasi mental, dan mengurangi stres (2).

 

2. Meningkatkan suasana hati

L-theanine dapat melewati sawar penghalang darah-otak dengan mudah. L-theanin kemudian akan mengubah kadar asam amino yang mempengaruhi serotonin, dopamin, dan GABA sehingga memberikan efek suasana hati yang lebih baik.

 

3. Meningkatkan kualitas tidur

Sebuah penelitian di Jepang yang diterbitkan pada tahun 1998 meneliti efek L-theanine terhadap kualitas tidur pada subjek yang menderita kecemasan. Penelitian ini melibatkan 8 orang mahasiswa perempuan dimana 4 orang mengalami kecemasan tinggi, dan sisanya kecemasan rendah.

 

Para partisipan diberikan larutan 200 mg L-theanine setiap hari dan peneliti mencatat pola tidur mereka. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kualitas tidur, pemulihan dari kelelahan, dan perasaan segar kembali setelah bangun tidur (3).

 

4. Meningkatkan memori

Sebuah studi double-blind terkontrol plasebo dilaksanakan untuk menyelidiki efek L-theanine pada memori dan perhatian. Penelitian melibatkan 91 orang subyek dengan gangguan kognitif ringan.

 

Satu kelompok menerima 1,680 mg L-theanin setiap hari selama 16 minggu, dan kelompok kontrol menerima plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L-theanin meningkatkan gelombang theta otak yang terkait dengan kewaspadaan kognitif dan kreativitas, serta peningkatan memori.

 

Mereka menyimpulkan bahwa L-theanine berpotensi sebagai intervensi untuk peningkatan kognitif (4).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Teh hijau

Teh oolong

Teh hitam

Teh putih

• Jamur Xerocomus badius

 

 

Dosis

 

Dosis yang dianjurkan untuk L-theanin adalah 200 – 400 mg satu hingga dua kali sehari. Dosis maksimum adalah 1.200 mg per hari.

 

Mulailah konsumsi dengan dosis rendah, yaitu 100 mg per hari, dan tingkatkan hingga mencapai efek yang diinginkan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

L-theanine dapat dikombinasikan dengan kafein untuk meningkatkan kinerja, kewaspadaan, dan fokus.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Kantuk

Menurunkan tekanan darah

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Tekanan darah rendah

 

Hindari mengombinasikan L-theanine dengan obat anti-kecemasan, antihipertensi, dan stimulan.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2016). L-theanine. Diakses pada 12 September 2019.

WebMD. (2018).  Theanine. WebMD. Diakses pada 12 September 2019.

Nathan PJ, Lu K, Gray M, Oliver C. The neuropharmacology of l-theanine(n-ethyl-l-glutamine). Journal of Herbal Pharmacotherapy. (2006).

Kimura K, Ozeki M, Juneja LR, Ohira H. L-theanine reduces psychological and physiological stress responses. Biol Psychol. (2007).   

Kobayashi K, Aoi N, Juneja LR, Nagato Y. Effects of l-theanine on the release of alpha-brain waves in human volunteers. Nippon Nogeikagaku Kaishi. (1998).

Park SK, Jung IC, et al. A combination of green tea extract and l-theanine improves memory and attention in subjects with mild cognitive impairment: a double-blind placebo-controlled study. J Med Food. (2011). 


Tags: , ,