fbpx
LOGO

Mengenal Nootropik GABA (Asam gamma-aminobutirat)

October 5, 2020
IMG

GABA (gamma aminobutyric acid) adalah asam amino dan neurotransmiter yang diproduksi di otak. GABA berperan dalam pengaturan kadar glutamat pada otak, karena kondisi glutamat yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan seperti kejang.

 

Di sisi lain kadar GABA yang berlebihan juga dapat berakibat fatal, karena dapat menyebabkan koma pada sebagian orangSuplementasi GABA secara tepat dan seimbang akan menghasilkan efek anti-kecemasan dan menenangkan.

 

GABA merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, teh hijau mengandung GABA yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fokus di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapatkan melalui suplementasi GABA, tanpa mengonsumsi teh hijau.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sayangnya, GABA merupakan jenis nootropik yang buruk karena tidak dapat melewati sawar penghalang darah-otak. Suplemen turunan GABA jenis phenibut (β-Phenyl-GABA) merupakan jenis suplemen yang lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi karena dengan mudah dapat masuk ke dalam sirkulasi otak.

 

Selain itu mengonsumsi jenis obat-obatan benzodiazepine seperti valium dan xanax juga meningkatkan sensitivitas reseptor GABA.

 

Meningkatkan GABA dan menjaga kadar GABA tetap dalam batas normal dapat mengurangi kecemasan, menekan stres, meningkatkan fokus, memberikan efek menenangkan, mencegah insomnia, dan meningkatkan tekanan darah. 

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Manusia (Human Growth Hormone/HGH)

Bodybuilders dan atlet menggunakan suplemen GABA tambahan untuk membantu memperbaiki dan membangun otot. Beberapa penelitian menunujukkan bahwa GABA meningkatkan hormon pertumbuhan manusia setelah 3 jam pemberian (1). 

 

Hormon pertumbuhan manusia terkait dengan BDNF (Brain Derived Neurotropic Factor) atau faktor neurotropik yang berasal dari otak, dimana BDNF terlibat dalam proses potensiasi dan pembentukan memori jangka panjang. Secara tidak langsung hormon pertumbuhan manusia juga memiliki efek terhadap kesehatan dan fungsi kognisi secara umum.

 

2. Membantu Mengatasi Insomnia

Sebuah studi di Los Angeles, Amerika Serikat melakukan uji coba terhadap 18 orang pasien dengan gangguan tidur.

 

Pasien pada kelompok intervensi menerima gabadone (kombinasi GABA dan 5-hydroxytryptophan) sedangkan kelompok lain menerima plasebo. Keduanya dipantau selama 24 jam melalui alat perekam jantung atau EKG.

 

Setelah dievaluasi, perbedaan antara kedua kelompok diketahui sangat signifikan. Kelompok gabadone tertidur lebih cepat, memiliki jangka waktu tidur lebih lama, dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik daripada kelompok penerima plasebo (2).

 

3. Membantu Mencegah Stres

Suplementasi GABA terbukti mampu mencegah stres dan meningkatkan suasana hati positif. GABA bekerja dengan mencegah pensinyalan saraf yang terkait dengan kecemasan.

 

Sebuah penelitian di Jepang mempelajari efek menenangkan GABA terhadap 8 orang sukarelawan. Para peneliti meminta subyek penelitian untuk melewati jembatan gantung sebagai stimulus stres. Hasilnya kelompok GABA menunjukkan kadar GABA dalam darah yang lebih tinggi, dan mengalami tingkat stres sedang.

 

Sementara kelompok plasebo menunjukkan level GABA yang rendah dan tingkat stres yang tinggi.

 

 

GABA bekerja sebagai relaksan alami dan efeknya dapat dilihat dalam 1 jam setelah konsumsi. Para peneliti menyimpulkan bahwa GABA dapat meningkatkan kekebalan seseorang terhadap stres (3).

 

GABA juga membantu menurunkan gelombang otak Beta dan meningkatkan gelombang alpha. Gelombang otak beta berkaitan dengan perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, dan pengembangan memori.

 

Tetapi tingkat konsentrasi yang berlebihan, terutama selama stres justru dapat menyebabkan kecemasan, depresi, insomnia, dan peningkatan lebih banyak stres. Sementara itu, gelombang alpha berkaitan dengan keadaan rileks (4). 

 

 

Sumber Makanan

 

GABA secara alami dapat ditemukan pada:

Ekstrak teh hijau, hitam, dan oolong

Magnesium

Akar valerian

Ginseng Amerika

Kava kava

Taurina

 

 

Dosis

 

Untuk menimbulkan efek relaksasi dan menenangkan, dosis harian GABA yang disarankan adalah 500 hingga 1000 mg per hari.

 

Dosis harian PharmaGABA ™ (bentuk alami GABA yang diproduksi dengan bantuan bakteri Lactobacillus hilgardii) adalah 50 – 200 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

GABA dapat dikombinasikan dengan L-Arginin untuk membantu GABA melewati sawar penghalang darah-otak.

 

 

Efikasi

 

Efek relaksan pada GABA dapat terlihat dalam 1 jam setelah mengonsumsi GABA.

 

 

Defisiensi

 

GABA bertindak seperti rem pada sirkuit neuron selama stres. Kadar GABA yang rendah dapat menyebabkan kecemasan, insomnia, suasana hati yang buruk, dan gelisah.

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang dapat terjadi jika mengonsumsi suplemen GABA yang berlebihan antara lain:

Kecemasan 

• Kemerahan

• Rasa hangat, gatal, dan kesemutan di wajah, leher, dada, atau punggung

Kesemutan

Peningkatan detak jantung 

Peningkatan tekanan darah

 

 

Kontradiksi

 

Ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi GABA. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Gaba. Nootropics Expert. Diakses pada 11 September 2019.

WebMD. (2018).  Gaba (gamma-aminobutyric acid). WebMD. Diakses pada 11 September 2019.

Cavagnini F, Invitti C, Pinto M, Maraschini C, Di Landro A, Dubini A, Marelli A. Effect of acute and repeated administration of gamma aminobutyric acid (GABA) on growth hormone and prolactin secretion in man. Acta Endocrinol (Copenh). (1980).

Shell W, Bullias D, Charuvastra E, May LA, Silver DS. A randomized, placebo-controlled trial of an amino acid preparation on timing and quality of sleep. Am J Ther. (2010).

Abdou AM, Higashiguchi S, Horie K, Kim M, Hatta H, Yokogoshi H. Relaxation and immunity enhancement effects of gamma-aminobutyric acid (GABA) administration in humans. Biofactors. (2006). 


Tags: , ,