fbpx
LOGO

6 Manfaat Menakjubkan Milk Thistle

June 26, 2020
IMG

Milk Thistle atau Silybum marianum adalah tumbuhan yang telah dijadikan ramuan obat selama lebih dari 2000 tahun. Tumbuhan ini berasal dari daerah Mediterania dan merupakan anggota keluarga tumbuhan Asteraceae, yang juga termasuk tanaman lain seperti bunga matahari dan aster.

 

Ketika daun milk thistle di remas atau di petik, akan keluar getah putih menyerupai aliran susu, getah inilah yang kemudian diolah menjadi bahan herbal yang bermanfaat dan kaya akan kandungan bahan aktif silymarin, yakni senyawa terapeutik bagi organ hati atau liver.

 

Dalam silymarin terkandung pula komponen spesifik yakni silybinin, isosilybinin, silychristine dan isosilychristine, silydianin dan taxifolin. Berbagai komponen tersebut diketahui dan dikenal juga sebagai senyawa flavonolignans. 

 

Adapun manfaat lain dari milk thistle adalah tingginya kandungan antioksidan yang mampu membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas serta memperlambat proses penuaan. Ekstrak lipofilik yang berasal dari biji milk thistle juga bertindak sebagai antioksidan bioflavanoid yang meningkatkan kekebalan dan memperlambat stres oksidatif.

 

 

Manfaat Milk Thistle

 

 

 

1. Membantu Mengontrol atau Mencegah Diabetes

Menurut National Institute of Health, mengkombinasikan silymarin, senyawa aktif dalam milk thistle dengan perawatan konvensional mampu mengendalikan gejala diabetes dengan cara membantu mengontrol glikemik atau kadar gula dalam darah.

 

Efek dari antioksidan yang ditemukan dalam milk thistle juga dikatakan dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien yang mengalami insulin resistensi (1).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan kepada 51 orang pasien diabetes tipe 2 yang diberikan ekstrak biji milk thistle (tablet silymarin dengan dosis sebesar 200 gram tiga kali per hari) beserta perawatan konvesional diabetes selama empat bulan.

 

Evaluasi tiap bulan dilaksanakan, dan diketahui bahwa profil glikemik kelompok penerima intervensi mengalami perubahan hasil lab yang signifikan yakni pada hasil HBA1c, kadar glukosa darah puasa, kadar insulin, total kolesterol, LDL (low density lipid), HDL (high density lipid), TGL (trigliserida), SGOT dan SGPT (fungsi hati) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok pasien yang menerima plasebo dengan perawatan konvensional yang sama (2). 

 

Dalam sebuah tinjauan penelitian lain, silibin yang merupakan komponen aktif dari silymarin memiliki manfaat positif pada beberapa komplikasi diabetes, termasuk neuropati diabetik (kerusakan saraf akibat diabetes), nefropati diabetik (penyakit ginjal yang terjadi pada penderita diabetes), dan steatohepatitis non-alkohol (perlemakan hati pada orang yang tidak mengkonsumsi alkohol).

 

Manfaat diatas tak terlepas dari sifat antioksidan pada milk thistle. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menjadikan ekstrak milk thistle sebagai obat herbal untuk penyakit diabetes (3). 

 

2. Membantu Melawan Kanker

Biji milk thistle merupakan sumber tinggi flavonoid antioksidan yang disebut silymarin, yang juga terdiri dari beberapa senyawa aktif yang dikenal sebagai flavolignans (4). Silymarin dikatakan efektif menurunkan pertumbuhan dan keganasan sel kanker dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan kerusakan DNA dan mencegah pertumbuhan sel tumor menjadi sel kanker.

 

Sebuah tinjauan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Minnesota menyimpulkan bahwa silymarin dalam milk thistle memiliki efek hepatoprotektif (perlindungan hati) dan antikarsinogenik (perlindungan dari kanker).

 

Silymarin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker pada organ prostat, kulit, payudara, dan sel serviks (5). Silymarin juga bertindak sebagai agen blokade toksin yang berfungsi sebagai pelindung kanker dengan menghambat pengikatan racun ke reseptor membran sel (6).

 

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Salah satu peran antioksidan adalah menangkal radikal bebas dan menghilangkan racun dalam tubuh. Hal ini juga dapat membantu memperlambat proses penuaan karena antioksidan dapat melindungi tubuh dari penyakit kronis.

 

Milk thistle kaya akan antioksidan. Mengonsumsi ekstrak milk thistle merupakan dapat menjaga kesehatan kulit dan anti-aging seperti mencegah jerawat, bintik-bintik hitam, kerutan, garis, dan perubahan warna, bahkan dapat melindungi dari kanker kulit. 

 

Penelitian pada hewan yang diterbitkan dalam Photochemistry and Photobiology menyebutkan bahwa silymarin melindungi kulit tikus yang terpapar stres oksidatif akibat sinar UV. Silymarin juga diketahui mampu menurunkan kadar leukosit yang menandai terjadinya respons peradangan (7).

 

Mengonsumsi 210 miligram silymarin per hari selama 8 minggu bersama dengan NAC dan selenium juga diketahui secara signifikan mengurangi lesi jerawat sebanyak 53% pada penderita acne vukgaris.

 

Acne vulgaris adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan komedo hitam (blackhead), komedo putih (whitehead) dan jerawat, serta diikuti dengan daerah kulit kemerahan yang bersisik (8).

 

4. Detoksifikasi dan Menjaga Kesehatan Organ Hati

Milk thistle mampu menjaga kesehatan hati dengan melakukan regenerasi sel dan memproses pengeluaran racun tubuh lebih optimal.

 

Eksrak milk thistle juga diketahui efektif untuk mencegah terjadinya toksisitas (keracunan) dalam tubuh, kondisi toksisitas termasuk efek berbahaya dari konsumsi alkohol, pestisida dalam makanan yang dikonsumsi, logam berat dalam air yang dikonsumsi, polusi udara, dan racun akibat konsumsi obat-obatan (9, 10).

 

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kombinasi suplemen milk thistle dengan fosfatidilkolin (PC) dapat meningkatkan fungsi hati pada pasien gangguan liver. Hal tersebut menunjukkan bahwa suplementasi tersebut dapat membantu mengurangi terjadinya peradangan dan kerusakan hati (11). 

 

Secara historis, milk thistle juga telah digunakan sebagai terapi untuk orang-orang dengan kondisi penyakit hati alkoholik, hepatitis virus akut dan kronis, serta penyakit hati yang diinduksi oleh racun atau polutan. Penyakit hati alkoholik (ALD) adalah gangguan pada organ hati yang disebabkan oleh penyalahgunaan atau konsumsi alkohol berlebih dalam jangka waktu yang lama. Penderita ALD dapat mengalami perlemakan hati (steatosis), hepatitis, atau sirosis hati  (6).

 

Selain menjaga kesehatan hati secara langsung, mengonsumsi milk thistle diketahui potensial dalam mencegah terjadinya batu empedu maupun batu ginjal. Batu empedu maupun batu ginjal terbentuk ketika adanya sumbatan kolesterol dalam saluran empedu yang gagal dipecah oleh hati, ketika organ hati terjaga dari berbagai penyakit yang telah tersebut sebelumnya, maka secara tidak langsung resiko terjaidnya batu maupun sumbatan pada organ disekitar hati akan berkurang (12). 

 

5. Meningkatkan Produksi ASI

Milk thistle merupakan jenis tanaman herbal yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) seperti pada jenis tanaman fenugreek.

 

Meskipun penelitian mengenai manfaat ini sangat terbatas, namun terdapat sebuah penelitian RCT yang berhasil membuktikan bahwa konsumsi silymarin sebesar 420 miligram selama 2 bulan, meningkatkan 64% produksi ASI dibandingkan kelompok penerima plasebo (13). 

 

Sebuah tinjauan penelitian juga menyebutkan bahwa ekstrak biji milk thistle (enkapsulasi) dapat dikonsumsi dengan dosis sebesar 1 – 3 gram per hari, maupun dapat dikonsumsi dengan cara diseduh menjadi teh untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang sedang dalam masa menyusui (14). 

 

6. Mencegah Terjadinya Penyakit Neurodegeneratif

Milk thistle telah digunakan secara tradisional dalam pengobatan gangguan kognitif yang berhubungan dengan usia atau neurodegenratif seperti parkinson dan alzheimer selama kurang lebih 2000 tahun.

 

Sebuah tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam Current Drug Targets pada tahun 2017 menyebutkan bahwa silymarin pada milk thistle  memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan otak dan sistem saraf.

 

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa silymarin sangat bermanfaat karena tinggi akan kandungan antioksidan, meregenerasi jalur sinyal dan produksi neurotransmiter antar neuron, menghambat respon peradangan akibat penuaan, memiliki sifat nootropik serta menghambat terjadinya apoptosis atau kematian pada sel otak (15). 

 

Sebuah penelitian bahkan berhasil menunjukkan bahwa ekstrak tanaman milk thistle secara signifikan mampu menurunkan plak amiloid pada bagian otak tikus yang mengalami alzheimer. Yakni sebuah kondisi penurunan kemampuan otak secara progresif akibat kerusakan sel otak dan persyarafan.

 

Pada penelitian tersebut juga diketahui bahwa pemberian silymarin dengan dosis 0.1% selama 6 bulan menurunkan perilaku yang abnormal dan kecemasan pada tikus dengan alzheimer  (16). 

 

Meski penelitian terhadap manusia masih sangat terbatas, namun efek milk thistle terhadap kesehatan sistem saraf sangat potensial untuk terus diteliti dan dikembangkan. 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun dan biji dari tanaman milk thistle

 

 

Dosis Pemakaian

 

Saat ini belum ada standar suplementasi milk thistle. Milk thistle tersedia dalam bentuk tablet, kapsul maupun kapsul selaput lunak. Dosis secara umum adalah sebesar 20–300 milligram suplemen per hari.

 

Adapun dosis yang direkomendasikan untuk tujuan detoksifikasi yaitu 150 miligram, diminum satu hingga tiga kali sehari.

 

Konsumsi 50 hingga 150 miligram setiap hari untuk penggunaan berkelanjutan dengan tujuan menjaga kesehatan liver.

 

Biji dan daun tanaman milk thistle juga dapat diolah dan konsumsi dalam bentuk minuman teh yang dapat dinikmati dengan cara diseduh dengan air hangat. Sangat penting untuk memilih produk yang mengandung ekstrak milk thisle hinga 80% untuk mendapatkan kualitas secara optimal. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Fosfatidilkolin: Mengonsumsi milk thistle bersama fosfatidilkolin diketahui secara signifikan meningkatkan kesehatan hati/liver. 

 

NAC dan selenium: Mengkombinasikan milk thistle, NAC dan selenium dapat secara signifikan mengurangi lesi jerawat, dan menjaga kesehatan kulit secara umum.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi milk thistle karena belum adanya studi mengenai keamanan konsumsi herbal ini.

 

Orang dengan alergi terhadap keluarga tanaman Asteraceae atau Compositae tidak disarankan mengonsumsi milk thistle.

 

Pasien diabetes dan orang dengan kondisi sensitif hormon (kanker payudara) tidak disarankan untuk mengonsumsi milk thistle tanpap pengawasan tenaga medis profesional karena dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis dan menyebabkan efek samping yang fatal karena dapat bersifat estrogenik.

 

Hindari konsumsi milk thistle jika sedang mendapat perawatan obat-obatan seperti anti-diabetes, obat yang dipecah oleh substrat hati (Substrat Cytochrome P450 2C9 (CYP2C9). Milk thistle dapat mempengaruhi enzim ini dan obat-obatan yang diprosesnya, seperti diazepam (Valium), warfarin (Coumadin, Jantoven) dan lainnya), antibiotik berjenis metronidazole (Flagyl), obat hepatitis C berjenis simeprevir (Olysio), dan imunosupresan berjenis sirolimus (Rapamune). 

 

 

Efek Samping

 

Milk thistle dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Penelitian pun menyatakan hanya 1% orang yang mengalami efek samping saat menggunakan milk thistle dalam dosis tinggi. Akan tetapi terdapat beberapa kemungkinan timbul efek samping ringan berupa gangguan pencernaan seperti diare, kembung, dan mual, gatal pada kulit dan sakit kepala. 

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Milk thistle. Examine. Diakses pada 18 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). Milk thistle benefits: Detox the liver and boost glutathione. Dr Axe. Diakses pada 18 Juni 2019.

West, Helen. (2018). 7 Science-based benefits of milk thistle. Healthline. Diakses pada 18 Juni 2019.

Mayo Clinic. (2017). Milk thistle. Mayo Clinic. Diakses pada 18 Juni 2019.

Steinbaum, S. R. (2017). Milk thistle: Benefits and side effects. WebMD. Diakses pada 18 Juni 2019.

National Center for Complementary and Integrative Health. (2016). Milk thistle. National Institutes of Health. Diakses pada 18 Juni 2019.

Huseini HF, Larijani B, Heshmat R, et al. The efficacy of silybum marianum (L.) gaertn. (silymarin) in the treatment of type II diabetes: A randomized, double-blind, placebo-controlled, clinical trial. Phytother Res. (2006). 

Kazazis CE, Evangelopoulos AA, Kollas A, Vallianou NG. The therapeutic potential of milk thistle in diabetes. Rev Diabet Stud. (2014).

Csupor D, Csorba A, Hohmann J. Recent advances in the analysis of flavonolignans of Silybum marianum. J Pharm Biomed Anal. (2016).

Post-White J, Ladas EJ, Kelly KM. Advances in the use of milk thistle (Silybum marianum). Integr Cancer Ther. (2007).

Abenavoli L, Capasso R, Milic N, Capasso F. Milk thistle in liver diseases: Past, present, future. Phytother Res. (2010).

Katiyar SK, Meleth S, Sharma SD. Silymarin, a flavonoid from milk thistle (silybum marianum L.), inhibits uv-induced oxidative stress through targeting infiltrating CD11b+ cells in mouse skin. Photocem Photobiol. (2008).

Sahib AS, Al-Anbari HH, Salih M, Abdullah F, Effects of oral antioxidants on lesion counts associated with oxidative stress and inflammation in patients papulopustular acne. Journal of Clinical & Experimental Dermatology Research. (2012).

Ward J, Kapadia K, Brush E, Salhanick SD. Amatoxin poisoning: Case reports and review of current therapies. J Emerg Med. (2013).

Mengs U, Pohl RT, Mitchell T. Legalon® SIL: The antidote of choice in patients with acute hepatotoxicity from amatoxin poisoning. Curr Pharm Biotechnol. (2012).

Polachi N, Bai G, Li T, et al. Modulatory effects of silibinin in various cell signaling pathways against liver disorders and cancer – A comprehensive review. Eur J Med Chem. (2016). 

Link, Rachael. (2019). Milk thistle: Good for the liver or too many side effects?. Dr Axe. Diakses pada 18 Juni 2019.

Di Pierro F, Callegari A, Carotenuto D, Tapia MM. Clinical efficacy, safety and tolerability of BIO-C (micronized Silymarin) as a galactagogue. Acta Biomed. (2008).

Forinash AB, et al. The use of galactogogues in the breastfeeding mother. Ann Pharmacother. (2012).

Devi KP, Malar DS, Braidy N, Nabavi SM, Nabavi SF. A mini review on the chemistry and neuroprotective effects of silymarin. Curr Drug Targets. (2017).


Tags: , , , , , , , , , , , ,