fbpx
LOGO

Mentega vs Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

October 12, 2020
IMG

Margarin dan mentega adalah dua bahan yang umum ditemui serta seringkali disalahpahami. Margarin berasal dari minyak nabati yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda.

 

Sementara mentega atau butter adalah produk susu atau minyak hewani dengan kandungan utama lemak jenuh

 

Beberapa jenis mentega mengandung vitamin K2 yang berperan penting dalam pembentukan tulang yang kuat, kesehatan jantung, dan mencegah kanker. Hal ini tergantung pada sumber susu yang didapat. Sapi yang diberi makan rumput segar akan lebih banyak menghasilkan nutrisi yang baik untuk mentega. 

 

Mentega juga kaya akan asam lemak penting seperti butyrate, asam lemak omega-3 dan asam linoleat terkonjugasi.

 

Dibandingkan dengan mentega, margarin jauh lebih rendah dalam nutrisi penting ini. Margarin mengandung beberapa vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, vitamin E, asam lemak omega-6 dan sejumlah kecil natrium.

 

 

Mentega vs margarin, mana yang lebih baik?

 

Berdasarkan kandungan nutrisinya, keduanya memiliki dampak kesehatan yang berbeda. Mentega bermanfaat bagi fungsi otak, kesehatan jantung dan perkembangan janin, sedangkan margarin dikatakan lebih menyehatkan jantung.

 

Kandungan sterol dan stanol pada margarin juga telah mengurangi kadar kolesterol jahat LDL, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung (1).

 

Meskipun dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, penelitian lain menemukan bahwa margarin tidak berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung (2).

 

Terlepas dari potensi manfaat margarin bagi kesehatan, ada beberapa kerugian penting yang juga perlu dipertimbangkan. Margarin merupakan makanan yang diproses tinggi sehingga mengandung lemak trans.

 

 

Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan olahan dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker, penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan bahkan kematian (3).

 

Disisi lain, banyak orang yang menggunakan margarin karena vegan dan jauh lebih murah dibandingkan dengan mentega.

 

Jika Anda memutuskan untuk tetap menggunakan mentega, sebisa mungkin pilihlah dari sapi yang diberi makan rumput.

 

Namun, jika Anda memilih margarin, ingatlah bahwa varietas yang paling sehat harus bebas dari lemak terhidrogenasi untuk membantu mengurangi asupan asam lemak trans. 

 

 

Kesimpulan

 

Margarin merupakan alternatif pengganti mentega yang terbuat dari minyak nabati. Margarin banyak disukai karena lebih murah dan vegan.

 

Meski mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan jantung dan kolesterol, margarin mengandung lemak trans sehingga mengonsumsinya dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko kanker, obesitas, diabetes, hingga kematian.

 

Terlepas dari produk mana yang dipilih, sebisa mungkin pilihlah mentega dari sapi yang diberi makan rumput, dan margarin yang bebas dari lemak terhidrogenasi.

 

 

Referensi

Link R. (2019). Margarine vs. butter: Which is the healthier option?. Dr Axe. Diakses pada 11 Oktober 2019.

Bard JM, Paillard F, Lecerf JM. Effect of phytosterols/stanols on LDL concentration and other surrogate markers of cardiovascular risk. Diabetes Metab. (2015).

Ras RT, van der Schouw YT, Trautwein EA, Sioen I, Dalmeijer GW, Zock PL, Beulens JW. Intake of phytosterols from natural sources and risk of cardiovascular disease in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition-the Netherlands (EPIC-NL) population. Eur J Prev Cardiol. (2015).

Dhaka V, Gulia N, Ahlawat KS, Khatkar BS. Trans fats-sources, health risks and alternative approach – A review. J Food Sci Technol. (2011).


Tags: