fbpx
LOGO

TIngkatkan Kecerdasan Anak dengan Mengonsumsi Makanan Laut

October 15, 2020
IMG

Sebagai negara kepulauan, konsumsi ikan dan makanan laut adalah suatu hal yang umum bagi masyarakat Indonesia. Makanan laut mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6, serta nutrisi lain seperti vitamin B kompleks, protein, dan mineral. 

 

Konsumsi makanan laut kerap kali dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak dan daya ingat, dan tingkat kecerdasan seseorang. Beberapa penelitian juga telah membuktikan terdapat hubungan positif antara mengonsumsi sumber daya laut dengan perhatian, ingatan, pemikiran, pembelajaran, dan persepsi.

 

Manfaat di atas didapat dari asam lemak omega-3 pada makanan laut. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology,  mengonsumsi makanan laut selama awal kehamilan meningkatkan perhatian pada janin saat tumbuh dewasa.

 

Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya bahwa anak usia lima tahun yang mendapat makanan laut selama trimester pertama kehamilan memiliki efek yang lebih besar pada kapasitas perhatian anak-anak daripada konsumsi makanan laut di akhir kehamilan atau pada usia lima tahun.

 

Penelitian lain melibatkan 1.641 pasangan ibu dan anak, dimana responden ibu diminta mengisi kuesioner yang menilai seberapa sering ibu mengonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk makanan laut ketika masa kehamilan.

 

Data tentang kebiasaan diet anak-anak juga dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sama pada usia satu, lima dan delapan tahun. Khusus responden anak dengan usia delapan tahun menjalani Attention Network Task (ANT) yaitu tes neuropsikologis berbasis komputer yang dirancang untuk menilai fungsi perhatian. 

 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perkembangan otak anak terjadi terutama selama dalam kandungan, melalui proses biologis yang kompleks seperti pembentukan neuron, sinaptogenesis, dan mielinisasi.

 

Nutrisi penting seperti asam lemak  omega-3 yang meliputi asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA) berperan penting dalam proses perkembangan otak anak, dan berdampak besar pada perkembangan neuropsikologis.

 

Penelitian ini juga menilai perbedaan antara berbagai jenis ikan dan makanan laut, seperti ikan berlemak, ikan tanpa lemak, tuna kaleng, dan kerang.

 

Anak-anak yang ibunya mengonsumsi berbagai jenis makanan laut mendapat skor sangat baik pada tes perhatian, seperti halnya anak-anak perempuan dengan diet yang hanya kaya ikan berlemak. Namun, anak-anak yang ibunya mengandalkan tuna kalengan atau kerang untuk asupan makanan laut mendapatkan skor yang lebih rendah.

 

 

Catatan

 

Makanan laut memang mengandung nutrisi tepat untuk perkembangan kognitif anak. Namun tak semua makanan laut kaya akan omega-3.

 

Terlepas dari hasil yang menjanjikan, ada baiknya untuk memperhatikan sumber makanan laut dan porsi yang tepat untuk mendapatkan manfaat ini. Makanan laut yang direkomendasikan adalah salmon, ikan cod, dan ikan tuna segar.

 

 

Referensi

Jordi J, Barrés SF, et al. Maternal seafood consumption during pregnancy and child attention outcomes: a cohort study with gene effect modification by PUFA-related genes. International Journal of Epidemiology. (2019).

Nyaradi A, Li J, Hickling S, Foster J, Oddy WH. The role of nutrition in children’s neurocognitive development, from pregnancy through childhood. Frontiers in Human Neuroscience. (2013).


Tags: ,