fbpx
LOGO

PBB Melegalkan Ganja Sebagi Obat, Bagaimana dengan Indonesia?

December 23, 2020
IMG

Ganja (Cannabis) dikenal sebagai tanaman yang dapat menyebabkan kecanduan. Meski berpotensi sebagai obat, banyak negara yang melarang penggunaannya termasuk Indonesia. Namun baru-baru ini Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menerima rekomendasi WHO untuk melegalkan penggunaan ganja dan turunannya dalam bidang medis.

 

Keputusan ini diambil dari pemungutan suara yang melibatkan 59 Negara Anggota Komisi Narkotika PBB (CND), dengan 27 suara setuju, 25 menentang, dan 1 abstain. Meski begitu penggunaan ganja di luar medis tetap dilarang, dan penggunaannya sebagai obat tetap diatur secara ketat.

 

Ganja dan obat-obatan berbasis cannabis diklaim memiliki bahan aktif yang telah terbukti berpotensi dalam pengobatan Parkinson, sklerosis, epilepsi, nyeri kronis atau bahkan kanker. Saat ganja masih masuk daftar ilegal, penelitian medis ganja masih terbatas.

 

Dengan dilegalkannya ganja untuk pengobatan, akan diadakan penelitian lebih lanjut tentang khasiat penyembuhan ganja. Sekitar 50 negara telah meluncurkan program ganja medis dan keputusan PBB ini akan mendorong kebijakan tersebut. WHO juga mengatakan akan bertanggung jawab mengevaluasi sifat terapeutik dan efek samping kecanduan dari penggunaan ganja.

 

 

Indonesia tetap melarang penggunaan ganja

 

Meski banyak negara yang telah mengadopsi keputusan PBB, seperti Kanada, Meksiko, Jerman, Denmark, Australia, dan Thailand, Indonesia tetap pada pendiriannya dalam menentang legalisasi ganja, baik dalam bidang medis maupun rekreasi.

 

Dalam menentang keputusan PBB, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Pol Idris Kadir, mengatakan narkotika tetap tidak dibenarkan. Terlebih ganja yang berasal dari Aceh karena mengandung zat adiktif (THC) yang lebih tinggi.

 

DI Indonesia, keseluruhan tanaman ganja termasuk dalam kategori narkotika golongan satu yang dilarang. Dilansir dari laman BNN, Guru Besar FK UI Frans D. Suyatna memperkuat Ahwil Luthan selaku Koordinator Kelompok Ahli BNN RI. Menurutnya, manfaat kesehatan ganja bisa diambil dari jenis obat lain dengan fungsi yang sama.

 

Karena hal tersebut, penggunaan ganja baik secara medis maupun untuk bersenang-senang tidak dibenarkan.

 

 

 

Referensi:

UN News. (2020). Diakses dari UN News pada 23 Desember 2020.

Spains News. (2020). Diakses dari Spains News pada 23 Desember 2020.

Daily, Max. (2020). Diakses dari Vice  pada 23 Desember 2020.

BNN. (2020). Diakses dari BNN pada 23 Desember 2020.

JPNN. (2020). Diakses dari JPNN pada 23 Desember 2020.


Tags: , ,