fbpx
LOGO

Pecinta Kopi, Inilah Batas Aman Konsumsi Kafein dalam Sehari!

August 17, 2020
IMG

Tidak hanya kopi, kafein juga terkandung dalam berbagai makanan seperti teh, cokelat, guarana, yerba mate, dan juga sering ditambahkan pada minuman soda, minuman berenergi, dan suplemen penurun berat badan. Banyak orang yang seringkali tidak menyadari bahwa minuman atau makanan yang mereka konsumsi mengandung kafein.

 

Kafein memiliki beberapa efek pada tubuh, seperti simultan dan menekan nafsu makan. Denyut jantung dan pernapasan juga dapat meningkat setelah seseorang mengonsumsi kafein. Sebagian besar efek pada tubuh bersifat jangka pendek dan tidak menyebabkan bahaya jangka panjang. Namun, mengonsumsi kafein terlalu banyak memiliki dampak negatif pada kesehatan tubuh.

 

 

Berapa Banyak Jumlah Kafein dalam Produk Minuman?

 

Kafein dapat ditemukan dalam berbagai produk, umumnya seperti kopi, teh, cola, dan minuman berenergi. Kafein juga ditambahkan ke dalam produk makanan seperti permen, dan secara alami terkandung dalam cokelat.

 

Beberapa suplemen dan obat-obatan juga mengandung kafein. Salah satunya yaitu suplemen olahraga untuk meningkatkan kinerja olahraga, tablet pilek dan flu. Suplemen kafein banyak tersedia dalam bentuk tablet atau bubuk. Bentuk-bentuk ini seringkali memiliki lebih banyak kafein daripada kopi, dan orang-orang dapat merasa sulit untuk mengukur seberapa banyak yang telah mereka ambil.

 

Menurut Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum, bubuk kafein dapat mengandung antara 3.200-6.400 mg kafein per sendok teh. Dikutip dari Alcohol and Drug Foundation, berikut ini rata-rata kandungan kafein dari beberapa sumber umum (1):

 

 

 

Jenis Minuman / Makanan

 

 

Kadar Kafein (mg)

 

Teh hijau 12,1
Cokelat susu 20
Teh hitam 22,5
Minuman berenergi 32
Coca cola 56 – 57
Cokelat hitam 59
Pepsi 63
Kopi hitam 74,7
Kopi Putih 86,9
Capuccino 101,9
Espresso

 

194

 

 

 

Berapa Batas Aman Konsumsi Kafein dalam Sehari?

 

Masing-masing orang memiliki batas toleransi kafein yang berbeda. Keamanan mengonsumsi kafein juga tergantung dari usia dan kondisi kesehatan seseorang. Beberapa orang yang overdosis kafein tidak menunjukkan gejala atau efek samping yang tidak diinginkan. 

 

Untuk orang dewasa yang sehat, mengonsumsi kafein hingga 400 mg/hari dianggap aman. Wanita hamil atau menyusui disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg/hari. Anak-anak dan orang dengan masalah kesehatan jantung juga harus membatasi asupan kafein mereka.

 

Secara umum, kafein akan mulai mempengaruhi tubuh jika terdapat lebih dari 15 miligram per liter (mg/L) kafein dalam darah. Konsentrasi kafein 80 hingga 100 mg/L bisa berakibat fatal. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan bahwa satu sendok teh bubuk kafein setara dengan 28 cangkir kopi. Sehingga perlu diwaspadai bahwa produk kafein murni dan sangat terkonsentrasi dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang serius.

 

 

Efek Samping dan Risiko

 

Konsumsi kafein berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gangguan tidur, sakit kepala, mudah marah, gugup, dan gelisah. Overdosis kafein juga dapat menyebabkan kematian, meskipun kasus yang dilaporkan sangat jarang.

 

Berikut ini adalah efek samping jika overdosis atau kelebihan kafein:

Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur

Tremor

Merasa mual atau muntah

Kebingungan

Serangan panik

 

Orang yang berhenti mengonsumsi kafein pun mengalami beberapa perubahan yaitu menguap, mengantuk, kelelahan, motivasi kerja yang lebih rendah, gangguan konsentrasi, gangguan kinerja kognitif, gejala mirip flu, dan kekakuan otot.

 

Menggabungkan kafein dengan alkohol dapat memiliki beberapa efek berbahaya. Alkohol adalah depresan, tetapi kafein sebagian dapat menutupi efek alkohol dengan membuat seseorang merasa lebih waspada. Orang yang memadukan minuman berenergi dan alkohol mungkin lebih cenderung minum berlebihan.

 

 

Pencegahan Overdosis Kafein

 

Pencegahan dapat dilakukan dengan memerhatikan asupan kafein dan jumlah kafein yang ditemukan dalam makanan, minuman, dan suplemen. Anda juga dapat memilih untuk meminum kopi dengan ukuran gelas yang lebih kecil, berganti-ganti dengan kopi tanpa kafein, atau memilih minuman panas tanpa kafein, seperti teh herbal. 

 

Orang yang mengonsumsi kafein secara teratur mengembangkan toleransi terhadap beberapa efek sampingnya. Minum kopi dalam jumlah sedang juga dapat memiliki manfaat kesehatan. Bubuk dan suplemen kafein dapat mengandung kadar kafein yang sangat tinggi yang dapat membahayakan kesehatan. FDA sangat menyarankan orang untuk menghindari produk ini.

 

 

Penanganan Overdosis Kafein

 

Waktu paruh obat merupakan istilah dari berapa lama waktu yang dibutuhkan obat untuk meninggalkan tubuh. Waktu paruh kafein adalah 3 hingga 5 jam. Efek samping seperti gelisah atau dehidrasi akan hilang dalam 3 hingga 5 jam. 

 

Dalam kasus efek samping ringan, seseorang dapat mengambil langkah-langkah berikut di rumah:

Hentikan mengonsumsi kafein

Meminum cukup air untuk mengatasi direhidrasi

Berolahraga dan berhenti merasa gelisah

 

Seseorang yang mengalami overdosis kafein mungkin memerlukan perawatan medis, termasuk cairan intravena, suplemen, atau arang aktif. Arang aktif dapat menghentikan kafein memasuki usus. Jika kafein masuk ke usus, tingkat yang lebih tinggi bisa masuk ke dalam darah dan menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

 

 

 

Referensi:

Marengo, Katherine. (2019). Can you overdose on caffeine?. Medical News Today. Diakses pada 31 Juli 2019.

Hull, Michael. (2018). How much caffeine is too much?. Examine. Diakses pada 31 Juli 2019.

Center for Science in the Public Interest. (2018). Caffeine chart. Center for Science in the Public Interest. Diakses pada 31 Juli 2019.