fbpx
LOGO

Mengenal Pycnogenol, Ekstrak Kulit Pinus yang Bermanfaat Sebagai Obat Kuat Alami

August 6, 2020
IMG

Ekstrak kulit pinus atau pycnogenol populer digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi. Selain itu, pycnogenol juga disebut sebagai sebagai antioksidan terkuat karena memuat senyawa proanthocyanidin oligomer (OPC). Senyawa ini menakjubkan karena juga memiliki sifat antibakteri, antivirus, anti-kanker, anti-penuaan, anti-inflamasi, dan anti-alergi.

 

Meski bukan yang terkuat, sifat anti-inflamasi pada ekstrak kulit pinus terbukti efektif mengurangi gejala pada pasien dengan penyakit autoimun, seperti menghilangkan gejala mata/mulut kering yang terkait dengan sindrom Sjorgren, suatu kondisi autoimun yang umum pada wanita. 

 

Jika dirangkum secara keseluruhan, ekstrak kulit pinus dapat secara efektif membantu mengurangi nyeri otot, membantu memperbaiki kondisi yang berkaitan dengan sirkulasi yang buruk, tekanan darah tinggi, osteoartritis, diabetes, Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD), masalah reproduksi wanita, disfungsi ereksi, penyakit mata, kulit dan meningkatkan stamina olahraga.

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Mengobati Diabetes

Pada sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Guang An Men di Institut Penelitian Ilmu Pengetahuan Medis Tiongkok melibatkan 77 orang pasien diabetes tipe 2 untuk menguji efek anti-diabetes pada ekstrak kulit kayu pinus jenis Maritim Perancis.

 

Partisipan dibagi menjadi kelompok penerima ekstrak kulit pinus yang mendapat kombinasi 100 miligram pycnogenol® dengan obat anti-diabetes standar, dan kelompok kontrol yang menerima pengobatan anti-diabetes secara tunggal. Setelah 12 minggu penelitian, menunjukkan bahwa bersama dengan obat-obatan anti-diabetes, senyawa pycnogenol mampu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi endotel lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (1).

 

Sebuah ulasan penelitian yang diterbitkan tahun 2015 juga menyatakan bahwa pycnogenol dapat digunakan untuk mengobati sindrom metabolik termasuk obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Ulasan tersebut menemukan bukti bahwa pycnogenol dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, mengatasi tekanan darah rendah, menurunkan ukuran pinggang, serta meningkatkan fungsi ginjal (2).

 

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Sebuah studi yang dilaksanakan pada kelompok wanita pascamenopause pada tahun 2012 menemukan bahwa senyawa pycnogenol dapat meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit. Dalam penelitian tersebut, 20 orang partisipan diberikan suplemen pycnogenol oral selama 12 minggu. Setelah di evaluasi, senyawa pycnogenol dalam ekstrak kulit pinus secara efektif mengatasi kulit kering melalui peningkatan produksi asam hialuronat dan kolagen, kedua bahan ini banyak ditemukan dalam produk anti penuaan populer (3).

 

Sebuah ulasan pada tahun 2017 juga melaporkan banyak sekali manfaat pycnogenol terutama dalam mengurangi efek penuaan pada kulit. Antioksidan di dalamnya dapat mengurangi pembentukan radikal bebas yang berefek negatif bagi kulit, serta membantu dalam proses regenerasi dan replikasi sel baru (4).

 

Senyawa pycnogenol juga terbukti mampu meningkatkan fungsi coverage, melindungi kulit dari paparan sinar UV dan efek negatifnya, mencegah peradangan, mengurangi kemerahan, bahkan terbukti dapat menurunkan risiko kanker kulit (5).

 

3. Membantu Mengatasi Disfungsi Ereksi

Menurut sebuah penelitian Jepang, kombinasi pycnogenol dan L-Arginine dapat meningkatkan konsentrasi sperma dan memperbaiki fungsi orgasme setelah dikonsumsi selama delapan hingga 16 minggu. Hal lain yang perlu diketahui adalah suplementasi ekstrak kulit pinus ini tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya (6).

 

4. Membantu Mencegah Kehilangan Pendengaran dan Keseimbangan

Ototoksisitas adalah keracunan telinga akibat paparan obat atau bahan kimia tertentu, seperti cisplatin (obat kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker dan di dalamnya terkandung platinum).

 

Penggunaan cisplatin memiliki efek samping merusak telinga bagian dalam atau saraf vestibulokoklear yang berperan penting atas keseimbangan dan pendengaran dengan mengirimkan sinyal ke otak. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen.

 

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa tingginya kandungan antioksidan dalam ekstrak kulit pinus dapat membantu meringankan efek samping akibat penggunaan cisplatin (7). 

 

Pada 82 orang pasien dengan tinnitus atau telinga berdenging akibat penurunan aliran darah pada organ dalam telinga, pemberian ekstrak kulit pinus dengan dosis 100 – 150 mg per hari selama satu bulan penuh menunjukkan perbaikan sirkulasi darah pada area koklea yang signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima pycnogenol (8).

 

Pada gangguan pendengaran yang lain seperti penyakit meniere (kumpulan gejala vertigo, kehilangan pendengaran, tinnitus, dan peningkatan tekanan dalam telinga akibat penumpukan cairan dalam telinga), pemberian pycnogenol ebanyak 150 mg per hari selama 3 – 6 bulan berturut-turut terbukti menekan gejala meniere hingga 45% total partisipan, bahkan pada akhir penelitian sebanyak 87% partisipan menyatakan tidak mengalami kekambuhan gejala  sama sekali (9).

 

Ekstrak kulit pinus sangat potensial digunakan sebagai obat alami mengatasi gangguan telinga dan pendengaran serta menjaga keseimbangan tubuh dengan memperbaiki sirkulasi darah.

 

5. Membantu Meringankan Gejala ADHD

Pycnogenol menunjukkan potensi dalam pengobatan gejala ADHD pada anak. ADHD adalah gangguan fokus, hiperaktif, dan impulsif yang dapat menetap pada anak hingga dewasa sehingga dapat menyebabkan gangguan pada sekolah dan pekerjaannya ketika dewasa. 

 

Sebuah studi tahun 2006 menemukan bahwa anak-anak dengan ADHD yang mengonsumsi suplemen pycnogenol setiap hari selama empat minggu dengan dosis 1 mg/Kg berat badan memiliki tingkat hiperaktivitas yang jauh lebih rendah dibanding dengan kelompok penerima plasebo.

 

Suplementasi pycnogenol juga secara efektif meningkatkan rentang perhatian, keterampilan motorik visual, dan konsentrasi anak. Gejala ADHD mulai tampak kembali sebulan setelah mereka berhenti menggunakan pycnogenol (10).

 

Suplementasi pycnogenol selama satu bulan dengan dosis 1 mg/Kg berat badan juga dapat menurunkan kadar glutathion teroksidasi sekaligus meningkatkan hormon glutathion, serta meningkatkan total antioksidan lebih baik dibandingkan kelompok anak dengan ADHD yang menerima plasebo (11).

 

Pycnogenol menjadi herbal yang sangat direkomendasikan diberikan sebagai terapi komplementer pada anak dengan ADHD. 

 

 

Sumber Makanan

 

Pycnogenol merupakan senyawa kimia alami yang dapat ditemukan pada kulit pohon pinus, kulit kacang, biji anggur, serta kulit pohon witch hazel. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar suplemen pycnogenol oral yang direkomendasikan adalah sebesar 100 – 200 miligram yang terbagi dalam dua dosis per hari. Dapat dikonsumsi bersama makan pagi dan makan malam. Awali dengan dengan dosis rendah sekitar40 – 60 mg per hari dan ditingkatkan secara bertahap.

 

Ekstrak kulit pinus juga tersedia dalam sediaan krim topikal dengan kandungan pycnogenol 0.5 – 2%, yang dapat langsung dioleskan pada kulit. Aman digunakan selama 7 hari. 

 

Adapun dosis penggunaan yang disarankan untuk mengatasi masalah kesehatan antara lain:

 

Mengatasi alergi: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 50 miligram dua kali sehari.

 

• Mengatasi asma pada anak-anak: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 0.45 miligram per kilogram berat badan anak diberikan dalam dua dosis terbagi.

 

• Mengatasi ADHD pada anak-anak: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 1 miligram/Kg berat badan. Hindari penggunaan jangka panjang pada anak. Berikan jeda 1 – 4 minggu masa wash out atau berhenti mengonsumsi suplemen setelah mengonsumsi dosis standar selama satu bulan. 

 

• Perbaikan sirkulasi darah: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 45–360 miligram setiap hari atau 50–100 miligram tiga kali sehari.

 

Mengatasi gangguan penglihatan (retinopati) yang diakibatkan diabetes: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 50 miligram tiga kali sehari.

 

Mengatasi tekanan darah tinggi ringan: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 200 miligram setiap hari.

 

Meningkatkan kapasitas olahraga pada atlet: Konsumsi suplemen pycnogenol dengan dosis 200 miligram setiap hari.

 

 

Interaksi Sinergi 

 

• L-Arginine: Kombinasi bersama dengan pycnogenol dapat meningkatkan konsentrasi sperma dan perbaikan fungsi orgasme pada pria dengan disfungsi ereksi

 

 

Efek Samping

 

Ketika dikonsumsi jangka panjang (lebih dari 6 bulan berturut-turut) dapat menimbulkan efek samping, antara lain:

Pusing

Vertigo

Sakit kepala

Mual

Kantuk

Mudah marah

Kelelahan

Sariawan

Iritasi kulit

Masalah pencernaan

Penurunan kadar gula darah

Masalah kandung kemih

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Ibu hamil dan menyusui

Diabetes

Gangguan pendarahan

Gangguan autoimun, seperti lupus, multiple sclerosis, dan radang sendi

Gangguan liver

Penyakit jantung

Pasien pra operasi

 

Hindari kombinasi pycnogenol bersama dengan obat-obatan imunosupresan, kemoterapi, anti-diabetes, serta berbagai herbal dan suplemen lain yang mempengaruhi darah atau memiliki efek anti-pembekuan darah.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Pycnogenol. Examine. Diakses pada 10 Juli 2019.

Oliver, Kyra. (2016). 7 Pine bark extract benefits, including for skin, hearing & diabetes. Dr Axe. Diakses pada 10 Juli 2019.

Cronkleton, Emily. (2018). What is pycnogenol and why do people use it?. Healthline. Diakses pada 10 Juli 2019.

Mohan, P. C. (2017). Pycnogenol. WebMD. Diakses dari pada 10 Juli 2019. 

Liu X, Wei J, Tan F, Zhou S, Würthwein G, Rohdewald P. Antidiabetic effect of Pycnogenol French maritime pine bark extract in patients with diabetes type II. Life Sci. (2004).

Gulati OP. Pycnogenol® in metabolic syndrome and related disorders. Phytoteraphy Research. (2005).

Marini A, Grether-Beck S, et al. Pycnogenol® effects on skin elasticity and hydration coincide with increased gene expressions of collagen type I and hyaluronic acid synthase in women. Skin Pharmacol Physiol. (2012).

Chowdury WK, Arbee S, et al. Pycnogenol: A miracle component in reducing ageing and skin disorders. J Clin Exp Dermatol Res. (2017).

Grether-Beck S, Marini A, Jaenicke T, Krutmann J. French maritime pine bark extract (pycnogenol®) effects on human skin: Clinical and molecular evidence. Skin Pharmacol Physiol. (2016). 

Kobori Y, Suzuki K, Iwahata T, et al. Improvement of seminal quality and sexual function of men with oligoasthenoteratozoospermia syndrome following supplementation with L-arginine and Pycnogenol®. Arch Ital Urol Androl. (2015). 

Rybak LP, Mukherjea D, Jajoo S, Ramkumar V. Cisplatin ototoxicity and protection: clinical and experimental studies. Tohoku J Exp Med. (2009).

Grossi MG, Belcaro G, Cesarone MR, et al. Improvement in cochlear flow with Pycnogenol® in patients with tinnitus: A pilot evaluation. Panminerva Med. (2010). 

Luzzi R, Belcaro G, Hu S, et al. Improvement in symptoms and cochlear flow with pycnogenol in patients with Meniere’s disease and tinnitus. Minerva Med. (2014). 

Trebatická J, Kopasová S, Hradečná Z, et al. Treatment of ADHD with french maritime pine bark extract, Pycnogenol®. Eur Child Adolesc Psychiatry. (2006). 

Dvořáková M, Sivoňová M, et al. The effect of polyphenolic extract from pine bark, Pycnogenol® on the level of glutathione in children suffering from attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Redox Report Communications in Free Radical Research. (2006). 


Tags: , ,